Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Desember 2014

What Zen Thinks about Winterflame? (Novel)

Saya sudah lama tahu novel ini akan terbit... Bahkan sejak dua tahun lalu. Saya sudah menunggu agar novel ini terbit dan akhirnya terbit saatnya untuk review Winterflame...

WinTerFlame... WTF :D



Winterflame adalah novel ketiga dari Fachrul Razi satu-satunya novelis Vandaria yang saya follow dan saya rasa penulis vandaria paling produktif dari yang lain.

Rabu, 17 September 2014

What Zen Thinks about Rahasia Hujan? (Novel)

Wanita adalah racun dunia... Never be so right...



Rahasia Hujan adalah novel karya Adham T Fusama dan diterbitkan oleh Moka Media.  Saat mendengar novel ini, saya sudah tertarik, bukan karena si penulis adalah teman saya, atau nama penerbit. Tapi dari covernya itu sendiri. Rahasia Hujan punya cover yang catchy menurut saya, sebuah gambar Teru-Teru Bozu hitam-putih dan Merah yang menggenang darah ke tulisan Rahasia Hujan sebenarnya sudah membuat saya mendapatkan sebuah pikiran makna/arti dari cover tersebut terhadap isi cerita.

Minggu, 24 Agustus 2014

What Zen Thinks about Garda? (Novel)

Yeap, aku membeli kaos Garda, Cup Garda, Poster dan juga novel Hardcovernya.  Hum... Kurang jumper dan action Figure...



Garda adalah novel karya Ahmad Sufiatur Rahman diterbitkan oleh Tangga Pustaka.

Novel ini menceritakan tentang seorang Lelaki bernama Garda Kejora yang mendapatkan kekuatan karena sebuah Meteor menghantam dadanya hingga membuatnya mendapatkan super power.  Ternyata di dalam meteor tersebut bersemayam seorang raksasa bernama Rakasha, seingatku yang ternyata punya sebuah semacam tugas untuk menjaga agar dunia ini tidak hancur dari klan Azura (klan Raksasa).

Iya, iya, aku tahu terdengar amat klise. Tapi klise tidak selalu membuat sebuah karya menjadi buruk bukan?  Memangnya apa sih yang benar-benar baru di tahun 2000 ini? Lagi pula, Arkada bilang begini, "Even if you rip off something, at least rip off something good." So cerita tentang seorang yang mendapatkan kekuatan yang menjadi sebuah kunci untuk menyelamatkan dunia dan material untuk lakukan itu adalah Meteor yang ada tertempel di dada Garda yang disebut kristal langit.


Jumat, 01 Agustus 2014

What Zen Thinks about Lovasket Series? (Novel)

Entah kapan saya mulai membaca Lovasket pertama. Tidak terasa sekarang series itu selesai... di novel ke enam...  aku coba ingat-ingat kapan aku baca Lovasket pertama...

...
...

Aku tidak bisa ingat.



Lovasket series mungkin bisa saya sebut sebagai novel teenlit series terpanjang di Indonesia... Jika ada yang lebih panjang, saya tidak tahu. Karena ini berdasar pengetahuan saya saja.  Lovasket ditulis oleh salah satu penulis Teenlit favorit saya Mas Luna Torasyngu... kesampingkan soal menahan peluru pake kain, oke...

Lovasket menceritakan tentang Vira seorang gadis yang bersekolah di SMA Altavia yang sangat basketfreak.  Kesukaannya pada basket tersebutlah jadi inti plot di dalam series ini, sebab itu justru tidak membawa cerita ini jadi seperti layaknya Slam Dunk dimana ceritanya fokus pada turnamen, atau kejuaraan. Tapi lebih fokus pada kehidupan Vira sendiri.

Lovasket pertama menceritakan tentang Vira yang punya power.  Dia orang yang kaya dan sangat terpandang di sekolahnya, hal itu berubah saat Ayah Vira tercegal kasus Korupsi.  Itu pun mengubah hidup Vira dan bahkan harus pindah sekolah.  Kejadian itu bikin dirinya sempat berhenti bersentuhan sama Basket hingga Niken (temannya di Sekolah yang baru) membangkitkan semangatnya lagi.

Mari kita mulai dari Diksi dari seri ini.

Rabu, 14 Mei 2014

What Zen Thinks about Dead Smokers Club?

*lagi ngerokok...

What? I'm Dead Smokers Club member...



Novel ini sudah lama saya baca dan jujur saja bukannya saya ga mau segera review.  Jujur malah saya sudah pernah mereview ini, tapi setelah selesai laptop saya crash dan semua tulisan saya hilang... You know that really piss me off...

Dead Smokers Club ditulis oleh Adham T. Fusama, diterbitkan oleh FIM Kreasindo Gemilang.  Novel ini bercerita tentang seorang cowok bernama Adrian yang berusaha membantu panti asuhan yang dia begitu cintai dengan pindah ke sebuah asrama sekolah bernama T&T Boarding High School.

Tentu saja sekolah itu tidak biasa, di sana bisa dibilang seperti sekolah yang dipenuhi oleh begitu banyak orang aneh dan unik... yeap Waria, Milf, Hacker.. ada di sana.  Lalu, tentu saja seperti banyak cerita lain kalau Adrian pasti terlibat di dalamnya.  Di buku pertama dari seri ini entah nanti jadi seri berapa fokus pada perkenalan yang aku rasa cukup cool dan tidak begitu tell.  Mereka dikenalkan secara langsung seberapa nyentriknya mereka and that's cool..



Plot di novel ini sebenarnya mulai menarik saat mulainya muncul rivalry antar sekolah sebab di situlah mulai tampak konflik yang sebenarnya walau ternyata konflik yang sebenarnya tidak demikian.

Karakterisasi di novel ini menarik untuk diikuti walau banyak karakter, mereka tetap menarik dan sepertinya di buku selanjutnya baru bisa jelas alasan karakter-karakter ini ada dan peran mereka yang sesungguhnya dan saya masih dalam masa menunggu kelanjutannya.  Adrian sendiri sebenarnya hanyalah seorang siswa dengan bakat tepat sasaran, sisanya saya belum menemukan yang spesial dari dia dan apa sih gunanya dia dalam sebuah DSC.

Thinking

Saya tidak bisa benar-benar memberikan review sepenuhnya karena novelnya masih segini. tapi untuk impresi saya tertarik lebih dalam soal DSC... mungkin bakal jadi seperti Order of Phoenix tapi, kita tidak tahu apa yang dipikirkan penulis.

Hal yang saya keluhkan dari novel ini sebenarnya adalah tanda-tanda atau hint dari DSC sendiri.  Kemunculan mereka terlalu tiba-tiba tanpa ada build up yang menarik.  Setidaknya mungkin ada tanda-tanda soal si Adrian pernah melihat orang merokok, sebuah puntung rokok secara tidak sengaja.  Sesuatu akan menarik jika di build up hingga kita mendapatkan sesuatu yang besar di akhir cerita walau tetap menjaga entity tersebut.


Saya tidak perlu panjang-panjang mereview sampai the final series terbit.  Selain cover yang menurut saya juga nyentrik dan sangat berbeda itu pasti mengundang kontroversi... tapi saya pribadi menyatakan kalau saya... cukup tertarik dengannya.  You know what? lambang itu bisa jadi build up khusus...bisa saja lambang itu terpasang di salah satu buku member dan si Adrian melihatnya. That's cool, right?

That's why DSC is... Worth it, Enjoy Your Time with It!




Keterangan verdict.

nilai 1-2 saya akan sebut This will torture your soul to the damn ini artinya apapun yang saya review adalah karya yang amat buruk dan jika kalian maksa buat mainin, nonton, ataubaca akan merusak jiwa kalian.

Nilai 3-4 saya akan sebut Just forget about this and continue your life without it Ini adalah sebuah karya yang tidak pantas diingat dan sebaiknya lupakan karena tidak berartialias buang-buang waktu untuk dilirik.

Nilai 5-6 Saya akan sebut It's good for time wasting artinya kalian bisa menikmati hal ini jika ga ada kerjaan, tidak ada tugas, hanya buat main-main dan tidak ditanggapi serius.

Nilai 7-8 Saya akan sebut This is worth it, Enjoy your time with it! Dengan kata lain karya ini pantas untuk kalian nikmati dan pantas kalian gunakan waktu kalian untuk merasakannya.

Nilai 9-9,5 Saya akan sebut You want through this again! Ini saya maksudkan bahwa karya ini pantas kalian baca lagi, nonton lagi, mainin lagi alias punya high replay value.

Sekarang untuk nilai tertinggi 10 saya akan sebut AMAZEPIC (It's Amazing because it's Epic) ini jelas sebuah karya yang menurut saya benar-benar pantas kalian nikmati dan sangat memorable.  Dapat nilai 10 bukan berarti karya ini flawless.  Tapi, saya cuma menegaskan bagian hal keren dari karya ini jauh lebih banyak dibanding yang jeleknya/flaw-nya.  Ibarat 11 hal bagus dan 1 hal jelek. Seperti itu.

Terima kasih sudah membaca dan saya mau minta pendapat kalian soal apa yang saya akan bicarakan dalam Bullshit Episode next post.

Silahkan pilih, topiknya.

1. Fanservice in anime is overuse?
2. Music Score in gaming
3. Rant about Fanfiction

Follow dan komen.  Follow me on twitter @ZenHorakti.

Sampai jumpa sampai saya memikirkan sesuatu yang lain.

Rabu, 23 Oktober 2013

What Zen Thinks about Unpredictable Love? (Novel)

Sekarang saya sebenarnya mikir siapa yang lebih menyebalkan Bella Swan atau Viela dari novel ini.  Let's check it out!


Unpredictable Love
Penulis  : Ganda Pekasih

 Ini adalah sebuah novel teenlit tentang seorang cowok bernama Topan yang jatuh cinta pada Viela. Viela awalnya memberikan respons yang bagus pada PDKT Topan, namun semua berubah ketika Andi menyerang!

Andi adalah sosok yang tampan, atletis dan pokoknya jadi idola di sekolah tersebut.  Namun, Andi merasa tertarik pada Viela dan menginginkan Viela menjadi pacarnya.  Karena jika tidak, maka Andi akan memacari sahabat Viela yang bernama Ariefasha yang kebetulan lagi patah hati akibat ditolak oleh gebetannya.  Karena itu Topan patah hati dan justru bertemu dengan cewek lain bernama Sheila.

Oke, itu sebenarnya bukan spoiler karena semua tertulis di belakang buku tersebut.

Unpredictable Love sebenarnya benar-benar konsisten dengan judulnya.  Novel teenlit ini memang tidak tertebak jalan plotnya dari awal sampai akhir. Tidak seperti kisah romansa remaja kebanyakan.

Kita mulai dari gaya bahasanya.  Well, penulisnya adalah seorang penulis yang sudah terkenal, Ganda Pekasih. So, gaya menulisnya tentu sudah sangat bagus dan terlatih.  Novel ini punya tipe Multiple First Person of View. 

Jadi novel ini ada POV Topan, Viela, Arief, juga Shiela.  Hal tersebut membantu kita sebagai pembaca untuk mengetahui setiap perasaan karakter dan juga bagaimana pola pikir mereka dalam menghadapi masalah yang ada.

Plot dalam novel ini memang tidak tertebak. Saya tidak bisa memikirkan bagaimana arah cerita dan juga penuh twist.  Yeah, antara twist tersebut bikin saya kaget atau bikin saya jengkel... well, yang bikin jengkel lebih banyak sebenarnya.

Karakterisasi, saya pribadi sangat menyukai karakter Topan. Dia adalah karakter yang paling bersikap realistis di dalam novel ini.  Dia mencoba mendekati Viela, terus dia mundur saat Viela sudah punya kekasih, tapi tetap berharap. Saat si Viela butuh teman, Topan siap membantunya.  Hum, Bagi saya entah kurang apa lagi yang Topan mesti berikan untuk Viela dan cewek itu tetap saja tidak memberikan kejelasan.

Viela saya berikan predikat sebagai cewek paling nyebelin dari semua cewek yang pernah ada di dalam cerita manapun. Yep, is worse then Bella Swan I think, tapi tidak se-mary sue Bella Swan.  Viela tiba-tiba saja jadi pacar Andi dikarenakan Andi merasa si Viela adalah cewek yang pantas untuk sembuhin dari penyakit Gay-nya. 

Viela sama sekali tidak punya perasaan (pada Topan) Dia pernah minta si Topan buat membuat sebuah cerpen untuk mengolok Doranina. Jika Topan bisa membuatnya, si Viela mau mempertimbangkan Topan jadi kekasihnya.  Namun, seenaknya saja, setelah berkata begitu dia menggandeng tangan Andi dan tanya soal cerpen tersebut.  Viela, where is your heart anyway? Have Mercy.  you know Topan likes you and try to make that Short Story and this what you do to him?

Sepanjang cerita semakin benci saya pada Viela.  Dia benar-benar sukses jadi B*tch di dalam novel ini. Okay Viela you are the B*tch you need to die!

Bagaimana dengan karakter lain? Andi bener-bener Gay.  Ariefasha hanyalah cowok yang patah hati. Sheila?  not much to talk about her anyway.

So, novel ini sebenarnya asik dibaca.  Twist yang menarik, kisah cinta yang tidak biasa, juga karakter-karakter yang... yeah antara suka dan ga suka sebenarnya ini bener-bener subjektif.  Settingnya, gaya bahasa yang amat kental teen-nya.  Mix POV ada POV 1 dan POV 3 dan juga Multiple POV 1, kerennya tidak bikin bingung pembacanya.

Well, I say This is Worth it, Enjoy your time With it.

Terima kasih sudah membaca review ini, jika kalian sudah baca novel ini jangan lupa komen tentang pendapat kalian.  Tidak lupa, dengarkan apa kata Yui di samping. Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.


Rabu, 19 Juni 2013

What Zen Thinks about Bleeding Survivor and 13? (Novels)

Fuuh, kebetulan keduanya bertema horor, kenapa tidak disatukan saja.  Mari kita mulai dari Bleeding Survivor.


Diterbitkan oleh GACA
Editor oleh Ara Philomina
Desainer Cover Oleh Ruri Hefni
Ditulis oleh Jacob Julian


Bleeding Survivor adalah sebuah cerita yang mengisahkan tentang Peter Mitt, seorang siswa unpopular yang sering dibully oleh Brent Geng.  Dia punya sahabat bernama Stink (segera tutup hidung!) dan seorang gadis Gothic bernama Dido.  Peter sebenarnya agak-agak tertarik dengan pacar Brent yang bernama Naomi... Well, cukup klise.  Ingat film Dan (Si pemilik cincin menghilang), punya keadaan yang sama.

So, menjadi seorang yang terus dibully, disiksa, disakiti secara tidak adil dan tidak punya pertolongan dari siapapun pastinya Peter berharap bisa lakukan sesuatu demi bisa membalas dendam dirinya pada Brent Geng! So, kenapa judulnya ga jadi Bully Survivor, tapi Bleeding Survivor?  Well, setelah membacanya kau akan ngerti.

Novel ini membawa tema klasik, tentang anak yang dibully dan ternyata dia dapat sejumlah kekuatan untuk membalasnya.  Kekuatan tersebut yang jadi konflik besar nantinya.

Bleeding Survivor menyajikan sebuah setting dan nuansa yang tidak menyenangkan, dikarenakan orang-orang mengalami bully secara tidak manusiawi ditunjukkan oleh penulis secara gamblang sampai-sampai saya ngelus dada.  Saya juga adalah korban bully dulu, tapi saya tipe cuek dan ga peduli dengan apa kata orang lain. Tapi, di novel ini adalah tipe Bully di tradisi barat dan jauh lebih mengerikan dari yang aku bayangkan.

Dimana Popular adalah sesuatu yang amat penting di dalam sekolah dan dimana orang-orang menginjak-injak orang lain seenaknya. Walau dibawa ke plot yang klise dan jujur saja saya bisa menebak nyaris semua plot yang ada.  Namun, karakterisasi di novel ini amat menarik perhatianku.  Karakternya kuat dan konsisten membuat saya bahkan bersimpatik sama beberapa karakternya.  Dido misalnya...

Selain karakterisasi dan setting yang dibangun kuat, novel ini menyajikan beberapa adegan aksi dengan tensi yang tinggi. Peletakannya pun pas. Tidak memaksa pembaca sampai tidak bernafas karena adegan aksi yang ga habis-habis.  Well, it's great eventually.

Konsep soal Bullying ini sebenarnya sudah banyak dibawa.  Namun, yang satu ini punya sedikit keunikan dari buku-buku lain.  For me is readable and enjoyable.  But, not really impressive.

Saya akan berikan Bleeding Survivor 6.5/10 Not bad.  :)  saya pikir mayoritas orang akan enjoy membacanya.  Terutama bagi orang yang pernah merasakan Bully.  We know how you fee, bro.

Sekarang saya lanjutkan ke novel Horor.

13



Diterbitkan oleh Mediakita
Penyunting oleh Jarot Setyaji
Ditulis oleh Dedek Fidelis Sinabutar


First thing first, saya harus berikan jempol buat desain cover. Yaitu... Ferdian. That cover already freak me out.

13 adalah sebuah buku dengan berbagai macam cerita yang ditulis dengan POV 1.  Buku ini dikemas amat unik oleh penulis dimulai dengan warning-warning tentang bagaimana kau membaca buku ini. Jujur saja warning dari buku ini nyaris buat saya tidak mau membaca lebih lanjut.  Tapi, saya sudah janji, jadi saya paksakan untuk baca.  Saat mati lampu, sendiri, di siang hari. Akhirnya karena ga ada kerjaan saya lahap habis buku ini.

Ini adalah buku paling banyak aturan yang pernah saya baca.  Aturan yang ada kemungkinan hanya fiktif dan dibuat-buat sama penulis, tapi memberi sugesti kuat bagi saya untuk menurutinya.  Oke mari kita mulai bicarakan soal isi buku.  Buku ini seperti layaknya sebuah kumpulan cerpen awalnya. Tapi, pelan-pelan saya mulai merasa bahwa buku ini ternyata adalah rangkaian kisah dalam satu setting dan satu tarikan timeline.

Kisah-kisah berdasarkan mitos-mitos yang antara benar dan tidak. Namun, hal begitu sudah amat biasa kita lihat, bukan?  Tapi, buku ini punya daya tarik.  Karena dikemas sedemikian unik. Jujur saja, saya baca banyak novel horor dan cuma yang satu ini bikin saya sempat lupa bernafas dan membuat tubuh saya kaku beberapa saat.  Karena apa? Cara sang penulis mendeskripsikan keadaan di dalam novel ini benar-benar menakutkan.

Soal karakterisasi? Saya jujur saja mengalami absurditas, bagaimana tidak? Saya bahkan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi?  Saya bertanya-tanya, namun justru itu membuat buku ini kesan horornya semakin terasa.  Sang penulis benar-benar membawa saya ke dalam dunia di dalam buku dan membuat saya merasakan penuh horor dan mitos yang ada.

Karena secara tidak langsung penulis seorang menceritakan pada saya, pengalaman-pengalaman yang saya alami adalah sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal aneh tak kasat mata.

Yang saya agak keluhkan dari novel ini adalah beberapa kali tulisan yang diulang-ulang. Walau repetitif, tapi tidak masalah sebenarnya.  Beberapa plot klise, tapi dikemas dengan apik membuat nih buku saya acungi jempol. Makasih karena bikin saya merinding dangdut!

Saatnya untuk Final Verdict untuk buku 13 saya berikan 9/10. What a great horror experience.

Terima kasih sudah membaca review saya.  Jangan lupa dengarkan kata Yui di samping.
<==

sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.

Sabtu, 15 Juni 2013

What Zen Thinks about Paris? (Novel)

Satu lagi review untuk novel pemberian kekasihku sebagai hadiah ultah.  PARIS Aline!


PARIS Aline
Diterbitkan oleh GagasMedia
Editor : eNHa
Proofreader : Gita Romadhona dan Ibnu Rizal
Desain sampul : Jeffri Fernando
Ilustrasi isi : Diani Apsari

Melihat Covernya tentu saja tidak ada yang istimewa darinya. Hanya sebuah tuisan judul, nama penulis dengan background berwarna biru pudar.  Apa tidak sebaiknya ada menara eiffel di sana?  Ya, ada di dalamnya.


Cover desain sudah amat menarik.  Di bagian belakang tertulis pesan dari sang editor tentang apa sih yang menarik dari buku ini.  Sedikit darinya, saya akan jabarkan lebih dalam.  Oke, masuk ke review.

Novel Paris Aline bercerita tentang karakter utama yang bernama Aline yang mengalami patah hati disebabkan oleh seseorang yang dia sukai malah pacaran dengan orang lain.  Di masa galaunya dia bertemu dengan cowok bernama Aleous Sena (bukan kobayakawa Sena) yang misterius dan penuh dengan hal yang keanehan.  Sementara Aline secara tidak sengaja malah friendzone dengan Ezra (bukan Erza dari Fairy Tail).

Cerita ini fokus pada bagaimana Aline menghadapi masalah-masalah tentang dirinya dengan Sena dengan setting Paris.  Gaya penceritaan novel ini amat luwes dan mudah dimengerti, hal tersebutlah yang membuat saya betah untuk membacanya dari awal sampai akhir dalam waktu amat singkat.  Banyaknya penggunaan kata-kata bahasa Paris membuat kesan Paris terasa amat kental.

Plot Paris amat sederhana dan bahkan terkesan klise.  Tapi, saya harus bilang Klise tidak berarti jelek, karena masih banyak unsur lain dari novel ini yang bisa dinikmati.  Saya mulai dari Karakterisasi.

Karakterisasi di novel ini sangat bagus.  Setiap karkater berkesan berbeda.  Terutama Sena, dia misterius, bawel dan blak-blakan.  Dia yang membuat saya terus membaca novel ini sampai akhir.  Karena dia terus mengundang tanya.  Ezra adalah seorang karakter yang kalem, baik, namun karena terlalu kalem, dia jadi tidak begitu diperhatikan.  Karakter utama sendiri alias Aline juga digambarkan sebagai cewek yang unik, di mana dirinya adalah orang yang antara selalu mengalah dan suka melawan.

Twist di novel ini amat tidak terduga dan dijabarkan dengan apik.  That's Great.  Novel ini juga menyajikan setting Paris tanpa adegan di menara Eiffel!  Hei, tapi itukan trademark Paris! Yah, tapi itu mainstream! Novel ini justru membawa pembaca ke tempat-tempat lain yang lebih unik, seperti Place de la Bastille.

Keistimewaan dari novel ini juga terdapat pada layout-nya.  Halaman didesain unik dan memorable, dimana gambar ilustrasi juga dibuat dengan ciri khas yang menarik, juga ada bagian diary dan kondisi karakter yang aku harus katakan, itu adalah keren!

Now is time for Final Verdict, PARIS Aline saya berikan 7/10 karena membaca ini bisa membuat saya lebih kenal Paris dan belajar Bahasa Perancis sedikit-sedikit.  Hehe...

Terima kasih sudah membaca dan jangan lupa dengarkan apa kata Yui di samping.

Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.



Sabtu, 25 Mei 2013

What Zen Thinks about Beda tapi Cinta (Novel)?

Saya sudah cukup antisipasi buku ini dan akhirnya inilah saatnya untuk mereview Beda Tapi Cinta!


Ditulis oleh Hardy Zhu
Penerbit : Zettu Publisher
 Cover Designer : Lutfi Fuad
Editor : Budy Darmawan
ISBN : 978-602-7735-94-1

Beda Tapi Cinta adalah sebuah romanse remaja dengan bercerita tentang seorang ART (Asisten Rumah Tangga) yang awalnya bekerja di sebuah rumah dan sering dijahili oleh tiga anak sang majikan.  Dia adalah seorang Imigran yang ke Jakarta buat bekerja dan lanjut sekolah.

Latar belakang Fera (karakter utama) cukup unik.  Namun, kesan pertama yang saya rasakan adalah sinetron, namun setelah baca beberapa bab, Tidak sampe level itu juga.  Ada yang bisa dinikmati.  Kemudian, karena dia terlambat sekolah Fera tidak bisa melewati gerbang dan di sana dia bertemu dengan Uno yang bisa lewati pagar tersebut, sementara Fera tidak diizinkan.

Sifat Fera dalam novel ini adalah salah satu yang bisa menghibur pembaca. Karakter dia nyentrik, doyan es krim, dan berani.  Dia tidak suka mengalah dan cukup blak-blakan.  Karena menjalani hidup yang keras, membuat cewek ini jadi nyentrik begini. Saya menikmati buku ini salah satunya adalah menikmati bagaimana dia bereaksi pada kejadian-kejadian yang ada.

Plot utama di sini, adalah  Fera dan Uno adalah sepasang kekasih di sini... nantinya sih.  Spoiler? no! baca saja di sinopsisnya.  Tapi, yang jadi pertanyaan bagaimana mereka bisa jadi sepasang kekasih?  Just read it and finding out!

Selain karakter, plot juga menarik di dalam novel ini.  Dari satu plot ke plot yang lain straight forward dan tidak neko-neko.  Bahkan, tidak ada flashback berarti.  Intinya Fera bertemu Uno, karena suatu kejadian, mereka saling care, lalu jatuh cinta.  Fokus utama di sini adalah karakter utama Fera dan Uno benar-benar berbeda, seperti layaknya judulnya.  Fera karakter yang bersifat enerjik, tomboy, sementara Uno bersikap dingin, berandalan dan seenaknya.

Sebenarnya, jujur seluruh plot, jalan cerita tertebak sejak awal. Semuanya terkesan klise.  Namun, di balik itu, this novel still enjoyable.  Ada beberapa hal yang saya pikirkan.  Bagaimana Fera dan Adel bisa jadi sahabatan.  Kenapa Adel begitu care dengan Fera yang seorang imigran dan seorang ART?  Aku sih merasa penulis bisa kasih alasan ikatan antara mereka lebih dalam.  Rasanya kurang enak aja, rasa care si Adel amat mengagumkan rasanya kalau cuma berdasar sobatan, pasti ada sesuatu yang pernah Fera lakuin dan  bikin Adel merasa itu amat memorable baginya.

Gaya bahasa dari novel ini asik, fresh dan meremaja sekali.   Saya bahkan bisa membacanya dalam waktu amat singkat. Tidak perlu banyak berpikir untuk mengerti ceritanya.  Settingnya jelas, dialog yang terjadi terkesan natural dan tidak janggal.

Saya tidak perlu memberikan review panjang-panjang. Beda Tapi Cinta is good Novel, enjoyable, linear, dan cukup seru.  Tapi, aku butuh epilog. Aku ingin tahu apa yang terjadi setelah ortu Uno tahu hubungan anaknya dengan Fera.

Oke, saatnya untuk Final Verdict, novel ini saya berikan 7/10! Not really memorable. Tapi, bisa dinikmati oleh para pecinta teenlit.  Terima kasih sudah membaca review-ku.  Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi. :)

Jumat, 03 Mei 2013

What Zen Thinks about Seperti Bintang (Novel)?

Hari ini saya benar-benar lelah karena harus mengurus SIM A dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore, tapi selama menunggu saya berhasil menyelesaikan membaca Novel Seperti Bintang.



Seperti Bintang
Regina Feby
Editor : Indah S. Pratidina
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 2005

It's Old, but Gold.
Novel Seperti Bintang adalah sebuah tatanan kisah yang menarik yang nyaman dibaca dari awal sampai akhir bagi siapapun yang menyukai teenlit.  Well, walau novel ini lama, tapi aku masih menemukannya di toko buku, saya membelinya setahun lalu dan baru saya baca sekarang.  For some reason I feel like do some sins...

Ceritanya sendiri adalah klasik persahabatan ala teenlit Indonesia. Empat sahabat yang bakal lulus SMA dan akan terpisah karena kuliah di berbeda-beda tempat, ada yang di Bandung, Jakarta, bahkan sampai ke Amerika.  Empat karakter punya sifat unik dari Mandy (namanya juga Mandy jadi dia suka mandi di kolam renang.  Ortunya sudah menyiapkan semua ternyata) seorang atlit renang yang kerjanya nyemplung air saat bangun dan sebelum tidur, Lala yang cerewet luar biasa, April yang tu-la-lit dan over lola, sementara Niken yang disebut-sebut sebagai cewek perfect.

Mereka mau melakukan semacam perjalanan ke sebuah tempat sebelum mereka pisah, mereka ingin melakukan semacam sesuatu yang tidak pernah mereka lakuin sebelumnya.  Akhirnya sebuah ide gila muncul, mereka mau ke Bali dari Jakarta naik mobil lalu naik Ferry.

Awalnya pasti sulit menerima ajakan tersebut.  Beberapa teman mereka yang punya masalah masing-masing.  Akhirnya mereka tetaplah menerima ajakan tersebut demi lari dari kenyataan, pertama Lala yang lari karena ortunya akan bercerai, Mandy yang sudah muak dengan air, Niken yang marah sama pacar rahasianya karena diduga selingkuh.

Sepanjang perjalanan, mereka menikmati tiap detik perjalanan mereka.  Sampai akhirnya masalah terjadi, saat rahasia mereka semua terbongkar dan membuat liburan mereka kacau balau.

Itu semua bukan spoiler, bahkan kalian bisa baca semuanya di bagian belakang buku.  Jadi di belakang buku, sudah membeberkan main plot.  Entah itu bagus atau tidak, for me rasanya agak sebel karena sudah begitu banyak inti cerita yang dibeberkan, membuat saya jadi agak kurang menikmati twist yang ada.

Aku cukup betah menikmati jalinan cerita yang ada, dari karakter yang kuat dari setiap karakter yang ada, juga kisah cinta antar karakter cewek dan cowok juga bagus, bahkan ada karakter yang melakukan friendzone karena dia karakter yang over tulalit dan telat sadar sama semua keadaan yang ada.

Salah satu yang bikin saya benar-benar menikmati jalan cerita dari awal sampai akhir walau tanpa twist berarti dan plot yang terkesan klise.  Adalah gaya bahasa dan joke-joke khas anak muda yang menarik.  Interaksi antar karakter terkesan natural dan benar-benar nyaman dibaca.

Plot terkesan amat gampang tertebak.  Empat cewek, punya rahasia masing-masing, punya masalah.  Lalu klimaks dimana semuanya marahan dan persahabatan mereka nyaris hancur, lalu mereka baikan dan semua baik-baik saja.  Klise tapi menarik.  Tidak ada twist-twist yang memorable, semuanya malah sudah dijelaskan di sinopsis di belakang buku. Andai tidak dijelaskan, mungkin akan lebih kuat kesan twist-nya.

Jadi apa lagi yang memikat dari novel ini?  Aku akan bilang adalah jalinan romance-nya.  Dari Niken dengan kekasihnya, Mandy yang secara tidak disangka punya pengagum tersembunyi, Apa lagi April dan Ivan selalu mengundang tawa.

So, not much to say.... But, this is a good teenlit.  Judulnya Seperti Bintang akan dijelaskan filosofinya di ending.  Find it out!

Sudah saatnya Final Verdict untuk Seperti Bintang adalah 7/10 walau bagiku novel ini punya plot yang tergolong biasa, tetap enjoyable.  terutama bagi kalian yang suka cerita teenlit.  Ini bisa jadi bacaan bagus.

Terima kasih sudah membaca sampai jumpa sampai saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.

Jumat, 29 Maret 2013

What Zen Thinks about My Lovely Gangster?

Mayoritas orang-orang mengenal nama Putu Felisia sebagai penulis Crime Romance dan salah satu penyebabnya adalah novel ini.


My Lovely Gangster
Putu Felisia
Diterbitkan oleh Media Pressindo
Sampul oleh Julian

Plot utama di sini adalah Eri terjebak di dalam dunia mafia karena secara tidak mengejutkan, ternyata sang mendiang Ibu angkatnya adalah istri seorang mafia bernama Maximus.  So, mau tidak mau Eri yang seorang gadis biasa yang tidak punya keistimewaan apa-apa masuk ke dalam dunia mafia dan harus berurusan dengan orang-orang Yakuza.  Kemudian karena hanya berkomentar tentang Kuga Eri harus terjerat oleh Kuga yang menginginkannya, sementara Eri sendiri jatuh cinta pada Sky.

Sebenarnya yang paling menarik dari novel ini adalah betapa bagusnya sang penulis memperlihatkan atmosfer dari dunia mafia, di mana orang-orang yang bertindak seenaknya, yang paling kuat dialah yang menang. Perebutan tahta, wanita, juga uang.  Benar-benar menunjukkan seperti itulah dunia mafia tersebut.  Itu adalah suatu kelebihan dari novel.

Mari kita fokus ke hal lainnya.  Novel ini bergenre Crime Romance, jadi kita harus juga melihat aspek romansa-nya.  Salah satu kelebihan dari sang penulis dari setiap karya-karya Crime Romance-nya adalah merancang karakter badass yang bener-bener bikin cewek meleleh.  Yaitu Kuga, cowok playboy ini awalnya saya sangat benci nih cowok. Dia benar-benar semena-mena. Dimatanya cewek adalah mainan yang akan dia dapat selama dirinya punya ketenaran dan juga uang.

Namun, berbeda bagi Eri.  Eri justru amat jijik padanya, karena Kuga memang terus menyiksa batinnya, memperlakukannya sesuka hati, bahkan melakukan tindak pelecehan seksual seenaknya!  Inilah kenapa aku benci Kuga di awal cerita. Namun, semakin akhir... justru saya amat merasa bahwa Kuga karakter yang keren... terutama saat chapter Cemburu, saya malah merasa melihat cerminan diri saya pada Kuga.

Kisah berjalan cepat, mengingat novel ini tidaklah terlalu tebal, punya arah plot yang jelas, lalu final fight juga cukup memuaskan.  Ending yang menarik, namun tidak ada twist yang begitu mengesankan, yang paling aku suka dari Novel ini adalah romansa dan karakterisasinya.

Kuga seorang playboy yang semena-mena tapi menunjukkan sisi lelaki yang luar biasa.  Yaitu berani melakukan apapun untuk melindungi kekasihnya.




Sky yang berusaha melindungiyang dia cintai tapi dengan cara menjauhkannya dari masalah.
Eri yang sebenarnya tidak punya apa-apa yang istimewa, namun dia berani melawan sang Ketua Yakuza
Jade Judy cewek tomboy yang ahli bertarung, namun penyayang.

Alasan-alasan terjadinya rival dan saling benci antar karakter jelas, dan tidak meninggalkan plothole.  Porsi antara dunia mafia dan juga romansa-nya saya rasa cukup pas.  Justru penyebab kenapa novel ini menarik adalah rayuan-rayuan dari Kuga yang terkesan elegan.

Saya suka bagaimana cara dia meluluhkan hati Eri yang awalnya benci sampe jadi tergila-gila padanya.

Kuga dan Eri

So Saya tidak banyak komentar.  Intinya jika tertarik dengan romansa dunia mafia, ini adalah salah satu pilihan yang tepat. 

Final Verdict dari My Lovely Gangster adalah 7/10.  It's great novel.

Sampai jumpa.  Kita ketemu lagi saat saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.

:D


Selasa, 19 Maret 2013

What Zen Thinks about Maurin?

Membaca sebuah cerita dan juga belajar menjadi penulis?  That awesome.  And this is great book for you!


Judul : Maurin
Penulis : Reni Erina
Penerbit : Cokelat Kopi
Perancang Sampul : Alianto + CeKa Design
ISBN : 978-602-19464-2-8

Sang Peri Teenlit berkarya satu novel lagi, setelah ADSC (Album Dangdut dan Sekotak Cokelat) kini Mbak Reni menulis Maurin.  Cerita Maurin adalah kisah tentang Gea, cewek yang paling cuek sepanjang sekolah yang dia lihat hanyalah Tab-nya dan memainkan game terus-terusan untuk mendapatkan high Score. Namun, ada kewajiban seorang siswa untuk punya minimal satu ekstrakulikuler.  Gea yang punya masalah hidup di dunianya sendiri, jelas tidak cocok dengan semua Ekskul, akhirnya dia pun ikut-ikutan dengan temannya Sherly masuk ke ekskul Jurnalis.

Gea hanya masuk ke sana hanya untuk ikut-ikutan, dia cuek bebek dengan semuanya.  Bahkan dia tidak peduli dengan narasumber penulis yang terkenal bernama Maurin.  Yah dialah sang guru yang cantik, pesolek, centil, persis seperti sang penulis :D

Di situlah ceritanya dimulai.  Bagaimana si Gea bisa melunak dan mencintai dunia menulis.  Well, that is main idea.  Itu bukanlah sebuah spoiler, karena sudah dijelaskan sejak awal di sinopsis.  Tapi, proses ke sana adalah yang bisa dinikmati.

This is not just teenlit Story.  Itulah point plus di novel ini. Bukan hanya menceritakan kehidupan remaja yang tidak suka dengan dunianya selain game di Tab-nya.  Karakterisasi di novel ini juga Gea yang penyendiri dan gamerholic, Maurin yang centik dan pesolek, Sherly yang "Eh, tahu nggak..." Seto yang ramah dan dewasa.  Soal karakterisasi di sini semua memang punya sifat yang kontras.

Setting yang fokus pada ekskul dan sekolah juga terasa sekali.  Semua orang bersikap sebagaimana mestinya.  Namun gaya lebai dari beberapa karakter memang dirancang annoying dan sukses besar. Sikap Sherly memang dirancang begitu dan rasanya saya mau tip X semua kata 'Eh, tahu nggak'-nya dia! DX



"Sherly can you Shut Up!"
 Well, sejauh ini ada dua karakter over lebai yang dirancang oleh Mbak Erin yaitu, si Omaigot dan Eh, tahu nggak.  Walau si Sherly jauh lebih cerewet daripada si Omaigot.  Saya kadang mikir bagaimana kalau Sherly bertemu dengan Lea dari Bodyguard Bawel.  That's gonna be awesome.  Walau saya sih lebih memilih mendengar kebawelan si Lea dibanding Sherly, karena kadang penuh pengetahuan juga.

Membaca sambil belajar menulis.  Itulah yang diberikan novel ini, ceritanya simpel dan singkat.  Di sana dijelaskan apa saja yang kamu butuhkan dalam dunia menulis, bagaimana merancang plot, membuat karakter, soal plagiat, dan berbagai hal dasar-dasar menulis. 

I have fun read this book.  Karena bukan sekedar buku cerita. 

Sudah saatnya untuk Final Verdict, Maurin saya berikan 7/10 karena ini adalah novel yang bagus.  Namun, persiapkan dirimu pada Sherly! oke, oke!

Semoga kalian menikmati review ini, kita bertemu lagi jika saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.