Tampilkan postingan dengan label Game Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Game Review. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 Agustus 2014

What Zen Thinks about Cut The Rope Series?

AWWW, Om Nom so damn CUTE!



Cut The Rope adalah game simpel yang dibuat oleh Zeptolab. Sebuah perusahaan game Rusia yang memang sangat terkenal denagn game Cut the Rope.

Cut The Rope adalah sebuah game simpel, tapi penuh dengan charm-nya sendiri.  Story utamanya adalah player bertemu dengan Om Nom, seekor hewan spesial berwarna hijau bulat ini sangat suka dengan permen. Sepanjang game yang kita lakukan adalah memberinya makan permen.  Tapi, semakin lama semakin tricky dan juga makin banyak cara yang dilakukan untuk memberi Om Nom makan.

Cut The Rope merupakan game yang sangat charming. Mari kita bicarakan soal grafik.


Sabtu, 19 Juli 2014

What Zen Thinks about Tales of Eternia? (Games)

Setelah sekian lama saya main game ini, baru sekarang saya ada waktu untuk mereviewnya. So, tidak perlu ditunggu lagi, inilah Tales of Eternia atau disebut juga Tales of Destiny 2 di US.


Tales of Eternia disebut Tales of Destiny 2 karena miskomunikasi antara Namco Jepang dan Namco di US.  Versi yang saya mainkan versi PSP, by the way.

Tales of Eternia bercerita tentang Reid dan Farah yang bertemu dengan seorang Alien mungil bernama Meredy (yang bahkan punya aksara dan bahasa sendiri).  Demi mengetahui siapa Meredy, mereka menemui sahabat lama mereka yaitu Keele.  Perjalanan ini justru membawa mereka makin jauh dan mendapati bahwa tempat asal Meredy punya misteri tersendiri yang mereka harus jelajahi.  Juga banyak rahasia tentang Reid yang diungkap.

Sabtu, 25 Januari 2014

What Zen Thinks about Legend of Heroes : Tears of vermillion? (PSP Games)



Ayo kita melihat salah satu marathon yang konstan di game ini.




Legend of Heroes : A Tears of Vermillion.
Developed by Falcom and Microvision
Published by Bandai
Platform : PSP

Legend of Heroes adalah game dimana saat kamu memainkannya dan kamu sadar kalau game ini begitu hafal dengan standar RPG yang kau kenal selama ini.  Game ini dimulai dengan penyerangan sebuah tempat oleh Lord Bellias yang ingin mencari seorang gadis yang disebut sebagai Durga’s Daughter.  Dia adalah Eimelle adik dari Avin, mereka begitu dekat karena Eimelle dan Avin kehilangan ortu mereka.



Kejadian ini menyebabkan Avin dan Eimelle terpisah.  Avin kini tinggal bersama seorang sage Lemuras dan dia pun menjadi murid Sage tersebut di sebuah desa terpencil.  Selain itu Avin juga berteman dengan Mile.  Cerita pun dilanjutkan setelah Avin dan Mile berumur 18 tahun di sinilah saat Lemuras meninggal. Avin dan Mile pun mulai perjalanan untuk mencari Eimelle.



Dimulai dari grafik, game ini cukup step up dari versi awalnya di PS1 yang tidak dirilis keluar.  Setiap kali berdialog karaktermu akan muncul di layar dengan berbagai ekspresi yang menunjukkan bagaimana dirinya di dalam cerita tersebut.  Setidaknya, tidak seperti di Crimson Gem Saga dimana karakternya digambar besar-besar tapi ga memperlihatkan ekspresi karakternya.  It’s pointless.



Dari segi gameplay, game ini memberimu kuantitas item yang sangat mengecewakan.  Oke, mayoritas game kuantiti per item adalah 99, terus jika kalian melihat Star Ocean, itu batasnya 20 Item, di tales series 16 item.  Tapi di game ini, kamu Cuma bisa bawa 10 item.  Saya sangat sering kehabisan karena itemnya sedikit sekali.  


Selain itu kamu punya pet, yah seekor kelinci yang entah siapa namanya.  Setiap kali dia menemukan sesuatu, kamu dekati dia dan tekan X maka dia akan memberikan item tersebut.  Dia juga perlu dikasih makan, walau menurut saya tidak ada sesuatu yang spesial dari memberinya makan, tidak ada indikasi dia lapar, tidak ada indikasi perbedaan efek makanan terhadap kelinci tersebut. 




Kelinci ini juga bisa bantu dalam battle, jika ada tanda love di kepalanya, dia akan memberikan stat effect pada karaktermu, jika muncul tanda marah maka dia akan jatuhkan batu besar dia tas musuhmu…(entah gimana caranya)



Navigasinya lumayan, aku Cuma masih kesal dengan game di konsol advance yang tidak punya map system.  Setidaknya kamu punya map, yah kadang-kadang juga ga begitu membantu.  
 
Saat berbelanja, weapon-weapon tidak ada deskripsi yang menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari senjata itu.  Hanya sebatas memperlihatkan perubahan statusmu.  Well, it’s okay, right? NO! setiap senjata seharusnya punya deskripsi dimana kita bisa tahu kemampuanya, bisa saja senjata itu bisa punya element effect, Status effect, di sini kamu tidak akan tahu soal itu karena bener-bener tidak ada penjelasan.



Sekarang saya akan jelaskan system battle-nya, pertama tidak ada random battle, kamu battle hanya jika menyentuh musuhnya.  Jika musuhnya marah maka dia akan mengejarmu, jika dia takut dia akan menjauhimu (andai kamu sudah over level). 


Game ini punya system battle seperti Grandia III sebenarnya, dimana semua karakter ada di sebuah field. 
Setiap karakter punya batasan jarak serang dan jarak gerak sendiri-sendiri. Jadi kamu bisa mengendalikan posisinya dan punya dampak yang signifikan dengan jalannya pertarungan.  


Karakter punya tiga meter. HP meter, MP Meter, dan Power Meter. HP dan MP jelas kalian sudah tahu apa gunanya, Power meter berguna jika sudah penuh kamu bisa mengeluarkan jurus khusus yang kuat.  


Di game ini punya serangan biasa, Magic, dan skills.  Skills tidak menggunakan MP sementara Magic menggunakan MP.
Tingkat kesulitan di game ini tidak seberapa, aku hanya kesulitan di dua battle saja. Battle lawan Fatima dan melawan Final Boss. Sisanya, tidak begitu mengganggu.
Karakterisasi di game ini sangat mediocore.  Karakter utama memang careable, tapi menurut saya tidak begitu memikat. 


Saya lebih tertarik sama Karakter utamanya Ceweknya yaitu Rutice, karakter yang satu ini sangat dependable. Dia punya skill, magic, dan serangan yang bagus, dia bahkan bisa Black and White Magic.  I have to say she is best character in the game.  Aku juga suka romance interest antar dua karakter ini.  Mereka saling care dalam gaya yang menarik. Tapi, masih sangat meh jika dibandingkan dengan romance-romance dari RPG lain yang saya tahu…


Avin adalah sosok yang pemarah dan mudah terbawa oleh suasana, sementara si Mile lebih tenang dan selalu membuat Avin bisa kembali tenang agar dia tidak bertindak gegabah. Mereka sudah punya chemistrie sebagai sahabat yang cocok dan saling mendukung.


Bagaimana plot dan Story?
Hahaha… *berusaha tenang dulu.  It’s marathon of Mediocorecity, intinya game ini benar-benar pakai plot standar yang sudah kalian kenal sejak Era SNES. 
Ini agak spoiler, so I give you warning.

  1. Karakter utama mencari adiknya yang katanya adalah kunci untuk membangkitkan iblis untuk menghancurkan dunia (check) I seen that before.
  2.  Sahabat si MC dikira mati padahal tidak, (check)
  3.  Karakter jahat jadi baik karena si chara baik menolongnya dan malah jatuh cinta padanya, (check)
  4.  Sahabat karakter jadi jahat saat muncul kembali karena dikendalikan… (check)
  5.  Final Boss ingin hancurkan dunia karena dia piker dunia sudah jelek (check)
  6.  Si sahabat jadi baik lagi di akhir cerita (check) 
  7. Final Boss menjelaskan semua secara penuh alasan dia menjadi ketua Octum Apostles, (Check).
  8. Kenapa banyak RPG yang memutuskan untuk habis tepat saat si MC cewek dan MC Cowok mau menyatakan cinta.  (check)
Mediocore sekali untuk story-nya. Gamenya juga amat to do point.  Gamenya tidak banyak variasi, hanya fokus ke plot utama. Entah karena saya belum menemukannya, atau bagaimana.  Intinya gamenya terkesan linear sekali.


Fitur-fitur di game ini tidak banyak, bahkan seingatku tidak ada ekstra dungeon atau semacamnya.  Salah satu fitur favoritku adalah Karamus the writer, kenapa dia? Dia membuat cerita berdasarkan pengalaman si Ravin.  Yups sebuah novel, dan lucunya cerita dia lebih bagus dibandingkan kisah si Ravin sendiri.


Di game ini kamu bertemu banyak karakter.  Mereka akan silih berganti tergantung plot. Ini sih soal pendapat pribadi, tapi saya tidak suka dengan hal begini.  Lebih baik karakternya sedikit dan fokus daripada karakter yang banyak tapi mereka terbatas oleh Plot. 

Eimelle it is really cute


Andai karakternya banyak kenapa tidak membiarkan gamer menentukan siapa saja yang mereka suka dan dipakai untuk melawan final boss.  Kenapa tidak seperti Chrono Cross atau Suikoden.  Hingga kita punya Member tim yang tetap?  Well, itu sudah ketentuan gamenya, what you can do anyway.

Boy? really, Tell me what this boy have to show he is a boy?

Ada beberapa karakter yang menarik selain karakter-karakter utama. Seperti Douglas yang berusaha menguatkan diri agar dia pantas memakai Thunder Sword, lalu ada cowok trap yang cantik Rael, dan banyak karakter lain.  Kadang-kadang membuat saya merasa disorientasi.


Jadi bagaimana pendapat saya soal Legend of Heroes : Tears of Vermillion? This is good to Time Wasting. Yah jika kamu tidak ada RPG lain yang lebih menarik, mungkin kalian bisa coba-coba game ini. 

Keterangan :

nilai 1-2 saya akan sebut This will torture your soul to the damn ini artinya apapun yang saya review adalah karya yang amat buruk dan jika kalian maksa buat mainin, nonton, atau baca akan merusak jiwa kalian.

Nilai 3-4 saya akan sebut Just forget about this and continue your life without it Ini adalah sebuah karya yang tidak pantas diingat dan sebaiknya lupakan karena tidak berarti alias buang-buang waktu untuk dilirik.

Nilai 5-6 Saya akan sebut It's good to time wasting artinya kalian bisa menikmati hal ini jika ga ada kerjaan, tidak ada tugas, hanya buat main-main dan tidak ditanggapi serius.

Nilai 7-8 Saya akan sebut This is worth it, Enjoy your time with it! Dengan kata lain karya ini pantas untuk kalian nikmati dan pantas kalian gunakan waktu kalian untuk merasakannya.

Nilai 9-9,5 Saya akan sebut You want through this again! Ini saya maksudkan bahwa karya ini pantas kalian baca lagi, nonton lagi, mainin lagi alias punya high replay value.

Sekarang untuk nilai tertinggi 10 saya akan sebut AMAZEPIC (It's Amazing because it's Epic) ini jelas sebuah karya yang menurut saya benar-benar pantas kalian nikmati dan sangat memorable.  Dapat nilai 10 bukan berarti karya ini flawless.  Tapi, saya cuma menegaskan bagian hal keren dari karya ini jauh lebih banyak dibanding yang jeleknya/flaw-nya.  Ibarat 11 hal bagus dan 1 hal jelek. Seperti itu.

Terima kasih karena sudah membaca review ini. Apa kalian pernah memainkan Legend of Heroes series? JIka pernah yang mana kalian pernah mainkan dan yang mana favorit kalian.  Komen di bawah!

Jangan lupa untuk mendengar apa yang dikatakan Yui di samping!

Minggu, 17 November 2013

What Zen Thinks about Crimson Gem Saga? (Game)

Kalian tahu kalau Crimson Gem Saga adalah Asthonishia Story 2...  Apa kalian mulai skeptis?


Crimson Gem Saga/Asthonishia Story 2/Garnet Chronicle

Diterbitkan oleh Atlus
Didevelop oleh IronNos
Platform di PSP

Jika kalian membaca review Asthonishia Story di postingan sebelumnya.  Wajar kalian skeptis sama game yang satu ini. Tapi, penerbitnya Atlus... seharusnya ini bagus bukan?

Crimson Gem Saga memulai cerita yang sama dengan Asthonishia Story 1.  Karakter utama Killian yang telat bangun saat terjadi upacara kelulusannya dari pelatihan paladin.  Dia selalu jadi runner up dari Gutterian.  Well, saya pribadi agak bingung.  Nama panjang Killian adalah Killian von Rohcoff, sementara nama Gutterian adalah Herbert von Gutterian.  Hum... well, not good first impression I think.

Kemudian Killian mendapat rekomendasi untuk menjadi seorang Paladin di salah satu perbatasan. Di jalan dia bertemu dengan Spinel yang mencuri dompetnya.  Saat mau melakukan peresmian, seorang Lelaki membuat satu batalion Paladin mati kecuali Killian yang diselamatkan Spinel.

Oke, looks soo familier, right?  Bukankah si Lloyd juga demikian.  Saat mau mengantar Sacred Wand, dia diserang, semua mati kecuali dirinya sendiri.  Setelah kejadian ini dia pun melakukan perjalanan bersama Spinel untuk menemukan Wicked Stone. That's the beginning Killian journey.

Well, that's not really good. Tapi, sekarnag adalah saat-saat menariknya.  perubahan pertama yang terlihat adalah dari TBS (turn based strategi) menjadi TBC (turn based combat) di Asthonishia story 1, game menjadi random battle dengan TBS.  Tapi di sini, sudah menjadi klasik TBC dengan beberapa inovasi menarik. 


Inovasi pertama adalah no random battle.  Yups, di Asthonishia Story kamu cuma no random battle jika di world Map, tapi di game ini di dungeon maupun di world map sama-sama no random battle.  Formasi di game ini tidak ada gunanya sebenarnya, walau karaktermu berada paling belakang, musuh bisa menyerangnya langsung tanpa magic.  Well, tidak seperti Valkyrie Profile yang dimana formasi memang punya peran besar di dalam combat.


Di sini hal yang sangat menarik untuk kita perhatikan dari game ini.  Dalam mayoritas game kadang kamu tidak bisa mengendalikan kamu ambush enemy atau kamu d-ambush oleh enemy. Di game ini kamu bisa. Jika kamu menyentuh musuh sebelum tanda seru muncul di kepala mereka...



Maka kamu akan dapat serangan duluan dan... benar-benar punya damage yang luar biasa. 


Tapi jangan sampai musuh ambush kamu mereka bisa membunuh satu party-mu.  Inilah tantangannya, musuh-musuh di game ini tergolong sulit, asiknya sih game ini mudah untuk level up.


Game ini bukanlah tipe dimana kamu harus level up untuk mendapatkan jurus-jurus.  Tidak, bukan begitu. untuk mendapatkan jurus-jurus kamu harus sering battle dan mendapatkan Skill Points dan gunakan itu untuk membuka Skill Tree.


Combat system-nya sebenarnya mengingatkan aku pada Atelier Iris, tapi lebih sempit. Di Atelier Iris, ada kartu-kartu kosong yang bisa di isi. Di sini semua terisi ally party or enemy party.  Skill-skill sangat banyak dan berbeda tergantung pada karakter masing-masing. 


Ini membuat gameplay menantang, menarik dan juga asik untuk menjaga gamer terhibur sepanjang game. bukan Sistem TBS yang tidak menantang sama sekali.  Musuh variatif dan juga unik. Ada yang tidak bisa dikalahkan magic tertentu, elemen tertentu, juga kadang tidak bisa dilukai dengan serangan fisik.


Musuh-Musuh yang paling nyebelin adalah yang bisa memberikan bad status pada karakter-karaktermu.  Confusion, Paralyze dan poison.  Tentu saja yang paling nyebelin adalah kalau kena Confusion, karena karaktermu bakal menyerang temannya sendiri. 

Di dalam combat, kamu bisa menggabungkan serangan dari dua karakter sampai empat karakter sekaligus.


Grafik dalam game ini sebenarnya bagus, setidaknya untuk standar 2D RPG.  lebih bagus dari Legend of Heroes setidaknya.  Terus Spinel di dalam battle boob-nya giggle mulu :v... yang paling bagus dari grafis dan animasi di game ini adalah saat karakter mati, mereka mati dengan epik.  senjata mereka jatuh dan pelan-pelan tubuhnya rubuh, seolah mati dengan heroik sekali.

Yang agak nyebelin di game ini adalah karakter saat berdialog tidak mengalami perubahan ekspresi.  Bagi saya pribadi jika tidak mengalami perubahan ekspresi kenapa harus portait karakternya sebesar setengah layar PSP?



Sekarang ke Story.  Well, I have to say story from this game is Great.  Awalnya kamu hanya harus mengumpulkan Wicked Stone, tapi di selingi dengan twist-twist menarik sepanjang cerita.  yes, ada yang melakukan Face Hell Turn seperti layaknya Akra di Asthonishia Story dan keadaan juga alasan terjadi Face Hell Turn pun tidak jauh beda sebenarnya.






Karakter development di dalam game ini saya harus akui sangat menarik.  Alasan-alasan kenapa mereka bersama juga believable. Kalian akan tahu alasannya nanti, lalu yang tentu saja paling baik dari seri sebelumnya adalah perubahan MC alias Killian sepanjang perjalanan.  Tidak seperti Lloyd yang tidak ada perubahan sama sekali yang terjadi di sepanjang cerita, di game ini Killian benar-benar menunjukkan kedewasaan ada suatu adegan di mana benar-benar menunjukkan bahwa perjalanan ini memengaruhi mental dan maturity Killian.



Sayangnya karakter development-nya walau bagus tapi kurang mendalam.  Banyak karakter-karakter di game ini selain si Killian kurang di eksplor lebih dalam.  Hingga menyimpan begitu banyak misteri.  Tidak lupa dengan Lahduk yang disebut Lurdurk di game ini (setiap saya ketik di Google jadinya Ludruk) yang sebenarnya adalah Rudoug di game sebelumnya.  Itu, monk yang suka sama Akra.  Awalnya saya agak ragu kalau Lahduk adalah Rudoug dari game sebelumnya.  Sampai saya sadar setiap kali memenangkan pertarungan Lahduk menarik bandananya dan menggegamnya erat sekali dengan wajah sedih.
 
Oh ya, game ini tidak di dub sepenuhnya Inggris, di dalam battle mereka masih menggunakan bahasa Jepang.  Bukan bahasa aslinya yaitu Korea.

Yups, Bandana itu adalah pemberiannya satu-satunya pada Akra sebelum Akra mati di game sebelumnya.  Even actually Akra is show up in this game with new name...



Bahkan si Akra jadi lebih cantik di sini, eh maksudku Archla.  Dia masih memakai ikat rambut pemberian Lahduk dulu.

Ada beberapa karakter di game sebelumnya yang mundul di game ini, seperti Lahduk tentunya, Archla dan Dryden.  Dia sempat bertarung dengan Lezail dan jadi salah satu epic scene di game sebelumnya.





beberapa hal yang agak mengganggu dari game ini adalah uang.  Yeup, uang adalah salah satu masalah besar di game ini. Karena item-item mahal harganya, terutama saat kamu update equipment.  Di game ini juga bisa membuatmu mati seketika jika terkena ambush bukan? Karena itu kamu butuh Scroll of rotation agar karaktermu revive otomatis dan harganya ga main-main.



Kadang-kadang ada Merchant di tempat-tempat yang tidak terduga seperti di tengah jembatan di world map, atau di tempat-tempat tidak tentu seperti di dalam sebuah dungeon.



Game ini juga pake sistem quest note. Dimana jika kamu mendapat Quest maka quest itu dicatat.  Well, untuk game yang linear seperti ini, sebenarnya tidak terlalu perlu, walaupun cukup membantu, at least jika kamu ga main game ini lama dan lupa apa yang harus kamu lakuin.  maka baca lagi Quest note-nya.


Masalah lain dari game ini adalah Ending.  Aku ga akan spoiler, tapi tidak seperti Asthonishia 1 yang saya ga berharap ada sekuel, untuk Crimson Gem Saga saya sangat-sangat berharap ada Sekuel karena endingnya amat sangat ga memuaskan. Ditambah game ini linear dan bisa ditamatkan ga lebih dari 30 jam.

Karena itu peningkatan yang dilakukan IronNos pada game-nya ini sangat baik.  That's why I Say This is Worth it, enjoy your time with it. Yeah walau game ini pake formula biasa, tapi dieksekusi baik dan punya story dengan twist yang menarik.

P.S Makna dari penilaian.



nilai 1-2 saya akan sebut This will torture your soul to the damn ini artinya apapun yang saya review adalah karya yang amat buruk dan jika kalian maksa buat mainin, nonton, atau baca akan merusak jiwa kalian.

Nilai 3-4 saya akan sebut Just forget about this and continue your life without it Ini adalah sebuah karya yang tidak pantas diingat dan sebaiknya lupakan karena tidak berarti alias buang-buang waktu untuk dilirik.

Nilai 5-6 Saya akan sebut It's good to time wasting artinya kalian bisa menikmati hal ini jika ga ada kerjaan, tidak ada tugas, hanya buat main-main dan tidak ditanggapi serius.


Nilai 7-8 Saya akan sebut This is worth it, Enjoy your time with it! Dengan kata lain karya ini pantas untuk kalian nikmati dan pantas kalian gunakan waktu kalian untuk merasakannya.


Nilai 9-9,5 Saya akan sebut You want through this again! Ini saya maksudkan bahwa karya ini pantas kalian baca lagi, nonton lagi, mainin lagi alias punya high replay value.  


Sekarang untuk nilai tertinggi 10 saya akan sebut AMAZEPIC (It's Amazing because it's Epic) ini jelas sebuah karya yang menurut saya benar-benar pantas kalian nikmati dan sangat memorable.  Dapat nilai 10 bukan berarti karya ini flawless.  Tapi, saya cuma menegaskan bagian hal keren dari karya ini jauh lebih banyak dibanding yang jeleknya/flaw-nya.  Ibarat 11 hal bagus dan 1 hal jelek. Seperti itu.





Terima kasih sudah membaca review ini, jangan lupa komen dan follow. 

Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.


Minggu, 03 November 2013

What Zen Thinks about SMT : Persona 1? (Games)

PERSONA!!!

*memanggil Ra Horakthi!

Shin Megami Tensei : Persona adalah game yang underated dan tidak terlalu populer.  Mungkin ini disebabkan oleh lokalisasi habis-habisan yang dilakukan di PS1 version.

Game ini dibuat oleh Atlus, disutradarai oleh Koji Okada. Pertama kali muncul di PS 1 pada tahun 1996 dan mengalami remake pada tahun 2009 di PSP.  

Apa saja yang mengalami kemajuan dari versi Remake ini?

Grafik jauh lebih halus dari PS 1 tentunya, bahkan game ini punya FMV yang sangat halus untuk dilihat, sangat berkesan 3D.

Translasi banyak mengalami perubahan. Di Persona 1, begitu banyak perubahan habis-habisan dari game.  Nama-nama spell yang dilokalisasikan, seperti Mediarama menjadi Heal All, lalu Mrs. Sakeo menjadi Mrs. Smith.  Perubahan paling tampak adalah perbedaan antara Mark di Persona Revelation dan SMT Persona 1 adalah penampilan Mark atau Masao.

Kiri Mark di SMT Persona 1, kanan Mark di Persona Revelation
Kisah Persona dimulai saat sekolompok anak-anak Sekolah sedang melakukan permainan.  Di mana permainan tersebut tanpa sengaja mentrigger Hidden Persona pada diri mereka masing-masing.  Hal ini dimulai karena pertemuan dengan Philemon, sosok misterius yang saya duga adalah master dari Persona.


Awalnya tidak terjadi apa-apa, mereka bahkan belum bisa memanggil persona mereka. Sampai saat MC dengan teman-temannya pergi ke rumah sakit untuk menjenguk sahabat mereka Maki.  Suddenly all shit happen.

Tentunya setelah mendengar bahwa semenjak mereka menjenguk Maki, semua hal aneh terjadi tentu kalian tahu bahwa fokus konflik di game ini adalah Maki, bukan sang karakter utama.  Saya bahkan sampai bingung peran sang karakter utama di game ini sebenarnya apa?


Sekarang kita bicarakan tentang gameplay. SMT Persona 1 bagi saya cukup orisinil sebagai game JRPG.  Tidak heran series ini amat terkenal.  Namun, untuk Persona 1 masih sangat terpengaruh oleh serial SMT inti.  Salah satu yang bisa dilihat adalah game ini saat masuk ke dungeon atau masuk ke sebuah kota, maka akan masuk dalam mode POV.


Terdapat Mini map di bagian kiri dan di bagian kanan terdapat status dari HP dan SP karakter juga ada Moon Phase.  Moon Phase adalah sesuatu yang berpengaruh pada musuh-musuh di dungeon, cukup sulit untuk dijelaskan. Tanyakan pada Igor, oke!  Dengan menekan tombol Segi empat akan memunculkan map dari dungeon.



Dungeon di game ini adalah sebuah tantangan yang tidak semua orang bisa tahan karenanya.  Mayoritas dungeon panjang, mazelike, musuh-musuh yang sulit, juga kadang penuh puzzle dan kriptik.  Kalian tahu bahwa di tengah cerita saya putus asa dan akhirnya buka Walktrough karena saya berakhir di tempat yang sama berulang-ulang kali.

Setidaknya game ini masih punya mercy.  Karena penempatan Save poin yang cukup strategis bahkan bisa suspend game kapan saja.


Di dalam dungeon juga kadang kita bertemu dengan Irish yang membantu kalian jika butuh untuk recovery dengan uang yang cukup.



Battle Mode di game ini amat orisinil. Turn based, tapi di game ini formasi sangat menentukan bagaimana battle berlangsung.  Karena range serangan dari karakter berbeda tergantung spell, jenis senjata, gun, jenis magic dan semacamnya.


Karena itu formasi amat sangat berpengaruh di game ini.  Tidak seperti game lain di mana semua tempat karakter di dalam formasi battle terkesan sama dan tidak ada perbedaan, seperti Crimson Gem Saga.  Di sini, kalian harus benar-benar menyesuaikan formasi dengan bagaimana sistem karakter masing-masing.  

Setiap musuh punya karakter masing-masing tentunya.  Hal itu menyebabkan game ini bukanlah tipe game di mana kamu tinggal terus menekan attack button hingga random battle usai.  NO! you can't do that in this game.  Game ini sangat membutuhkan ketelitian dan juga kesabaran saat memainkannya.  Karena musuh-musuh bisa saja membuatmu mati dalam satu turn jika kalian menyerang sembarangan.  Terutama untuk musuh yang bisa repel, kalian serang pake spell terkuat, dia repel, karaktermu mati.  Karena itu sangat dianjurkan lakukan analyze sebelum bertarung.

Masalahnya data musuh tidak bisa muncul jika kalian tidak mengalahkannya satu kali.  saat pertama kali bertemu musuh, kalian harus ekstra hati-hati.  Namun jika kalian sudah tahu data musuh, terus malas mengatur serangan yang sama berulang-ulang.  It's okay, this game give nice feature for you.  Kalian bisa mengulang serangan yang sama, bisa melakukan setting serangan dengan cepat.


Salah satu spell yang paling berguna di awal sampai di pertengahan game adalah Megidorao.  Karena itu kalian butuh persona yang satu ini.



Salah satu yang jadi masalah di game ini adalah setiap karakter berbeda dalam mendapatkan EXP Point.  Ini semua tergantung bagaimana aksi karakter tersebut di dalam battle. Siapa yang paling banyak bertindak maka EXP-nya akan semakin banyak.  Jika itu belum cukup kalian punya dua tipe Level, Character Level dan Persona Level.  Character Level adalah level untuk status karakter kalian, sementara Persona Level adalah kemampuan atau batas level persona yang kalian bisa gunakan.  Jika persona itu levelnya lebih tinggi dari Persona Level kalian, dia tidak akan bisa digunakan. That's why grinding is something worth for this game.



Sekarang kita masuk ke bagian pembuatan Persona.  Persona 1 punya sistem cukup rumit untuk membuat persona.  Kalian butuh dua spell card yang kalian dapatkan dari Demon Contact random minion yang kalian temui sepanjang jalan.  Ini adalah sesuatu yang amat menganggu di dua Persona. Persona 1 dan 2 punya Demon Contact.  Di Persona 1 Demon Contact-nya lebih sederhana.  Namun, yang masalah kadang reaksi berubah, saat dia awalnya eager tahu-tau dia jadi angry.  Itu semua tergantung pilihan kalian karena itu saya sarankan untuk yang satu ini silahkan buka Persona wikia.


Jika kalian sudah mendapatkan spell card dari demon-demon tersebut. Batasnya hanya 12 spell cards btw.  Kalian temu Igor untuk mulai membuat Persona. Persona bisa dibuat dengan cara manual atau dengan guided.  Hal ini sebenarnya yang jadi masalah untuk gamer, karena tidak ada grafik atau table nyata untuk bisa merancang persona-persona ini.  Tidak seperti di Persona 2 dimana kalian bisa buat persona sesuka hati asal kalian punya tarot card yang cukup.


Persona Affinity, lalu persona legendaris, semua yang berhubungan dengan pembuatan persona amat rumit dan penuh dengan variasi.  Bagi saya pribadi ini sangat mengganggu karena saya pun tidak menemukan guide yang jelas untuk pembuatan Persona di Persona 1 ini.  



Sekarang kita bicarakan Story.  Persona 1 punya Story yang luar biasa keren.  Benar-benar menunjukkan tentang Persona dan setiap orang punya persona masing-masing.  Twist-Twist keren sepanjang cerita, persahabatan, ada sedikit romance tapi tidak benar-benar terasa sebenarnya.  

Game ini punya empat karakter utama dan empat karakter tambahan.  Kalian sebenarnya bisa mainkan mereka semua di dalam satu shot playtrough.  di Story utama kalian memainkan MC, Nanjo, Maki, Mark dan satu opsional karakter.  Kalian bisa memilih antara Reiji, Brown, Alice dan Elly dengan persona masing-masing juga dengan senjata masing-masing.  Game ini kalian bisa menempatkan Persona pada siapa saja, karena itu rasanya kadang semua karakter punya potensi yang sama tergantung persona yang kalian pasangkan pada mereka.

Di Side Story, kalian bisa memakai karakter lain, yaitu Yukino, Brown, Alana dan Elly.  Yups karena itu game ini punya empat ending.

Main Villain  di game ini adalah Kindori Shyamalan  (Saya sebut begini karena saya merasa dia mirip sama perusak Franchise Last Air Bender itu.)  Dia sebenarnya punya konspirasi yang menarik, dan tentu saja penuh twist.  Ending ditentukan oleh bagaimana pilihan kita pada pertanyaan-pertanyaan sepanjang game.  Tentu saja, jika pertanyaan salah dijawab, maka game selesai tanpa tahu bagaimana kebenaran dibaliknya.


Karakter favorit saya di game ini adalah Nanjo.  Dia adalah seseorang yang tidak suka menunjukkan perasaan care-nya pada yang lain, padahal dia sebenarnya karakter yang baik.  Juga yang paling pintar dari yang lain.  Dia bisa disebut karakter yang suka menjelaskan.  Karena itu saat seseorang butuh penjelasan dia yang akan angkat bicara.


Lebih lagi dia sebenarnya karakter yang paling merasa kehilangan dari yang lainnya.

Game ini cukup generous dalam memberikan uang. Saya pribadi bisa dapat uang sampai 1 juta dalam waktu yang amat singkat, hanya saja game ini sangat sedikit weapon shop-nya. saya hanya update tiga kali equipment berdasar membeli dari shop, mayoritas senjata di dapat dari enemy drop.  Game ini juga sebenarnya tidak terlalu panjang jika kalian straight ahead alias tidak peduli sama sidequest.  

Karakter yang menarik, story yang keren, gameplay yang unik dan cukup orisinil, gameplay yang amat menantang, ada beberapa fitur yang bagus. Tidak lupa musik yang sangat trademark alias khusus untuk game ini.  Karena biasanya game RPG menggunakan musik dalam battle theme-nya, overworld-nya, town-nya di game ini mereka tidak sekedar menggunakan musik, tapi mereka menggunakan lagu-lagu yang amat enjoyable.  Walau kadang game ini bikin saya frustasi, tapi musik-musik itu cukup membuat saya terhibur.

That's why I said This is Worth it, Enjoy your Time With it!  Setidaknya jika kalian kesal dengan versi original di PS 1, di versi PSP banyak sekali improvement yang setidaknya bisa bikin saya betah mainin sampe ending. Tidak seperti yang pertama, saya bahkan tidak bisa maini di dungeon pertama.

Terima kasih sudah membaca review ini, jangan lupa dengar apa yang dikatakan Yui di samping.  Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.