Tampilkan postingan dengan label PSP Game. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSP Game. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Januari 2014

What Zen Thinks about Legend of Heroes : Tears of vermillion? (PSP Games)



Ayo kita melihat salah satu marathon yang konstan di game ini.




Legend of Heroes : A Tears of Vermillion.
Developed by Falcom and Microvision
Published by Bandai
Platform : PSP

Legend of Heroes adalah game dimana saat kamu memainkannya dan kamu sadar kalau game ini begitu hafal dengan standar RPG yang kau kenal selama ini.  Game ini dimulai dengan penyerangan sebuah tempat oleh Lord Bellias yang ingin mencari seorang gadis yang disebut sebagai Durga’s Daughter.  Dia adalah Eimelle adik dari Avin, mereka begitu dekat karena Eimelle dan Avin kehilangan ortu mereka.



Kejadian ini menyebabkan Avin dan Eimelle terpisah.  Avin kini tinggal bersama seorang sage Lemuras dan dia pun menjadi murid Sage tersebut di sebuah desa terpencil.  Selain itu Avin juga berteman dengan Mile.  Cerita pun dilanjutkan setelah Avin dan Mile berumur 18 tahun di sinilah saat Lemuras meninggal. Avin dan Mile pun mulai perjalanan untuk mencari Eimelle.



Dimulai dari grafik, game ini cukup step up dari versi awalnya di PS1 yang tidak dirilis keluar.  Setiap kali berdialog karaktermu akan muncul di layar dengan berbagai ekspresi yang menunjukkan bagaimana dirinya di dalam cerita tersebut.  Setidaknya, tidak seperti di Crimson Gem Saga dimana karakternya digambar besar-besar tapi ga memperlihatkan ekspresi karakternya.  It’s pointless.



Dari segi gameplay, game ini memberimu kuantitas item yang sangat mengecewakan.  Oke, mayoritas game kuantiti per item adalah 99, terus jika kalian melihat Star Ocean, itu batasnya 20 Item, di tales series 16 item.  Tapi di game ini, kamu Cuma bisa bawa 10 item.  Saya sangat sering kehabisan karena itemnya sedikit sekali.  


Selain itu kamu punya pet, yah seekor kelinci yang entah siapa namanya.  Setiap kali dia menemukan sesuatu, kamu dekati dia dan tekan X maka dia akan memberikan item tersebut.  Dia juga perlu dikasih makan, walau menurut saya tidak ada sesuatu yang spesial dari memberinya makan, tidak ada indikasi dia lapar, tidak ada indikasi perbedaan efek makanan terhadap kelinci tersebut. 




Kelinci ini juga bisa bantu dalam battle, jika ada tanda love di kepalanya, dia akan memberikan stat effect pada karaktermu, jika muncul tanda marah maka dia akan jatuhkan batu besar dia tas musuhmu…(entah gimana caranya)



Navigasinya lumayan, aku Cuma masih kesal dengan game di konsol advance yang tidak punya map system.  Setidaknya kamu punya map, yah kadang-kadang juga ga begitu membantu.  
 
Saat berbelanja, weapon-weapon tidak ada deskripsi yang menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari senjata itu.  Hanya sebatas memperlihatkan perubahan statusmu.  Well, it’s okay, right? NO! setiap senjata seharusnya punya deskripsi dimana kita bisa tahu kemampuanya, bisa saja senjata itu bisa punya element effect, Status effect, di sini kamu tidak akan tahu soal itu karena bener-bener tidak ada penjelasan.



Sekarang saya akan jelaskan system battle-nya, pertama tidak ada random battle, kamu battle hanya jika menyentuh musuhnya.  Jika musuhnya marah maka dia akan mengejarmu, jika dia takut dia akan menjauhimu (andai kamu sudah over level). 


Game ini punya system battle seperti Grandia III sebenarnya, dimana semua karakter ada di sebuah field. 
Setiap karakter punya batasan jarak serang dan jarak gerak sendiri-sendiri. Jadi kamu bisa mengendalikan posisinya dan punya dampak yang signifikan dengan jalannya pertarungan.  


Karakter punya tiga meter. HP meter, MP Meter, dan Power Meter. HP dan MP jelas kalian sudah tahu apa gunanya, Power meter berguna jika sudah penuh kamu bisa mengeluarkan jurus khusus yang kuat.  


Di game ini punya serangan biasa, Magic, dan skills.  Skills tidak menggunakan MP sementara Magic menggunakan MP.
Tingkat kesulitan di game ini tidak seberapa, aku hanya kesulitan di dua battle saja. Battle lawan Fatima dan melawan Final Boss. Sisanya, tidak begitu mengganggu.
Karakterisasi di game ini sangat mediocore.  Karakter utama memang careable, tapi menurut saya tidak begitu memikat. 


Saya lebih tertarik sama Karakter utamanya Ceweknya yaitu Rutice, karakter yang satu ini sangat dependable. Dia punya skill, magic, dan serangan yang bagus, dia bahkan bisa Black and White Magic.  I have to say she is best character in the game.  Aku juga suka romance interest antar dua karakter ini.  Mereka saling care dalam gaya yang menarik. Tapi, masih sangat meh jika dibandingkan dengan romance-romance dari RPG lain yang saya tahu…


Avin adalah sosok yang pemarah dan mudah terbawa oleh suasana, sementara si Mile lebih tenang dan selalu membuat Avin bisa kembali tenang agar dia tidak bertindak gegabah. Mereka sudah punya chemistrie sebagai sahabat yang cocok dan saling mendukung.


Bagaimana plot dan Story?
Hahaha… *berusaha tenang dulu.  It’s marathon of Mediocorecity, intinya game ini benar-benar pakai plot standar yang sudah kalian kenal sejak Era SNES. 
Ini agak spoiler, so I give you warning.

  1. Karakter utama mencari adiknya yang katanya adalah kunci untuk membangkitkan iblis untuk menghancurkan dunia (check) I seen that before.
  2.  Sahabat si MC dikira mati padahal tidak, (check)
  3.  Karakter jahat jadi baik karena si chara baik menolongnya dan malah jatuh cinta padanya, (check)
  4.  Sahabat karakter jadi jahat saat muncul kembali karena dikendalikan… (check)
  5.  Final Boss ingin hancurkan dunia karena dia piker dunia sudah jelek (check)
  6.  Si sahabat jadi baik lagi di akhir cerita (check) 
  7. Final Boss menjelaskan semua secara penuh alasan dia menjadi ketua Octum Apostles, (Check).
  8. Kenapa banyak RPG yang memutuskan untuk habis tepat saat si MC cewek dan MC Cowok mau menyatakan cinta.  (check)
Mediocore sekali untuk story-nya. Gamenya juga amat to do point.  Gamenya tidak banyak variasi, hanya fokus ke plot utama. Entah karena saya belum menemukannya, atau bagaimana.  Intinya gamenya terkesan linear sekali.


Fitur-fitur di game ini tidak banyak, bahkan seingatku tidak ada ekstra dungeon atau semacamnya.  Salah satu fitur favoritku adalah Karamus the writer, kenapa dia? Dia membuat cerita berdasarkan pengalaman si Ravin.  Yups sebuah novel, dan lucunya cerita dia lebih bagus dibandingkan kisah si Ravin sendiri.


Di game ini kamu bertemu banyak karakter.  Mereka akan silih berganti tergantung plot. Ini sih soal pendapat pribadi, tapi saya tidak suka dengan hal begini.  Lebih baik karakternya sedikit dan fokus daripada karakter yang banyak tapi mereka terbatas oleh Plot. 

Eimelle it is really cute


Andai karakternya banyak kenapa tidak membiarkan gamer menentukan siapa saja yang mereka suka dan dipakai untuk melawan final boss.  Kenapa tidak seperti Chrono Cross atau Suikoden.  Hingga kita punya Member tim yang tetap?  Well, itu sudah ketentuan gamenya, what you can do anyway.

Boy? really, Tell me what this boy have to show he is a boy?

Ada beberapa karakter yang menarik selain karakter-karakter utama. Seperti Douglas yang berusaha menguatkan diri agar dia pantas memakai Thunder Sword, lalu ada cowok trap yang cantik Rael, dan banyak karakter lain.  Kadang-kadang membuat saya merasa disorientasi.


Jadi bagaimana pendapat saya soal Legend of Heroes : Tears of Vermillion? This is good to Time Wasting. Yah jika kamu tidak ada RPG lain yang lebih menarik, mungkin kalian bisa coba-coba game ini. 

Keterangan :

nilai 1-2 saya akan sebut This will torture your soul to the damn ini artinya apapun yang saya review adalah karya yang amat buruk dan jika kalian maksa buat mainin, nonton, atau baca akan merusak jiwa kalian.

Nilai 3-4 saya akan sebut Just forget about this and continue your life without it Ini adalah sebuah karya yang tidak pantas diingat dan sebaiknya lupakan karena tidak berarti alias buang-buang waktu untuk dilirik.

Nilai 5-6 Saya akan sebut It's good to time wasting artinya kalian bisa menikmati hal ini jika ga ada kerjaan, tidak ada tugas, hanya buat main-main dan tidak ditanggapi serius.

Nilai 7-8 Saya akan sebut This is worth it, Enjoy your time with it! Dengan kata lain karya ini pantas untuk kalian nikmati dan pantas kalian gunakan waktu kalian untuk merasakannya.

Nilai 9-9,5 Saya akan sebut You want through this again! Ini saya maksudkan bahwa karya ini pantas kalian baca lagi, nonton lagi, mainin lagi alias punya high replay value.

Sekarang untuk nilai tertinggi 10 saya akan sebut AMAZEPIC (It's Amazing because it's Epic) ini jelas sebuah karya yang menurut saya benar-benar pantas kalian nikmati dan sangat memorable.  Dapat nilai 10 bukan berarti karya ini flawless.  Tapi, saya cuma menegaskan bagian hal keren dari karya ini jauh lebih banyak dibanding yang jeleknya/flaw-nya.  Ibarat 11 hal bagus dan 1 hal jelek. Seperti itu.

Terima kasih karena sudah membaca review ini. Apa kalian pernah memainkan Legend of Heroes series? JIka pernah yang mana kalian pernah mainkan dan yang mana favorit kalian.  Komen di bawah!

Jangan lupa untuk mendengar apa yang dikatakan Yui di samping!

Kamis, 24 Oktober 2013

What Zen Thinks about Jeanne D'Arc? (Game)

Menggabungkan Fantasy, Sejarah dan World Saving?

Is this gonna works?


Jeanne D'Arc adalah game dari Level-5.  Diterbitkan oleh Sony Computer Entertainment.  Produser dari game ini adalah Akihiro Hino.  Karena diterbitkan oleh Sony secara langsung, maka hal tersebut menyatakan dengan jelas game ini adalah Ekskusif untuk PSP.

Level 5 sudah terkenal dengan beberapa game seperti Dark Cloud, Dark Chronicle di PS2 maka kalian seharusnya sudah cukup tahu kualitas dari developer ini.

Jeanne D'Arc adalah game yang berdasar sejarah seorang Heroine di zaman perang antara Prancis dan Inggris di sekitar abad 15.  Jika kalian pernah menonton film Jeanne D'Arc yang diperankan oleh Milla Jovovich tentu kalian tahu jalan cerita dari game ini.  But, this game have something special!  This game mix that historical Story with Fantasy!

Kisah dimulai dari saat desa tempat tinggal Jeanne dibakar oleh monster-monster yang dipanggil oleh tentara Inggris.  Di sana Jeanne menemukan seekor katak ungu dan sebuah Armlet.


Armlet itu membuat Jeanne bisa berubah menjadi Mahou Shoujo! No, I mean become Lady Knight!






Setelah itu dimulailah perjalanan Jeanne, Liane, dan Roger.  Mereka meminta untuk bergabung bersama tentara Francis untuk menghancurkan kerajaan Inggris yang jahat.  Di sini kita bisa melihat bahwa game ini fokus pada unsur politik perang antar negara.

Sepanjang perjalanan Jeanne bertemu dengan teman-temannya yang menganggap Jeanne sebagai pemimpin mereka dan setia pada Jeanne.

Grafik dari game ini adalah animeish namun dengan High Quality.



Di beberapa cut scene, game ini menampilkan beberapa Anime Cut Scene dan ini adalah salah satu alasan kenapa game ini begitu keren.  Di dalam Cut scene gamer bisa mendengar karakter ini bicara dengan voice acting yang sangat luar biasa!  sayang tidak ada voice dub saat Cut scene biasa.


THIS IS FURANCE!
 Jeanne dan Liane adalah karakter dengan best voice acting ever. Mereka bicara dengan bahasa Inggris tapi dengan logat francis yang ketal.  Saya jelas tidak akan bisa menjelaskan bagaimana, jika kalian tidak mendengarnya sendiri. Just go to youtube and find some of their video.

Thanks to Karl Wahlgre yang menjadi Voice actress Jeanne.  kalau diperhatikan mereka mirip ya.



Gameplay adalah Turnbased Strategy RPG.  Di game ini ada tiga jenis elemen yang amat sangat berpengaruh pada gameplay.  Ada Sol, Luna, dan Stella.  Jika kalian tidak manage elemen pada karakter dengan sebaik-baik mungkin atau musuh akan benar-benar membantai habis pasukanmu bahkan mereka tidak bisa kena damage sama sekali dari serangan apapun darimu jika elemen-nya salah.

Job di game ini cukup variatif. Penyerang melee ada beberapa jenis, pemakai tombak, dagger, pedang, kapak.  Beberapa job khusus di game ini sangat langka, terutama Thief, di game ini hanya ada 2. begitu pula Magician. Parahnya lagi kamu harus milih salah satunya. Kamu bisa milih punya 2 Thief atau 2 Magician.

Setiap karakter harus disiapkan matang. Magic, support magic, Skills, passive skills, semua kalian atur dengan bebas setiap karakter.  Begitu pula menentukan element pada karakter, jadi tentukanlah sebaik mungkin.

Saat melakukan transformasi, karaktermu punya waktu beberapa turn sampai dia kembali lagi jadi manusia.

Saat bertarung di mulai, game memberi batas member yang bertarung cukup variatif tergantung kebutuhan dalam battle tersebut. Kadang hanya ada dua karakter bahkan ada yang sampai tujuh karakter.

Selain itu jika menyerang musuh, di sisi belakang musuh tersebut akan muncul burning aura. Jika menyerang dan berpijak di sana, maka serangan akan jadi lebih kuat. Sementara saat diserang dan karaktermu agak berdekatan, maka mereka akan mencoba untuk melakukan pertahanan bersama seperti gambar di bawah ini.


Tingkat kesulitan di game juga Boss benar-benar ditentukan bagaimana persiapan sebelum masuk ke dalam battle.  Karena itu gamenya bahkan memberikan saran untuk punya minimal dua save data.  Boss juga ada yang benar-benar sulit, tapi mayoritas sebenarnya punya tingkat kesulitan standar. Final Boss benar-benar menantang untuk ditaklukan.  Terutama musuh-musuh di dalam sidequest.

game tidak benar-benar linear alias hanya fokus pada main story.  Game ini punya beberapa optional dungeon yang bisa kalian jelajahi dan menghadapi musuh-musuh yang variatif.  Walau kadang saya merasa AI musuh juga agak bodoh, sometime. Seperti saat HP mereka sekarat dan tetap saja mencoba untuk menyerangmu walau tahu serangan itu ga efektif dan saat dicounter attack si musuh bakal mampus. 

Story?  This game is really amazing!

Kisah Jeanne D'arc benar-benar mengikuti jalan cerita seperti layaknya yang ada di dalam sejarahnya di bumbui dengan elemen fantasi yang sangat kental.  Di mana ada Elf, Beast man, Mage, demon, dan semacamnya.  Twist-Twist di dalam game ini menarik, karakter-karakter yang relate dan unik.


Karakter favoritku di dalam game ini adalah Rufus.  Dia nyaris ga pernah absen di dalam battle. best Strength and Defense juga sebagai Best Beastmen Fighter. Bahkan lebih kuat dari La Hire.  Bagiku dia sangat dependable.


 Tapi kalau dari segi sifat dan karakter.  Saya sangat menyukai Liane, selain itu dia adalah karakter dengan voice akting terbaik di game.  Dia adalah gadis yang benar-benar terkesan realistik dan mudah untuk terikat dengannya.  Apa lagi dia adalah tipe cewek yang tidak mau cari masalah, dan juga reaksinya pada keadaan sesuai dengan bagaimana orang normal pada umumnya.

Beberapa hal yang menurut saya agak mengganggu dalam game ini adalah Melding Skills dimana kamu menggabungkan dua skills menjadi skill yang baru.  Ini benar-benar gambling, kadang kamu membuat skill yang berguna, tapi kadang malah skill yang jadi adalah skill yang tidak perlu.  karena itu untuk yang satu ini buka guide saja, atau kalian banyak melakukan kombinasi tidak berguna.

game ini juga berubah tone di pertengahan cerita.  Terutama setelah.... jadinya game ini agak terkesan unik jadi agak-agak klise setelahnya. Namun, tidak benar-benar membuat game ini jadi jelek.  It's still great anyway.  Juga melepas potensial game ini untuk punya Dub Cut Scene itu sangat di sayangkan, padahal itu bisa jadi nilai tambah buat game ini.

That Why I gonna say You Want Through This Again!

That's my review. Terima kasih sudah membaca review ini, komen jika kalian pernah memainkannya.  Jangan lupa untuk mendengar apa yang dikatakan Yui di samping. Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.