Tampilkan postingan dengan label Remake. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remake. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 November 2014

What Yulian Thinks about Romeo and Juliet (2013)? (Movie)



Siapa sih yang nggak kenal dengan kisah tragedi Romeo dan Juliet? Kisah drama karangan William Shakespeare ini dikenal hampir semua orang di seluruh dunia ini. Konon William Shakespeare menulis kisah ini didasarkan pada tragedi Yunani Pyramus and Thisbe serta dari cerita Italia berjudul The Tragical Story of Romeus and Juliet yang ditulis Arthur Brooke dan diterbitkan pada 1562. Kemungkinan kisah ini ditulis antara tahun 1591 sampai 1595 dan diterbitkan antara tahun 1596 atau 1597. Kisah ini adalah satu dari sekian banyak drama karya William Shakespeare yang berulangkali diadaptasi baik dalam pementasan drama, balet, opera maupun film-film beberapa kali baik yang produksi Hollywood maupun non-Hollywood, yang paling terkenal di antaranya adalah versi tahun 1968 arahan sutradara Franco Zeffirelli dengan memasangkan dua bintang muda yang langsung tenar setelah film tersebut menjadi hit di masanya yaitu Leonard Whiting dan Olivia Hussey; dan pada tahun 1996 dengan sutradara Bahz Lurhmann dengan memasangkan Leonardo DiCaprio sebagai Romeo dan Claire Danes sebagai Juliet yang lagi-lagi jadi hit pada masanya. Setiap adaptasi unik dan memiliki ciri tersendiri. Nah begitu pula dengan adaptasi yang satu ini keluaran tahun 2013 kemarin, di bawah arahan sutradara Carlo Carlei.

Coba kita simak sama-sama.


Sabtu, 25 Januari 2014

What Zen Thinks about Legend of Heroes : Tears of vermillion? (PSP Games)



Ayo kita melihat salah satu marathon yang konstan di game ini.




Legend of Heroes : A Tears of Vermillion.
Developed by Falcom and Microvision
Published by Bandai
Platform : PSP

Legend of Heroes adalah game dimana saat kamu memainkannya dan kamu sadar kalau game ini begitu hafal dengan standar RPG yang kau kenal selama ini.  Game ini dimulai dengan penyerangan sebuah tempat oleh Lord Bellias yang ingin mencari seorang gadis yang disebut sebagai Durga’s Daughter.  Dia adalah Eimelle adik dari Avin, mereka begitu dekat karena Eimelle dan Avin kehilangan ortu mereka.



Kejadian ini menyebabkan Avin dan Eimelle terpisah.  Avin kini tinggal bersama seorang sage Lemuras dan dia pun menjadi murid Sage tersebut di sebuah desa terpencil.  Selain itu Avin juga berteman dengan Mile.  Cerita pun dilanjutkan setelah Avin dan Mile berumur 18 tahun di sinilah saat Lemuras meninggal. Avin dan Mile pun mulai perjalanan untuk mencari Eimelle.



Dimulai dari grafik, game ini cukup step up dari versi awalnya di PS1 yang tidak dirilis keluar.  Setiap kali berdialog karaktermu akan muncul di layar dengan berbagai ekspresi yang menunjukkan bagaimana dirinya di dalam cerita tersebut.  Setidaknya, tidak seperti di Crimson Gem Saga dimana karakternya digambar besar-besar tapi ga memperlihatkan ekspresi karakternya.  It’s pointless.



Dari segi gameplay, game ini memberimu kuantitas item yang sangat mengecewakan.  Oke, mayoritas game kuantiti per item adalah 99, terus jika kalian melihat Star Ocean, itu batasnya 20 Item, di tales series 16 item.  Tapi di game ini, kamu Cuma bisa bawa 10 item.  Saya sangat sering kehabisan karena itemnya sedikit sekali.  


Selain itu kamu punya pet, yah seekor kelinci yang entah siapa namanya.  Setiap kali dia menemukan sesuatu, kamu dekati dia dan tekan X maka dia akan memberikan item tersebut.  Dia juga perlu dikasih makan, walau menurut saya tidak ada sesuatu yang spesial dari memberinya makan, tidak ada indikasi dia lapar, tidak ada indikasi perbedaan efek makanan terhadap kelinci tersebut. 




Kelinci ini juga bisa bantu dalam battle, jika ada tanda love di kepalanya, dia akan memberikan stat effect pada karaktermu, jika muncul tanda marah maka dia akan jatuhkan batu besar dia tas musuhmu…(entah gimana caranya)



Navigasinya lumayan, aku Cuma masih kesal dengan game di konsol advance yang tidak punya map system.  Setidaknya kamu punya map, yah kadang-kadang juga ga begitu membantu.  
 
Saat berbelanja, weapon-weapon tidak ada deskripsi yang menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari senjata itu.  Hanya sebatas memperlihatkan perubahan statusmu.  Well, it’s okay, right? NO! setiap senjata seharusnya punya deskripsi dimana kita bisa tahu kemampuanya, bisa saja senjata itu bisa punya element effect, Status effect, di sini kamu tidak akan tahu soal itu karena bener-bener tidak ada penjelasan.



Sekarang saya akan jelaskan system battle-nya, pertama tidak ada random battle, kamu battle hanya jika menyentuh musuhnya.  Jika musuhnya marah maka dia akan mengejarmu, jika dia takut dia akan menjauhimu (andai kamu sudah over level). 


Game ini punya system battle seperti Grandia III sebenarnya, dimana semua karakter ada di sebuah field. 
Setiap karakter punya batasan jarak serang dan jarak gerak sendiri-sendiri. Jadi kamu bisa mengendalikan posisinya dan punya dampak yang signifikan dengan jalannya pertarungan.  


Karakter punya tiga meter. HP meter, MP Meter, dan Power Meter. HP dan MP jelas kalian sudah tahu apa gunanya, Power meter berguna jika sudah penuh kamu bisa mengeluarkan jurus khusus yang kuat.  


Di game ini punya serangan biasa, Magic, dan skills.  Skills tidak menggunakan MP sementara Magic menggunakan MP.
Tingkat kesulitan di game ini tidak seberapa, aku hanya kesulitan di dua battle saja. Battle lawan Fatima dan melawan Final Boss. Sisanya, tidak begitu mengganggu.
Karakterisasi di game ini sangat mediocore.  Karakter utama memang careable, tapi menurut saya tidak begitu memikat. 


Saya lebih tertarik sama Karakter utamanya Ceweknya yaitu Rutice, karakter yang satu ini sangat dependable. Dia punya skill, magic, dan serangan yang bagus, dia bahkan bisa Black and White Magic.  I have to say she is best character in the game.  Aku juga suka romance interest antar dua karakter ini.  Mereka saling care dalam gaya yang menarik. Tapi, masih sangat meh jika dibandingkan dengan romance-romance dari RPG lain yang saya tahu…


Avin adalah sosok yang pemarah dan mudah terbawa oleh suasana, sementara si Mile lebih tenang dan selalu membuat Avin bisa kembali tenang agar dia tidak bertindak gegabah. Mereka sudah punya chemistrie sebagai sahabat yang cocok dan saling mendukung.


Bagaimana plot dan Story?
Hahaha… *berusaha tenang dulu.  It’s marathon of Mediocorecity, intinya game ini benar-benar pakai plot standar yang sudah kalian kenal sejak Era SNES. 
Ini agak spoiler, so I give you warning.

  1. Karakter utama mencari adiknya yang katanya adalah kunci untuk membangkitkan iblis untuk menghancurkan dunia (check) I seen that before.
  2.  Sahabat si MC dikira mati padahal tidak, (check)
  3.  Karakter jahat jadi baik karena si chara baik menolongnya dan malah jatuh cinta padanya, (check)
  4.  Sahabat karakter jadi jahat saat muncul kembali karena dikendalikan… (check)
  5.  Final Boss ingin hancurkan dunia karena dia piker dunia sudah jelek (check)
  6.  Si sahabat jadi baik lagi di akhir cerita (check) 
  7. Final Boss menjelaskan semua secara penuh alasan dia menjadi ketua Octum Apostles, (Check).
  8. Kenapa banyak RPG yang memutuskan untuk habis tepat saat si MC cewek dan MC Cowok mau menyatakan cinta.  (check)
Mediocore sekali untuk story-nya. Gamenya juga amat to do point.  Gamenya tidak banyak variasi, hanya fokus ke plot utama. Entah karena saya belum menemukannya, atau bagaimana.  Intinya gamenya terkesan linear sekali.


Fitur-fitur di game ini tidak banyak, bahkan seingatku tidak ada ekstra dungeon atau semacamnya.  Salah satu fitur favoritku adalah Karamus the writer, kenapa dia? Dia membuat cerita berdasarkan pengalaman si Ravin.  Yups sebuah novel, dan lucunya cerita dia lebih bagus dibandingkan kisah si Ravin sendiri.


Di game ini kamu bertemu banyak karakter.  Mereka akan silih berganti tergantung plot. Ini sih soal pendapat pribadi, tapi saya tidak suka dengan hal begini.  Lebih baik karakternya sedikit dan fokus daripada karakter yang banyak tapi mereka terbatas oleh Plot. 

Eimelle it is really cute


Andai karakternya banyak kenapa tidak membiarkan gamer menentukan siapa saja yang mereka suka dan dipakai untuk melawan final boss.  Kenapa tidak seperti Chrono Cross atau Suikoden.  Hingga kita punya Member tim yang tetap?  Well, itu sudah ketentuan gamenya, what you can do anyway.

Boy? really, Tell me what this boy have to show he is a boy?

Ada beberapa karakter yang menarik selain karakter-karakter utama. Seperti Douglas yang berusaha menguatkan diri agar dia pantas memakai Thunder Sword, lalu ada cowok trap yang cantik Rael, dan banyak karakter lain.  Kadang-kadang membuat saya merasa disorientasi.


Jadi bagaimana pendapat saya soal Legend of Heroes : Tears of Vermillion? This is good to Time Wasting. Yah jika kamu tidak ada RPG lain yang lebih menarik, mungkin kalian bisa coba-coba game ini. 

Keterangan :

nilai 1-2 saya akan sebut This will torture your soul to the damn ini artinya apapun yang saya review adalah karya yang amat buruk dan jika kalian maksa buat mainin, nonton, atau baca akan merusak jiwa kalian.

Nilai 3-4 saya akan sebut Just forget about this and continue your life without it Ini adalah sebuah karya yang tidak pantas diingat dan sebaiknya lupakan karena tidak berarti alias buang-buang waktu untuk dilirik.

Nilai 5-6 Saya akan sebut It's good to time wasting artinya kalian bisa menikmati hal ini jika ga ada kerjaan, tidak ada tugas, hanya buat main-main dan tidak ditanggapi serius.

Nilai 7-8 Saya akan sebut This is worth it, Enjoy your time with it! Dengan kata lain karya ini pantas untuk kalian nikmati dan pantas kalian gunakan waktu kalian untuk merasakannya.

Nilai 9-9,5 Saya akan sebut You want through this again! Ini saya maksudkan bahwa karya ini pantas kalian baca lagi, nonton lagi, mainin lagi alias punya high replay value.

Sekarang untuk nilai tertinggi 10 saya akan sebut AMAZEPIC (It's Amazing because it's Epic) ini jelas sebuah karya yang menurut saya benar-benar pantas kalian nikmati dan sangat memorable.  Dapat nilai 10 bukan berarti karya ini flawless.  Tapi, saya cuma menegaskan bagian hal keren dari karya ini jauh lebih banyak dibanding yang jeleknya/flaw-nya.  Ibarat 11 hal bagus dan 1 hal jelek. Seperti itu.

Terima kasih karena sudah membaca review ini. Apa kalian pernah memainkan Legend of Heroes series? JIka pernah yang mana kalian pernah mainkan dan yang mana favorit kalian.  Komen di bawah!

Jangan lupa untuk mendengar apa yang dikatakan Yui di samping!

Minggu, 03 November 2013

What Zen Thinks about SMT : Persona 1? (Games)

PERSONA!!!

*memanggil Ra Horakthi!

Shin Megami Tensei : Persona adalah game yang underated dan tidak terlalu populer.  Mungkin ini disebabkan oleh lokalisasi habis-habisan yang dilakukan di PS1 version.

Game ini dibuat oleh Atlus, disutradarai oleh Koji Okada. Pertama kali muncul di PS 1 pada tahun 1996 dan mengalami remake pada tahun 2009 di PSP.  

Apa saja yang mengalami kemajuan dari versi Remake ini?

Grafik jauh lebih halus dari PS 1 tentunya, bahkan game ini punya FMV yang sangat halus untuk dilihat, sangat berkesan 3D.

Translasi banyak mengalami perubahan. Di Persona 1, begitu banyak perubahan habis-habisan dari game.  Nama-nama spell yang dilokalisasikan, seperti Mediarama menjadi Heal All, lalu Mrs. Sakeo menjadi Mrs. Smith.  Perubahan paling tampak adalah perbedaan antara Mark di Persona Revelation dan SMT Persona 1 adalah penampilan Mark atau Masao.

Kiri Mark di SMT Persona 1, kanan Mark di Persona Revelation
Kisah Persona dimulai saat sekolompok anak-anak Sekolah sedang melakukan permainan.  Di mana permainan tersebut tanpa sengaja mentrigger Hidden Persona pada diri mereka masing-masing.  Hal ini dimulai karena pertemuan dengan Philemon, sosok misterius yang saya duga adalah master dari Persona.


Awalnya tidak terjadi apa-apa, mereka bahkan belum bisa memanggil persona mereka. Sampai saat MC dengan teman-temannya pergi ke rumah sakit untuk menjenguk sahabat mereka Maki.  Suddenly all shit happen.

Tentunya setelah mendengar bahwa semenjak mereka menjenguk Maki, semua hal aneh terjadi tentu kalian tahu bahwa fokus konflik di game ini adalah Maki, bukan sang karakter utama.  Saya bahkan sampai bingung peran sang karakter utama di game ini sebenarnya apa?


Sekarang kita bicarakan tentang gameplay. SMT Persona 1 bagi saya cukup orisinil sebagai game JRPG.  Tidak heran series ini amat terkenal.  Namun, untuk Persona 1 masih sangat terpengaruh oleh serial SMT inti.  Salah satu yang bisa dilihat adalah game ini saat masuk ke dungeon atau masuk ke sebuah kota, maka akan masuk dalam mode POV.


Terdapat Mini map di bagian kiri dan di bagian kanan terdapat status dari HP dan SP karakter juga ada Moon Phase.  Moon Phase adalah sesuatu yang berpengaruh pada musuh-musuh di dungeon, cukup sulit untuk dijelaskan. Tanyakan pada Igor, oke!  Dengan menekan tombol Segi empat akan memunculkan map dari dungeon.



Dungeon di game ini adalah sebuah tantangan yang tidak semua orang bisa tahan karenanya.  Mayoritas dungeon panjang, mazelike, musuh-musuh yang sulit, juga kadang penuh puzzle dan kriptik.  Kalian tahu bahwa di tengah cerita saya putus asa dan akhirnya buka Walktrough karena saya berakhir di tempat yang sama berulang-ulang kali.

Setidaknya game ini masih punya mercy.  Karena penempatan Save poin yang cukup strategis bahkan bisa suspend game kapan saja.


Di dalam dungeon juga kadang kita bertemu dengan Irish yang membantu kalian jika butuh untuk recovery dengan uang yang cukup.



Battle Mode di game ini amat orisinil. Turn based, tapi di game ini formasi sangat menentukan bagaimana battle berlangsung.  Karena range serangan dari karakter berbeda tergantung spell, jenis senjata, gun, jenis magic dan semacamnya.


Karena itu formasi amat sangat berpengaruh di game ini.  Tidak seperti game lain di mana semua tempat karakter di dalam formasi battle terkesan sama dan tidak ada perbedaan, seperti Crimson Gem Saga.  Di sini, kalian harus benar-benar menyesuaikan formasi dengan bagaimana sistem karakter masing-masing.  

Setiap musuh punya karakter masing-masing tentunya.  Hal itu menyebabkan game ini bukanlah tipe game di mana kamu tinggal terus menekan attack button hingga random battle usai.  NO! you can't do that in this game.  Game ini sangat membutuhkan ketelitian dan juga kesabaran saat memainkannya.  Karena musuh-musuh bisa saja membuatmu mati dalam satu turn jika kalian menyerang sembarangan.  Terutama untuk musuh yang bisa repel, kalian serang pake spell terkuat, dia repel, karaktermu mati.  Karena itu sangat dianjurkan lakukan analyze sebelum bertarung.

Masalahnya data musuh tidak bisa muncul jika kalian tidak mengalahkannya satu kali.  saat pertama kali bertemu musuh, kalian harus ekstra hati-hati.  Namun jika kalian sudah tahu data musuh, terus malas mengatur serangan yang sama berulang-ulang.  It's okay, this game give nice feature for you.  Kalian bisa mengulang serangan yang sama, bisa melakukan setting serangan dengan cepat.


Salah satu spell yang paling berguna di awal sampai di pertengahan game adalah Megidorao.  Karena itu kalian butuh persona yang satu ini.



Salah satu yang jadi masalah di game ini adalah setiap karakter berbeda dalam mendapatkan EXP Point.  Ini semua tergantung bagaimana aksi karakter tersebut di dalam battle. Siapa yang paling banyak bertindak maka EXP-nya akan semakin banyak.  Jika itu belum cukup kalian punya dua tipe Level, Character Level dan Persona Level.  Character Level adalah level untuk status karakter kalian, sementara Persona Level adalah kemampuan atau batas level persona yang kalian bisa gunakan.  Jika persona itu levelnya lebih tinggi dari Persona Level kalian, dia tidak akan bisa digunakan. That's why grinding is something worth for this game.



Sekarang kita masuk ke bagian pembuatan Persona.  Persona 1 punya sistem cukup rumit untuk membuat persona.  Kalian butuh dua spell card yang kalian dapatkan dari Demon Contact random minion yang kalian temui sepanjang jalan.  Ini adalah sesuatu yang amat menganggu di dua Persona. Persona 1 dan 2 punya Demon Contact.  Di Persona 1 Demon Contact-nya lebih sederhana.  Namun, yang masalah kadang reaksi berubah, saat dia awalnya eager tahu-tau dia jadi angry.  Itu semua tergantung pilihan kalian karena itu saya sarankan untuk yang satu ini silahkan buka Persona wikia.


Jika kalian sudah mendapatkan spell card dari demon-demon tersebut. Batasnya hanya 12 spell cards btw.  Kalian temu Igor untuk mulai membuat Persona. Persona bisa dibuat dengan cara manual atau dengan guided.  Hal ini sebenarnya yang jadi masalah untuk gamer, karena tidak ada grafik atau table nyata untuk bisa merancang persona-persona ini.  Tidak seperti di Persona 2 dimana kalian bisa buat persona sesuka hati asal kalian punya tarot card yang cukup.


Persona Affinity, lalu persona legendaris, semua yang berhubungan dengan pembuatan persona amat rumit dan penuh dengan variasi.  Bagi saya pribadi ini sangat mengganggu karena saya pun tidak menemukan guide yang jelas untuk pembuatan Persona di Persona 1 ini.  



Sekarang kita bicarakan Story.  Persona 1 punya Story yang luar biasa keren.  Benar-benar menunjukkan tentang Persona dan setiap orang punya persona masing-masing.  Twist-Twist keren sepanjang cerita, persahabatan, ada sedikit romance tapi tidak benar-benar terasa sebenarnya.  

Game ini punya empat karakter utama dan empat karakter tambahan.  Kalian sebenarnya bisa mainkan mereka semua di dalam satu shot playtrough.  di Story utama kalian memainkan MC, Nanjo, Maki, Mark dan satu opsional karakter.  Kalian bisa memilih antara Reiji, Brown, Alice dan Elly dengan persona masing-masing juga dengan senjata masing-masing.  Game ini kalian bisa menempatkan Persona pada siapa saja, karena itu rasanya kadang semua karakter punya potensi yang sama tergantung persona yang kalian pasangkan pada mereka.

Di Side Story, kalian bisa memakai karakter lain, yaitu Yukino, Brown, Alana dan Elly.  Yups karena itu game ini punya empat ending.

Main Villain  di game ini adalah Kindori Shyamalan  (Saya sebut begini karena saya merasa dia mirip sama perusak Franchise Last Air Bender itu.)  Dia sebenarnya punya konspirasi yang menarik, dan tentu saja penuh twist.  Ending ditentukan oleh bagaimana pilihan kita pada pertanyaan-pertanyaan sepanjang game.  Tentu saja, jika pertanyaan salah dijawab, maka game selesai tanpa tahu bagaimana kebenaran dibaliknya.


Karakter favorit saya di game ini adalah Nanjo.  Dia adalah seseorang yang tidak suka menunjukkan perasaan care-nya pada yang lain, padahal dia sebenarnya karakter yang baik.  Juga yang paling pintar dari yang lain.  Dia bisa disebut karakter yang suka menjelaskan.  Karena itu saat seseorang butuh penjelasan dia yang akan angkat bicara.


Lebih lagi dia sebenarnya karakter yang paling merasa kehilangan dari yang lainnya.

Game ini cukup generous dalam memberikan uang. Saya pribadi bisa dapat uang sampai 1 juta dalam waktu yang amat singkat, hanya saja game ini sangat sedikit weapon shop-nya. saya hanya update tiga kali equipment berdasar membeli dari shop, mayoritas senjata di dapat dari enemy drop.  Game ini juga sebenarnya tidak terlalu panjang jika kalian straight ahead alias tidak peduli sama sidequest.  

Karakter yang menarik, story yang keren, gameplay yang unik dan cukup orisinil, gameplay yang amat menantang, ada beberapa fitur yang bagus. Tidak lupa musik yang sangat trademark alias khusus untuk game ini.  Karena biasanya game RPG menggunakan musik dalam battle theme-nya, overworld-nya, town-nya di game ini mereka tidak sekedar menggunakan musik, tapi mereka menggunakan lagu-lagu yang amat enjoyable.  Walau kadang game ini bikin saya frustasi, tapi musik-musik itu cukup membuat saya terhibur.

That's why I said This is Worth it, Enjoy your Time With it!  Setidaknya jika kalian kesal dengan versi original di PS 1, di versi PSP banyak sekali improvement yang setidaknya bisa bikin saya betah mainin sampe ending. Tidak seperti yang pertama, saya bahkan tidak bisa maini di dungeon pertama.

Terima kasih sudah membaca review ini, jangan lupa dengar apa yang dikatakan Yui di samping.  Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.  




Sabtu, 28 September 2013

What Zen Thinks about Astonishia Story? (game) Spoiler review

Belakangan ini saya banyak review game Remake. Yang satu ini pantas untuk dibicarakan!


Astonishia Story adalah remake dari game korea buatan Sonnori yang di remake dan di publikasi oleh Ubisoft.  Well, belakangan ini saya banyak bicarakan soal remake-remake keren seperti Final Fantasy III, Star Ocean First Departure.  Apa ini juga salah satu yang bagus?

Saya beri tahu sekali lagi, ini adalah SPOILER REVIEW. because I not give a shit about this game!  Astonishia Story adalah game yang seharusnya tidak di remake dan ga pernah di rilis luar Korea, tetap saja di Korea. 

Kita bicarakan grafis dulu.

It's 16 bits.  Yeah, bahkan saya merasa game ini tidak sebanding grafisnya dengan Final Fantasy VI atau game-game keren di era Super Nintendo.


Saya bahkan merasa game-game RPG maker punya grafis jauh lebih halus dari ini.  Bukankah ini remake, come on, do something more. Ini kan PSP, seharusnya lakukan sesuatu yang membuat game itu jadi lebih baik.  Coba lihat perbandingan Final Fantasy IV di SNES dan Final Fantasy IV di PSP!

Perbedaan antara FF IV Original dan Remake
That's is the real remake. Dimana developer melakukan perubahan begitu banyak dari gamenya terutama dari segi grafis dan konten. Tidak seperti game ini, saya bahkan tidak bisa melihat beda antara original version dan remake version.  Mungkin kita sebut aja ini re-release dibanding remake.

Gameplay dari game ini sebenarnya cukup asik, yaitu turnbased Strategi RPG.


Tapi tidak seperti TBS kebanyakan, game ini seperti Rhapsody, yaitu game dengan strategi tapi tetap pakai Random Encounter.  Jika kamu di dalam dungeon, maka kamu akan hadapi Random encounter, tapi jika di luar, maka tidak akan ada random encounter karena kamu bisa melihat musuh dan hanya battle jika kau menyentuhnya.

Di sini aku benar-benar bingung, kenapa tidak bisa melakukan hal yang sama di dalam dungeon.  jika di outworld bisa bikin no random encounter, kenapa di dungeon ada? Ayolah konsisten sedikit!

Namun, saat di dalam battle. jujur saja gameplay terkesan statik dan tidak ada tantangan sama sekali, terutama selama kau memiliki mage yang bisa mengeluarkan magic super.  Magic bener-bener overpowered, itu membuatmu terus gunakan magic dan magic terus-menerus.  Terutama selama Rendalf masih hidup (ini Gandalf versi Astonishia Story) dia punya magic yang luar biasa.

Boss-boss dalam battle tidak ada yang epik.  Kamu nyaris tidak pernah kesulitan melawan boss. Bahkan saat kamu tidak punya comrade. Musuh langsung mendekatimu dan menyerangmu tanpa mikir sama sekali. Mereka hanya pergi menjauh saat HP mereka sedikit.  Hanya ada satu minion yang cukup mengganggu adalah Skeleton Soldier karena mereka tidak mempan skill dan magic, sisanya kamu bisa bunuh dengan mudah.

game ini pun tidak konsisten dengan damage.  Kamu bisa memakai satu jurus kepada musuh yang sama tipe dan sama level dan mereka punya damage  variatif dan berbeda jauh. satunya bisa mencapai 110 damage, satunya bisa hanya kena 70 damage. WTH!  Lebih lagi, kamu selalu dibuat sebagai tim yang menang, kamu selalu bisa ngalahkan semua boss yang ada membuat mereka lari.  Yeah, good guy always win.

Bagaimana dengan story?

This game have really horrible story!

Kisah dimulai dari Lloyd seorang Knight yang disuruh untuk mengawal sebuah Wand of Kinan ke suatu tempat yang sampai akhir kisah ga pernah dimunculkan.  Lloyd dan seniornya dijebak oleh Francis di sebuah hutan dan membuat seluruh tim pengantar mati kecuali Lloyd.  Lloyd tidak kembali ke kerajaannya untuk melaporkan penyerangan, tapi dia justru pergi sendirian untuk mencari Wand of Kinan tersebut.  Lucunya, semua hal yang terjadi di dalam game, seperti sebuah kota dihancurkan, segala macam yang terjadi karena pencarian Wand of Kinan tidak ada respons sedikitpun dari pihak kerajaan Lloyd, apa mereka tuli? Apa tidak ada semacam berita atau kabar-kabar nyampe ke sana?  Aku rasa orang-orang seharusnya melihat mayat-mayat di hutan sebelah tempat pembantaian terjadi lalu melaporkannya ke kerajaan.  Yah kerajaan itu ga pernah disebut dan ga pernah muncul lagi sampai credit!

Selama Perjalanan dia bertemu dengan Ylenne si penyihir muda, Rendalf si Drawf Mercant, Rodoug si Monk, Lezail si Penyihir tua, Jenas si Elf pemanah, dan Akra si Face Hell Turn girl. Sisanya adalah karakter yang tidak terlalu penting.

Kisah dalam game ini adalah salah satu game dengan kisah paling tertebak. Dimana sang hero melakukan perjalanan dan ternyata terjebak di dalam plot world domination.Kamu akan menebak setiap plot yang terjadi.  Sangat jarang ada namanya emotional content. 

Setiap karakter yang ikut denganmu punya nasib yang sama. Kampung halaman mereka dihancurkan oleh musuh. Tidak ada satupun dari karakter lain yang kampung halamannya tidak diserang.  Mayoritas alasan mereka ikut denganmu karena mereka pengen ikut saja. Tidak ada motif yang khusus.

Karakternya pun sangat klise dan stereotype.  Tidak ada yang memorable dan bahkan sangat mudah kau lupakan.  Kecuali si Akra, dia adalah best character in this game, bahkan dia punya chemistry romance dengan rodoug yang cukup sweet, this girl is best character in the game and this game kill her!

WTF!

Dia adalah karakter yang mengalami perubahan, belajar dari kesalahan dan mulai menjadi baik.  Tidak seperti Lloyd. Karakter ini benar-benar tidak punya sesuatu yang spesial. Saat kau memainkan game di mana karakter utama tidak mengalami pendewasaan, tidak mengalami perubahan sikap dan pandangan hidup, maka karakter itu bagi saya jelek.  Ingat bukan bagaimana karakter Luke, dari Douchebag menjadi hero sejati, dia pelan-pelan belajar dan ikatan dia sama karakter lain terbangun dengan baik.  Tidak untuk Lloyd, dia tidak peduli sama karakter lain.  Aku sempat melihat dia mulai menyadari sikapnya dan mencoba berubah, sayangnya di ending dia ga melakukan itu sama sekali.

Tidak ada twist yang benar-benar menarik sepanjang cerita, kamu bakal tahu semua yang bakal terjadi dari awal sampai akhir.  Ada beberapa adegan emosional yang terjadi di game, lebih parahnya lagi itu semua terjadi di dalam keadaan yang sama, saat sebuah desa dihancurkan. 

Villain di game ini pun tidak punya motif besar dan alasan kuat untuk melakukan world domination selain karena mau jadi yang terkuat dan menguasai power of god. Not interesting at all! 

Setelah Final Boss, game berakhir begitu saja.  Epilog tidak memuaskan, kamu cuma melihat setiap karakter pulang ke tempat asal mereka dan yang paling mengecewakan adalah si Lloyd! Lloyd memikirkan untuk mencari Wand of Kinan lebih dulu dari pada mengecek temannya yang sekarat akibat melawan final boss. Setelah dia dapat Wand of Kinan, dia pulang begitu saja tanpa mengucapkan salam perpisahan dengan teman-temannya.  Itu menyatakan tidak ada ikatan persahabatan berarti di sini.  Seolah mereka bersama cuma sekedar buat mengalahkan sang villain, tidak ada hal lain!

Game ini juga punya masalah parah dalam translasi.  Banyak translasi yang membuatmu bingung, bahkan ada joke-joke korea yang tidak tersampaikan dengan baik.  Ada bahkan NPC yang mengucapkan, "I wanna check my computer and browsing internet!"  Are you kidding? Tidak ada listrik dan internet di zaman medieval, Dude!

Plot di game ini sangat straight ahead, tidak ada sidequest, tidak ada tambahan apa-apa. Kamu hanya ikuti kemana game membawamu.Tidak ada eksploring. Saat kamu mau mencoba eksploring, karakter di dalam game akan mengatakan kau tidak boleh ke sana dan harus kembali ke tempat dimana plot seharusnya membawamu!

Sudah saatnya untuk Final Verdict. Astonishia Story saya berikan 3/10 This remake suppose to be not exist.  jangan berpikir untuk memainkannya, walau game ini hanya sebesar 20 MB.  Lebih baik kalian main Crimson Gem Saga, sekuel dari game ini dan ditangani oleh Atlus.

Jika kalian sudah terlanjur mainin, komen di bawah dan dengarkan apa yang dikatakan Yui di samping =>

Terima kasih sudah membaca review ini sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.





Selasa, 03 September 2013

What Zen Thinks about Star Ocean : First Departure? (PSP Games)

One of the best remake here.  Star Ocean First Departure...


Star Ocean First Departure awalnya dipublikasi di Super Nintendo dan tidak dirilis keluar Jepang alias tidak mengalami translasi bahasa Inggris.  Namun di tahun 2008, Square Enix memutuskan melakukan Remake pada salah satu series terdepan Tri-Ace tersebut di PSP.

Star Ocean mengambil setting di planet Roak.  Menceritakan tentang Roddick, seorang penjaga keamanan Desa bersama dua sahabatnya Dorne dan Millie.  Di desa tersebut terkena sebuah penyakit menakutkan yang membuat orang membatu, bahkan Ayah Millie yang disebut tabib terbaik juga terkena penyakit tersebut.

Saat mencari penawar di Gunung, di sana mereka bertemu dengan Ronyx dan Ilia yang menjelaskan ada komplotan yang ingin membuat planet Roak membatu karena suatu alasan dan obat yang Roddick cari bukanlah penawarnya. Mereka pun mulai menguak misteri alasan kenapa penyakit tersebut ada dan bagaimana cara mencari obatnya.  Bahkan Dorne pun membatu akibat penyakit tersebut.

Itulah inti cerita dari ini.  Mengingat host dari virus tersebut ada 300 tahun lalu, game ini punya unsur time travel, sains fiksi, medieval kingdom, juga fantasi yang kental.

Mari kita bicarakan soal grafis.  grafis dalam game ini mengalami step up yang cukup signifikan dari versi Super Nintendo-nya yang terlihat seperti ini.


Di versi Remake menunjukan kualitas grafis PSP memang sudah lebih mutakhir.


Sebenarnya kalau diperhatikan.  Intinya grafisnya sama dengan kualitas Star Ocean : The Second Story di PS 1.  Namun game ini punya beberapa fitur tambahan, yaitu Voice acting dan FMV yang dimunculkan di beberapa adegan dalam cerita.  Saya sebenarnya agak merasa kalau saat di dalam kota atau di world map, karakter tidak terasa ada di sana.  ibarat kamu menaruh gambar karaktermu di dalam gambar lain.


Karakter tidak menyatu dengan background

Gameplay Star Ocean adalah salah satu pelopor Real Time JRPG sementara mayoritas JRPG adalah Turnbased game.  Star Ocean menyajikan dalam strategi, bahwa kamu tidak mengontrol semua karakter yang ada di arena satu per satu. Kamu hanya bisa mengontrol satu karakter, terserah yang mana.  sisanya, mereka bergerak sesuai komando yang kamu perintah.  Mau Healing, gunakan magic, gunakan Special Attack terus-terusan sampai kehabisan MP, mau menyerang secara terpisah.  Bagusnya AI di game ini berfungsi luar biasa.  Kamu bisa mengandalkan karakter lain bergerak tanpa perlu terlalu khawatir jika mereka salah melakukan aksi.  Walau tetap komando ada di tanganmu dan kamu bisa pakai karakter lain di tengah pertarungan jika diperlukan karena karakter lain tidak punya fungsi untuk menggunakan item jika tidak dikomando oleh player.

Gameplay seperti ini membuat player jadi aktif, tidak sekedar menekan tombol X dan D-Pad.  Bahkan jika kamu punya skill bagus, karaktermu bisa mengalahkan musuh yang lebih kuat.  Walau leveling up tetaplah sangat berpengaruh.

Star Ocean adalah game di mana kamu tidak serta merta mendapatkan weapon, armor, atau segala equipment berdasar treasure, monster drop, atau sidequest.  Karena mayoritas barang yang didapat dan dijual di shop adalah bahan dasar.  Yah, you have to take your time to do Item Creation.  Setiap karakter punya talent dan Skill level untuk meningkatkan presentasi berhasilnya item creation tersebut.


Hal random seperti ini adalah hal yang paling aku benci di dalam video game.  Random battle, Random Item Drop, Random Item Creation.  Lucunya di game ini, saya mau menghabiskan waktuku untuk melakukan item creation.  Alasannya,


  1. bahan dasarnya mudah diperoleh bahkan ada bahan dasar yang bisa dibuat. 
  2. Tidak terlalu sulit menemukan bahan dasar tersebut karena mayoritas dijual di toko dengan harga terjangkau.
  3. setiap karakter bisa dibagi tugas untuk melakukan item creation tergantung talent yang mereka miliki. Contoh, kalau ingin menggambar alias art.  Pilih karakter yang punya talent Design Sense, maka presentasi untuk keberhasilan item creation akan meningkat.
  4. Ada sesuatu yang bisa meningkatkan sampai 95% keberhasilan Item creation.  Yaitu menggunakan Orchestra.  Selama Orchestra berbunyi, item creation bisa lebih mudah untuk mendapat kesuksesan.
  5. Senjata, armor, dan segalanya di dalam game (tidak termasuk di Extra Dungeon) terbaik dihasilkan Item Creation.
  6. Item Creation bisa dilakukan di manapun dan kapanpun.
Karena itu saya menyukai Item Creation Sistem di Star Ocean sebelum Till The End of The Time dan seterusnya.

Soal tingkat kesulitan game ini punya tingkat kesulitan yang fair.  Item maksimal hanya bisa dibawa 20 per jenis.  Itu adalah jumlah yang amat kecil apa lagi jika kamu harus melakukan perjalanan di dungeon yang panjang dan no escape dungeon item or spells whatsoever.  No Escape dungon option and low limit supply, hum ini hal yang menyebalkan.  Tapi, dengan Bird food Item dan speciality familiar, hal ini bukan lagi masalah besar.  Familiar adalah sebuah skill yang memungkinkanmu untuk belanja di tengah dungeon.  Jadi, jika kamu kehabisan supply, cukup menggunakan Bird Food, burung datang dan kamu bisa beli supply lagi walau jenis itemnya terbatas.  Walau sebenarnya ada item Escape Dungeon tapi itu adalah item rahasia.

Game ini tidak punya fast Travel, jadi mayoritas kau habiskan dengan berjalan dan menghadapi Random Encounter along the way. Fast Travel hanya bisa didapatkan jika kamu merekrut Pericci.


Pericci menurut saya adalah karakter yang tidak bagus.  T'nique jauh lebih bagus darinya, tapi hanya dia yang bisa membuatmu punya Fast Travel. So, dia pilihan yang lebih bagus dari Welch aku rasa.

Special Art dan Symbology di dalam game ini sangat cool.  Setiap karakter punya serangan unik masing-masing.  Bahkan untuk nama Special Art yang sama, dieksekusi berbeda tergantung karakter tersebut.  Walau tetap saja symbology alias sihir dieksekusi sama.  Ada beberapa special art yang bisa diunlock jika mendapatkan komponen tertentu.



Let's Talk about character now.
Karakter di game ini selalu berhasil bikin aku dilema.  Alasannya, Karakter yang bisa kita punya maksimal ada delapan orang.  Ada empat karakter utama dan ada sembilan karakter opsional. Dengan kata lain, karakter opsional di sini hanya bisa dipilih empat, bahkan ada juga karakter yang tidak bisa kau miliki keduanya, kau pilih satu yang lain tidak akan pernah muncul.  Namun, karakter yang kau pilih biasanya justru menentukan alur plot di tengah cerita.

Game ini juga menyediakan fitur untuk membuat kamu lebih mengenal karakter-karakter tersebut di dalam Private Action yang bisa dilakukan di kota-kota yang ada.  Di sana ada event-event yang membuatmu lebih mengenal karakter bahkan memengaruhi kedekatan karakter di game ini.

Karena itu dalam hal character development di game ini sangat-sangat bagus dan pemain pun dibuat bisa mengenal setiap karakter lebih dalam.

Karakter favoritku dalam game ini adalah Ilia Silvestri,

Dia tidak cuma karakter yang asik sebagai karakter di game, tapi juga di dalam combat sistem. Dia bertarung menggunakan tangan kosong seperti layaknya sakura, Skill-nya amat menarik dan juga dependable, karakternya unik.  Dia suka minum-minuman.

Oh ya, bahkan ada karakter bernama T'nique.


Dia adalah Werewolf dan wajahnya familiar... mengingatkan aku pada...



Story game ini bisa dibilang klasik dan epik.  Twist-twist yang terjadi sepanjang cerita semua saling berkaitan satu sama lain.  Ikatan antar karakter pun terkesan kental karena chemistri yang terbangun amat menarik, terutama jika kamu mau melakukan private action.  Cuma, Final Boss rasanya agak kurang kaitannya dengan main plot, karena dia tahu-tahu saja jadi boss di akhir cerita bahkan tidak pernah muncul di tempat lain selain di akhir cerita.  Karena itu sangat mengecewakan kita tidak dibuat lebih mengenal karakter dari sisi Villain di dalam game.  One Side Character Development.

Game ini bahkan menipu karena menunjukkan game sudah ending dan ternyata masih belum.

Fitur di game ini mayoritas sudah saya sebut di atas.  Game ini juga punya replay ability yang tinggi, selain karena ada Extra Dungeon, juga pastinya kamu mau untuk mencoba kombinasi karakter yang berbeda. Saya sampai punya tiga save data dengan kombinasi karakter yang berbeda.

Baik, itulah Star Ocean dan tidak terasa sudah saatnya untuk memberikan Final Verdict.  Star Ocean : First Depature saya berikan 8/10 it's well made game.  Konsep yang unik, karakter yang menarik, sistem battle yang inovatif, crafting yang tidak menyebalkan, story yang epik.

So, jika kalian sudah memainkan game ini. Siapa saja kombinasi Rekruitment favorit kalian.  Saya merekrut, Ashlay, Ioshua, Erys, dan Perrici.  Aku rasa mereka tim yang keren.  Jadi aku bisa buat dua tim yang seimbang.  Boy Team : Roddick, Ashlay, Ioshua, Ronyx.  Girl Team : Ilia, Pericci, Erys, dan Millie.


Terima kasih sudah membaca review ini sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.