Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 November 2014

What Zen Thinks about Beast Taruna? (Indie Novel)

Sentai yang tidak mainstream... Beast Taruna is one of them.



Beast Taruna adalah sebuah novel yang dibuat oleh Aditya NW... Bukan Adhitya Daniel yang nulis cerita...

So, bedanya Aditya NW nulis cerita Sentai sementara Adhitya Daniel menulis cerita yang S-nya diganti dengan H. That's the difference.


Minggu, 28 September 2014

What Zen Thinks about Steins;Gate? (Anime)

I am a Mad Scientist It's so cool, Sunovabitch!


Steins;Gate adalah sebuah anime adaptasi dari Visual Novel dengan judul yang sama.  Anime ini dibuat oleh studio White Fox, disutradari oleh Kanji Wakabayashi sebuah anime yang menceritakan tentang thriller dari sebuah jenis cerita sains fiksi yang amat populer yaitu time travel.

Minggu, 24 Agustus 2014

What Zen Thinks about Garda? (Novel)

Yeap, aku membeli kaos Garda, Cup Garda, Poster dan juga novel Hardcovernya.  Hum... Kurang jumper dan action Figure...



Garda adalah novel karya Ahmad Sufiatur Rahman diterbitkan oleh Tangga Pustaka.

Novel ini menceritakan tentang seorang Lelaki bernama Garda Kejora yang mendapatkan kekuatan karena sebuah Meteor menghantam dadanya hingga membuatnya mendapatkan super power.  Ternyata di dalam meteor tersebut bersemayam seorang raksasa bernama Rakasha, seingatku yang ternyata punya sebuah semacam tugas untuk menjaga agar dunia ini tidak hancur dari klan Azura (klan Raksasa).

Iya, iya, aku tahu terdengar amat klise. Tapi klise tidak selalu membuat sebuah karya menjadi buruk bukan?  Memangnya apa sih yang benar-benar baru di tahun 2000 ini? Lagi pula, Arkada bilang begini, "Even if you rip off something, at least rip off something good." So cerita tentang seorang yang mendapatkan kekuatan yang menjadi sebuah kunci untuk menyelamatkan dunia dan material untuk lakukan itu adalah Meteor yang ada tertempel di dada Garda yang disebut kristal langit.


Jumat, 01 Agustus 2014

What Zen Thinks about Lovasket Series? (Novel)

Entah kapan saya mulai membaca Lovasket pertama. Tidak terasa sekarang series itu selesai... di novel ke enam...  aku coba ingat-ingat kapan aku baca Lovasket pertama...

...
...

Aku tidak bisa ingat.



Lovasket series mungkin bisa saya sebut sebagai novel teenlit series terpanjang di Indonesia... Jika ada yang lebih panjang, saya tidak tahu. Karena ini berdasar pengetahuan saya saja.  Lovasket ditulis oleh salah satu penulis Teenlit favorit saya Mas Luna Torasyngu... kesampingkan soal menahan peluru pake kain, oke...

Lovasket menceritakan tentang Vira seorang gadis yang bersekolah di SMA Altavia yang sangat basketfreak.  Kesukaannya pada basket tersebutlah jadi inti plot di dalam series ini, sebab itu justru tidak membawa cerita ini jadi seperti layaknya Slam Dunk dimana ceritanya fokus pada turnamen, atau kejuaraan. Tapi lebih fokus pada kehidupan Vira sendiri.

Lovasket pertama menceritakan tentang Vira yang punya power.  Dia orang yang kaya dan sangat terpandang di sekolahnya, hal itu berubah saat Ayah Vira tercegal kasus Korupsi.  Itu pun mengubah hidup Vira dan bahkan harus pindah sekolah.  Kejadian itu bikin dirinya sempat berhenti bersentuhan sama Basket hingga Niken (temannya di Sekolah yang baru) membangkitkan semangatnya lagi.

Mari kita mulai dari Diksi dari seri ini.

Rabu, 14 Mei 2014

What Zen Thinks about Dead Smokers Club?

*lagi ngerokok...

What? I'm Dead Smokers Club member...



Novel ini sudah lama saya baca dan jujur saja bukannya saya ga mau segera review.  Jujur malah saya sudah pernah mereview ini, tapi setelah selesai laptop saya crash dan semua tulisan saya hilang... You know that really piss me off...

Dead Smokers Club ditulis oleh Adham T. Fusama, diterbitkan oleh FIM Kreasindo Gemilang.  Novel ini bercerita tentang seorang cowok bernama Adrian yang berusaha membantu panti asuhan yang dia begitu cintai dengan pindah ke sebuah asrama sekolah bernama T&T Boarding High School.

Tentu saja sekolah itu tidak biasa, di sana bisa dibilang seperti sekolah yang dipenuhi oleh begitu banyak orang aneh dan unik... yeap Waria, Milf, Hacker.. ada di sana.  Lalu, tentu saja seperti banyak cerita lain kalau Adrian pasti terlibat di dalamnya.  Di buku pertama dari seri ini entah nanti jadi seri berapa fokus pada perkenalan yang aku rasa cukup cool dan tidak begitu tell.  Mereka dikenalkan secara langsung seberapa nyentriknya mereka and that's cool..



Plot di novel ini sebenarnya mulai menarik saat mulainya muncul rivalry antar sekolah sebab di situlah mulai tampak konflik yang sebenarnya walau ternyata konflik yang sebenarnya tidak demikian.

Karakterisasi di novel ini menarik untuk diikuti walau banyak karakter, mereka tetap menarik dan sepertinya di buku selanjutnya baru bisa jelas alasan karakter-karakter ini ada dan peran mereka yang sesungguhnya dan saya masih dalam masa menunggu kelanjutannya.  Adrian sendiri sebenarnya hanyalah seorang siswa dengan bakat tepat sasaran, sisanya saya belum menemukan yang spesial dari dia dan apa sih gunanya dia dalam sebuah DSC.

Thinking

Saya tidak bisa benar-benar memberikan review sepenuhnya karena novelnya masih segini. tapi untuk impresi saya tertarik lebih dalam soal DSC... mungkin bakal jadi seperti Order of Phoenix tapi, kita tidak tahu apa yang dipikirkan penulis.

Hal yang saya keluhkan dari novel ini sebenarnya adalah tanda-tanda atau hint dari DSC sendiri.  Kemunculan mereka terlalu tiba-tiba tanpa ada build up yang menarik.  Setidaknya mungkin ada tanda-tanda soal si Adrian pernah melihat orang merokok, sebuah puntung rokok secara tidak sengaja.  Sesuatu akan menarik jika di build up hingga kita mendapatkan sesuatu yang besar di akhir cerita walau tetap menjaga entity tersebut.


Saya tidak perlu panjang-panjang mereview sampai the final series terbit.  Selain cover yang menurut saya juga nyentrik dan sangat berbeda itu pasti mengundang kontroversi... tapi saya pribadi menyatakan kalau saya... cukup tertarik dengannya.  You know what? lambang itu bisa jadi build up khusus...bisa saja lambang itu terpasang di salah satu buku member dan si Adrian melihatnya. That's cool, right?

That's why DSC is... Worth it, Enjoy Your Time with It!




Keterangan verdict.

nilai 1-2 saya akan sebut This will torture your soul to the damn ini artinya apapun yang saya review adalah karya yang amat buruk dan jika kalian maksa buat mainin, nonton, ataubaca akan merusak jiwa kalian.

Nilai 3-4 saya akan sebut Just forget about this and continue your life without it Ini adalah sebuah karya yang tidak pantas diingat dan sebaiknya lupakan karena tidak berartialias buang-buang waktu untuk dilirik.

Nilai 5-6 Saya akan sebut It's good for time wasting artinya kalian bisa menikmati hal ini jika ga ada kerjaan, tidak ada tugas, hanya buat main-main dan tidak ditanggapi serius.

Nilai 7-8 Saya akan sebut This is worth it, Enjoy your time with it! Dengan kata lain karya ini pantas untuk kalian nikmati dan pantas kalian gunakan waktu kalian untuk merasakannya.

Nilai 9-9,5 Saya akan sebut You want through this again! Ini saya maksudkan bahwa karya ini pantas kalian baca lagi, nonton lagi, mainin lagi alias punya high replay value.

Sekarang untuk nilai tertinggi 10 saya akan sebut AMAZEPIC (It's Amazing because it's Epic) ini jelas sebuah karya yang menurut saya benar-benar pantas kalian nikmati dan sangat memorable.  Dapat nilai 10 bukan berarti karya ini flawless.  Tapi, saya cuma menegaskan bagian hal keren dari karya ini jauh lebih banyak dibanding yang jeleknya/flaw-nya.  Ibarat 11 hal bagus dan 1 hal jelek. Seperti itu.

Terima kasih sudah membaca dan saya mau minta pendapat kalian soal apa yang saya akan bicarakan dalam Bullshit Episode next post.

Silahkan pilih, topiknya.

1. Fanservice in anime is overuse?
2. Music Score in gaming
3. Rant about Fanfiction

Follow dan komen.  Follow me on twitter @ZenHorakti.

Sampai jumpa sampai saya memikirkan sesuatu yang lain.

Rabu, 29 Januari 2014

What Zen Thinks about Legend of Hercules? (Movie)

Belakangan ini sangat sering hujan, Kan? Sekarang aku tahu apa penyebabnya...

*Berbisik, It's because this movie.


Legend of Hercules

Movie ini disutradarai oleh Renny Harlin.  Cast di film ini adalah Kellan Lutz sebagai Hercules... dia main di Twilight though, Gaia Weis sebagai Hebe, Scott Adkins sebagai Amphitryon, Liam Garrigan sebagai Iphicles, Liam McIntyre sebagai Sotiris.

Aku bakal banyak spoiler so, Prepare for that!  I don't care for this movie.

Legend of Hercules memulai cerita saat King Douchebag (saya akan sebut seperti ini selanjutnya karena lebih mudah diketik and you know what? He is a Douchebag) mengalahkan raja dari negeri lawan.  Dia gila perang dan gila kekuasaan.  Sang ratu pun tidak setuju, dia berdoa pada patung Hera untuk membuat sang Suami bisa mendapatkan karmanya.  Dia berdoa dengan doa yang seharusnya sedih, seharusnya membuat hati penonton merasa simpatik... tapi bagaimana mau simpatik bahkan air mata sang Ratu tidak menetes.

Kemudian di suatu malam yang berpetir si Ratu mendesah-desah sendiri seperti... si King Douchebrlaag menyadari itu dan dia tidak melihat siapa yang sentuh istrinya. Dari hasil desahan itu lahirlah Hercules, tapi sang ayah memberikan dia nama lain yaitu Alcides.

20 Tahun kemudian. Jeng jeng jeng....

Alcides tumbuh besar dan sedang pacaran (jatuh cinta) dengan seorang putri bernama Hebe.

sumber http://apnatimepass.com/the-legend-of-hercules-movie-still-9.jpg

 saat itu Saudara Alcides datang yang bernama Iphicles tidak suka dengan hubungan mereka karena Hebe adalah seseorang yang dijodohkan dengannya untuk melakukan pernikahan tiga bulan kedepan.  Mengetahui hal itu, sang Raja mengirim Alcides perang bersama dengan Sotiris ke negeri seberang dengan keinginan untuk bunuh si Alcides di sana. 

Inilah awal cerita dari Movie kita satu ini. 

Jujur saya akan mengatakan kalau saya suka dengan Hercules Story, saya menonton versi kartun, live action, juga gamenya.  Tapi, kecuali yang satu ini...No...

Pertama kita bicarakan soal plot dari cerita ini.  Beberapa bagian dari cerita ini bener-bener ripoff dari 300 dan Gladiator.  Saat mereka punya sedikit tentara mereka harus lawan banyak tentara... seperti 300 dan saat adegan mereka bertarung di arena benar-benar mirip Gladiator.

Intinya film ini bercerita tentang Alcides yang mengetahui bahwa dirinya adalah Hercules dan melakukan tugasnya untuk mengalahkan Ayahnya sesuai dengan yang seharusnya dia lakukan.  Saat mengetahui dirinya adalah seorang yang punya tugas sebesar itu, Kellan Lutz tidak bisa menunjukkan sesuatu yang menarik. Jika kamu baru tahu kalau dirimu punya kekuatan yang besar jelas seharusnya setidaknya kamu merasa kaget dan mulai memikirkan hal tersebut. 

Sumber dari http://cdn02.cdn.justjared.com/wp-content/uploads/headlines/2013/12/kellan-lutz-is-shirtless-sexy-for-new-legends-of-hercules-trailer.jpg

Putri Hebe di sini benar-benar pemanis cerita.  Dia pikirkan hanyalah bersama Alcides, tidak memikirkan tentang rakyat.  Apa yang dia pikirkan hanya satu, ingin hidup bersama Alcides.  Itu menyatakan kalau orang tua Hebe tidak mengajarkan Hebe tentang arti seorang putri sama sekali. Apa lagi Romance dalam cerita ini benar-benar di develop begitu buruk.  Kemunculan Putri Hebe dan Alcides di hutan dan ciuman.  Tidak ada penjelasan kenapa mereka bisa jatuh cinta, sejak kapan mereka kenalan, dan chemistri antara dua karakter ini adalah nol besar.  *Just look at Natalia and Asch Shall we!

http://www.hdwallpapersin.com/files/submissions/the_legend_of_hercules_movie_wallpapers_1861034284.jpg

Saatnya bicarakan dua villian di sini.  Yaitu ayah dan anak Douchebag King dan Douchebag Prince. Kita mulai dari Douchebag King.

Raja satu ini... yang dia kerjakan adalah yelling all the fuckin time!  Saat bicara dia teriak, setiap saat. Dia bisa saja datang ke tempat penjual Martabak dan tetap bicara dengan nada sparta Leonidas.  Intinya dia adalah karakter yang benar-benar menyebalkan dan selalu saja marah atas segala hal.

http://twitchfilm.com/assets/2014/01/legend-of-hercules-07-350.jpg
Coba perhatikan jenggotnya itu... Benar-benar terlihat fake. Oke aku tahu kalau film-film Indonesia punya jenggot dan kumis lebih tampak palsu, tapi ini standar hollywood... Come on.

Sementara Douchebag Prince adalah karakter paling menyebalkan di sini. Dia lembek dan menyedihan. Dia tidak punya kemampuan apa-apa dan memang keturunan Ayahnya yang suka teriak dalam segala hal.  His acting so slimy, dan tubuhnya kecil... Aneh, si Douchebag King tahu anaknya akan naik tahta tidak mengajarkan anaknya baik-baik untuk jadi petarung yang kuat. Aku tahu itu sama seperti Thor dan Loki di movie mereka, tapi bukankah Thor yang akan jadi raja dan lihat saja body-nya.

CGI di movie ini standarnya sama dengan Movie tahun awal tahun 2000.  Tampak begitu fake, ada adegan saat Putri Hebe menengok kebelakang. Latar belakangnya seperti visual efek movie tahun 90-an.  Saat Hercules mengayunkan pedang petirnya, benar-benar tampak aneh dan tidak realistik.  If you have low budget movie, don't make movie like this!

http://horrornews.net/wp-content/uploads/2014/01/the-legend-of-hercules-lightning-sword.jpg

Jika kalian perhatikan kostum-kostum di dalam movie ini, well tampak aneh.  Bahkan untuk era saat itu.

http://content.internetvideoarchive.com/content/photos/8612/703485_014.jpg

Salah satu yang harus saya sebut di dalam movie ini adalah overuse SLOWMO! Yeah, setiap action dan nyaris setiap ada terjadi baku pukul akan jadi Slllooowwww mooooo *akibatnya jadi ikut slowmo.

Seperti ini kira-kira setiap kena pukulan...
sumber : https://lh6.googleusercontent.com/-0dlLHKnpvrk/UiumfJau-pI/AAAAAAAAFAg/7TCiZVyVb28/daniel-jacobs-giovanni-lorenzo-face.gif%3Fimgmax%3D640


 Akting di movie ini.... OH MY GOD!

Coba kita balik ke awal lagi. Alasan kenapa sekarang sering sekali hujan, itu karena Zeus lagi marah dan terus turunkan hujan agar kalian tidak nonton movie ini!  Karena mereka membuat putra Zeus seburuk ini.  Kellan Lutz yang berperan di dalam Movie Hercules ini sangat statik, dia bahkan sangat jarang bicara karena setiap dia bicara tidak ada sesuatu yang menarik di sana.

Dia hanya punya nama Hercules tapi tidak punya karakter apapun di dalamnya. Karakter lain juga tidak banyak yang bisa dibicarakan, most of them is sucks so bad. Bahkan saat mereka berakting sedih, banyak adegan yang bahkan tidak menunjukkan airmata menetes.  Dialog-dialog di dalam movie ini tidak ada yeng dalam atau bermakna.  Bahkan saat Hercules menyampaikan pidato sebelum perang besar melawan Douchebag King, tidak menggugah semangat.  Karakter Hercules di sini keliatan mau pulang dan mengalahkan ayahnya hanya untuk mendapatkan Hebe lagi.  Tidak ada semacam develop dia tampak peduli dengan rakyat... Actually only one scene... Tapi tidak terdevelop dengan baik.

Final Battle sangat-sangat mengecewakan.  Pertarungan over slowmo dan di sini ada satu adegan paling...

Intinya adalah saat seseorang seharusnya tampak tertusuk di bahu kirinya, kameranya ada di sebelah kiri hingga membuat pisau itu terlihat jelas dijepit di ketiak si korban.  This... is... ARRGGGHHHHHH

Oke, saya kehabisan nafas buat cerita semua yang ada di movie ini.  Sangat jelas Legend of Hercules will...

Torture your soul to the DAMN!

Terima kasih sudah membaca review ini dan saya bilang jangan sedikitpun kalian ada keinginan nonton movie ini.  Just let me sacrifice my time and my money for you... just me... Okay! Just stay away from this movie... just watch Wolf of Wall Street or American Hustle. 

Jangan lupa dengar apa kata Yui di samping dan sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.

Keterangan :

Keterangan :

nilai 1-2 saya akan sebut This will torture your soul to the damn ini artinya apapun yang saya review adalah karya yang amat buruk dan jika kalian maksa buat mainin, nonton, atau baca akan merusak jiwa kalian.

Nilai 3-4 saya akan sebut Just forget about this and continue your life without it Ini adalah sebuah karya yang tidak pantas diingat dan sebaiknya lupakan karena tidak berarti alias buang-buang waktu untuk dilirik.

Nilai 5-6 Saya akan sebut It's good to time wasting artinya kalian bisa menikmati hal ini jika ga ada kerjaan, tidak ada tugas, hanya buat main-main dan tidak ditanggapi serius.

Nilai 7-8 Saya akan sebut This is worth it, Enjoy your time with it! Dengan kata lain karya ini pantas untuk kalian nikmati dan pantas kalian gunakan waktu kalian untuk merasakannya.

Nilai 9-9,5 Saya akan sebut You want through this again! Ini saya maksudkan bahwa karya ini pantas kalian baca lagi, nonton lagi, mainin lagi alias punya high replay value.

Sekarang untuk nilai tertinggi 10 saya akan sebut AMAZEPIC (It's Amazing because it's Epic) ini jelas sebuah karya yang menurut saya benar-benar pantas kalian nikmati dan sangat memorable.  Dapat nilai 10 bukan berarti karya ini flawless.  Tapi, saya cuma menegaskan bagian hal keren dari karya ini jauh lebih banyak dibanding yang jeleknya/flaw-nya.  Ibarat 11 hal bagus dan 1 hal jelek. Seperti itu.











Jumat, 01 November 2013

What Zen Think about Kill me Baby! ? (Anime)

Apa kalian pernah menonton anime komedi yang absurd dari segala sisinya?  Yup, Lucky Star termasuk.


Kill me Baby adalah sebuah adaptasi sebuah manga empat kotak karya Kaduho dan diterbitkan oleh Houbunsha.  Anime-nya pun dibuat oleh JC. Staff dan pertama kali ditayangkan tahun 2012.

Kill Me Baby merupakan sebuah kisah dua sahabat yang selalu mencoba hal baru dan melakukan sesuatu yang extraordinary.  Sebenarnya ada tiga karakter utama, tapi setiap episode lebih fokus pada dua karakter ini, yaitu Yasuna dan Sonya.  Sementara karakter lain yaitu Agiri seorang Ninja absurd.

Sonya, Yasuna, Agiri

Setiap episode biasanya terbagi atas tiga cerita yang berbeda dan kadang tidak ada sangkut pautnya. Hal ini biasanya dimulai dari eksperimen Yasuna akan suatu hal yang tentu saja absurd.  Yosuna intinya tidak mau bertingkah gila sendirian, dengan kata lain dia mengajak Sonya untuk gila bersama.  Sonya tentu tidak mau hal tersebut, but in the end, she just give in anyway.  Hal ini mengingatkan aku pada Spongebob dan Squidward.






Humor yang disajikan di dalam anime ini penuh dengan slapstik.  Terutama segala hal yang terjadi pada Yosuna.  Yosuna punya kelebihan yaitu kekebalan terhadap segala tindak kekerasan dari Sonya.  Dua karakter ini benar-benar berbeda tapi sebenarnya sangat cocok bersama. Yasuna yang selalu bertingkah aneh dan juga freak, sementara Sonya yang bersikap cool namun gampang terbawa keadaan.



Karakter lain adalah Agiri.  Dia ini seperti karakter penengah yang kadang suka muncul seenaknya dan mencoba membantu in the funny way.  Suara dari Agiri adalah yang paling-paling annoying dari karakter lain.  Dia benar-benar menanamkan karakter Agiri sebagai karakter yang... uhm... susah dijelaskan.



Artwork dari Kill Me Baby! adalah Chibi Style dimana empat karakter ini dibuat imut dan menggemaskan.  Works for anime like this.  Voice Acting bagi saya sangat bagus dan ekspresif,  terutama untuk Agiri.

Plot dan Story dari anime ini is not make any sense, semua terjadi yah terjadi.  You see it just bear with it and laugh at it.  Seluruh episode difokuskan pada komedi hingga saya ga bisa sama sekali serius pada satupun episode dari anime ini.  Just throw your logic to trash can!



Selain mereka bertiga, sebenarnya ada satu karakter lagi. Gadis berambut merah yang disebut Unused Character.  yah seperti namanya, dia memang tidak pernah masuk dalam plot walau bagaimanapun si karakter ini mencoba dan dia sangat misterius.

Dia bahkan tidak punya nama
Kill Me baby punya trademark soundtrack yang memang dibuat khusus untuk anime ini.  Bahkan opening dan ending theme dari anime ini sudah absurd.  Terutama endingnya dimana si Yasuna dan Sonya berjoget yang amat absurd.



Tidak banyak yang saya bisa komentari dari anime seperti ini.

That's Why I say You want through this again.  Karena anime ini tidak bosan saya nonton walau berkali-kali.  Just for the lulz.

Terima kasih sudah membaca review ini sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.



Rabu, 23 Oktober 2013

What Zen Thinks about Unpredictable Love? (Novel)

Sekarang saya sebenarnya mikir siapa yang lebih menyebalkan Bella Swan atau Viela dari novel ini.  Let's check it out!


Unpredictable Love
Penulis  : Ganda Pekasih

 Ini adalah sebuah novel teenlit tentang seorang cowok bernama Topan yang jatuh cinta pada Viela. Viela awalnya memberikan respons yang bagus pada PDKT Topan, namun semua berubah ketika Andi menyerang!

Andi adalah sosok yang tampan, atletis dan pokoknya jadi idola di sekolah tersebut.  Namun, Andi merasa tertarik pada Viela dan menginginkan Viela menjadi pacarnya.  Karena jika tidak, maka Andi akan memacari sahabat Viela yang bernama Ariefasha yang kebetulan lagi patah hati akibat ditolak oleh gebetannya.  Karena itu Topan patah hati dan justru bertemu dengan cewek lain bernama Sheila.

Oke, itu sebenarnya bukan spoiler karena semua tertulis di belakang buku tersebut.

Unpredictable Love sebenarnya benar-benar konsisten dengan judulnya.  Novel teenlit ini memang tidak tertebak jalan plotnya dari awal sampai akhir. Tidak seperti kisah romansa remaja kebanyakan.

Kita mulai dari gaya bahasanya.  Well, penulisnya adalah seorang penulis yang sudah terkenal, Ganda Pekasih. So, gaya menulisnya tentu sudah sangat bagus dan terlatih.  Novel ini punya tipe Multiple First Person of View. 

Jadi novel ini ada POV Topan, Viela, Arief, juga Shiela.  Hal tersebut membantu kita sebagai pembaca untuk mengetahui setiap perasaan karakter dan juga bagaimana pola pikir mereka dalam menghadapi masalah yang ada.

Plot dalam novel ini memang tidak tertebak. Saya tidak bisa memikirkan bagaimana arah cerita dan juga penuh twist.  Yeah, antara twist tersebut bikin saya kaget atau bikin saya jengkel... well, yang bikin jengkel lebih banyak sebenarnya.

Karakterisasi, saya pribadi sangat menyukai karakter Topan. Dia adalah karakter yang paling bersikap realistis di dalam novel ini.  Dia mencoba mendekati Viela, terus dia mundur saat Viela sudah punya kekasih, tapi tetap berharap. Saat si Viela butuh teman, Topan siap membantunya.  Hum, Bagi saya entah kurang apa lagi yang Topan mesti berikan untuk Viela dan cewek itu tetap saja tidak memberikan kejelasan.

Viela saya berikan predikat sebagai cewek paling nyebelin dari semua cewek yang pernah ada di dalam cerita manapun. Yep, is worse then Bella Swan I think, tapi tidak se-mary sue Bella Swan.  Viela tiba-tiba saja jadi pacar Andi dikarenakan Andi merasa si Viela adalah cewek yang pantas untuk sembuhin dari penyakit Gay-nya. 

Viela sama sekali tidak punya perasaan (pada Topan) Dia pernah minta si Topan buat membuat sebuah cerpen untuk mengolok Doranina. Jika Topan bisa membuatnya, si Viela mau mempertimbangkan Topan jadi kekasihnya.  Namun, seenaknya saja, setelah berkata begitu dia menggandeng tangan Andi dan tanya soal cerpen tersebut.  Viela, where is your heart anyway? Have Mercy.  you know Topan likes you and try to make that Short Story and this what you do to him?

Sepanjang cerita semakin benci saya pada Viela.  Dia benar-benar sukses jadi B*tch di dalam novel ini. Okay Viela you are the B*tch you need to die!

Bagaimana dengan karakter lain? Andi bener-bener Gay.  Ariefasha hanyalah cowok yang patah hati. Sheila?  not much to talk about her anyway.

So, novel ini sebenarnya asik dibaca.  Twist yang menarik, kisah cinta yang tidak biasa, juga karakter-karakter yang... yeah antara suka dan ga suka sebenarnya ini bener-bener subjektif.  Settingnya, gaya bahasa yang amat kental teen-nya.  Mix POV ada POV 1 dan POV 3 dan juga Multiple POV 1, kerennya tidak bikin bingung pembacanya.

Well, I say This is Worth it, Enjoy your time With it.

Terima kasih sudah membaca review ini, jika kalian sudah baca novel ini jangan lupa komen tentang pendapat kalian.  Tidak lupa, dengarkan apa kata Yui di samping. Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.


Senin, 23 September 2013

What Zen Thinks about Buku Pintar Cewek Juara? (Buku Motivasi)

There's a lot Motivation books outhere. But this one is special for me because I got from the writer directly. Zivanna Letisha Siregar.


Buku Pintar Cewek Juara
Ditulis oleh Zivanna Letisha Siregar
Editor : Patresia Kirnandita
Penata Letak : Gita Ramayudha
Desain Sampul : Levina Lesmana
Ilustrasi isi : Oktarina Lukitasari

Hei, kenapa saya yang cowok mau mikirin buku dengan cover pink dan bahkan dengan jelas-jelasnya terpampang itu adalah buku cewek dari judulnya.

Bermula saat seminar bedah buku di UNIBA, kami kedatangan seorang tamu istimewa yaitu sang penulis sendiri, Mbak Zizi (panggilan Zivanna Letisha) Putri Indonesia tahun 2008 dan Miss Universe Favorite tahun 2009.  Whaw, rasanya pengalaman yang menakjubkan bisa bertemu langsung, lebih-lebih lagi saya beruntung karena bisa langsung mendapatkan tanda tangannya. :D

Buku ini adalah sebuah buku motivasi untuk cewek khususnya, tapi sebagai cowok saya tetap merasa buku ini juga memberikan banyak hal untuk saya.  Motivasi-motivasi yang ada di dalamnya bisa diterima oleh siapa saja tidak terbatas pada gender tertentu.

Format yang digunakan dalam buku ini adalah pink, mayoritas warna yang ada di novel ini adalah pink.  Ilustrasi di dalamnya pun terkesan cute yang menggambarkan bagaimana kisah hidup sang Zizi.  Zizi menceritakan bagaimana dirinya sebelum menjadi seorang Miss Indonesia, bagaimana dia melalui masa-masa tersebut, namun setiap cerita itu, buku ini lebih fokus bagaimana Mbak Zizi memberikan motivasi bagi pembaca bagaimana meraih impian.

Buku ini banyak kuisioner yang bisa diisi pembaca.


Buku ini mengajak pembaca untuk berani berkompetisi itulah intinya.  Bagaimana membangun movitasi, mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi, membuat daftar keinginan untuk membuat pembaca berusaha untuk mengejar apa yang diinginkan.  Bagaimana menghadapi pujian, bagaimana menghadapi kritik, berinteraksi dengan orang lain, bagaimana menyikapi teman dan lawan. Begitu banyak hal di buku ini yang menarik untuk di baca.

Buku ini juga mengajarkan bahwa saat mengejar apa yang kita inginkan, menikmati perjalanan hidup.  Sebab, jika dinikmati maka lebih banyak pengalaman yang didapatkan dan lebih berwarna.

Tampilan buku yang ramah, bahasa yang menarik, layout yang nyaman dilihat, fitur-fitur yang membuat pembaca terasa diajak untuk ikut di dalam buku, ilustrasi yang imut (thanks to Oktarina Lukitasari), buku ini juga bahkan di endorser oleh salah satu Miss Universe.  Seolah saat membaca ini, pembaca akan merasa bahwa Mbak Zivanna ada di samping pembaca dan memberikan motivasi secara langsung bagaimana mencapai hal-hal besar dalam hidup.

Tidak sekedar mencapai cita-cita loh yang harus diutamakan dari buku ini untuk dicapai,  tapi mempertahankan diri setelah cita-cita itu tercapai juga tidak kalah penting.  Sebab, tidak ada kepastian bahwa cita-cita itu bertahan, justru godaan-godaan banyak terjadi di masa-masa kejayaan kita tersebut. Itulah yang amat menarik dari buku ini tidak sekedar kejar cita-cita.

Karena itu bagi siapapun yang masih bingung bagaimana menejemen dalam mencapai cita-cita, motivasi, apa saja yang perlu dipersiapkan, sikap yang sebaiknya dilakukan setelah mencapainya.  Karena itu saya amat rekomendasi buku ini.

Siapa tahu setelah baca-baca buku ini, lalu kalian isi kuisionernya.  Setelah beberapa tahun, kalian buka lagi dan lihat apa saja yang kalian sudah capai, tidak ada yang lebih memuaskan melihat apa yang kalian tulis di kuisioner buku ini tercapai dalam kehidupan kalian.

Saya tidak akan beri Verdict untuk novel ini, karena ini bukan novel, cerpen, atau karya yang bisa saya komentari sepenuhnya.

Jadi apa kalian sudah pernah baca buku ini, jika sudah lakukan saja yang disuruh Yui di samping =>

Terima kasih sudah membaca review ini, sampai jumpa sampai saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.

Rabu, 19 Juni 2013

What Zen Thinks about Bleeding Survivor and 13? (Novels)

Fuuh, kebetulan keduanya bertema horor, kenapa tidak disatukan saja.  Mari kita mulai dari Bleeding Survivor.


Diterbitkan oleh GACA
Editor oleh Ara Philomina
Desainer Cover Oleh Ruri Hefni
Ditulis oleh Jacob Julian


Bleeding Survivor adalah sebuah cerita yang mengisahkan tentang Peter Mitt, seorang siswa unpopular yang sering dibully oleh Brent Geng.  Dia punya sahabat bernama Stink (segera tutup hidung!) dan seorang gadis Gothic bernama Dido.  Peter sebenarnya agak-agak tertarik dengan pacar Brent yang bernama Naomi... Well, cukup klise.  Ingat film Dan (Si pemilik cincin menghilang), punya keadaan yang sama.

So, menjadi seorang yang terus dibully, disiksa, disakiti secara tidak adil dan tidak punya pertolongan dari siapapun pastinya Peter berharap bisa lakukan sesuatu demi bisa membalas dendam dirinya pada Brent Geng! So, kenapa judulnya ga jadi Bully Survivor, tapi Bleeding Survivor?  Well, setelah membacanya kau akan ngerti.

Novel ini membawa tema klasik, tentang anak yang dibully dan ternyata dia dapat sejumlah kekuatan untuk membalasnya.  Kekuatan tersebut yang jadi konflik besar nantinya.

Bleeding Survivor menyajikan sebuah setting dan nuansa yang tidak menyenangkan, dikarenakan orang-orang mengalami bully secara tidak manusiawi ditunjukkan oleh penulis secara gamblang sampai-sampai saya ngelus dada.  Saya juga adalah korban bully dulu, tapi saya tipe cuek dan ga peduli dengan apa kata orang lain. Tapi, di novel ini adalah tipe Bully di tradisi barat dan jauh lebih mengerikan dari yang aku bayangkan.

Dimana Popular adalah sesuatu yang amat penting di dalam sekolah dan dimana orang-orang menginjak-injak orang lain seenaknya. Walau dibawa ke plot yang klise dan jujur saja saya bisa menebak nyaris semua plot yang ada.  Namun, karakterisasi di novel ini amat menarik perhatianku.  Karakternya kuat dan konsisten membuat saya bahkan bersimpatik sama beberapa karakternya.  Dido misalnya...

Selain karakterisasi dan setting yang dibangun kuat, novel ini menyajikan beberapa adegan aksi dengan tensi yang tinggi. Peletakannya pun pas. Tidak memaksa pembaca sampai tidak bernafas karena adegan aksi yang ga habis-habis.  Well, it's great eventually.

Konsep soal Bullying ini sebenarnya sudah banyak dibawa.  Namun, yang satu ini punya sedikit keunikan dari buku-buku lain.  For me is readable and enjoyable.  But, not really impressive.

Saya akan berikan Bleeding Survivor 6.5/10 Not bad.  :)  saya pikir mayoritas orang akan enjoy membacanya.  Terutama bagi orang yang pernah merasakan Bully.  We know how you fee, bro.

Sekarang saya lanjutkan ke novel Horor.

13



Diterbitkan oleh Mediakita
Penyunting oleh Jarot Setyaji
Ditulis oleh Dedek Fidelis Sinabutar


First thing first, saya harus berikan jempol buat desain cover. Yaitu... Ferdian. That cover already freak me out.

13 adalah sebuah buku dengan berbagai macam cerita yang ditulis dengan POV 1.  Buku ini dikemas amat unik oleh penulis dimulai dengan warning-warning tentang bagaimana kau membaca buku ini. Jujur saja warning dari buku ini nyaris buat saya tidak mau membaca lebih lanjut.  Tapi, saya sudah janji, jadi saya paksakan untuk baca.  Saat mati lampu, sendiri, di siang hari. Akhirnya karena ga ada kerjaan saya lahap habis buku ini.

Ini adalah buku paling banyak aturan yang pernah saya baca.  Aturan yang ada kemungkinan hanya fiktif dan dibuat-buat sama penulis, tapi memberi sugesti kuat bagi saya untuk menurutinya.  Oke mari kita mulai bicarakan soal isi buku.  Buku ini seperti layaknya sebuah kumpulan cerpen awalnya. Tapi, pelan-pelan saya mulai merasa bahwa buku ini ternyata adalah rangkaian kisah dalam satu setting dan satu tarikan timeline.

Kisah-kisah berdasarkan mitos-mitos yang antara benar dan tidak. Namun, hal begitu sudah amat biasa kita lihat, bukan?  Tapi, buku ini punya daya tarik.  Karena dikemas sedemikian unik. Jujur saja, saya baca banyak novel horor dan cuma yang satu ini bikin saya sempat lupa bernafas dan membuat tubuh saya kaku beberapa saat.  Karena apa? Cara sang penulis mendeskripsikan keadaan di dalam novel ini benar-benar menakutkan.

Soal karakterisasi? Saya jujur saja mengalami absurditas, bagaimana tidak? Saya bahkan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi?  Saya bertanya-tanya, namun justru itu membuat buku ini kesan horornya semakin terasa.  Sang penulis benar-benar membawa saya ke dalam dunia di dalam buku dan membuat saya merasakan penuh horor dan mitos yang ada.

Karena secara tidak langsung penulis seorang menceritakan pada saya, pengalaman-pengalaman yang saya alami adalah sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal aneh tak kasat mata.

Yang saya agak keluhkan dari novel ini adalah beberapa kali tulisan yang diulang-ulang. Walau repetitif, tapi tidak masalah sebenarnya.  Beberapa plot klise, tapi dikemas dengan apik membuat nih buku saya acungi jempol. Makasih karena bikin saya merinding dangdut!

Saatnya untuk Final Verdict untuk buku 13 saya berikan 9/10. What a great horror experience.

Terima kasih sudah membaca review saya.  Jangan lupa dengarkan kata Yui di samping.
<==

sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.

Sabtu, 15 Juni 2013

What Zen Thinks about Paris? (Novel)

Satu lagi review untuk novel pemberian kekasihku sebagai hadiah ultah.  PARIS Aline!


PARIS Aline
Diterbitkan oleh GagasMedia
Editor : eNHa
Proofreader : Gita Romadhona dan Ibnu Rizal
Desain sampul : Jeffri Fernando
Ilustrasi isi : Diani Apsari

Melihat Covernya tentu saja tidak ada yang istimewa darinya. Hanya sebuah tuisan judul, nama penulis dengan background berwarna biru pudar.  Apa tidak sebaiknya ada menara eiffel di sana?  Ya, ada di dalamnya.


Cover desain sudah amat menarik.  Di bagian belakang tertulis pesan dari sang editor tentang apa sih yang menarik dari buku ini.  Sedikit darinya, saya akan jabarkan lebih dalam.  Oke, masuk ke review.

Novel Paris Aline bercerita tentang karakter utama yang bernama Aline yang mengalami patah hati disebabkan oleh seseorang yang dia sukai malah pacaran dengan orang lain.  Di masa galaunya dia bertemu dengan cowok bernama Aleous Sena (bukan kobayakawa Sena) yang misterius dan penuh dengan hal yang keanehan.  Sementara Aline secara tidak sengaja malah friendzone dengan Ezra (bukan Erza dari Fairy Tail).

Cerita ini fokus pada bagaimana Aline menghadapi masalah-masalah tentang dirinya dengan Sena dengan setting Paris.  Gaya penceritaan novel ini amat luwes dan mudah dimengerti, hal tersebutlah yang membuat saya betah untuk membacanya dari awal sampai akhir dalam waktu amat singkat.  Banyaknya penggunaan kata-kata bahasa Paris membuat kesan Paris terasa amat kental.

Plot Paris amat sederhana dan bahkan terkesan klise.  Tapi, saya harus bilang Klise tidak berarti jelek, karena masih banyak unsur lain dari novel ini yang bisa dinikmati.  Saya mulai dari Karakterisasi.

Karakterisasi di novel ini sangat bagus.  Setiap karkater berkesan berbeda.  Terutama Sena, dia misterius, bawel dan blak-blakan.  Dia yang membuat saya terus membaca novel ini sampai akhir.  Karena dia terus mengundang tanya.  Ezra adalah seorang karakter yang kalem, baik, namun karena terlalu kalem, dia jadi tidak begitu diperhatikan.  Karakter utama sendiri alias Aline juga digambarkan sebagai cewek yang unik, di mana dirinya adalah orang yang antara selalu mengalah dan suka melawan.

Twist di novel ini amat tidak terduga dan dijabarkan dengan apik.  That's Great.  Novel ini juga menyajikan setting Paris tanpa adegan di menara Eiffel!  Hei, tapi itukan trademark Paris! Yah, tapi itu mainstream! Novel ini justru membawa pembaca ke tempat-tempat lain yang lebih unik, seperti Place de la Bastille.

Keistimewaan dari novel ini juga terdapat pada layout-nya.  Halaman didesain unik dan memorable, dimana gambar ilustrasi juga dibuat dengan ciri khas yang menarik, juga ada bagian diary dan kondisi karakter yang aku harus katakan, itu adalah keren!

Now is time for Final Verdict, PARIS Aline saya berikan 7/10 karena membaca ini bisa membuat saya lebih kenal Paris dan belajar Bahasa Perancis sedikit-sedikit.  Hehe...

Terima kasih sudah membaca dan jangan lupa dengarkan apa kata Yui di samping.

Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.



Selasa, 07 Mei 2013

What Zen Thinks about Omega Boost (PS1)?

Game Shooter apa yang paling kau suka? Third Point Shooter? First Point Shooter, Vertical 2D Shooter, Sidescroller Shooter, Space Shooter?  Jujur saja kalau saya. Sangat suka Vertical 2D shooter dan Sidescroller Shooter.  Kemudian saya dapat pemberitahuan tentang sebuah game PS 1 yang cukup Obscure yaitu Omega Boost!



Omega Boost
Developer : Polyphony Digital
Publisher : Sony Computer Entertainment
Genre : Rail Shooter

Omega Boost adalah Space Shooter, tapi dengan 3D perspektif. Karaktermu menggunakan sebuah mesin berbentuk manusia raksasa tentunya dengan membawa senjata besar di tangan kanannya dan dia juga bisa mengeluarkan homing missile.  Karakter yang menggunakan mobile suit seperti layaknya gundam.

Game ini punya sistem 3D membuat karaktermu bisa bergerak maju, mundur, intinya segala arah kau bisa kau jelajahi.  Sistem pergerakannya pun sangat memukau.  persegi empat untuk menembak, begitu juga silang. Jika kamu tidak menembak maka dengan membidik musuh, setelah sudah di lock-on, cukup tekan persegi empat maka dia akan menembakkan homing missile yang akan mengejar target.


Di pojok kanan atas ada health meter, di bawahnya ada jumlah Homing Missile yang bisa kau luncurkan.  Tenang, setelah kau gunakan dia akan reload dengan sendirinya dan cepat.  Di pojok kiri bawah ada radar yang sangat berguna karena untuk mendeteksi dimana arah musuh berada.


Nanti setelah menang dari sekian stage maka di atas Health meter, ada meter baru berwarna biru yang digunakan untuk eksekusi serangan khusus semacam final blow yang akan semakin banyak jika terisi lebih banyak.

Gameplay sendiri sederhana, tembak semua musuh dengan homing missile, di satu zone biasanya ada mini boss lalu zone boss.  Cukup mengalahkannya dan zone selesai lalu lanjut zone selanjutnya.

Sistem lock-on digunakan dengan menahan tombol L1, jika menekan tombol ini sang robot akan otomatis akan mengarahkan pandanganya di mana sang musuh berada, namun musuh tidak semata-mata locked alias terus terkunci sebagai sasaran.  Hanya kamera-nya saja langsung otomatis mengarah ke musuh, namun dalam membidik tetap dilakukan secara manual.  R1 adalah untuk menghentikan boost.  Karaktermu akan diam dan bisa memutar arah ke atas, ke bawah, kiri kanan, bahkan 360 derajat.  Jika tertarik memainkan Omega Boost dengan First Point Shooter, cukup dengan tekan select.

Sekarang kita bicarakan tentang challenge alias tantangan yang harus dihadapi oleh gamer yang memainkan game ini.  Game ini memang klasik, shoot them up, 3D perspektif.  But, it's hard son of b*tch!  Omega Boost tidak akan mendapat apapun di dalam perjalanan atau di tengah-tengah pertarungan alias zone untuk mengisi health meter.  Jadi, gamer harus benar-benar berskill untuk memainkannya, because this game is for someone who like challenge.

Musuh datang dari sisi mana saja, dan mereka datang benar-benar tidak main-main, dimana kamu bisa diserang tanpa henti dari segala arah.  Syukurnya ada kamera untuk melihat apa yang ada di belakangmu, so jika bicarakan soal control, maka game ini sangat bagus jadi soal control tidak akan masalah. Ini semua tentang bagaimana kamu memainkannya.

Level Desain pun dibuat memukau, kadang benar-benar di luar angkasa, kadang di sebuah planet, kadang di dalam sebuah mesin.  Sistem level ada yang free 3D ada yang seperti layaknya super robot Shooting di mana karaktermu bergerak terus maju dan harus menghindari rintangan, menembak musuh tanpa boleh berhenti sedikitpun.

Super Robot Shooting, ada pula sistem zone seperti ini di game Omega Boost


Bagaimana soal Boss?  Boss di game ini bisa bikin frustasi karena sulit bukan main.  Saya sendiri yang memainkannya berkali-kali meremas rambut karena betapa sulitnya game ini.  Lebih parah lagi kalau Health metermu sudah low dan kamu harus lawan boss yang sulitnya bukan main?  Saya main game ini easy, tapi tidak membuat saya mengatakan game ini gampang.

Dan jika kau mati maka kamu harus ulang lagi dari awal zone, no check point dan kamu hanya punya 5 kredit. Jika kredit habis. Maka kamu tahu apa yang akan terjadi.  So, game ini bukanlah tipe game yang bisa dimainkan semua orang yang mau wasting time.  Tapi, game ini mencari orang berskill yang siap hadapi tantangan 3D space shooter.

Saya memang belum tamat main game ini, karena ada boss yang sulit dikalahkan, dia punya health meter yang panjang, damage yang kita berikan kecil, lebih parah lagi ada time limit!  So, gimana cara ngalahkannya?  Aku tidak tahu, aku akan coba cara lain... *let's f**king cheat!

Oh ya tidak lupa musik di game ini bener-bener kick ass!

Sudah saatnya untuk Final Verdict, Omega Boost saya berikan 7/10 karena game untuk PS 1 dengan grafik yang bagus, challenging, control yang bagus.

Jika ingin mencoba pertama donlot emulator di sini! silahkan pilih platform yang mau di emulate...

ROM-nya bisa di donlot di sini!

Kalian bisa ikuti untuk bisa memperbaiki file ECM di emuparadise...

enjoy.

Terima kasih sudah membaca dan sampai jumpa hingga saya memikirkan suatu hal yang lain lagi.

Jumat, 03 Mei 2013

What Zen Thinks about Seperti Bintang (Novel)?

Hari ini saya benar-benar lelah karena harus mengurus SIM A dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore, tapi selama menunggu saya berhasil menyelesaikan membaca Novel Seperti Bintang.



Seperti Bintang
Regina Feby
Editor : Indah S. Pratidina
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 2005

It's Old, but Gold.
Novel Seperti Bintang adalah sebuah tatanan kisah yang menarik yang nyaman dibaca dari awal sampai akhir bagi siapapun yang menyukai teenlit.  Well, walau novel ini lama, tapi aku masih menemukannya di toko buku, saya membelinya setahun lalu dan baru saya baca sekarang.  For some reason I feel like do some sins...

Ceritanya sendiri adalah klasik persahabatan ala teenlit Indonesia. Empat sahabat yang bakal lulus SMA dan akan terpisah karena kuliah di berbeda-beda tempat, ada yang di Bandung, Jakarta, bahkan sampai ke Amerika.  Empat karakter punya sifat unik dari Mandy (namanya juga Mandy jadi dia suka mandi di kolam renang.  Ortunya sudah menyiapkan semua ternyata) seorang atlit renang yang kerjanya nyemplung air saat bangun dan sebelum tidur, Lala yang cerewet luar biasa, April yang tu-la-lit dan over lola, sementara Niken yang disebut-sebut sebagai cewek perfect.

Mereka mau melakukan semacam perjalanan ke sebuah tempat sebelum mereka pisah, mereka ingin melakukan semacam sesuatu yang tidak pernah mereka lakuin sebelumnya.  Akhirnya sebuah ide gila muncul, mereka mau ke Bali dari Jakarta naik mobil lalu naik Ferry.

Awalnya pasti sulit menerima ajakan tersebut.  Beberapa teman mereka yang punya masalah masing-masing.  Akhirnya mereka tetaplah menerima ajakan tersebut demi lari dari kenyataan, pertama Lala yang lari karena ortunya akan bercerai, Mandy yang sudah muak dengan air, Niken yang marah sama pacar rahasianya karena diduga selingkuh.

Sepanjang perjalanan, mereka menikmati tiap detik perjalanan mereka.  Sampai akhirnya masalah terjadi, saat rahasia mereka semua terbongkar dan membuat liburan mereka kacau balau.

Itu semua bukan spoiler, bahkan kalian bisa baca semuanya di bagian belakang buku.  Jadi di belakang buku, sudah membeberkan main plot.  Entah itu bagus atau tidak, for me rasanya agak sebel karena sudah begitu banyak inti cerita yang dibeberkan, membuat saya jadi agak kurang menikmati twist yang ada.

Aku cukup betah menikmati jalinan cerita yang ada, dari karakter yang kuat dari setiap karakter yang ada, juga kisah cinta antar karakter cewek dan cowok juga bagus, bahkan ada karakter yang melakukan friendzone karena dia karakter yang over tulalit dan telat sadar sama semua keadaan yang ada.

Salah satu yang bikin saya benar-benar menikmati jalan cerita dari awal sampai akhir walau tanpa twist berarti dan plot yang terkesan klise.  Adalah gaya bahasa dan joke-joke khas anak muda yang menarik.  Interaksi antar karakter terkesan natural dan benar-benar nyaman dibaca.

Plot terkesan amat gampang tertebak.  Empat cewek, punya rahasia masing-masing, punya masalah.  Lalu klimaks dimana semuanya marahan dan persahabatan mereka nyaris hancur, lalu mereka baikan dan semua baik-baik saja.  Klise tapi menarik.  Tidak ada twist-twist yang memorable, semuanya malah sudah dijelaskan di sinopsis di belakang buku. Andai tidak dijelaskan, mungkin akan lebih kuat kesan twist-nya.

Jadi apa lagi yang memikat dari novel ini?  Aku akan bilang adalah jalinan romance-nya.  Dari Niken dengan kekasihnya, Mandy yang secara tidak disangka punya pengagum tersembunyi, Apa lagi April dan Ivan selalu mengundang tawa.

So, not much to say.... But, this is a good teenlit.  Judulnya Seperti Bintang akan dijelaskan filosofinya di ending.  Find it out!

Sudah saatnya Final Verdict untuk Seperti Bintang adalah 7/10 walau bagiku novel ini punya plot yang tergolong biasa, tetap enjoyable.  terutama bagi kalian yang suka cerita teenlit.  Ini bisa jadi bacaan bagus.

Terima kasih sudah membaca sampai jumpa sampai saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.

Jumat, 29 Maret 2013

What Zen Thinks about My Lovely Gangster?

Mayoritas orang-orang mengenal nama Putu Felisia sebagai penulis Crime Romance dan salah satu penyebabnya adalah novel ini.


My Lovely Gangster
Putu Felisia
Diterbitkan oleh Media Pressindo
Sampul oleh Julian

Plot utama di sini adalah Eri terjebak di dalam dunia mafia karena secara tidak mengejutkan, ternyata sang mendiang Ibu angkatnya adalah istri seorang mafia bernama Maximus.  So, mau tidak mau Eri yang seorang gadis biasa yang tidak punya keistimewaan apa-apa masuk ke dalam dunia mafia dan harus berurusan dengan orang-orang Yakuza.  Kemudian karena hanya berkomentar tentang Kuga Eri harus terjerat oleh Kuga yang menginginkannya, sementara Eri sendiri jatuh cinta pada Sky.

Sebenarnya yang paling menarik dari novel ini adalah betapa bagusnya sang penulis memperlihatkan atmosfer dari dunia mafia, di mana orang-orang yang bertindak seenaknya, yang paling kuat dialah yang menang. Perebutan tahta, wanita, juga uang.  Benar-benar menunjukkan seperti itulah dunia mafia tersebut.  Itu adalah suatu kelebihan dari novel.

Mari kita fokus ke hal lainnya.  Novel ini bergenre Crime Romance, jadi kita harus juga melihat aspek romansa-nya.  Salah satu kelebihan dari sang penulis dari setiap karya-karya Crime Romance-nya adalah merancang karakter badass yang bener-bener bikin cewek meleleh.  Yaitu Kuga, cowok playboy ini awalnya saya sangat benci nih cowok. Dia benar-benar semena-mena. Dimatanya cewek adalah mainan yang akan dia dapat selama dirinya punya ketenaran dan juga uang.

Namun, berbeda bagi Eri.  Eri justru amat jijik padanya, karena Kuga memang terus menyiksa batinnya, memperlakukannya sesuka hati, bahkan melakukan tindak pelecehan seksual seenaknya!  Inilah kenapa aku benci Kuga di awal cerita. Namun, semakin akhir... justru saya amat merasa bahwa Kuga karakter yang keren... terutama saat chapter Cemburu, saya malah merasa melihat cerminan diri saya pada Kuga.

Kisah berjalan cepat, mengingat novel ini tidaklah terlalu tebal, punya arah plot yang jelas, lalu final fight juga cukup memuaskan.  Ending yang menarik, namun tidak ada twist yang begitu mengesankan, yang paling aku suka dari Novel ini adalah romansa dan karakterisasinya.

Kuga seorang playboy yang semena-mena tapi menunjukkan sisi lelaki yang luar biasa.  Yaitu berani melakukan apapun untuk melindungi kekasihnya.




Sky yang berusaha melindungiyang dia cintai tapi dengan cara menjauhkannya dari masalah.
Eri yang sebenarnya tidak punya apa-apa yang istimewa, namun dia berani melawan sang Ketua Yakuza
Jade Judy cewek tomboy yang ahli bertarung, namun penyayang.

Alasan-alasan terjadinya rival dan saling benci antar karakter jelas, dan tidak meninggalkan plothole.  Porsi antara dunia mafia dan juga romansa-nya saya rasa cukup pas.  Justru penyebab kenapa novel ini menarik adalah rayuan-rayuan dari Kuga yang terkesan elegan.

Saya suka bagaimana cara dia meluluhkan hati Eri yang awalnya benci sampe jadi tergila-gila padanya.

Kuga dan Eri

So Saya tidak banyak komentar.  Intinya jika tertarik dengan romansa dunia mafia, ini adalah salah satu pilihan yang tepat. 

Final Verdict dari My Lovely Gangster adalah 7/10.  It's great novel.

Sampai jumpa.  Kita ketemu lagi saat saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.

:D


Senin, 25 Maret 2013

What Zen Thinks about Story Teenlit Magazine?

Dulu Anita Cemerlang adalah salah satu majalah yang terkenal sebagai majalah cerpen Indonesia.  Begitu banyak penulis.  Namun, secara mengejutkan Anita Cemerlang menghilang.  Begitu lama orang mendambakan sebuah majalah yang seperti Anita Cemerlang.  Dan tahun 2009 doa itu terkabulkan dengan kemunculan Story Teenlit Magazine.


Story punya style dimana covernya selalu cewek yang difoto close up dan menampilkan Judul Cerita Utama, dan beberapa judul lain, juga wawancara dengan sang penulis terkenal seperti Zara Zettira di covernya.  Hal tersebut wajar karena untuk menarik minat pembaca.

Pertama kali saya tahu Story juga dari iklan yang ditayangkan di Indosiar.  Saya langsung begitu bahagia.  Saya selalu berharap adanya majalah yang bisa menampilkan cerpen-cerpen yang bisa membuatku belajar dari para penulis lain.  Lebih dari itu, Story juga membuka kesempatan bagi siapa saja untuk masuk ke dalamnya. 

Story sendiri terdiri dari beberapa Cerpen, Novelet, Cerbung, Sains fiksi, Horor, Fantasi, Fiksi Mini, Puisi, Liputan sekolah, komik, wawancara dengan penulis dan ilustrator, banyak sekali fitur yang ada.  Bahkan Story pun yang bisa membuat artis menulis cerpen.  Sudah banyak artis, penyanyi, dan bintang iklan mengisi story dengan cerpennya. 

Story sendiri punya ketentuan bahwa semua cerita yang masuk ke majalah tersebut haruslah teenlit. Bahkan sudah ditegaskan di cover bahwa Story adalah Teenlit Magazine.  Namun, Story mengajarkan bahwa Teenlit not just about romance.  No! Teenlit penuh variasi.  Dari genre, konflik, persahabatan, kekeluargaan.  Banyak sekali, bahkan teror dan misteri.  So, jangan persempit pikiranmu soal teenlit. Oke :3

Story pun tidak cuma menggaet penulis.  Story juga terbuka untuk para ilustrator.  Mereka menerima ilustrasi-ilustrasi selain menerima karya sastra.  Bahkan di grup story, mereka adakan hari khusus dimana ilustrator menunjukkan karyanya.  That's so great.



Ditambah lagi ada bagian cerita dari negeri seberang yang diperuntukkan oleh orang-orang yang suka menulis cerita dalam Bahasa Inggris.  Lebih dari itu, bahkan menyediakan untuk orang yang suka menerjemahkan untuk menerjemah cerpen tersebut dan tampil di dua edisi berikutnya.  That's so awesome.

Komik pun juga bisa diisi siapa saja. Yang mencoba untuk memberikan komik pendek.  Awalnya memang story punya langganan komikus untuk membuat komik untuk mereka.  Tapi, sekarang sudah begitu variatif komikus yang mengisi lembar akhir story.

Story pun tetap tidak ketinggalan.  Walau majalah ini penuh cerpen, beberapa bagian diselipkan untuk mode, juga beberapa tips-tips untuk perawatan kulit. Macam-macam, juga ada isi tentang curhat-curhat penulis tentang masalah kesulitan mereka semasa menulis, begitu banyak fitur dalam satu majalah ini.

Edisi pertama Story, tidak punya N-Label.  Label yang biasanya ditaruh di bagian samping buku yang membuat kita tahu walau hanya melihatnya saat tersusun di lemari.  Namun, edisi-edisi berikutnya sudah punay N-Label.  Itu keputusan yang amat benar.

Mengingat betapa banyaknya isi dari Story ini, rasanya 18 ribu itu adalah harga yang amat terjangkau.  Bahkan tergolong murah.  Saya mengoleksi dari edisi pertama sampai edisi sekarang. Terhitung 43 edisi.  Yah, walau saya sempat ketinggalan dua edisi, namun saya akan pesan lagi nanti. Hehe.

Sekarang beberapa yang saya agak keluhkan di Majalah kesayangan saya ini.  Well, walau majalah ini adalah majalah nasional yang sudah punya fanbase yang begitu besar.  Story juga punya beberapa hal yang mungkin perlu ditanggulangi.

Kadang di majalah ini terdapat Typo di cerpen, di judulnya, bahkan di nama sang penulis.  Saya pernah dituliskan tinggal di Banjarmasin sementara saya tinggalnya di Balikpapan.  Typo is okay, saya pernah dengar bahwa Story bisa menerima lebih dari 10 ribu naskah perminggunya.  Whaw, itu sangat banyak dan... itulah sebabnya jika ingin mengirim karya ke Story, bersabarlah.  No, jangan bersabar. Nulis lagi karyamu yang lain dan kirim lagi. Kalau bisa jangan cuma Story kirim banyak-banyak ke semua majalah yang ada.  :v

Karena beitu banyaknya naskah yang masuk ke Story, mari kita maklumi betapa lamanya konfirmasi yang akan diberikan story untuk naskah yang diterima.  Dalam satu edisi ada sekitar 20 karya yang diterbitkan di Story, sementara naskah begitu banyak.  Rata-rata konfirmasi naskah akan diberikan sekitar 12-15 bulan.  Whaw, lama sekali.  Ya, jadi jangan pernah berharap mendapat waktu terbit cepat di majalah ini jika tidak direkues langsung dari majalah tersebut atau membaca even yang akan terjadi kedepannya dan membuat cerpen yang berhubungan dengan event tersebut.  Contoh, jika nanti ada event Lebaran, maka tiga bulan sebelum hari itu. Kirimlah cerpen terbaik ke Story.  Maka ada kemungkinan lebih cepat untuk terbit.

Selain itu, saya berharap setiap ilustrator yang muncul di Story ditulis kreditnya.  Karena, beberapa tanda tangan yang ada di ilustrasi tidak terbaca.  Membuat saya bingung siapa ilustratornya.  Jadi saya harap ada credit yang menunjukkan nama Ilustrator.

Story pun beberapa kali kecolongan dengan cerpen plagiat dan cerpen yang pernah terbit di majalah lain.  Mengingat Story cukup ketat pengawasannya.  Jadi setiap cerpen yang ada di Story haruslah cerpen yang tidak pernah dipublikasikan di mana pun.  Baik secara cetak maupun online.  Tidak boleh pernah masuk di Blog, tidak boleh pernah diterbitkan di majalah lain. No!  Namun, para pembaca Story tidaklah buta.  Setiap menemukan hal seperti ini, pasti Story dapat pemberitahuan dari pembacanya lewat inbox.

Untuk Feedback. Story punya Inbox dan komen cerpen.  Di mana para pembaca memberikan masukan, saran dan unek-unek lain.  Juga komen terhadap cerpen di edisi sebelumnya dan tentunya mendapatkan hadiah. 

Sang Chief Editor adalah Reni Erina.  Seorang penulis yang cerpennya sudah dimana-mana. Walau saya jujur saja, kalau saya baru tahu nama beliau karena dia adalah Chief editor di majalah ini.  Beliau adalah seorang editor yang terkenal ramah. Dia bagaikan sahabat, senior, dan juga sabar menghadapi para pembacanya dan juga orang-orang yang bertanya padanya soal tulis menulis.  Saya baru saja mereview novelnya yang berjudul Maurin.

Sebagai seorang Chief Editor yang menentukan mana cerpen yang terbaik untuk masuk ke majalah yang diasuhnya.  Reni Erina memang seorang yang tepat. Dia seorang yang punya sense of teenlit yang tinggi dan tahu yang manakah yang teenlit dan mana yang tidak.

Saya sempat mengeluh tentang perubahan style dari cover story.  Bahkan tampak seperti Majalah lain.  Biasanya seperti ini.


Menjadi...

Syukurnya Story kembali ke gaya aslinya di edisi terbaru di edisi 43.  Lebih kerennya di sana ada cerpenku... :3


Well, that Story Teenlit Magazine for you.  Jika kalian tertarik dan berharap ada terus bacaan baru tiap bulan.  Story bisa jadi pilihan.  Selalu ada konten yang baru. Bisa menggambar? Kirim karyamu! bisa nulis? kirim karyamu! Bisa Berpuisi? Kirim karyamu. 

I hope you enjoy.

Sampai ketemu saat saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.

Sorry, no Final Verdict for this one.  I just want to tell you what is Story Magazine about.





Selasa, 19 Maret 2013

What Zen Thinks about Maurin?

Membaca sebuah cerita dan juga belajar menjadi penulis?  That awesome.  And this is great book for you!


Judul : Maurin
Penulis : Reni Erina
Penerbit : Cokelat Kopi
Perancang Sampul : Alianto + CeKa Design
ISBN : 978-602-19464-2-8

Sang Peri Teenlit berkarya satu novel lagi, setelah ADSC (Album Dangdut dan Sekotak Cokelat) kini Mbak Reni menulis Maurin.  Cerita Maurin adalah kisah tentang Gea, cewek yang paling cuek sepanjang sekolah yang dia lihat hanyalah Tab-nya dan memainkan game terus-terusan untuk mendapatkan high Score. Namun, ada kewajiban seorang siswa untuk punya minimal satu ekstrakulikuler.  Gea yang punya masalah hidup di dunianya sendiri, jelas tidak cocok dengan semua Ekskul, akhirnya dia pun ikut-ikutan dengan temannya Sherly masuk ke ekskul Jurnalis.

Gea hanya masuk ke sana hanya untuk ikut-ikutan, dia cuek bebek dengan semuanya.  Bahkan dia tidak peduli dengan narasumber penulis yang terkenal bernama Maurin.  Yah dialah sang guru yang cantik, pesolek, centil, persis seperti sang penulis :D

Di situlah ceritanya dimulai.  Bagaimana si Gea bisa melunak dan mencintai dunia menulis.  Well, that is main idea.  Itu bukanlah sebuah spoiler, karena sudah dijelaskan sejak awal di sinopsis.  Tapi, proses ke sana adalah yang bisa dinikmati.

This is not just teenlit Story.  Itulah point plus di novel ini. Bukan hanya menceritakan kehidupan remaja yang tidak suka dengan dunianya selain game di Tab-nya.  Karakterisasi di novel ini juga Gea yang penyendiri dan gamerholic, Maurin yang centik dan pesolek, Sherly yang "Eh, tahu nggak..." Seto yang ramah dan dewasa.  Soal karakterisasi di sini semua memang punya sifat yang kontras.

Setting yang fokus pada ekskul dan sekolah juga terasa sekali.  Semua orang bersikap sebagaimana mestinya.  Namun gaya lebai dari beberapa karakter memang dirancang annoying dan sukses besar. Sikap Sherly memang dirancang begitu dan rasanya saya mau tip X semua kata 'Eh, tahu nggak'-nya dia! DX



"Sherly can you Shut Up!"
 Well, sejauh ini ada dua karakter over lebai yang dirancang oleh Mbak Erin yaitu, si Omaigot dan Eh, tahu nggak.  Walau si Sherly jauh lebih cerewet daripada si Omaigot.  Saya kadang mikir bagaimana kalau Sherly bertemu dengan Lea dari Bodyguard Bawel.  That's gonna be awesome.  Walau saya sih lebih memilih mendengar kebawelan si Lea dibanding Sherly, karena kadang penuh pengetahuan juga.

Membaca sambil belajar menulis.  Itulah yang diberikan novel ini, ceritanya simpel dan singkat.  Di sana dijelaskan apa saja yang kamu butuhkan dalam dunia menulis, bagaimana merancang plot, membuat karakter, soal plagiat, dan berbagai hal dasar-dasar menulis. 

I have fun read this book.  Karena bukan sekedar buku cerita. 

Sudah saatnya untuk Final Verdict, Maurin saya berikan 7/10 karena ini adalah novel yang bagus.  Namun, persiapkan dirimu pada Sherly! oke, oke!

Semoga kalian menikmati review ini, kita bertemu lagi jika saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi. 


Rabu, 13 Maret 2013

What Zen Thinks about Vanguard Bandit?

Ada Robot raksasa di Zaman Medieval?  Whaw...



Vanguard Bandit
Developers : Human Entertainment
Publishers : Human Entertainment and Working Design
Composer : Kouji Niikura
Platform : PS 1
Genre : Tactical RPG
Mode : Single Player

Kalau mengingat tentang RPG dengan robotik.  Pastilah yang saya ingat adalah Front Mission.  Ingat betapa epiknya game tersebut.  Robotnya bisa dimodifikasi dengan mengasah kreatifitas, membuat sebuah robot yang sempurna?  menyatukan senjata demi senjata.  That awesome.  Lalu membuka skill demi skill dari setiap part tubuh robot.

Lupakan semua itu di Vanguard Bandit.  Saat saya pertama kali tahu game ini, saya bingung saja.  Judulnya Vanguard Bandit, apa berkisah tentang bandit?  Nope, karakter utama di dalam game ini adalah seorang pangeran yang diadopsi oleh pengawal sang raja.  Ayahnya meninggal kemudian dia pun harus memilih untuk menjadi pengganti Ayahnya untuk menghentikan perang.

Sebenarnya sistem game ini amat sangat simple.  Turnbased secara bergantian, tapi tidak secara frase.  Setelah semua karakter kita bergerak semua, lalu karakter musuh bergerak semua.  Bergantian, tapi di sini ada sesuatu yang menentukan siapa yang bergerak.  Mungkin semacam Weight yang sistemnya mirip dengan Tactic Ogre.

So, Vanguard Bandit muncul satu tahun sebelum Front Mission 3.

Untuk Grafik terkesan medieval sekali, bahkan sekelas dengan Vandal Heart.  Tapi untuk level desain, Vandal Heart lebih bervariasi dan lebih kompleks.  Sementara untuk Vanguard Bandit saya masih merasa terlalu standar.

Ini adalah vandal Heart 2





Sementara Vanguard Bandit






Wajar sih, mengingat itu adalah robot raksasa, jadi agak sulit memberi detail-detail tertentu.  Well, yang jadi pertanyaanku.  Kenapa harus pake robot gede di zaman Medieval? Asal muasal ATAC (ini sebutan robot di sini, seperti layaknya Wanzer di Front Mission) tidak pernah dijelaskan secara penuh.  Saya penasaran siapa sih inventornya?  Lagian buat apa pake robot super gede kalau mereka bertarung seperti layaknya manusia biasa. Pake pedang biasa, pake serangan yang biasa, bisa magic.  Kenapa tidak manusia aja seperti layaknya vandal heart.

Oke oke, sekarang mari kita lihat game-nya sendiri. Soal gameplay-nya sendiri.  Klasik, Turn Based, dan saat dua ATAC bertarung akan muncul semacam animasi yang memperlihatkan mereka bertarung dengan cheesy dialog.







Aku harap mereka diam aja dalam bertarung ga perlu seperti itu.  Jadi aku matikan saja animasinya.  Biar lebih nyaman.  ATAC pun bisa menggunakan magic, support skill, dan passive skill.  Mereka punya AP (Action Point) ini akan menentukan berapa banyak pergerakan yang bisa digunakan juga ada FP (Fatigue Point) yah robotnya bisa capek, kalau sudah capek, dia akan freeze dan tidak bisa apa-apa beberapa saat dan membiarkan mereka diserang begitu saja.

Tapi, kenapa Robot bisa capek?  Aku ga ngerti.... 

Salah satu yang nyebelin juga adalah... kau tidak bisa Grinding!  yeah, karena semua battle yang ada, harus sesuai dengan storyline.  Kamu tidak bisa kemana-mana, selain ikuti cerita.  Mau kemana gimana? Sedangkan, map... yah Map-nya juelek sekali.  Peta buta yang cuma menuliskan tempat wilayah... WTF!


See? You see it! Yah, itulah peta dari Vanguard Bandit.  Bandingkan dengan Vandal Hearts Original


 Kamu bisa backtracking jadi bisa melatih dirimu lagi di musuh-musuh terdahulu. Tapi, lebih dari itu.  Di game tersebut kita bisa eksplorasi, Bahkan membuka rahasia-rahasia yang ada.  Menyenangkan, bukan?  Sementara Vanguard Bandit Lurus tanpa ada sedikitpun fitur-fitur apapun.  Yang kamu lakuin cuma, Battle, Battle, battle, battle and Battle! Nothing Else.

Tapi, untuk membuat game ini lebih menarik, ada 50 lebih misi, dan ada tiga storyline.  Pilihan akan menentukan kamu ikut jalur Empire, Imperial, atau Ruins.  Jadi mininal menamatkan 3 kali untuk bisa mencoba semuanya.

Beberapa flaw yang saya tidak suka dari game ini adalah.  Karakter utama mendapatkan sebuah ultimate ATAC terlalu mudah.  Ingat betapa sulitnya mendapatkan Vandal Hearts Sword di Vandal heart 2? Ingat betapa sulitnya membuka kode untuk mendapatkan Hoshun di Front Mission III?  You got Legendary ATAC too fucking easy!  OMG!

Oke, sekarang bagian karakterisasi.  Tidak terlalu berkesan, satu-satunya yang saya suka di Game ini adalah Andrew. Si cowok genit yang selalu saja tidak bisa mendapatkan hati wanita ini ternyata adalah seorang karakter yang penuh perhatian, juga kuat.  Dia punya ATAC yang unik dan kuat.  Awalnya saya meremehkan dia, sampai saya melihat kemampuan dia yang sesungguhnya.  Lah, terus karakter utamanya gimana?







 
Gary Stu, yep.  karakter utamanya mendapat ATAC legendaris dengan mudah, semua cewek suka padanya, semua orang respek padanya, Saya tidak suka.  Dia terlalu sempurna...

Oke, sekarang sudah saatnya untuk Final Verdict.  Yeah, Disamping semua yang saya katakan di atas. Game ini sebenarnya oke oke saja.  Biasa saja, sedang-sedang saja.  Hehe, jadi saya kasih 5/10 untuk Vanguard Bandit.