I am a Mad Scientist It's so cool, Sunovabitch!
Steins;Gate adalah sebuah anime adaptasi dari Visual Novel dengan judul yang sama. Anime ini dibuat oleh studio White Fox, disutradari oleh Kanji Wakabayashi sebuah anime yang menceritakan tentang thriller dari sebuah jenis cerita sains fiksi yang amat populer yaitu time travel.
Berisi tentang apa yang saya pikirkan pada suatu hal, bisa berupa buku (termasuk komik, novel, dan lain-lain), Film, Anime, Movie, Bahkan hal lain yang aneh-aneh. I hope you enjoy... :D
Tampilkan postingan dengan label Anime. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anime. Tampilkan semua postingan
Minggu, 28 September 2014
Senin, 21 Juli 2014
What Zen Thinks about Cowboy Bebop Series and Movie? (Anime)
Atas desakan dari Reviewer favoritku, Chris Stuckmann. Akhirnya aku putuskan marathon nonton Cowboy Bebop... Seri dan juga movienya.
Cowboy Bebop menceritakan kisah tentang sebuah grup cowboy/cowgirl Bounty Hunter di angkasa. Mengambil setting tahun 2070 dimana bumi sudah dalam keadaan parah, orang-orang sudah lumrah untuk tinggal di luar angkasa.
Cowboy Bebop adalah sebuah tim yang awalnya hanya terdiri dari Spike dan Jet. Sepanjang cerita mereka bertemu dengan Faye dan Ed. Mereka tinggal di sebuah kapal induk milik Jet dan Jet juga yang jadi kokinya.
di series-nya Cowboy Bebop bercerita tentang mereka mencari kriminal-kriminal dari acara Big Shot : Bounty Hunter di TV.
Kemudian mereka mencari kriminal tersebut dan membawanya ke polisi dalam keadaan hidup. Ini sebenarnya masalah paling sering mereka harus hadapi. Sebab sulit membawa penjahat kelas kakap dalam keadaan hidup-hidup.
Keadaan Bebop selalu miskin/punya masalah keuangan. Mereka kadang tidak mampu beli makanan. Biasanya ini disebabkan tidak ada orang yang mereka bisa tangkap. Itulah premis dari Cowboy Bebop.
Cowboy Bebop menceritakan kisah tentang sebuah grup cowboy/cowgirl Bounty Hunter di angkasa. Mengambil setting tahun 2070 dimana bumi sudah dalam keadaan parah, orang-orang sudah lumrah untuk tinggal di luar angkasa.
Cowboy Bebop adalah sebuah tim yang awalnya hanya terdiri dari Spike dan Jet. Sepanjang cerita mereka bertemu dengan Faye dan Ed. Mereka tinggal di sebuah kapal induk milik Jet dan Jet juga yang jadi kokinya.
di series-nya Cowboy Bebop bercerita tentang mereka mencari kriminal-kriminal dari acara Big Shot : Bounty Hunter di TV.
Kemudian mereka mencari kriminal tersebut dan membawanya ke polisi dalam keadaan hidup. Ini sebenarnya masalah paling sering mereka harus hadapi. Sebab sulit membawa penjahat kelas kakap dalam keadaan hidup-hidup.
Keadaan Bebop selalu miskin/punya masalah keuangan. Mereka kadang tidak mampu beli makanan. Biasanya ini disebabkan tidak ada orang yang mereka bisa tangkap. Itulah premis dari Cowboy Bebop.
Minggu, 23 Februari 2014
What Arai Thinks about Fractale? (Anime)
Guest Review dari Kagetsuki Arai...
But, There are many bastard here and there who really there to make us hate them.
Terima kasih untuk Kagetsuki Arai telah bersedia menaruh Reviewnya di blog saya.
Jadi apa kalian sudah menonton Fractale, jika sudah apa pendapat kalian tulislah komen kalian di bawah dan jika belum apa review ini membuat kalian tertarik menontonnya?
Jadi Apa pendapat kalian soal Social network di masa sekarang. Apapun itu komen di bawah...
Terima kasih sudah membaca review ini dan jika kalian punya unek-unek, review akan sesuatu, kalian bisa post di sini dan sampai jumpa di Guest Review yang lain...
Fractale
Ditulis oleh Hiroki Azuma, Mari Okada dan Yukata Yamamoto.
Diilustrasikan oleh Mutsumi Akasaki dan diterbitkan oleh Square Enix.
Hiru no hoshi ni
Negai wo sasagu nara
Itsuka no mado
Akari tomoshiteta
Fractale, Dibuat oleh
A-1 dan Ordet, diproduseri oleh Yutaka Yamamoto (yang juga andil dalam Suzumiya
Haruhi dan Kannagi serta orang yang lagi diributin si Adhitya Daniel karena
bikin Wake Up, Girls!) adalah anime yang rilis tahun 2010.
Sudah dapat anime ini
dari lama, tapi baru sempet nonton tadi malam. Awalnya, saya nonton anime ini
karena ada Hanakana-san, tapi kemudian jatuh cinta sama Nessa dan bagaimana
Lost Millenium. Impresi terakhir saya sederhana, Ini adalah Eureka Seven yang
lebih pendek dan lebih mudah di mengerti.
Cerita bermula di
sebuah dunia dimana sebuah system terintegrasi mirip facebook telah digunakan
di seluruh dunia. Manusia tidak perlu lagi bertatap muka langsung untuk
berkomunikasi dan bisa menggunakan sebuah Avatar sebagai pengganti ‘fisik’
mereka. Bukan hanya itu, Sistem yang disebut ‘Fractale’ ini telah membuat hidup
lebih mudah.
Dampaknya?
Di sisi positif, Sistem
ini mampu memberikan perawatan jarak jauh pada pasien. Kehidupan secara general
disebutkan semakin mudah.
Di sisi negatif,
Manusia mulai hidup sendiri-sendiri, berpindah-pindah demi mencari sinyal
dan kehilangan hubungan dekat seperti keluarga dan teman atas nama kebebasan.
“Kalau kita tinggal
satu rumah, bukankah itu bukti bahwa kita tidak saling mempercayai satu sama
lain?”
Lalu kita dikenalkan
pada Clain, seorang bocah eksentrik yang menyukai benda antic.
“Benda antic
benar-benar ada di sini. Bukan data seperti Fractale.”
Karakter
Clain, Di awal, dia
ngingetin sama Renton. Dia bukan orang yang suka sama keadaan dunia yang
sekarang dan berharap bisa kabur dari hidupnya yang sekarang. Kemudian Phryne
Datang dan dia dibikin kalang kabur. Nggak kayak Renton, Clain punya keraguan
di awal. Karena status dia yang nggak tahu apa-apa baik soal Fractale System
maupun Lost Millenium, dia bener-bener orang baru, galau antara mana yang lawan
dan mana yang kawan. Pada akhirnya, prioritas dia adalah untuk melindungi orang
yang dia sayang, Phryne dan Nessa.
Phryne, dia adalah
cewek yang nyentrik. Saya bener-bener ga dapet impresi gimana hidupnya waktu di
kuil. Tipikal cewek Ignorant yang nggak sungkan-sungkan buka baju di depan
cowok dan keliatan susah mengerti apa yang ada di kepala orang-orang, In a way,
That's comedy. Namun waktu background story dia dibuka, Saya ga bisa ketawa
lagi.
Nesa,
Sunda, A Bastard Leader
of Lost Millenium, At first. sepanjang waktu berjalan, Dia keliatan baik
dibandingkan sesama pemberontak yang lain. Awalnya saya mikir berat kenapa dia
gabisa pegang Nessa ("Orang Yang nggak suka Nessa nggak bisa menyentuh
Nessa"), Namun kemudian paham kalau dia bukan nggak suka, dia mencoba
untuk nggak terlibat sama Nessa karena posisi dia sebagai pemimpin pemberontak.
Sunda mengajarkan banyak hal pada Clain dan kemudian memberikan pilihan pada
Clain, mau dunia yang seperti apa yang ia ingin buat setelah pemberontakan
selesai?
Enri, Resisdence of
Tsundere di anime ini. Mungil dan tomboy tapi bisa nembak orang tanpa ragu
--Meski tembakannya ngaco sih-. Kekuatannya bertumpu pada karakternya yang
meski dia bilang benci pada Fractale system, Dia bisa warming up sama Nessa dan
Phryne. Punya brother complex yang menyusahkan dan karakter dia beneran saya
kagumi waktu dia pura-pura sok kuat meski tahu bahwa Sunda nggak ada kesempatan
untuk tetep hidup di final episode.
Plot
Plot-nya berjalan
enteng di awal, dikasik komedi dan drama yang enteng sambil pelan-pelan dikasih
tahu gimana sebenernya Fractale itu dan gimana sih Lost Millenium itu. di sini
nggak ada yang baik maupun buruk, Baik Fratale maupun Lost Millenium adalah
sebuah kelompok yang punya ideologi masing-masing dan memperjuangkan apa yang
mereka percaya.
But, There are many bastard here and there who really there to make us hate them.
Take Gail, for example.
Dia bukan dari Lost Millenium maupun Fractale Temple, tapi dari sisi manusia
yang terlanjur nyaman sama apa yang diberikan oleh Fractale. Hasilnya? Dia
bakal melakukan apapun untuk tetap menikmati kenyamanan.
Oh, Human! You bastard!
Apa yang saya pelajari?
Teknologi ada bukan
untuk kita bergantung. Yups, Teknologi mempermudah kehidupan, tapi bukan
berarti kita harus menyerahkan semuanya ke teknologi. Teknologi gapunya yang
namanya 'Kehangatan' , Dari facebook kita juga gabisa ngasik 'Senyuman' yang
sejati. di sisi lain, bukan berarti Teknologi itu sepenuhnya buruk. Banyak yang
bener-bener bergantung pada teknologi karena mereka memang ga punya pilihan lain.
Terima kasih untuk Kagetsuki Arai telah bersedia menaruh Reviewnya di blog saya.
Jadi apa kalian sudah menonton Fractale, jika sudah apa pendapat kalian tulislah komen kalian di bawah dan jika belum apa review ini membuat kalian tertarik menontonnya?
Jadi Apa pendapat kalian soal Social network di masa sekarang. Apapun itu komen di bawah...
Terima kasih sudah membaca review ini dan jika kalian punya unek-unek, review akan sesuatu, kalian bisa post di sini dan sampai jumpa di Guest Review yang lain...
Jumat, 01 November 2013
What Zen Think about Kill me Baby! ? (Anime)
Apa kalian pernah menonton anime komedi yang absurd dari segala sisinya? Yup, Lucky Star termasuk.
Kill me Baby adalah sebuah adaptasi sebuah manga empat kotak karya Kaduho dan diterbitkan oleh Houbunsha. Anime-nya pun dibuat oleh JC. Staff dan pertama kali ditayangkan tahun 2012.
Kill Me Baby merupakan sebuah kisah dua sahabat yang selalu mencoba hal baru dan melakukan sesuatu yang extraordinary. Sebenarnya ada tiga karakter utama, tapi setiap episode lebih fokus pada dua karakter ini, yaitu Yasuna dan Sonya. Sementara karakter lain yaitu Agiri seorang Ninja absurd.
Setiap episode biasanya terbagi atas tiga cerita yang berbeda dan kadang tidak ada sangkut pautnya. Hal ini biasanya dimulai dari eksperimen Yasuna akan suatu hal yang tentu saja absurd. Yosuna intinya tidak mau bertingkah gila sendirian, dengan kata lain dia mengajak Sonya untuk gila bersama. Sonya tentu tidak mau hal tersebut, but in the end, she just give in anyway. Hal ini mengingatkan aku pada Spongebob dan Squidward.
Humor yang disajikan di dalam anime ini penuh dengan slapstik. Terutama segala hal yang terjadi pada Yosuna. Yosuna punya kelebihan yaitu kekebalan terhadap segala tindak kekerasan dari Sonya. Dua karakter ini benar-benar berbeda tapi sebenarnya sangat cocok bersama. Yasuna yang selalu bertingkah aneh dan juga freak, sementara Sonya yang bersikap cool namun gampang terbawa keadaan.
Karakter lain adalah Agiri. Dia ini seperti karakter penengah yang kadang suka muncul seenaknya dan mencoba membantu in the funny way. Suara dari Agiri adalah yang paling-paling annoying dari karakter lain. Dia benar-benar menanamkan karakter Agiri sebagai karakter yang... uhm... susah dijelaskan.
Artwork dari Kill Me Baby! adalah Chibi Style dimana empat karakter ini dibuat imut dan menggemaskan. Works for anime like this. Voice Acting bagi saya sangat bagus dan ekspresif, terutama untuk Agiri.
Plot dan Story dari anime ini is not make any sense, semua terjadi yah terjadi. You see it just bear with it and laugh at it. Seluruh episode difokuskan pada komedi hingga saya ga bisa sama sekali serius pada satupun episode dari anime ini. Just throw your logic to trash can!
Selain mereka bertiga, sebenarnya ada satu karakter lagi. Gadis berambut merah yang disebut Unused Character. yah seperti namanya, dia memang tidak pernah masuk dalam plot walau bagaimanapun si karakter ini mencoba dan dia sangat misterius.
Kill Me baby punya trademark soundtrack yang memang dibuat khusus untuk anime ini. Bahkan opening dan ending theme dari anime ini sudah absurd. Terutama endingnya dimana si Yasuna dan Sonya berjoget yang amat absurd.
Tidak banyak yang saya bisa komentari dari anime seperti ini.
That's Why I say You want through this again. Karena anime ini tidak bosan saya nonton walau berkali-kali. Just for the lulz.
Terima kasih sudah membaca review ini sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.
Kill me Baby adalah sebuah adaptasi sebuah manga empat kotak karya Kaduho dan diterbitkan oleh Houbunsha. Anime-nya pun dibuat oleh JC. Staff dan pertama kali ditayangkan tahun 2012.
Kill Me Baby merupakan sebuah kisah dua sahabat yang selalu mencoba hal baru dan melakukan sesuatu yang extraordinary. Sebenarnya ada tiga karakter utama, tapi setiap episode lebih fokus pada dua karakter ini, yaitu Yasuna dan Sonya. Sementara karakter lain yaitu Agiri seorang Ninja absurd.
| Sonya, Yasuna, Agiri |
Setiap episode biasanya terbagi atas tiga cerita yang berbeda dan kadang tidak ada sangkut pautnya. Hal ini biasanya dimulai dari eksperimen Yasuna akan suatu hal yang tentu saja absurd. Yosuna intinya tidak mau bertingkah gila sendirian, dengan kata lain dia mengajak Sonya untuk gila bersama. Sonya tentu tidak mau hal tersebut, but in the end, she just give in anyway. Hal ini mengingatkan aku pada Spongebob dan Squidward.
Humor yang disajikan di dalam anime ini penuh dengan slapstik. Terutama segala hal yang terjadi pada Yosuna. Yosuna punya kelebihan yaitu kekebalan terhadap segala tindak kekerasan dari Sonya. Dua karakter ini benar-benar berbeda tapi sebenarnya sangat cocok bersama. Yasuna yang selalu bertingkah aneh dan juga freak, sementara Sonya yang bersikap cool namun gampang terbawa keadaan.
Karakter lain adalah Agiri. Dia ini seperti karakter penengah yang kadang suka muncul seenaknya dan mencoba membantu in the funny way. Suara dari Agiri adalah yang paling-paling annoying dari karakter lain. Dia benar-benar menanamkan karakter Agiri sebagai karakter yang... uhm... susah dijelaskan.
Artwork dari Kill Me Baby! adalah Chibi Style dimana empat karakter ini dibuat imut dan menggemaskan. Works for anime like this. Voice Acting bagi saya sangat bagus dan ekspresif, terutama untuk Agiri.
Plot dan Story dari anime ini is not make any sense, semua terjadi yah terjadi. You see it just bear with it and laugh at it. Seluruh episode difokuskan pada komedi hingga saya ga bisa sama sekali serius pada satupun episode dari anime ini. Just throw your logic to trash can!
Selain mereka bertiga, sebenarnya ada satu karakter lagi. Gadis berambut merah yang disebut Unused Character. yah seperti namanya, dia memang tidak pernah masuk dalam plot walau bagaimanapun si karakter ini mencoba dan dia sangat misterius.
| Dia bahkan tidak punya nama |
Tidak banyak yang saya bisa komentari dari anime seperti ini.
That's Why I say You want through this again. Karena anime ini tidak bosan saya nonton walau berkali-kali. Just for the lulz.
Terima kasih sudah membaca review ini sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.
Selasa, 25 Juni 2013
What Arai Thinks about Sekirei? (Anime)
Kali ini, bukan saya yang bakal review anime. Tapi tamu kita Kagetsuki Arai. Mari kita simak apa yang dia pikirkan tentang Sekirei!
Opening Review
Ini bukan pertama kalinya saya menulis review anime, tapi membuat review
anime untuk dipajang di blog benar-benar pengalaman baru. Berhubung saya
bukanlah pemelihara blog yang baik dan benar, saya harus berterimakasih pada
bang Zen Horaktti karena mau mengepost ini di blognya.
Jadi dalam pertemuan terakhir AO-SSS, sebuah komunitas Anime Otaku yang
saya dirikan, saya mendapatkan banyak sekali anime dari seorang teman. Salah
satunya adalah Sekirei sebanyak dua belas episode dengan Second Season ‘Sekirei
: Pure engagement’ sebanyak 13 episode dan dua bonus episode yang lebih fokus
ke hubungan antar karakter.
Anime yang dibuat oleh Seven Arcs ini adalah adaptasi berjudul sama
dengan total 2 Season + 2 episode dan mampu saya habiskan dalam dua hari.
What Is Sekirei About?
Sekirei bercerita tentang seorang
cowok-gagal-dua-kali-ujian-masuk-kuliah bernama Minato Sahashi. Sebagai orang
yang suram karena baru saja gagal untuk kedua kalinya, ia berjalan dengan suram
di penjuru kota dan mengeluh…
Sampai kemudian seorang gadis berdada besar jatuh dari langit dan
menimpanya dengan keras, uhum…Pantat jatuh di muka Minato…uhum…Cara yang unik
untuk bertemu seorang cewek.
Plot semacam ini sudah sering dipakai di dalam anime yang saya tonton.
Seorang cewek –Biasanya cenderung fantasiah- bertemu seorang cowok normal dan
membawa hidup cowok normal ini kedalam masalah penuh fantasi dan sihir.
Namun nyatanya, Sekirei bukan hanya bercerita tentang itu.
Di dalam anime ini, ada dua istilah penting. ‘Sekirei’ adalah Alien-mirip-manusia
dengan kekuatan sihir bervariasi. Jumlah mereka tepat 108 orang dengan dominasi
perempuan. Saat cerita berlangsung, sedang terjadi Battle Royale atau
pertarungan saling membunuh satu sama lain. Untuk apa? Sayangnya sampai season
2 berakhir, saya tidak menemukan penyebabnya.
Istilah kedua adalah Ashikabi, seorang yang secara genetic mampu membawa
Sekirei ke potensi tertinggi dengan…uhum…ciuman. Proses ini dinamakan ‘Memberi
Sayap’ (Proses terjemah bebas dari : Winged). Setelah Ashikabi mencium seorang
Sekirei, maka keduanya memiliki hubungan tak terpisahkan dimana kehadiran
Ashikabi mampu memperkuat Sekirei.
Jadi kembali ke pertanyaan awal, Tentang apa Sekirei ini?
Dalam satu kalimat, tentang Minato mengumpulkan Sekirei dan membantu
siapa saja yang membutuhkan.
Minato Sahashi, Meski
kelihatannya tidak berguna, ia adalah penyebab segala cerita berjalan. Setelah
bertemu Sekirei pertamanya, Musubi, dan memberikannya sayap, Minato membuka
potensi baru yaitu membuat sebuah harem. Sampai Season 2 Minato sudah berhasil
mengumpulkan 5 Sekirei cewek dan 1 Sekirei dengan kelamin tidak jelas. Yang
saya suka dari Minato adalah bagaimana dia berkembang dari seorang cowok
sengsara tak berguna menjadi determinator yang akan melakukan apa saja demi
Sekireinya. Saying sekali sampai akhir Season 2 ia masih saja tak berguna.
Musubi, dengan nomor
seri 88 dan memperkenalkan diri sebagai ‘Fist-Type Sekirei’ adalah Sekirei
pertama Minato. Merupakan Natural Airhead dan Fighting Maniac. Sayangnya, ia
bukan Sekirei biasa.
Kusano, dengan nomor
seri 108 adalah Sekirei kedua Minato. Tampaknya bertemu Musubi membuat Minato
selalu menemukan gadis untuk ditambahkan dalam Haremnya. Gadis loli ini adalah
salah satu penyebab kenapa saya bisa bertahan nonton anime dengan banyak
payudara-kelewat-besar ini.
Miya Asama adalah induk
samang Minato dan haremnya. Ia memiliki kemampuan memunculkan topeng
menyeramkan dan aura suram entah darimana yang mampu membuat SIAPAPUN menurut
padanya.
Plot overview.
Di episode pertama kita akan disuguhi sebuah adegan pembantaian oleh
beberapa gadis berdada besar pada sekelompok tentara. Nantinya flashback inilah
yang akan jadi kunci penting dalam plot Sekirei.
Sekirei memiliki banyak sekali kejutan sepanjang cerita, semuanya disiapkan
dengan hint-hint yang rapi dan sedikit tersembunyi. Flashback di awal beberapa
episode adalah petunjuk terbesar tentang apa dibalik Sekirei dan battle Royale
mereka.
Hubungan antara Ashikabi dan Sekirei juga ditata dengan rapi. Bahkan Ashikabi yang memiliki Sekirei lebih dari satu seperti Minato memiliki dinamika hubungan mereka sendiri. Plot terpenting dalam Sekirei adalah bagaimana Minato mendapatkan Sekirei dan bagaimana ia bertekad menentang penyelenggara Battle Royale tersebut.
Ada juga secondary plot dalam Sekirei. Yang pertama adalah tentang
Ashikabi misterius yang memberikan sayap secara paksa pada Sekirei dan yang
kedua adalah perburuang ‘Demon Ashikabi’ untuk mencari ‘Gadis Hijau’. Yang
harus saya beri pujian adalah bagaimana creator membuat dua plot secondary ini
sama pentingnya dengan plot utama.
Apalagi saat kta menyadari bahwa tiga plot ini ternyata berhubungan.
Meski Sekirei menang di plot, Saya tidak akan mengatakan hal yang sama untuk artnya. Mungkin wajar untuk anime tahun 2008 memiliki art sepert ini. Namun yang paling menganggu adalah bagaimana Anime ini menggambarkan payudara semua perempuan secara tidak proporsional dan bergoyang aneh seakan mereka punya hidup sendiri.
Itu adalah hal teraneh yang saya bisa lihat dalam anime.
Bukan hanya itu, penggambaran Kusano yang seharusnya tidak lebih dari
sepuluh tahun juga kelewat detail seakan ingin member penekanan bahwa dia
adalah perempuan dengan lekuk tubuh yang tidak seharusnya anak sepuluh tahun
miliki.
Why you should/shouldnt watch.
(+) Adegan battle yang keren
(+) dinamika karakter dan hubungan antara Ashikabi-Sekirei yang apik
(+) Narasi yang unik, komedi yang oke dan cerita yang tidak membuat
bingung
(-) fanservice overload
7/10
Terima kasih sudah mau membaca review ini.
Sampai jumpa untuk next Guest review selanjutnya...
Terima kasih sudah mau membaca review ini.
Sampai jumpa untuk next Guest review selanjutnya...
Sabtu, 08 Juni 2013
What Zen Thinks about Black Jack (Anime)?
Kali ini saya mau review sebuah anime yang saya amat favoritkan. Black Jack...
Black Jack adalah sebuah manga yang dibuat oleh sang Maestro alias Dokter Manga Osamu Tezuka... Kalian tahu yang buat Astroboy. Manga ini diterbitkan sejak tahun 1973 dan diadaptasikan ke Anime pada tahun 1993.
Black Jack bertema tentang dunia kedokteran, Black Jack punya penampilan yang unik. dia suka pakai jubah seperti layaknya Dracula, rambutnya hitam dan putih separuh, dan kulitnya banyak bekas jahitan dan berwarna berbeda. Ini disebabkan karena dia pernah jadi korban bom yang menewaskan ibunya dan kini dia jadi dokter dikarenakan dirinya diselamatkan oleh dokter. Namun, karena suatu hal izin praktek Black Jack dicabut dan dia kini jadi dokter gelap yang tinggal di tepi jurang, hidup sebatang kara dan hanya mau melakukan operasi jika dibayar dengan harga tinggi.
Namun, tidak lama kemudian Black Jack mendapat asisten bernama Pinoko, seorang gadis mungil yang sebenarnya adalah Teratoma dari seseorang. Dia menjadi asisten setia Black Jack dan cekatan dalam melakukan tugas-tugasnya di balik tubuh kecilnya.
Tipikal, anime ini punya satu episode dengan satu cerita sekali habis dengan plot berbeda. Namun, saya amat menyukai anime-nya dikarenakan begitu banyak pesan moral yang disampaikan dari setiap episode. Ada satu episode yang amat menyentuh bagiku. Setelah kecelakaan itu, Black Jack tidak pernah tersenyum lagi, namun dia punya teman yang selalu tertawa dan pelan-pelan mengajarkan Black Jack kembali tertawa. Sayang sebuah tragedi terjadi dan mengakibatkan teman Black Jack tersebut meninggal.
Black Jack tidak fokus selalu operasi manusia, alien, bahkan hewan pun dia juga bisa operasi, dia juga pernah bertemu seorang saingan ahli akupuntur. Kesan dari anime ini agak dark, walau kadang agak ceria, namun mayoritas dark.
Karakterisasi Black Jack amat solid. Black Jack adalah seorang karakter yang dingin, namun sebenarnya perhatian. Dia kadang juga tidak meminta bayaran, tapi mayoritas dia selalu meminta bayaran tinggi. Pinoko sendiri juga karakter yang cute, dia punya rasa suka pada Black Jack, sebenarnya umur Pinoko sudah belasan tahun, namun tubuh kecilnya membuat dirinya jadi bersikap kekanakan.
Kasus-kasus misterius yang harus dihadapi Black Jack unik dan kadang absurd, tapi tetap enjoyable. Bahkan melibatkan adegan action beberapa kali.
Saya tidak akan banyak komen lagi, karena takut spoiler. So, Time for Final Verdict. Black Jack anime saya berikan... 10/10 sebuah masterpiece dari sang Dokter Manga, Osamu Tezuka. Worth watch!
Terima kasih sudah membaca review saya dan sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.
Black Jack adalah sebuah manga yang dibuat oleh sang Maestro alias Dokter Manga Osamu Tezuka... Kalian tahu yang buat Astroboy. Manga ini diterbitkan sejak tahun 1973 dan diadaptasikan ke Anime pada tahun 1993.
Black Jack bertema tentang dunia kedokteran, Black Jack punya penampilan yang unik. dia suka pakai jubah seperti layaknya Dracula, rambutnya hitam dan putih separuh, dan kulitnya banyak bekas jahitan dan berwarna berbeda. Ini disebabkan karena dia pernah jadi korban bom yang menewaskan ibunya dan kini dia jadi dokter dikarenakan dirinya diselamatkan oleh dokter. Namun, karena suatu hal izin praktek Black Jack dicabut dan dia kini jadi dokter gelap yang tinggal di tepi jurang, hidup sebatang kara dan hanya mau melakukan operasi jika dibayar dengan harga tinggi.
Namun, tidak lama kemudian Black Jack mendapat asisten bernama Pinoko, seorang gadis mungil yang sebenarnya adalah Teratoma dari seseorang. Dia menjadi asisten setia Black Jack dan cekatan dalam melakukan tugas-tugasnya di balik tubuh kecilnya.
Tipikal, anime ini punya satu episode dengan satu cerita sekali habis dengan plot berbeda. Namun, saya amat menyukai anime-nya dikarenakan begitu banyak pesan moral yang disampaikan dari setiap episode. Ada satu episode yang amat menyentuh bagiku. Setelah kecelakaan itu, Black Jack tidak pernah tersenyum lagi, namun dia punya teman yang selalu tertawa dan pelan-pelan mengajarkan Black Jack kembali tertawa. Sayang sebuah tragedi terjadi dan mengakibatkan teman Black Jack tersebut meninggal.
Black Jack tidak fokus selalu operasi manusia, alien, bahkan hewan pun dia juga bisa operasi, dia juga pernah bertemu seorang saingan ahli akupuntur. Kesan dari anime ini agak dark, walau kadang agak ceria, namun mayoritas dark.
Karakterisasi Black Jack amat solid. Black Jack adalah seorang karakter yang dingin, namun sebenarnya perhatian. Dia kadang juga tidak meminta bayaran, tapi mayoritas dia selalu meminta bayaran tinggi. Pinoko sendiri juga karakter yang cute, dia punya rasa suka pada Black Jack, sebenarnya umur Pinoko sudah belasan tahun, namun tubuh kecilnya membuat dirinya jadi bersikap kekanakan.
Kasus-kasus misterius yang harus dihadapi Black Jack unik dan kadang absurd, tapi tetap enjoyable. Bahkan melibatkan adegan action beberapa kali.
Saya tidak akan banyak komen lagi, karena takut spoiler. So, Time for Final Verdict. Black Jack anime saya berikan... 10/10 sebuah masterpiece dari sang Dokter Manga, Osamu Tezuka. Worth watch!
Terima kasih sudah membaca review saya dan sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.
Kamis, 14 Maret 2013
What Zen Thinks about Majin Tantei Nougami Neuro?
Detektif dalam anime pasti semua
orang akan mengingat Conan, DDS, Kendaichi, dan semacamnya. Tapi, mereka
semua bersikap kadang tampak bodoh tapi sebenarnya pinter, sementara ada yang
misterius dan lain-lain. Saya mengira Detektif kebanyakan begitu, sampai
saya mengetahui Nougami Neuro.
Majin Tantei Nougami Neuro
Ditulis dan digambar : Yusei Matsui
Sutradara : Hiroshi Kojina
Studio : Mad House
Sebenarnya saya bisa tahu soal anime
ini juga secara tidak sengaja. Jadi begini awalnya, saya lagi
doyan-doyannya sama Nightmare (band) saya pun mencari-cari lagunya. Lalu
saya menemukan salah satu lagunya berjudul Dirty yang secara tidak langsung,
merupakan Opening dari Anime ini. Akhirnya saya penasaran apa sih yang
diceritakan Anime ini. Eh, malah kecantol dan nonton sampe endingnya.
Menceritakan Neuro seorang iblis
berbentuk burung yang pergi dari Neraka ke Bumi untuk mencari Misteri.
Yah, makanan Neugami Neuro adalah Misteri. Dia bilang kalau misteri di Neraka
sudah ga ada yang lezat lagi. Jadi dia mencari di Bumi.
Di sana dia bertemu Yako yang baru
saja kehilangan Ayahnya yang dibunuh di ruang tertutup. Akhirnya Yako mau
menjadi partnernya. Di sanalah mereka kerja sama untuk memecahkan
kasus-kasus yang ada. Selain Yako ada juga Godai si rambut putih yang
suka pake kemeja merah yang tempramen.
Juga ada karakter yang hanya rambut
yang dikepang bernama Akane. Dia adalah sekertaris di Agensi Detektif
Yako. Dia hanya rambut yang menempel di dinding yang diberikan pita oleh
Neuro hingga dia berpindah tempat. Jadi Akane nempel di HP Yako.
Juga ada Eishi dan Jun seorang
polisi. Mereka membantu dalam menyelesaikan kasus, walau berakhir selalu
saja Neuro yang berhasil menyelesaikannya.
Apa sih yang bikin saya suka banget
sama anime ini?
Well, pertama adalah sikap si Neuro
yang seenaknya. Dia bahkan memanggil si Yako dan Godai budak. Yako budak nomor
satu dan Godai Budak Nomor 2. Di rambutnya terdapat sensor yang berbentuk
piramida terbalik yang akan bisa mendeteksi adanya misteri si sekitarnya.
Saya belum pernah menemukan seorang detektif sesinting Neuro, dia adalah iblis
yang sinting. Dia begitu sering menyiksa Yako dan memperlakukan dia
seenaknya. Apa lagi Yako adalah cewek biasa yang lemah tidak bisa apa-apa
jika disakiti oleh Neuro. Yako sendiri adalah cewek yang hanya digunakan
sebagai kedok oleh Neuro, seperti layaknya Conan yang menidurkan si Detektif
Mori. Yako pun digunakan untuk menunjuk sang tersangka, lalu akhirnya si
Neuro juga yang menjelaskan teori pembunuhannya.
Karena itu melihat Yako kadang
diperlakukan begitu, rasanya membuat kita berpikir, Yako ini apa ada di sana
cuma buat disiksa? Dia dipilih oleh Neuro hanya buat diperlakukan begitu? Bahkan
Yako sendiri bingung kenapa dirinya dipilih. Yako adalah seorang cewek rakus
bertubuh mungil yang tidak akan pernah berhenti makan. Dia pun begitu
karena dia bisa melupakan kesedihan atas kehilangannya dengan cara makan.
Saya merasa bahwa Yako sendiri menjadi Side Kick yang tidak
berguna.
Hingga munculnya Kasus HAL, di sana
justru Yako yang memecahkan kasus. Bukan Neuro. Awalnya Yako bingung
kenapa Neuro Memilihnya sebagai partner, Yako tidak punya kemampuan detektif
sama sekali. Namun di Episode tersebut terbukalah alasan kenapa Yako
dipilih oleh Neuro. Saya tidak akan spoiler, tapi intinya Yako punya
sesuatu yang Neuro tidak punya.
Si Godai juga berperan baik.
Walau dia adalah cowok kasar yang kerjanya teriak melulu. Tapi, di balik
itu dia adalah orang yang dapat dipercaya. Dia selalu menyelesaikan
tugasnya dengan baik. Dia juga berusaha melindungi Yako jika dia dalam bahaya.
Seperti layaknya Kisah detektif
lain. Nougami Neuro awalnya adalah kisah yang tidak begitu jelas arah
plot-nya dan belum menemukan tujuan yang sebenarnya. Memecahkan kasus
demi kasus secara acak, sampai kemudian muncullah kasus besar seperti Denjin
HAL dan kemunculan sang Phantom Thief Sai yang membunuh korban dengan
memasukkannya ke dalam kotak.
Keunikan dari kisah detektif ini
adalah sang tersangka akan menjadi semacam monster. Saat itulah waktu
makan si Neuro, kepalanya akan menjadi kepala burung dan memakan misteri sang
tersangka tanpa membunuhnya.
Inilah alasan Neuro ke Dunia
Manusia, karena di sanalah ada misteri yang bisa dia santap.
Plot dalam anime ini cukup
jelas. Dan ending-nya pun memuaskan. Karena Neuro akhirnya bertarung
habis-habisan dengan SAI, tidak lupa pertarungan paling epik antara Neuro
dengan Denjin HAL. Bagiku, kasus Denjin HAL lebih memikat dibanding
pertarungan akhir.
Untuk bagian Komedi, di anime
mungkin tidak begitu banyak. Saya sih paling geli lihat kerakusan Yako.
Dia bisa makan semua masakan satu restoran sendirian. Animas-nya pun
cukup memukau, tapi tidak benar-benar spektakuler. Sang Neuro punya
saingan yang mampu membuat dirinya kerepotan juga walau dirinya sendiri
Immortal.
Tidak seperti layaknya Hentai Kamen
yang sampai akhir cerita, tidak ada satu pun musuh yang benar-benar bisa
membuat dia kerepotan. Kadang saya berpikir bagaimana jika Sebastian dan
Neuro bertarung. Pasti menarik sekali.
Neuro punya begitu banyak senjata di
tubuhnya. Tangannya bisa jadi pedang, javelin dan alat-alat iblis lainnya
yang unik dan juga disturbing. Ada perbedaan sedikit antara Manga dan
Anime-nya. Tapi, jujur saja saya lebih suka Anime-nya.
Hal-hal keren dari MTNN adalah
kejelasan plot-nya. Jalan ceritanya awalnya memang biasa saja.
Namun, pelan-pelan membuka plot utama dan punya arah yang jelas. Itu
sangat menyenangkan, tidak seperti Conan yang sampe kini ga habis-habis.
Saatnya untuk Final Verdict, Majin
Tantei Nougami Neuro mendapatkan 7/10. This is Great Anime.
Karaktisasinya menarik, plot yang jelas, juga punya beberapa pesan moral yang
kuat. Terutama di saat sang dokter bedah plastik. Di situ saya tersentuh
sekali dengan kisahnya, di mana seorang istri yang mencintai suaminya.
Well, jangan lupa follow, komen
kalau bisa dan sampai saya berpikir suatu hal lainnya!
Langganan:
Postingan (Atom)












