Sabtu, 25 Januari 2014

What Zen Thinks about Legend of Heroes : Tears of vermillion? (PSP Games)



Ayo kita melihat salah satu marathon yang konstan di game ini.




Legend of Heroes : A Tears of Vermillion.
Developed by Falcom and Microvision
Published by Bandai
Platform : PSP

Legend of Heroes adalah game dimana saat kamu memainkannya dan kamu sadar kalau game ini begitu hafal dengan standar RPG yang kau kenal selama ini.  Game ini dimulai dengan penyerangan sebuah tempat oleh Lord Bellias yang ingin mencari seorang gadis yang disebut sebagai Durga’s Daughter.  Dia adalah Eimelle adik dari Avin, mereka begitu dekat karena Eimelle dan Avin kehilangan ortu mereka.



Kejadian ini menyebabkan Avin dan Eimelle terpisah.  Avin kini tinggal bersama seorang sage Lemuras dan dia pun menjadi murid Sage tersebut di sebuah desa terpencil.  Selain itu Avin juga berteman dengan Mile.  Cerita pun dilanjutkan setelah Avin dan Mile berumur 18 tahun di sinilah saat Lemuras meninggal. Avin dan Mile pun mulai perjalanan untuk mencari Eimelle.



Dimulai dari grafik, game ini cukup step up dari versi awalnya di PS1 yang tidak dirilis keluar.  Setiap kali berdialog karaktermu akan muncul di layar dengan berbagai ekspresi yang menunjukkan bagaimana dirinya di dalam cerita tersebut.  Setidaknya, tidak seperti di Crimson Gem Saga dimana karakternya digambar besar-besar tapi ga memperlihatkan ekspresi karakternya.  It’s pointless.



Dari segi gameplay, game ini memberimu kuantitas item yang sangat mengecewakan.  Oke, mayoritas game kuantiti per item adalah 99, terus jika kalian melihat Star Ocean, itu batasnya 20 Item, di tales series 16 item.  Tapi di game ini, kamu Cuma bisa bawa 10 item.  Saya sangat sering kehabisan karena itemnya sedikit sekali.  


Selain itu kamu punya pet, yah seekor kelinci yang entah siapa namanya.  Setiap kali dia menemukan sesuatu, kamu dekati dia dan tekan X maka dia akan memberikan item tersebut.  Dia juga perlu dikasih makan, walau menurut saya tidak ada sesuatu yang spesial dari memberinya makan, tidak ada indikasi dia lapar, tidak ada indikasi perbedaan efek makanan terhadap kelinci tersebut. 




Kelinci ini juga bisa bantu dalam battle, jika ada tanda love di kepalanya, dia akan memberikan stat effect pada karaktermu, jika muncul tanda marah maka dia akan jatuhkan batu besar dia tas musuhmu…(entah gimana caranya)



Navigasinya lumayan, aku Cuma masih kesal dengan game di konsol advance yang tidak punya map system.  Setidaknya kamu punya map, yah kadang-kadang juga ga begitu membantu.  
 
Saat berbelanja, weapon-weapon tidak ada deskripsi yang menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari senjata itu.  Hanya sebatas memperlihatkan perubahan statusmu.  Well, it’s okay, right? NO! setiap senjata seharusnya punya deskripsi dimana kita bisa tahu kemampuanya, bisa saja senjata itu bisa punya element effect, Status effect, di sini kamu tidak akan tahu soal itu karena bener-bener tidak ada penjelasan.



Sekarang saya akan jelaskan system battle-nya, pertama tidak ada random battle, kamu battle hanya jika menyentuh musuhnya.  Jika musuhnya marah maka dia akan mengejarmu, jika dia takut dia akan menjauhimu (andai kamu sudah over level). 


Game ini punya system battle seperti Grandia III sebenarnya, dimana semua karakter ada di sebuah field. 
Setiap karakter punya batasan jarak serang dan jarak gerak sendiri-sendiri. Jadi kamu bisa mengendalikan posisinya dan punya dampak yang signifikan dengan jalannya pertarungan.  


Karakter punya tiga meter. HP meter, MP Meter, dan Power Meter. HP dan MP jelas kalian sudah tahu apa gunanya, Power meter berguna jika sudah penuh kamu bisa mengeluarkan jurus khusus yang kuat.  


Di game ini punya serangan biasa, Magic, dan skills.  Skills tidak menggunakan MP sementara Magic menggunakan MP.
Tingkat kesulitan di game ini tidak seberapa, aku hanya kesulitan di dua battle saja. Battle lawan Fatima dan melawan Final Boss. Sisanya, tidak begitu mengganggu.
Karakterisasi di game ini sangat mediocore.  Karakter utama memang careable, tapi menurut saya tidak begitu memikat. 


Saya lebih tertarik sama Karakter utamanya Ceweknya yaitu Rutice, karakter yang satu ini sangat dependable. Dia punya skill, magic, dan serangan yang bagus, dia bahkan bisa Black and White Magic.  I have to say she is best character in the game.  Aku juga suka romance interest antar dua karakter ini.  Mereka saling care dalam gaya yang menarik. Tapi, masih sangat meh jika dibandingkan dengan romance-romance dari RPG lain yang saya tahu…


Avin adalah sosok yang pemarah dan mudah terbawa oleh suasana, sementara si Mile lebih tenang dan selalu membuat Avin bisa kembali tenang agar dia tidak bertindak gegabah. Mereka sudah punya chemistrie sebagai sahabat yang cocok dan saling mendukung.


Bagaimana plot dan Story?
Hahaha… *berusaha tenang dulu.  It’s marathon of Mediocorecity, intinya game ini benar-benar pakai plot standar yang sudah kalian kenal sejak Era SNES. 
Ini agak spoiler, so I give you warning.

  1. Karakter utama mencari adiknya yang katanya adalah kunci untuk membangkitkan iblis untuk menghancurkan dunia (check) I seen that before.
  2.  Sahabat si MC dikira mati padahal tidak, (check)
  3.  Karakter jahat jadi baik karena si chara baik menolongnya dan malah jatuh cinta padanya, (check)
  4.  Sahabat karakter jadi jahat saat muncul kembali karena dikendalikan… (check)
  5.  Final Boss ingin hancurkan dunia karena dia piker dunia sudah jelek (check)
  6.  Si sahabat jadi baik lagi di akhir cerita (check) 
  7. Final Boss menjelaskan semua secara penuh alasan dia menjadi ketua Octum Apostles, (Check).
  8. Kenapa banyak RPG yang memutuskan untuk habis tepat saat si MC cewek dan MC Cowok mau menyatakan cinta.  (check)
Mediocore sekali untuk story-nya. Gamenya juga amat to do point.  Gamenya tidak banyak variasi, hanya fokus ke plot utama. Entah karena saya belum menemukannya, atau bagaimana.  Intinya gamenya terkesan linear sekali.


Fitur-fitur di game ini tidak banyak, bahkan seingatku tidak ada ekstra dungeon atau semacamnya.  Salah satu fitur favoritku adalah Karamus the writer, kenapa dia? Dia membuat cerita berdasarkan pengalaman si Ravin.  Yups sebuah novel, dan lucunya cerita dia lebih bagus dibandingkan kisah si Ravin sendiri.


Di game ini kamu bertemu banyak karakter.  Mereka akan silih berganti tergantung plot. Ini sih soal pendapat pribadi, tapi saya tidak suka dengan hal begini.  Lebih baik karakternya sedikit dan fokus daripada karakter yang banyak tapi mereka terbatas oleh Plot. 

Eimelle it is really cute


Andai karakternya banyak kenapa tidak membiarkan gamer menentukan siapa saja yang mereka suka dan dipakai untuk melawan final boss.  Kenapa tidak seperti Chrono Cross atau Suikoden.  Hingga kita punya Member tim yang tetap?  Well, itu sudah ketentuan gamenya, what you can do anyway.

Boy? really, Tell me what this boy have to show he is a boy?

Ada beberapa karakter yang menarik selain karakter-karakter utama. Seperti Douglas yang berusaha menguatkan diri agar dia pantas memakai Thunder Sword, lalu ada cowok trap yang cantik Rael, dan banyak karakter lain.  Kadang-kadang membuat saya merasa disorientasi.


Jadi bagaimana pendapat saya soal Legend of Heroes : Tears of Vermillion? This is good to Time Wasting. Yah jika kamu tidak ada RPG lain yang lebih menarik, mungkin kalian bisa coba-coba game ini. 

Keterangan :

nilai 1-2 saya akan sebut This will torture your soul to the damn ini artinya apapun yang saya review adalah karya yang amat buruk dan jika kalian maksa buat mainin, nonton, atau baca akan merusak jiwa kalian.

Nilai 3-4 saya akan sebut Just forget about this and continue your life without it Ini adalah sebuah karya yang tidak pantas diingat dan sebaiknya lupakan karena tidak berarti alias buang-buang waktu untuk dilirik.

Nilai 5-6 Saya akan sebut It's good to time wasting artinya kalian bisa menikmati hal ini jika ga ada kerjaan, tidak ada tugas, hanya buat main-main dan tidak ditanggapi serius.

Nilai 7-8 Saya akan sebut This is worth it, Enjoy your time with it! Dengan kata lain karya ini pantas untuk kalian nikmati dan pantas kalian gunakan waktu kalian untuk merasakannya.

Nilai 9-9,5 Saya akan sebut You want through this again! Ini saya maksudkan bahwa karya ini pantas kalian baca lagi, nonton lagi, mainin lagi alias punya high replay value.

Sekarang untuk nilai tertinggi 10 saya akan sebut AMAZEPIC (It's Amazing because it's Epic) ini jelas sebuah karya yang menurut saya benar-benar pantas kalian nikmati dan sangat memorable.  Dapat nilai 10 bukan berarti karya ini flawless.  Tapi, saya cuma menegaskan bagian hal keren dari karya ini jauh lebih banyak dibanding yang jeleknya/flaw-nya.  Ibarat 11 hal bagus dan 1 hal jelek. Seperti itu.

Terima kasih karena sudah membaca review ini. Apa kalian pernah memainkan Legend of Heroes series? JIka pernah yang mana kalian pernah mainkan dan yang mana favorit kalian.  Komen di bawah!

Jangan lupa untuk mendengar apa yang dikatakan Yui di samping!

Sabtu, 18 Januari 2014

What Zen Thinks about New Story Magazine Issue? (Rant)

Belakangan ini saya melihat banyak sekali komentar negatif tentang story yang baru. Wajah baru Story benar-benar kontroversi dikalangan fans, tapi tidak untuk kalangan pembaca majalah remaja pada umumnya.  Mari kita bicarakan itu sekarang...

Story adalah sebuah majalah cerpen terbesar di Indonesia. You have to admit that's true.  Mungkin banyak yang akan menyebut Story adalah majalah yang memang diperuntukkan para penulis seperti saya.  Saya pribadi punya tiga karya yang pernah diterbitkan di Story dan saya adalah langganan setia story, saya memilikinya dari yang pertama sampai edisi... entahlah saya tidak ingat. Soalnya saya berhenti beli story sekitar setengah tahun lalu.

Bukan karena saya tidak suka story lagi, cuma lapak majalah langganan saya yang satu-satunya menjual story, tidak kebagian story lagi dan itulah yang jadi masalah.

Jika kalian tidak tahu Story, kalian bisa membaca review penuh saya soal Story yang saya sukai di sini.

Story yang lama selalu pakai model artis-artis Indonesia yang di close up.  If you read my review, you should already know that.  Tapi, story yang terbaru berwajah baru dan benar-benar mengubah Story menjadi majalah mainstream yang kau bisa temukan dimana-mana.  there's nothing Special about new story anymore.

Sumber dari Wergu Wergiasih

Story tidak lagi memakai model-model dari artis Indonesia tapi sekarang mulai ke Korea.  Ini benar-benar menghilangkan ciri Story yang Menghanyutkan.  Wait!  ini bahkan menggantinya menjadi Cheer Up. Story complety Change right now.  Ini jelas benar-benar mengundang kesedihan, amarah, juga kekesalan para storylovers.  Walau terjadi pro dan kontra. As I see, most of em is Kontra.

Contoh paling sederhananya kalian bisa baca di sini.

Saya di sini bukan ikut-ikutan artikel itu yang uneg-uneg soal kekecewaannya saja.  Saya tahu Mbak Erin. Saya pernah bertemu dengan beliau langsung, aku tahu Mbak Erin melihat Story yang dia bina sekarang berubah begini, I know she cry out there.

So, here... Saya mau sampaikan uneg-uneg beberapa alternatif untuk Story agar tidak kehilangan penggemarnya seorang penulis-penulis yang masih berharap karyanya mejeng di Majalah tersebut. So Here we go.

Saat membaca artikel uneg-uneg kekesalan Storylovers di atas.  Saya berpikir kalau menejemen baru story lagi banyak memakai iklan-iklan K-pop culture.  Jika dipikir-pikir maka seharusnya income story sekarang lagi lumayan tinggi.  Mengesampingkan kekecewaan yang terjadi dari para penggemar.

Maka alternatif yang saya mau utarakan dan sarankan adalah adanya dua sesi untuk Story. Story yang versi cetak di sana fokus pada fashion-fashion, K-pop culture dan beberapa cerpen.  Kemudian Story juga menerbitkan versi Online yang fokus ke cerpen-cerpen.  Aku tahu ini mungkin ini bisa jadi sesuatu yang berat di jalankan. Tapi inilah saran yang terpikirkan di kepala saya.

Ada majalah lain yang melakukan demikian.  Menerbitkan majalah yang isinya konten-konten yang lagi banyak disukai oleh masyarakat. Sementara di Online mereka menyediakan konten yang lebih khusus, biasanya yang konten berbau dewasa.

Story, bisa ambil jalan ini untuk tetap menjadi Majalah Teenlit yang dicintai oleh penulis-penulis yang berusaha mendapatkan kepercayaan diri di luar sana.  Jadi Majalah-majalah yang terbit secara cetak fokus ke hal-hal yang sudah menjadi mainstream sekarang. Jika membeli itu, tersedia kupon khusus. Jika menulis nomor kupon itu ke sebuah website khusus. Maka mereka bisa melihat majalah Story versi online yang penuh konten dunia penulisan yang mereka sayangi.

Mungkin sebaiknya yang di versi Online, tidak untuk didownload untung menghindari pengopian massal. Jadi saat membacanya harus Online.  Terkesan sangat menyebalkan, tapi sebagai seorang yang masih mencintai Story, kita juga mesti berkorban.

Tapi bagaimana baiknya, Nanti Pihak redaktur Story bisa pikirkan dan mempertimbangkan saran saya ini.  Jujur saja, saya lakukan ini karena saya masih sayang sama Majalah ini.  Saya masih ingat saat pertama kali iklan menayangkan Majalah Story yang memang menghanyutkan. Satu-satunya Majalah yang saya koleksi sekian banyak dan jadi aktivitas bulananku untuk menggarapnya hingga habis.

Jadi, aku tahu kalian kecewa, aku tahu kalian kesal dengan New Story Magazine.  Maka dari itu, mari kita dinginkan kepala, jangan sampai tragedi Anita Cemerlang terulang kembali. Percayalah pihak Story tidak mau ini juga terjadi.  Jika kalian mendengar yang terjadi sama acara Hitam Putih, maka kejadian yang terjadi sama Story yang baru ini dan semoga ga berakhir sama dengan acara tersebut.

Mari kita dukung sama-sama agar Story bisa menemukan jalan terbaik untuk tetap eksis dan tetap dicintai oleh Storylovers...

Salam Kreatif, salam sastra dari Penggemarmu.


Zen Horakti.

Senin, 06 Januari 2014

What Zen Think About Spiderman and XMEN : Arcade Revenge? (SNES)

Well, It's been long time... I finally found it!


Well saya sebenarnya tidak begitu berharap banyak dari game ini, setidaknya saya mau game sidescroller yang asik, mungkin platform yang menarik dan menantang.  saya sempat mengira game ini akan beat'em up, but nope. It's Platform game.

Cerita dimulai dengan gambar komik dimana X-Men membutuhkan bantuannya.  Dan Prolog stage (baru prolog loh) kamu memakai spiderman.


Yups, As you can see... kita punya tiga nyawa (lives) dan petunjuk (yang tanda panah itu) dan tentu saja HP yang cukup panjang.  Sepertinya sudah cukup decent.  Grafiknya juga lumayan untuk 16 Bit.  But just wait... I gonna show you something interesting.

Masalah pertama adalah control, this game has really awfully awkward control!

pertama coba bayangkan jika Spiderman tidak bisa melakukan webswing jika dia sedang melompat.  Yups, di game ini Spiderman tidak bisa melakukan webswing jika kakinya tidak menginjak tanah.  Lebih parah lagi, si Spiderman tidak bisa menggunakan tinjunya dalam bertarung.  dia selalu melakukan webshot.


Misi pertama adalah menghancurkan semacam device yang entah apa gunanya dan harus dihancurkan berdasar urutannya.  Lebih parah lagi banyak tempat-tempat yang sulit dijangkau, ditambah sedikit sekali power up.

Webshoot-nya pun hanya bisa ditembak ke depan.  Yah, andai saja jika musuh tidak datang dari berbagai macam tempat.  Maka ini tidak masalah.





Kadang ada musuh yang terus menembakmu dan dia tidak keliatan di layar, tapi anehnya saat kamu menembak ke sana, musuhnya ga kena, Dan dia tidak berhenti menembak sama sekali.


Lihat saja, dia menembak tepat saat kamu ada di sana.  Well, aku ga masalah dengan tantangan, tapi kalau tantangan itu berarti kontrol yang buruk. Maka itu hanya mengeroyok gamernya.  Well, actually I'm not done.

Akhirnya aku berhasil melewati prolog stage dan di sinilah gameplay aslinya.  gamer bisa memilih menggunakan siapa saja antara Spiderman, Wolverine, Cyclops, Gambit, dan Storm.  Setiap karakter yang dipilih punya stage-nya masing-masing.

Saya mulai dengan mencoba Gambit.


Well, collecting Star? and chased by spike wheel.  What this remind you of?

Well, gambit sangat buruk dipakai. Dia menyerang dengan melempar kartu dan arah kartunya melengkung dan tidak lurus ke depan.  Yeah, akhirnya musuh yang ada di depan tidak kena serangan.


Perhatikan yang seperti Health Meter di bagian kanan atas.  kalian tahu apa itu?  itu adalah peluru alias batas penggunaan kartu gambit.  Lebih parah lagi adalah kamu cuma bisa melompat satu kali, ditambah lagi kamu tidak bisa melompat turun.

Kalian tahu apa yang terjadi jika kalian mati?

kalian bukan kembali ke check point, oh no. Back to beginning? No...

back to here!


Yups, back to character select screen.

Lebih parah lagi untuk memilih karakter tidak dengan tekan kiri atau kanan, atas atau bawah.  Tapi dengan menekan Select?  Why?  mekanismenya hanya untuk membuatnya semakin membingungkan.

Oke saya sudah capek sama gambit.  Let's try another one...  Wolverine.

Wolverine tempatnya seperti sebuah circus freak stage.  Sebenarnya mengingatkan aku pada stage pertama di game Batman di stage joker.


Di sini sebenarnya tidak terlalu masalah. Aku bahkan bisa bertahan sampai melawan boss.  Tapi boss ini benar-benar menyebalkan. Aku tidak bisa menemukan sedikitpun cela untuk menyerang dan saat dia menyerang, benar-benar memakan HP begitu banyak. Well as you can see... I lost.


Back to selection screen again.

Sekarang kita coba cyclops.


Apa kalian melihat bagaimana cara si Cyclops menendang?  What a Puny kick!  It's embarrassing!  Well, andai Cyclops melihat dirinya seperti ini di game.  He will do this!

Destroy that game!!

Well, kita lanjut ke next character.  Storm... and finally!!! It's still sucks!

Lihat dimana storm sekarang!





That's really problem.  Storm adalah karakter yang terbang dan dia di taruh di underwater stege?  benar-benar ga sesuai.  Well, this stage is hard.  bayangkan saja dengan kontrol yang buruk lalu kamu harus berenang di dalam air dengan time limit?  well I died...

But... saya kehabisan Lifes dan...




Yes, we back to title screen.  No continues, no checkpoint, bad control Scheme.  Nice... siapa yang bertanggung jawab sama ini... wait? Let's look the title screen... its... LJN! WHAW the owner of shitty rainbow.  Well, andai kalian pernah nonton AVGN, LJN adalah musuh besarnya LJN... dengan Fred Fuchs.  Saya tidak ada rencana mencari game LJN.  Saya bahkan tidak sadar setelah saya mencoba main game ini dan betapa buruknya game ini.

Oke, saya sudah tidak bisa lanjut lagi. Stage yang saya bisa menangkan hanya prolog stage. Sisanya benar-benar menakutkan.

I say, this game... Will torture your soul to the damn! Don't even bother to play it.  But if you want to try... I warn you, you not gonna happy...

Terima kasih sudah membaca review ini dan jangan lupa untuk mendengar apa yang dikatan Yui di samping.

Keterangan Verdict.




nilai 1-2 saya akan sebut This will torture your soul to the damn ini artinya apapun yang saya review adalah karya yang amat buruk dan jika kalian maksa buat mainin, nonton, atau baca akan merusak jiwa kalian.

Nilai 3-4 saya akan sebut Just forget about this and continue your life without it Ini adalah sebuah karya yang tidak pantas diingat dan sebaiknya lupakan karena tidak berarti alias buang-buang waktu untuk dilirik.

Nilai 5-6 Saya akan sebut It's good to time wasting artinya kalian bisa menikmati hal ini jika ga ada kerjaan, tidak ada tugas, hanya buat main-main dan tidak ditanggapi serius.

Nilai 7-8 Saya akan sebut This is worth it, Enjoy your time with it! Dengan kata lain karya ini pantas untuk kalian nikmati dan pantas kalian gunakan waktu kalian untuk merasakannya.

Nilai 9-9,5 Saya akan sebut You want through this again! Ini saya maksudkan bahwa karya ini pantas kalian baca lagi, nonton lagi, mainin lagi alias punya high replay value.

Sekarang untuk nilai tertinggi 10 saya akan sebut AMAZEPIC (It's Amazing because it's Epic) ini jelas sebuah karya yang menurut saya benar-benar pantas kalian nikmati dan sangat memorable.  Dapat nilai 10 bukan berarti karya ini flawless.  Tapi, saya cuma menegaskan bagian hal keren dari karya ini jauh lebih banyak dibanding yang jeleknya/flaw-nya.  Ibarat 11 hal bagus dan 1 hal jelek. Seperti itu.






Minggu, 22 Desember 2013

Bullshit Episode : Why Eternal Grace Should be Revive?

Aku cuma mau jelaskan satu hal sebelum masuk ke episode ini. Bullshit Episode bukanlah berarti saya bicara soal kebohongan kosong, tapi ini adalah segmen khusus di blog saya yang memberi saya ruang untuk rant tentang sesuatu hal, tidak fokus hanya pada hal-hal yang saya review, tapi lebih dari itu.

Eternal Grace adalah sebuah game yang dibuat oleh developer Indie Indonesia yaitu Enthrean yang terbit tahun 2011 kemarin.  Sayang sekali game ini mengalami masalah biaya dan diharuskan untuk... mati alias tidak dilanjutkan ke episode selanjutnya.  



Game Eternal Grace bercerita tentang seorang pemuda bernama Razh yang hidup sebagai seorang yang menerima kerja apapun asal dirinya mendapatkan uang.  Saat di sebuah tavern, dia diganggu oleh komplotan yang bernama Kupluk Ranger.  (Yeah, I’m not kidding). Masalah itu menyebabkan Razh bertemu dengan seorang gadis bernama Millia.  Gadis ini cukup centil dan Ke-GE-ER-an dan meminta Razh untuk mengantarnya pergi ke kota seberang. 



Di sinilah awal mula petualangan Razh dengan Millia dan itulah episode satu Eternal Grace
Kenapa saya sangat mendukung game ini, well banyak hal yang sangat menarik di game ini.  Pertama game ini tidak punya RANDOM BATTLE. Musuh terlihat jelas di dalam layar dan jika kau menyentuhnya kalian lanjut ke battle mode.  Realtime battle, game ini pakai sistem Realtime Battle mode, tapi tidak seperti Star Ocean atau Tales series.  Real time di sini kita memakai semua karakter secara bergantian.  Kamu bisa mengganti karakter di tengah pertarungan kapanpun.  Karakter-karakter ini bisa di kombinasi kombo, seperti Razh menyerang empat kali dengan tangan besinya lalu dilanjutkan pistol dari Millia, lalu lanjut dengan Skill dari Razh.  Begitu banyak eksperimen yang bisa digunakan untuk membuat gamer tetap terhibur.



Game ini sangat menyunjung tinggi namanya persiapan sebelum masuk ke battle.  Karena kamu hanya bisa bawa tiga jenis item di dalam battle.  Tiga jenis item itu bisa digunakan kapanpun bagusnya setiap karakter punya slot masing-masing.  Begitu juga skill slot yang bisa digunakan kapanpun.
Memainkan game ini sangat asik jika menggunakan Controller, apa lagi console gamer seperti saya.  Asiknya game ini cukup dengan memasang Controller di laptop/komputer anda, maka seluruh tombol akan tersetting otomatis.
Karakterisasi game ini menarik, terutama saya harus akui adalah karakter Millia. Karakter lain yang aku ingat seperti dia adalah ikan biru yang bersama ayahnya Nemo yang mengalami flash amnesia atau lupa ingatan dalam jangka pendek. Karena itu Millia selalu membawa buku catatannya kemana-mana untuk membantunya mengingat.  Razh sendiri adalah karakter yang menarik yang benar-benar mata duitan, selain uang dia ga akan peduli apapun di sekitarnya.  Dia tipe, “As long you pay me, I will do it.”

Game ini punya mini game yang asik untuk dimainkan disamping misi utama.  Yaitu Hexacard.  Game ini agak mengingatkanku dengan game kartu di Final Fantasy VIII dengan tetap mempunya fitur yang orisinil.



Game ini juga berusaha menampilkan hal-hal yang berbau Indonesia, terutama atmosfer yang ingin ditunjukkan di dalam game.  Salah satunya adalah dimana ada karakter yang memakai pakaian adat Indonesia seperti blangkon.




Fitur lain yang perlu saya sebut adalah mission segmen. Yups, pernahkah kamu memainkan game dan kemudian berhenti karena ada suatu hal yang penting kamu harus kerjakan, lalu setelah beberapa lama kamu mau main game itu lagi dan bener-bener lupa sama apa yang harus kamu lakukan selanjutnya? Tapi di game ini, itu bukanlah masalah. Karena setiap misimu dicatat dan memudahkan gamer untuk brainstorming tentang apa yang harus mereka lakukan.



Game ini punya sistem EXP yang agak-agak annoying, karena kamu hanya bisa menaikan EXP untuk karakter yang melakukan aksi.  Karakter lain tidak akan dapat EXP sama sekali jika kamu tidak pernah memakainya.  Karena itu pemakaian karakter yang seimbang perlu diperhitungkan.  Bicara soal itu, game ini tidaklah mengharuskan bahwa Razh akan jadi center of point interest all the time, kadang pusat cerita berpindah ke karakter yang lain.
Di game tidak ada namanya dijual senjata, karena senjata meningkat berdasarkan blacksmith. Tapi tidak seperti di Suikoden, asal ada uang kamu bisa lakukan Black Smith? Di sini, kamu juga harus mencari bahannya untuk melakukan blacksmith. 



Musik di game ini juga bagus, terutama winning music.
Sekarang kita bicarakan hal yang perlu mengalami perbaikan dari Eternal Grace.  Pertama mungkin adalah masalah tidak adanya indikasi sebuah bangunan.  Saya awalnya kebingungan mencari di mana Inn di dalam game. Saya pun harus mencari satu per satu rumah untuk mencari di mana Inn tersebut. 



Kedua adalah sepertinya baik kalau saat menang dari battle menunjukkan gambar winning pose dari karakter yang berhasil mengalahkan musuh terakhir?



Ketiga, saat di dalam battle tidak ada pause button.  Kadang saat di dalam battle, terutama battle yang panjang (lawan boss) aku kebelet pengena ke kamar mandi saya ga bisa lakukan. Entah karena memang ga ada pause button atau saya memang ga menemukannya.
Keempat, ada beberapa penulisan yang salah. Seperti saat menggunakan barang atau uang. Yang tertulis adalah Stuff lost, but I’m not lost it, I spend it. 


Kelima, saya menemukan beberapa glitch dan bug.  Seperti saat saya ke ujung jalan tapi tidak bisa pindah ke tempat sebelahnya, atau jika saya tidak sengaja menekan tombol defend setelah mengalahkan musuh di battle, maka saya stuck dalam defend mode, dan saat jalan dia kayak menyeret-nyeret kakinya, saat menyelesaikan misi Aruna, saya menemukan ada dua Aruna.



Sekarang beberapa hal yang aku rasa baik untuk mulai dipikirkan tim developer di episode 

Walking Glitch

Selanjutnya.  Rasanya bagus jika ada dua tipe EXP, EXP yang di dapat hasil menang dari battle. Intinya base EXP.  Jadi saat menang semua party dapat EXP, tapi EXP tambahan didapat jika karakter tersebut dipakai bertarung di battle mode, ini karena bakal sulit membuat karakter kuat secara merata.  Kedepannya ada semacam combination attack dimana dua orang atau lebih melakukan serangan bersamaan hingga terkesan keren walau butuh beberapa requirement untuk melakukannya.  Seperti saat main Warrior Orochi dimana mereka melakukan tripple attack, tapi aku rasa dapat tripple attack ini sebaiknya dengan ada background. Misalnya Razh dan Millia latihan untuk membuat sebuah gerakan baru setelah kalah melawan musuh misalnya. 
Aku masih belum tahu bagaimana sistem mekanisme game ini selanjutnya jika punya karakter lebih dari tiga orang nanti, But I looking forward to it. 
Sekarang saya akan jelaskan kenapa Eternal Grace harus bangkit dari tidur panjangnya.
  •      Untuk standar RPG maker, grafik game ini benar-benar advance, animasinya terkesan halus dan detil.  Setiap gerakan karakter terlihat jelas dan luwes.
  •      Gameplay yang cukup orisinil, dimana realtime RPG lain tidak miliki (sejauh yang saya tahu).
  •      Ada mini game yang cukup adiktif dimainkan. 
  •           Karakterisasi yang kuat dan menarik, asik untuk ditelusuri 
  •      Musik yang keren dan sesuai dengan ceritanya.
  •      Plot pembuka yang cukup mengejutkan.  Karena game ini membawamu ke banyak tanda tanya yang akan membuat gamer penasaran, apa yang akan terjadi selanjutnya. 
  •      Nuansa Indonesia yang kental.
  •      Juga ada beberapa lelucon yang menarik berbau Indonesia.

That’s why Eternal Grace Should be revive...


Terima kasih sudah membaca ini dan sampai jumpa di Bullshit Episode selanjutnya.  See ya!!

Kamis, 05 Desember 2013

What Zen Thinks about Futari Ecchi? (Manga) Adult content warning!

Don't Judge me because I love this manga and this is one my most favorite manga ever.


Futari Ecchi (Two Person Ecchi)
Manga ini dibuat oleh Katsu Aki.  Diterbitkan pertama kali oleh Hakusensha dan sudah diadaptasikan ke anime, dan life action. 

Plot dari manga ini adalah Makoto Onoda yang menikah dengan Yura dan yang menarik dari keduanya adalah mereka sama-sama Virgin.  Yes, I said that.  Ini membuat mereka sama-sama sangat inexpirience dalam hal rumah tangga, sexlife, dan segala macam yang berbau ecchi.



Pertama kita bicarakan soal Art dari manga ini.  Gaya gambar manga ini amat klasik dan sederhana.  terlihat sekali manga ini adalah manga lama, hal itu sangat wajar karena manga ini dibuat pada tahun 90-an.

Karakter di manga ini sebenarnya banyak.  Tapi, fokus pada sepasang suami istri ini.

Makoto Onoda


Dia adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan.  Dia sangat tidak berpengalaman soal dunia sexlife dan belajar dari berbagai macam hal untuk membuat rumah tangganya lebih harmonis. Dari sang kakaknya yang pengacara, lalu dari teman-temannya, dari segala macam sumber.  termasuk dengan sepupunya yang seorang sexologi (tapi masih virgin). Salah satu yang menarik dari Makoto adalah dia memang laki-laki pada umumnya, dia masih sering membayangkan dirinya bercinta sama cewek lain, juga kadang tertarik melihat cewek cantik yang lain.  walau demikian, hati dan tubuhnya hanya milik Yura.

Sekarang kita bicarakan Yura.




Yura adalah seorang wanita yang amat sangat polos.  Terutama soal Sexlife, dia pemalu dan juga takut pada hal-hal yang baru dalam dunia sexlife.  Berbeda dengan adiknya yang slut yang bahkan sampai mengencani 5 cowok, Yura sangat setia dan pertama kali pacaran dengan Makoto dan menikah dengannya dan memberi yang pertama bagi Makoto.  Salah satu yang amat menarik dari karakter Yura adalah dia tidak menyadari charm yang dia miliki sebenarnya membuat cowok-cowok lain sangat iri pada Makoto karena memiliki istri sangat cantik.  Salah satu sahabat Makoto bilang saat pertama kali melihat Yura adalah, "She such a babe..."

Bagaimana dengan karakter lain?  yah, there's a lot other character.  kakak dan adik makoto, adik Yura,  sepupu Makoto.  Setiap orang punya cerita masing-masing.  Walau fokus sama Makoto danYura, tapi kadang ada chapter-chapter khusus yang menceritakan yang lainnya untuk membuat kita lebih mengenal mereka.

Plot dari manga ini adalah seperti berbeda setiap chapternya. Biasanya setiap chapter menyajikan masalah yang berbeda dan juga plot yang berbeda walau masih dalam satu timeline.  Misalnya Chapter sekian menceritakan tentang pertama kali Yura belajar untuk oral, lalu di chapter lain menceritakan rasa cemburu, dan semua sangat berhubungan dengan adult life.

Bagian yang menjadi favoritku di sini adalah bisa membuat pembaca memahami tentang perasaan dan apa itu lawan jenis.  Di dalam manga ini bahkan memberikan banyak informasi berdasar survey, misalnya kenapa cewek lama di kamar mandi, kenapa cewek lama bershopping, seperti itu. 

Manga ini terkenal dengan sebutan mangasutra that's not wrong at all. Di manga ini pun banyak menjelaskan sistem sex.  Posisi, ejakulasi, masturbasi, reaksi pada porn movies.  Manga ini menyajikan sex scene secara lumrah, tetap dengan sensor di genitalnya (itu sudah aturan di Jepang). 

Saat pertama kali aku membaca ini, saya berpikir ini serial porno.  Tapi setelah saya ikuti, ternyata tidak demikian, this is Social Adult Life Manga. Semua yang terjadi di manga ini sebenarnya tidak jauh dari yang terjadi di kehidupan nyata... di Jepang sana.

Di dalam kehidupan rumah tangga mereka banyak sekali rintangan.  Karena banyak cewek yang tertarik pada Makoto, begitu juga sebaliknya.  Konflik internal dan eksternal dimana membuat mereka bisa lebih mengerti dan semakin dekat.  Yura yang pemalu harus lebih berani untuk ekplorasi demi membuat sang suami senang, begitu juga Makoto. 




Jika kalian baca manga ini, lihat dari sisi kemanusiaannya, bukan dari sisi untuk porn interest.

So, base on content this manga is... AMAZEPIC. Yeah, not because Porn, karena begitu banyak hal yang saya pelajari dari manga ini.

Terima kasih sudah membaca review ini sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi!

Next is gonna be BULLSHIT TIME!!!