Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buku. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 September 2013

What Zen Thinks about Buku Pintar Cewek Juara? (Buku Motivasi)

There's a lot Motivation books outhere. But this one is special for me because I got from the writer directly. Zivanna Letisha Siregar.


Buku Pintar Cewek Juara
Ditulis oleh Zivanna Letisha Siregar
Editor : Patresia Kirnandita
Penata Letak : Gita Ramayudha
Desain Sampul : Levina Lesmana
Ilustrasi isi : Oktarina Lukitasari

Hei, kenapa saya yang cowok mau mikirin buku dengan cover pink dan bahkan dengan jelas-jelasnya terpampang itu adalah buku cewek dari judulnya.

Bermula saat seminar bedah buku di UNIBA, kami kedatangan seorang tamu istimewa yaitu sang penulis sendiri, Mbak Zizi (panggilan Zivanna Letisha) Putri Indonesia tahun 2008 dan Miss Universe Favorite tahun 2009.  Whaw, rasanya pengalaman yang menakjubkan bisa bertemu langsung, lebih-lebih lagi saya beruntung karena bisa langsung mendapatkan tanda tangannya. :D

Buku ini adalah sebuah buku motivasi untuk cewek khususnya, tapi sebagai cowok saya tetap merasa buku ini juga memberikan banyak hal untuk saya.  Motivasi-motivasi yang ada di dalamnya bisa diterima oleh siapa saja tidak terbatas pada gender tertentu.

Format yang digunakan dalam buku ini adalah pink, mayoritas warna yang ada di novel ini adalah pink.  Ilustrasi di dalamnya pun terkesan cute yang menggambarkan bagaimana kisah hidup sang Zizi.  Zizi menceritakan bagaimana dirinya sebelum menjadi seorang Miss Indonesia, bagaimana dia melalui masa-masa tersebut, namun setiap cerita itu, buku ini lebih fokus bagaimana Mbak Zizi memberikan motivasi bagi pembaca bagaimana meraih impian.

Buku ini banyak kuisioner yang bisa diisi pembaca.


Buku ini mengajak pembaca untuk berani berkompetisi itulah intinya.  Bagaimana membangun movitasi, mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi, membuat daftar keinginan untuk membuat pembaca berusaha untuk mengejar apa yang diinginkan.  Bagaimana menghadapi pujian, bagaimana menghadapi kritik, berinteraksi dengan orang lain, bagaimana menyikapi teman dan lawan. Begitu banyak hal di buku ini yang menarik untuk di baca.

Buku ini juga mengajarkan bahwa saat mengejar apa yang kita inginkan, menikmati perjalanan hidup.  Sebab, jika dinikmati maka lebih banyak pengalaman yang didapatkan dan lebih berwarna.

Tampilan buku yang ramah, bahasa yang menarik, layout yang nyaman dilihat, fitur-fitur yang membuat pembaca terasa diajak untuk ikut di dalam buku, ilustrasi yang imut (thanks to Oktarina Lukitasari), buku ini juga bahkan di endorser oleh salah satu Miss Universe.  Seolah saat membaca ini, pembaca akan merasa bahwa Mbak Zivanna ada di samping pembaca dan memberikan motivasi secara langsung bagaimana mencapai hal-hal besar dalam hidup.

Tidak sekedar mencapai cita-cita loh yang harus diutamakan dari buku ini untuk dicapai,  tapi mempertahankan diri setelah cita-cita itu tercapai juga tidak kalah penting.  Sebab, tidak ada kepastian bahwa cita-cita itu bertahan, justru godaan-godaan banyak terjadi di masa-masa kejayaan kita tersebut. Itulah yang amat menarik dari buku ini tidak sekedar kejar cita-cita.

Karena itu bagi siapapun yang masih bingung bagaimana menejemen dalam mencapai cita-cita, motivasi, apa saja yang perlu dipersiapkan, sikap yang sebaiknya dilakukan setelah mencapainya.  Karena itu saya amat rekomendasi buku ini.

Siapa tahu setelah baca-baca buku ini, lalu kalian isi kuisionernya.  Setelah beberapa tahun, kalian buka lagi dan lihat apa saja yang kalian sudah capai, tidak ada yang lebih memuaskan melihat apa yang kalian tulis di kuisioner buku ini tercapai dalam kehidupan kalian.

Saya tidak akan beri Verdict untuk novel ini, karena ini bukan novel, cerpen, atau karya yang bisa saya komentari sepenuhnya.

Jadi apa kalian sudah pernah baca buku ini, jika sudah lakukan saja yang disuruh Yui di samping =>

Terima kasih sudah membaca review ini, sampai jumpa sampai saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.

Sabtu, 02 Maret 2013

What Zen thinks About Ther Melian Anthology

Ther Melian Anthology
Karya Shienny M.S dan kawan-kawan
ISBN 978-602-02-0474-1





Well, sedikit pembuka.  Saya beli langsung buku ini dari sang penulis Shienny M.S saya beli dua, satu untuk saya dan satunya untuk pacar saya sebagai hadiah Valentine. Ini kan memang keluar pas valentine, so this is good choice to valentine gift.

Cover dari buku ini adalah silued yang aku asumsikan adalah Vrey dan Leighton.  Tapi, tunggu! Bukankah Leighton itu rambutnya diikat ya?  Ah, sudahlah.  Di dalam buku ini terdapat 11 Cerpen dan 4 diantaranya adalah karya sang penulis sendiri Shienny M.S.  Well, dia yang punya karya, jadi terserah dia mau berapa banyak. :p


So, sedikit recap tentang Ther Melian.  Saya sudah video Review di sini...



 Ther Melian sendiri adalah salah satu novel fantasi Indonesia favoritku, selain karena memang ceritanya bagus, Tetralogi benar-benar diterbitkan secara menyeluruh dalam waktu yang cukup singkat.  Setidaknya menjadi satu-satunya Tetralogi fantasi yang benar-benar terbit secara Tetralogi.  So give applouse for that!





Oke, sekarang kita bicarakan hal yang berbeda.  Ther Melian Anthology, uhm kenapa ga Ther Melian Love Anthology.  :D

Saat membuka buku yang disuguhi oleh buku ini adalah sedikit penjelasan tentang benua Ther Melian, kota-kotanya, juga ras yang ada di dalamnya.  betapa menyenangkannya melihat Draeg cewek, they look cute.  Hahaha.  Melihat hal semacam itu, adalah sesuatu yang menyenangkan di buku ini.


Sekarang masuk ke bagian cerpen. Cerpen pertama adalah Ribuan Tahun yang menceritakan sebuah kisah cinta antara Ratana dan Odyss.  Oke, bagiku yang ini kurang memuaskan.  Kenapa? Untuk soal gaya bahasa, aku suka, untuk plot? aku merasa ini menarik?  Tapi, entah mengapa Odyss dibuat seperti Bad Luck Brian!





Tapi, aku enjoy saja.  Walau kesel sama bagian tersebut.  Padahal Odyss punya kekuatan, dia punya kemampuan untuk melawan. Tapi, dia mengalah mulu.  Jadi jengah juga, ingat sama Jowy Atreides di Suikoden 2 yang rasanya dibuat sengsara sampai ending.  *kecuali dapat ending reunion*

Tilas Mawar Cadas karya Luz Balthasaar menceritakan tentang masa lalu Karth.  Dengan gaya bahasa yang unik.  Well, untuk yang ini saya tidak banyak komen, sementara saya saja bisa ngerti jalan ceritanya setelah dijelasin sama pacar saya, kok.  Tapi, aku suka ternyata plot-nya bagus.  Great! XD

Penantian karya Shienny M.S dipersembahkan untuk para penggemar Eizen.  Aku adalah salah satunya. hehe, aku suka cerita ini karena seperti pembuka awal kisah kenapa Eizen bisa bertemu Valadin, kemudian asal mula keinginannya untuk mendapatkan kekuatan Aether.  Dia bahkan tampak lebih ekspresif dibanding di dalam Tetralogi.  Jujur saja, aku harap lebih.  Aku ingin tahu lebih dalam tentang Eizen, aku ingin tahu dia punya keluarga atau tidak, apakah dia lone magus?  Well, only god of Ther Melian Knows, sang penulis sendiri.

Liontin Kristal karya Brown... Bukan Chris Brown.  Ini juga cerita yang bagus.  Di sini melihatkan sisi tidak egoisnya Vrey, padahal sebagai pencuri, dia biasanya terlihat liar dan penuh ambisi.  Tapi, dalam cerita ini justru dia menunjukkan sisi kemanusiaannya.  Jalan ceritanya memang agak keluar dari cerita utama, tapi kembali ke cerita utama di ending cerita.  I like it.

Pencuri jurnal juga karya sang penulis TM Shienny MS.  Cerita ini menarik, karena di sini lebih fokus pada kisah Aelwen salah satu karakter semu favoritku.  Jujur saja dia adalah karakter cewek favoritku.  Walau dia hanyalah karakter yang semu, melihat dia berperan banyak di sini, itu menyenangkan.  Secara menyeluruh karakter Aelwen adalah yang paling cewek dari yang lain. Dia feminim, lembut, dan juga manis.  But, You will surprise jika melihat kenyataannya.  Cerpen ini menceritakan tentang Quest yang diterima Aelwen bersama Vrey untuk mencuri jurnal dan dalam cerita ini penuh emosional dari karakter yang ada, terutama sang pemilik jurnal.  Enjoyable.

Festival Pertama adalah menceritakan awal dari romansa antara Desna dan Ascha.  Di sini aku dikejutkan karena ternyata Ascha adalah tujuh bersaudara.  Ratana juga demikian, punya tujuh anak.  Jangan-jangan... secara tidak langsung Ratana itu Ibu Ascha?  Hahahaha... jangan anggap serius.  Di sini lebih fokus pada bagaimana melihat tingkah Ascha dari sudut pandang Desna dan tentu saja si Ascha ini bikin keki bahkan sejak kecil.  Endingnya pun so sweet.
rena
Sekarang kita menuju Midkuel.

Mengecewakan karena kisah Midkuel hanya ada satu ditulis oleh Sang Thabib Febz Anggra berjudul kenangan.  This is my favorite, karakter-karakter di sini benar-benar penuh kehangatan, semua orang Draeg, manusia, Elvar hidup harmonis.  Menceritakan tentang Feyn yang tidak sengaja bertemu dengan anak kecil yang lidahnya putus dan diberi nama Myura.  Nama yang manis, wayang dia hanya dibuat seperti siluet, aku ingin lihat wajahnya secara langsung.  Di sini menceritakan cinta kasih antara Feyn, Myura beserta dua Gardian Hamadryad Reina dan Linus.  Sungguh, kisah ini luar biasa, namun ini membuat saya semakin benci Valadin!  How cruel you are!  Satu-satunya Midkuel, tapi paling bekesan dari semua cerita yang ada.

Lanjut ke Sekuel.

Awal baru karya Elwin menceritakan Ascha yang harus kembali bangkit setelah kehilangan kekasihnya.  Sedih melihat betapa gigihnya Ascha yang berusaha membangkitkan kembali Desna yang sudah mati, sementara itu Rion mencoba menguatkan Ascha dengan berbagai cara.  Jujur saja, saya merasa terikat oleh Ascha, karena aku pernah mengalami hal yang sama.  Love it... sebenarnya saya jadi teringat pada Elric Bersaudara yang ingin hidupkan Ibunya kembali.  Atau Jade Curtis yang mau buat replika dari Nebilim.







Selamanya lagi-lagi karya sang penulis Shienny MS yang menceritakan bagaimana kejadian setelah pelukan terakhir ending dari cerita TM.  Lucu dan unik.  Di mana kedua karakter berinteraksi antara Leighton dan Vrey. Juga adegan minggat yang lucu.  Secara tidak langsung berhubungan dengan kisah fanfic lainnya. Nothing much to say.

Vrey dan Ornata karya R.A Zhang sebenarnya secara inti, cerita ini ga punya hubungan erat sama plot utama.  seperti sisipan saja, tidak terlalu berkesan, karena lebih fokus pada apa itu Ornata.  Namun, konsep Ornata sendiri menarik. saya bahkan ingin minta izin sama pembuatnya untuk menjadikannya referensi pada karyaku nanti, aku harap diizinkan. :D

Sekarang lanjut ke cerita akhir dari Ther Melian Anthology yaitu Malam Terpanjang karya Ghia.  I like this one.  Karena menceritakan tentang Vrey, Leighton, Laruen, Karth, dan si kembar Lyrr dan Reevy di sebuah Papiliun.  Di mana Ratu Vrey hamil dan melahirkan di sana.  Karth di sini sungguh usil karena dia bikin si Leighton keringat dingin sampe nangis, sementara itu Lyrr dan Reevy juga lucu karena mereka nakal tapi tetap dalam sisi anak-anak mereka.  Penuh kehangatan juga penuh rasa kekeluargaan.  Kemudian kelahiran Aelwen sangat mengejutkan. Apa lagi melihat ekspresi Leigthton saat nama Aelwen yang dipilih oleh Vrey untuk putri mereka.

Saatnya Final Verdict Untuk Ther Melian Anthology.  Aku suka sekali jadi aku akan kasih 4/5 GRI Star. Sangat menyenangkan bisa melihat lagi karakter-karakter kesayangan dari Tetralogi TM kembali beraksi.  So, tidak perlu membaca keempat TM tetralogi untuk bisa menikmati TM Anthology, tapi sebaiknya baca TM Tetralogi dulu, karena jika baca TM Anthology duluan bakal dapat banyak spoiler.

I hope you enjoy what I Think About this book...

Saatnya aku memikirkan sesuatu yang lain!