Tampilkan postingan dengan label Anime. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anime. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 September 2014

What Zen Thinks about Steins;Gate? (Anime)

I am a Mad Scientist It's so cool, Sunovabitch!


Steins;Gate adalah sebuah anime adaptasi dari Visual Novel dengan judul yang sama.  Anime ini dibuat oleh studio White Fox, disutradari oleh Kanji Wakabayashi sebuah anime yang menceritakan tentang thriller dari sebuah jenis cerita sains fiksi yang amat populer yaitu time travel.

Senin, 21 Juli 2014

What Zen Thinks about Cowboy Bebop Series and Movie? (Anime)

Atas desakan dari Reviewer favoritku, Chris Stuckmann.  Akhirnya aku putuskan marathon nonton Cowboy Bebop... Seri dan juga movienya.



Cowboy Bebop menceritakan kisah tentang sebuah grup cowboy/cowgirl Bounty Hunter di angkasa.  Mengambil setting tahun 2070 dimana bumi sudah dalam keadaan parah, orang-orang sudah lumrah untuk tinggal di luar angkasa.

Cowboy Bebop adalah sebuah tim yang awalnya hanya terdiri dari Spike dan Jet.  Sepanjang cerita mereka bertemu dengan Faye dan Ed.  Mereka tinggal di sebuah kapal induk milik Jet dan Jet juga yang jadi kokinya.

di series-nya Cowboy Bebop bercerita tentang mereka mencari kriminal-kriminal dari acara Big Shot : Bounty Hunter di TV.


Kemudian mereka mencari kriminal tersebut dan membawanya ke polisi dalam keadaan hidup. Ini sebenarnya masalah paling sering mereka harus hadapi.  Sebab sulit membawa penjahat kelas kakap dalam keadaan hidup-hidup.

Keadaan Bebop selalu miskin/punya masalah keuangan. Mereka kadang tidak mampu beli makanan.  Biasanya ini disebabkan tidak ada orang yang mereka bisa tangkap. Itulah premis dari Cowboy Bebop.

Minggu, 23 Februari 2014

What Arai Thinks about Fractale? (Anime)

Guest Review dari Kagetsuki Arai...

Fractale



Ditulis oleh Hiroki Azuma, Mari Okada dan Yukata Yamamoto.
Diilustrasikan oleh Mutsumi Akasaki dan diterbitkan oleh Square Enix.

Hiru no hoshi ni
Negai wo sasagu nara
Itsuka no mado
Akari tomoshiteta

Fractale, Dibuat oleh A-1 dan Ordet, diproduseri oleh Yutaka Yamamoto (yang juga andil dalam Suzumiya Haruhi dan Kannagi serta orang yang lagi diributin si Adhitya Daniel karena bikin Wake Up, Girls!) adalah anime yang rilis tahun 2010.

Sudah dapat anime ini dari lama, tapi baru sempet nonton tadi malam. Awalnya, saya nonton anime ini karena ada Hanakana-san, tapi kemudian jatuh cinta sama Nessa dan bagaimana Lost Millenium. Impresi terakhir saya sederhana, Ini adalah Eureka Seven yang lebih pendek dan lebih mudah di mengerti.



Cerita bermula di sebuah dunia dimana sebuah system terintegrasi mirip facebook telah digunakan di seluruh dunia. Manusia tidak perlu lagi bertatap muka langsung untuk berkomunikasi dan bisa menggunakan sebuah Avatar sebagai pengganti ‘fisik’ mereka. Bukan hanya itu, Sistem yang disebut ‘Fractale’ ini telah membuat hidup lebih mudah.

Dampaknya?

Di sisi positif, Sistem ini mampu memberikan perawatan jarak jauh pada pasien. Kehidupan secara general disebutkan semakin mudah.

Di sisi negatif,  Manusia mulai hidup sendiri-sendiri, berpindah-pindah demi mencari sinyal dan kehilangan hubungan dekat seperti keluarga dan teman atas nama kebebasan.

“Kalau kita tinggal satu rumah, bukankah itu bukti bahwa kita tidak saling mempercayai satu sama lain?”

Lalu kita dikenalkan pada Clain, seorang bocah eksentrik yang menyukai benda antic.

“Benda antic benar-benar ada di sini. Bukan data seperti Fractale.”



Karakter

Clain, Di awal, dia ngingetin sama Renton. Dia bukan orang yang suka sama keadaan dunia yang sekarang dan berharap bisa kabur dari hidupnya yang sekarang. Kemudian Phryne Datang dan dia dibikin kalang kabur. Nggak kayak Renton, Clain punya keraguan di awal. Karena status dia yang nggak tahu apa-apa baik soal Fractale System maupun Lost Millenium, dia bener-bener orang baru, galau antara mana yang lawan dan mana yang kawan. Pada akhirnya, prioritas dia adalah untuk melindungi orang yang dia sayang, Phryne dan Nessa.

Phryne, dia adalah cewek yang nyentrik. Saya bener-bener ga dapet impresi gimana hidupnya waktu di kuil. Tipikal cewek Ignorant yang nggak sungkan-sungkan buka baju di depan cowok dan keliatan susah mengerti apa yang ada di kepala orang-orang, In a way, That's comedy. Namun waktu background story dia dibuka, Saya ga bisa ketawa lagi.

Nesa,



Sunda, A Bastard Leader of Lost Millenium, At first. sepanjang waktu berjalan, Dia keliatan baik dibandingkan sesama pemberontak yang lain. Awalnya saya mikir berat kenapa dia gabisa pegang Nessa ("Orang Yang nggak suka Nessa nggak bisa menyentuh Nessa"), Namun kemudian paham kalau dia bukan nggak suka, dia mencoba untuk nggak terlibat sama Nessa karena posisi dia sebagai pemimpin pemberontak. Sunda mengajarkan banyak hal pada Clain dan kemudian memberikan pilihan pada Clain, mau dunia yang seperti apa yang ia ingin buat setelah pemberontakan selesai?

Enri, Resisdence of Tsundere di anime ini. Mungil dan tomboy tapi bisa nembak orang tanpa ragu --Meski tembakannya ngaco sih-. Kekuatannya bertumpu pada karakternya yang meski dia bilang benci pada Fractale system, Dia bisa warming up sama Nessa dan Phryne. Punya brother complex yang menyusahkan dan karakter dia beneran saya kagumi waktu dia pura-pura sok kuat meski tahu bahwa Sunda nggak ada kesempatan untuk tetep hidup di final episode.

Plot


Plot-nya berjalan enteng di awal, dikasik komedi dan drama yang enteng sambil pelan-pelan dikasih tahu gimana sebenernya Fractale itu dan gimana sih Lost Millenium itu. di sini nggak ada yang baik maupun buruk, Baik Fratale maupun Lost Millenium adalah sebuah kelompok yang punya ideologi masing-masing dan memperjuangkan apa yang mereka percaya.



But, There are many bastard here and there who really there to make us hate them.

Take Gail, for example. Dia bukan dari Lost Millenium maupun Fractale Temple, tapi dari sisi manusia yang terlanjur nyaman sama apa yang diberikan oleh Fractale. Hasilnya? Dia bakal melakukan apapun untuk tetap menikmati kenyamanan.

Oh, Human! You bastard!

Apa yang saya pelajari?

Teknologi ada bukan untuk kita bergantung. Yups, Teknologi mempermudah kehidupan, tapi bukan berarti kita harus menyerahkan semuanya ke teknologi. Teknologi gapunya yang namanya 'Kehangatan' , Dari facebook kita juga gabisa ngasik 'Senyuman' yang sejati. di sisi lain, bukan berarti Teknologi itu sepenuhnya buruk. Banyak yang bener-bener bergantung pada teknologi karena mereka memang ga punya pilihan lain.

Terima kasih untuk Kagetsuki Arai telah bersedia menaruh Reviewnya di blog saya.

Jadi apa kalian sudah menonton Fractale, jika sudah apa pendapat kalian tulislah komen kalian di bawah dan jika belum apa review ini membuat kalian tertarik menontonnya?

Jadi Apa pendapat kalian soal Social network di masa sekarang.  Apapun itu komen di bawah...

Terima kasih sudah membaca review ini dan jika kalian punya unek-unek, review akan sesuatu, kalian bisa post di sini dan sampai jumpa di Guest Review yang lain...

Jumat, 01 November 2013

What Zen Think about Kill me Baby! ? (Anime)

Apa kalian pernah menonton anime komedi yang absurd dari segala sisinya?  Yup, Lucky Star termasuk.


Kill me Baby adalah sebuah adaptasi sebuah manga empat kotak karya Kaduho dan diterbitkan oleh Houbunsha.  Anime-nya pun dibuat oleh JC. Staff dan pertama kali ditayangkan tahun 2012.

Kill Me Baby merupakan sebuah kisah dua sahabat yang selalu mencoba hal baru dan melakukan sesuatu yang extraordinary.  Sebenarnya ada tiga karakter utama, tapi setiap episode lebih fokus pada dua karakter ini, yaitu Yasuna dan Sonya.  Sementara karakter lain yaitu Agiri seorang Ninja absurd.

Sonya, Yasuna, Agiri

Setiap episode biasanya terbagi atas tiga cerita yang berbeda dan kadang tidak ada sangkut pautnya. Hal ini biasanya dimulai dari eksperimen Yasuna akan suatu hal yang tentu saja absurd.  Yosuna intinya tidak mau bertingkah gila sendirian, dengan kata lain dia mengajak Sonya untuk gila bersama.  Sonya tentu tidak mau hal tersebut, but in the end, she just give in anyway.  Hal ini mengingatkan aku pada Spongebob dan Squidward.






Humor yang disajikan di dalam anime ini penuh dengan slapstik.  Terutama segala hal yang terjadi pada Yosuna.  Yosuna punya kelebihan yaitu kekebalan terhadap segala tindak kekerasan dari Sonya.  Dua karakter ini benar-benar berbeda tapi sebenarnya sangat cocok bersama. Yasuna yang selalu bertingkah aneh dan juga freak, sementara Sonya yang bersikap cool namun gampang terbawa keadaan.



Karakter lain adalah Agiri.  Dia ini seperti karakter penengah yang kadang suka muncul seenaknya dan mencoba membantu in the funny way.  Suara dari Agiri adalah yang paling-paling annoying dari karakter lain.  Dia benar-benar menanamkan karakter Agiri sebagai karakter yang... uhm... susah dijelaskan.



Artwork dari Kill Me Baby! adalah Chibi Style dimana empat karakter ini dibuat imut dan menggemaskan.  Works for anime like this.  Voice Acting bagi saya sangat bagus dan ekspresif,  terutama untuk Agiri.

Plot dan Story dari anime ini is not make any sense, semua terjadi yah terjadi.  You see it just bear with it and laugh at it.  Seluruh episode difokuskan pada komedi hingga saya ga bisa sama sekali serius pada satupun episode dari anime ini.  Just throw your logic to trash can!



Selain mereka bertiga, sebenarnya ada satu karakter lagi. Gadis berambut merah yang disebut Unused Character.  yah seperti namanya, dia memang tidak pernah masuk dalam plot walau bagaimanapun si karakter ini mencoba dan dia sangat misterius.

Dia bahkan tidak punya nama
Kill Me baby punya trademark soundtrack yang memang dibuat khusus untuk anime ini.  Bahkan opening dan ending theme dari anime ini sudah absurd.  Terutama endingnya dimana si Yasuna dan Sonya berjoget yang amat absurd.



Tidak banyak yang saya bisa komentari dari anime seperti ini.

That's Why I say You want through this again.  Karena anime ini tidak bosan saya nonton walau berkali-kali.  Just for the lulz.

Terima kasih sudah membaca review ini sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.



Selasa, 25 Juni 2013

What Arai Thinks about Sekirei? (Anime)

Kali ini, bukan saya yang bakal review anime.  Tapi tamu kita Kagetsuki Arai. Mari kita simak apa yang dia pikirkan tentang Sekirei!



Opening Review
Ini bukan pertama kalinya saya menulis review anime, tapi membuat review anime untuk dipajang di blog benar-benar pengalaman baru. Berhubung saya bukanlah pemelihara blog yang baik dan benar, saya harus berterimakasih pada bang Zen Horaktti karena mau mengepost ini di blognya.
Jadi dalam pertemuan terakhir AO-SSS, sebuah komunitas Anime Otaku yang saya dirikan, saya mendapatkan banyak sekali anime dari seorang teman. Salah satunya adalah Sekirei sebanyak dua belas episode dengan Second Season ‘Sekirei : Pure engagement’ sebanyak 13 episode dan dua bonus episode yang lebih fokus ke hubungan antar karakter.
Anime yang dibuat oleh Seven Arcs ini adalah adaptasi berjudul sama dengan total 2 Season + 2 episode dan mampu saya habiskan dalam dua hari.

What Is Sekirei About?
Sekirei bercerita tentang seorang cowok-gagal-dua-kali-ujian-masuk-kuliah bernama Minato Sahashi. Sebagai orang yang suram karena baru saja gagal untuk kedua kalinya, ia berjalan dengan suram di penjuru kota dan mengeluh…
Sampai kemudian seorang gadis berdada besar jatuh dari langit dan menimpanya dengan keras, uhum…Pantat jatuh di muka Minato…uhum…Cara yang unik untuk bertemu seorang cewek.
Plot semacam ini sudah sering dipakai di dalam anime yang saya tonton. Seorang cewek –Biasanya cenderung fantasiah- bertemu seorang cowok normal dan membawa hidup cowok normal ini kedalam masalah penuh fantasi dan sihir.
Namun nyatanya, Sekirei bukan hanya bercerita tentang itu.
Di dalam anime ini, ada dua istilah penting. ‘Sekirei’ adalah Alien-mirip-manusia dengan kekuatan sihir bervariasi. Jumlah mereka tepat 108 orang dengan dominasi perempuan. Saat cerita berlangsung, sedang terjadi Battle Royale atau pertarungan saling membunuh satu sama lain. Untuk apa? Sayangnya sampai season 2 berakhir, saya tidak menemukan penyebabnya.



Istilah kedua adalah Ashikabi, seorang yang secara genetic mampu membawa Sekirei ke potensi tertinggi dengan…uhum…ciuman. Proses ini dinamakan ‘Memberi Sayap’ (Proses terjemah bebas dari : Winged). Setelah Ashikabi mencium seorang Sekirei, maka keduanya memiliki hubungan tak terpisahkan dimana kehadiran Ashikabi mampu memperkuat Sekirei.
Jadi kembali ke pertanyaan awal, Tentang apa Sekirei ini?
Dalam satu kalimat, tentang Minato mengumpulkan Sekirei dan membantu siapa saja yang membutuhkan.



Who the character?
Minato Sahashi, Meski kelihatannya tidak berguna, ia adalah penyebab segala cerita berjalan. Setelah bertemu Sekirei pertamanya, Musubi, dan memberikannya sayap, Minato membuka potensi baru yaitu membuat sebuah harem. Sampai Season 2 Minato sudah berhasil mengumpulkan 5 Sekirei cewek dan 1 Sekirei dengan kelamin tidak jelas. Yang saya suka dari Minato adalah bagaimana dia berkembang dari seorang cowok sengsara tak berguna menjadi determinator yang akan melakukan apa saja demi Sekireinya. Saying sekali sampai akhir Season 2 ia masih saja tak berguna.
Musubi, dengan nomor seri 88 dan memperkenalkan diri sebagai ‘Fist-Type Sekirei’ adalah Sekirei pertama Minato. Merupakan Natural Airhead dan Fighting Maniac. Sayangnya, ia bukan Sekirei biasa.
Kusano, dengan nomor seri 108 adalah Sekirei kedua Minato. Tampaknya bertemu Musubi membuat Minato selalu menemukan gadis untuk ditambahkan dalam Haremnya. Gadis loli ini adalah salah satu penyebab kenapa saya bisa bertahan nonton anime dengan banyak payudara-kelewat-besar ini.
Miya Asama adalah induk samang Minato dan haremnya. Ia memiliki kemampuan memunculkan topeng menyeramkan dan aura suram entah darimana yang mampu membuat SIAPAPUN menurut padanya.
Plot overview.
Di episode pertama kita akan disuguhi sebuah adegan pembantaian oleh beberapa gadis berdada besar pada sekelompok tentara. Nantinya flashback inilah yang akan jadi kunci penting dalam plot Sekirei.
Sekirei memiliki banyak sekali kejutan sepanjang cerita, semuanya disiapkan dengan hint-hint yang rapi dan sedikit tersembunyi. Flashback di awal beberapa episode adalah petunjuk terbesar tentang apa dibalik Sekirei dan battle Royale mereka.

Hubungan antara Ashikabi dan Sekirei juga ditata dengan rapi. Bahkan Ashikabi yang memiliki Sekirei lebih dari satu seperti Minato memiliki dinamika hubungan mereka sendiri. Plot terpenting dalam Sekirei adalah bagaimana Minato mendapatkan Sekirei dan bagaimana ia bertekad menentang penyelenggara Battle Royale tersebut.

Ada juga secondary plot dalam Sekirei. Yang pertama adalah tentang Ashikabi misterius yang memberikan sayap secara paksa pada Sekirei dan yang kedua adalah perburuang ‘Demon Ashikabi’ untuk mencari ‘Gadis Hijau’. Yang harus saya beri pujian adalah bagaimana creator membuat dua plot secondary ini sama pentingnya dengan plot utama.
Apalagi saat kta menyadari bahwa tiga plot ini ternyata berhubungan.



Art level.

Meski Sekirei menang di plot, Saya tidak akan mengatakan hal yang sama untuk artnya. Mungkin wajar untuk anime tahun 2008 memiliki art sepert ini. Namun yang paling menganggu adalah bagaimana Anime ini menggambarkan payudara semua perempuan secara tidak proporsional dan bergoyang aneh seakan mereka punya hidup sendiri.
Itu adalah hal teraneh yang saya bisa lihat dalam anime.
Bukan hanya itu, penggambaran Kusano yang seharusnya tidak lebih dari sepuluh tahun juga kelewat detail seakan ingin member penekanan bahwa dia adalah perempuan dengan lekuk tubuh yang tidak seharusnya anak sepuluh tahun miliki.



Why you should/shouldnt watch.
(+) Adegan battle yang keren
(+) dinamika karakter dan hubungan antara Ashikabi-Sekirei yang apik
(+) Narasi yang unik, komedi yang oke dan cerita yang tidak membuat bingung
(-) fanservice overload



Final Verdict

7/10

Terima kasih sudah mau membaca review ini.

Sampai jumpa untuk next Guest review selanjutnya... 

Sabtu, 08 Juni 2013

What Zen Thinks about Black Jack (Anime)?

Kali ini saya mau review sebuah anime yang saya amat favoritkan.  Black Jack...


Black Jack adalah sebuah manga yang dibuat oleh sang Maestro alias Dokter Manga Osamu Tezuka... Kalian tahu yang buat Astroboy.  Manga ini diterbitkan sejak tahun 1973 dan diadaptasikan ke Anime pada tahun 1993.

Black Jack bertema tentang dunia kedokteran, Black Jack punya penampilan yang unik. dia suka pakai jubah seperti layaknya Dracula, rambutnya hitam dan putih separuh, dan kulitnya banyak bekas jahitan dan berwarna berbeda.  Ini disebabkan karena dia pernah jadi korban bom yang menewaskan ibunya dan kini dia jadi dokter dikarenakan dirinya diselamatkan oleh dokter.  Namun, karena suatu hal izin praktek Black Jack dicabut dan dia kini jadi dokter gelap yang tinggal di tepi jurang, hidup sebatang kara dan hanya mau melakukan operasi jika dibayar dengan harga tinggi.

Namun, tidak lama kemudian Black Jack mendapat asisten bernama Pinoko, seorang gadis mungil yang sebenarnya adalah Teratoma dari seseorang.  Dia menjadi asisten setia Black Jack dan cekatan dalam melakukan tugas-tugasnya di balik tubuh kecilnya.

Tipikal, anime ini punya satu episode dengan satu cerita sekali habis dengan plot berbeda.  Namun, saya amat menyukai anime-nya dikarenakan begitu banyak pesan moral yang disampaikan dari setiap episode. Ada satu episode yang amat menyentuh bagiku. Setelah kecelakaan itu, Black Jack tidak pernah tersenyum lagi, namun dia punya teman yang selalu tertawa dan pelan-pelan mengajarkan Black Jack kembali tertawa.  Sayang sebuah tragedi terjadi dan mengakibatkan teman Black Jack tersebut meninggal.

Black Jack tidak fokus selalu operasi manusia, alien, bahkan hewan pun dia juga bisa operasi, dia juga pernah bertemu seorang saingan ahli akupuntur.  Kesan dari anime ini agak dark, walau kadang agak ceria, namun mayoritas dark. 

Karakterisasi Black Jack amat solid.  Black Jack adalah seorang karakter yang dingin, namun sebenarnya perhatian.  Dia kadang juga tidak meminta bayaran, tapi mayoritas dia selalu meminta bayaran tinggi.  Pinoko sendiri juga karakter yang cute, dia punya rasa suka pada Black Jack, sebenarnya umur Pinoko sudah belasan tahun, namun tubuh kecilnya membuat dirinya jadi bersikap kekanakan.

Kasus-kasus misterius yang harus dihadapi Black Jack unik dan kadang absurd, tapi tetap enjoyable.  Bahkan melibatkan adegan action beberapa kali. 

Saya tidak akan banyak komen lagi, karena takut spoiler.  So, Time for Final Verdict.  Black Jack anime saya berikan... 10/10 sebuah masterpiece dari sang Dokter Manga, Osamu Tezuka. Worth watch!

Terima kasih sudah membaca review saya dan sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.

Kamis, 14 Maret 2013

What Zen Thinks about Majin Tantei Nougami Neuro?



Detektif dalam anime pasti semua orang akan mengingat Conan, DDS, Kendaichi, dan semacamnya.  Tapi, mereka semua bersikap kadang tampak bodoh tapi sebenarnya pinter, sementara ada yang misterius dan lain-lain.  Saya mengira Detektif kebanyakan begitu, sampai saya mengetahui Nougami Neuro.

Majin Tantei Nougami Neuro
Ditulis dan digambar : Yusei Matsui
Sutradara : Hiroshi Kojina
Studio : Mad House

Sebenarnya saya bisa tahu soal anime ini juga secara tidak sengaja.  Jadi begini awalnya, saya lagi doyan-doyannya sama Nightmare (band) saya pun mencari-cari lagunya.  Lalu saya menemukan salah satu lagunya berjudul Dirty yang secara tidak langsung, merupakan Opening dari Anime ini.  Akhirnya saya penasaran apa sih yang diceritakan Anime ini.  Eh, malah kecantol dan nonton sampe endingnya.

Menceritakan Neuro seorang iblis berbentuk burung yang pergi dari Neraka ke Bumi untuk mencari Misteri.  Yah, makanan Neugami Neuro adalah Misteri. Dia bilang kalau misteri di Neraka sudah ga ada yang lezat lagi.  Jadi dia mencari di Bumi.

Di sana dia bertemu Yako yang baru saja kehilangan Ayahnya yang dibunuh di ruang tertutup.  Akhirnya Yako mau menjadi partnernya.  Di sanalah mereka kerja sama untuk memecahkan kasus-kasus yang ada.  Selain Yako ada juga Godai si rambut putih yang suka pake kemeja merah yang tempramen.

Juga ada karakter yang hanya rambut yang dikepang bernama Akane.  Dia adalah sekertaris di Agensi Detektif Yako.  Dia hanya rambut yang menempel di dinding yang diberikan pita oleh Neuro hingga dia berpindah tempat.  Jadi Akane nempel di HP Yako.

Pertemuan Pertama Neuro, Yako dan Akane



Juga ada Eishi dan Jun seorang polisi.  Mereka membantu dalam menyelesaikan kasus, walau berakhir selalu saja Neuro yang berhasil menyelesaikannya.

Apa sih yang bikin saya suka banget sama anime ini?


Well, pertama adalah sikap si Neuro yang seenaknya. Dia bahkan memanggil si Yako dan Godai budak. Yako budak nomor satu dan Godai Budak Nomor 2.  Di rambutnya terdapat sensor yang berbentuk piramida terbalik yang akan bisa mendeteksi adanya misteri si sekitarnya.  Saya belum pernah menemukan seorang detektif sesinting Neuro, dia adalah iblis yang sinting.  Dia begitu sering menyiksa Yako dan memperlakukan dia seenaknya.  Apa lagi Yako adalah cewek biasa yang lemah tidak bisa apa-apa jika disakiti oleh Neuro.  Yako sendiri adalah cewek yang hanya digunakan sebagai kedok oleh Neuro, seperti layaknya Conan yang menidurkan si Detektif Mori.  Yako pun digunakan untuk menunjuk sang tersangka, lalu akhirnya si Neuro juga yang menjelaskan teori pembunuhannya.
  
Karena itu melihat Yako kadang diperlakukan begitu, rasanya membuat kita berpikir, Yako ini apa ada di sana cuma buat disiksa? Dia dipilih oleh Neuro hanya buat diperlakukan begitu? Bahkan Yako sendiri bingung kenapa dirinya dipilih. Yako adalah seorang cewek rakus bertubuh mungil yang tidak akan pernah berhenti makan.  Dia pun begitu karena dia bisa melupakan kesedihan atas kehilangannya dengan cara makan.  Saya merasa bahwa Yako sendiri menjadi Side Kick yang tidak berguna.  

Hingga munculnya Kasus HAL, di sana justru Yako yang memecahkan kasus. Bukan Neuro.  Awalnya Yako bingung kenapa Neuro Memilihnya sebagai partner, Yako tidak punya kemampuan detektif sama sekali.  Namun di Episode tersebut terbukalah alasan kenapa Yako dipilih oleh Neuro.  Saya tidak akan spoiler, tapi intinya Yako punya sesuatu yang Neuro tidak punya.

Si Godai juga berperan baik.  Walau dia adalah cowok kasar yang kerjanya teriak melulu.  Tapi, di balik itu dia adalah orang yang dapat dipercaya.  Dia selalu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Dia juga berusaha melindungi Yako jika dia dalam bahaya.



Seperti layaknya Kisah detektif lain.  Nougami Neuro awalnya adalah kisah yang tidak begitu jelas arah plot-nya dan belum menemukan tujuan yang sebenarnya.  Memecahkan kasus demi kasus secara acak, sampai kemudian muncullah kasus besar seperti Denjin HAL dan kemunculan sang Phantom Thief Sai yang membunuh korban dengan memasukkannya ke dalam kotak.

Keunikan dari kisah detektif ini adalah sang tersangka akan menjadi semacam monster.  Saat itulah waktu makan si Neuro, kepalanya akan menjadi kepala burung dan memakan misteri sang tersangka tanpa membunuhnya.  

 
Inilah alasan Neuro ke Dunia Manusia, karena di sanalah ada misteri yang bisa dia santap.  

Plot dalam anime ini cukup jelas.  Dan ending-nya pun memuaskan.  Karena Neuro akhirnya bertarung habis-habisan dengan SAI, tidak lupa pertarungan paling epik antara Neuro dengan Denjin HAL.  Bagiku, kasus Denjin HAL lebih memikat dibanding pertarungan akhir.  

Untuk bagian Komedi, di anime mungkin tidak begitu banyak.  Saya sih paling geli lihat kerakusan Yako. Dia bisa makan semua masakan satu restoran sendirian.  Animas-nya pun cukup memukau, tapi tidak benar-benar spektakuler.  Sang Neuro punya saingan yang mampu membuat dirinya kerepotan juga walau dirinya sendiri Immortal.

Tidak seperti layaknya Hentai Kamen yang sampai akhir cerita, tidak ada satu pun musuh yang benar-benar bisa membuat dia kerepotan.  Kadang saya berpikir bagaimana jika Sebastian dan Neuro bertarung.  Pasti menarik sekali.



Neuro punya begitu banyak senjata di tubuhnya.  Tangannya bisa jadi pedang, javelin dan alat-alat iblis lainnya yang unik dan juga disturbing.  Ada perbedaan sedikit antara Manga dan Anime-nya.  Tapi, jujur saja saya lebih suka Anime-nya.  

Hal-hal keren dari MTNN adalah kejelasan plot-nya.  Jalan ceritanya awalnya memang biasa saja.  Namun, pelan-pelan membuka plot utama dan punya arah yang jelas.  Itu sangat menyenangkan, tidak seperti Conan yang sampe kini ga habis-habis.  

Saatnya untuk Final Verdict, Majin Tantei Nougami Neuro mendapatkan 7/10.  This is Great Anime.  Karaktisasinya menarik, plot yang jelas, juga punya beberapa pesan moral yang kuat.  Terutama di saat sang dokter bedah plastik.  Di situ saya tersentuh sekali dengan kisahnya, di mana seorang istri yang mencintai suaminya.

Well, jangan lupa follow, komen kalau bisa dan sampai saya berpikir suatu hal lainnya!