Minggu, 17 Agustus 2014

What Zen Thinks about Cut The Rope Series?

AWWW, Om Nom so damn CUTE!



Cut The Rope adalah game simpel yang dibuat oleh Zeptolab. Sebuah perusahaan game Rusia yang memang sangat terkenal denagn game Cut the Rope.

Cut The Rope adalah sebuah game simpel, tapi penuh dengan charm-nya sendiri.  Story utamanya adalah player bertemu dengan Om Nom, seekor hewan spesial berwarna hijau bulat ini sangat suka dengan permen. Sepanjang game yang kita lakukan adalah memberinya makan permen.  Tapi, semakin lama semakin tricky dan juga makin banyak cara yang dilakukan untuk memberi Om Nom makan.

Cut The Rope merupakan game yang sangat charming. Mari kita bicarakan soal grafik.


Selasa, 12 Agustus 2014

What Khi-Khi Kiara Think about Grϋn? (Fan Light Novel)

Kali ini tidak cuma mendapat review dari orang lain, tapi kali ini kita ambil review yang berbeda. Sebuah Fan Light Novel berbasis sebuah animanga terkenal. Attack On Titan atau disebut juga dengan nama Shingeki no Kyojin.

Mari kita sambut, Khi-Khi Kiara dalam review Grun!


Saya akui, saya semakin tergila-gila dengan serial Attack on Titan (a.k.a. Shingeki no Kyojin), sekaligus terperosok makin dalam ke zona fandomnya. Fanart,, lagu, fanfiction, merchandise, saya kumpulin sebisanya. Terutama untuk pairing Levi dan Eren. Oke, sebenarnya saya bukan fujoshi (cewek penyuka homo), tapi untuk beberapa alasan, saya mengagumi hubungan mereka. 



Light novel yang akan saya review ini adalah fan-fiksi AoT karya salah satu author  fanfic Indonesia idola saya, Aratte. Saya terdorong untuk menulis review setelah membaca ulang buku ini saat perjalanan lebaran kemarin. :D
NOTE : Buku ini diberi rating R-18/Explicit, karena adanya unsur kekerasan dan seksual. Tapi saya tidak akan membahas bagian itu.
(gambar cover)      


Jumat, 01 Agustus 2014

What Zen Thinks about Lovasket Series? (Novel)

Entah kapan saya mulai membaca Lovasket pertama. Tidak terasa sekarang series itu selesai... di novel ke enam...  aku coba ingat-ingat kapan aku baca Lovasket pertama...

...
...

Aku tidak bisa ingat.



Lovasket series mungkin bisa saya sebut sebagai novel teenlit series terpanjang di Indonesia... Jika ada yang lebih panjang, saya tidak tahu. Karena ini berdasar pengetahuan saya saja.  Lovasket ditulis oleh salah satu penulis Teenlit favorit saya Mas Luna Torasyngu... kesampingkan soal menahan peluru pake kain, oke...

Lovasket menceritakan tentang Vira seorang gadis yang bersekolah di SMA Altavia yang sangat basketfreak.  Kesukaannya pada basket tersebutlah jadi inti plot di dalam series ini, sebab itu justru tidak membawa cerita ini jadi seperti layaknya Slam Dunk dimana ceritanya fokus pada turnamen, atau kejuaraan. Tapi lebih fokus pada kehidupan Vira sendiri.

Lovasket pertama menceritakan tentang Vira yang punya power.  Dia orang yang kaya dan sangat terpandang di sekolahnya, hal itu berubah saat Ayah Vira tercegal kasus Korupsi.  Itu pun mengubah hidup Vira dan bahkan harus pindah sekolah.  Kejadian itu bikin dirinya sempat berhenti bersentuhan sama Basket hingga Niken (temannya di Sekolah yang baru) membangkitkan semangatnya lagi.

Mari kita mulai dari Diksi dari seri ini.

Senin, 21 Juli 2014

What Zen Thinks about Cowboy Bebop Series and Movie? (Anime)

Atas desakan dari Reviewer favoritku, Chris Stuckmann.  Akhirnya aku putuskan marathon nonton Cowboy Bebop... Seri dan juga movienya.



Cowboy Bebop menceritakan kisah tentang sebuah grup cowboy/cowgirl Bounty Hunter di angkasa.  Mengambil setting tahun 2070 dimana bumi sudah dalam keadaan parah, orang-orang sudah lumrah untuk tinggal di luar angkasa.

Cowboy Bebop adalah sebuah tim yang awalnya hanya terdiri dari Spike dan Jet.  Sepanjang cerita mereka bertemu dengan Faye dan Ed.  Mereka tinggal di sebuah kapal induk milik Jet dan Jet juga yang jadi kokinya.

di series-nya Cowboy Bebop bercerita tentang mereka mencari kriminal-kriminal dari acara Big Shot : Bounty Hunter di TV.


Kemudian mereka mencari kriminal tersebut dan membawanya ke polisi dalam keadaan hidup. Ini sebenarnya masalah paling sering mereka harus hadapi.  Sebab sulit membawa penjahat kelas kakap dalam keadaan hidup-hidup.

Keadaan Bebop selalu miskin/punya masalah keuangan. Mereka kadang tidak mampu beli makanan.  Biasanya ini disebabkan tidak ada orang yang mereka bisa tangkap. Itulah premis dari Cowboy Bebop.

Sabtu, 19 Juli 2014

What Zen Thinks about Tales of Eternia? (Games)

Setelah sekian lama saya main game ini, baru sekarang saya ada waktu untuk mereviewnya. So, tidak perlu ditunggu lagi, inilah Tales of Eternia atau disebut juga Tales of Destiny 2 di US.


Tales of Eternia disebut Tales of Destiny 2 karena miskomunikasi antara Namco Jepang dan Namco di US.  Versi yang saya mainkan versi PSP, by the way.

Tales of Eternia bercerita tentang Reid dan Farah yang bertemu dengan seorang Alien mungil bernama Meredy (yang bahkan punya aksara dan bahasa sendiri).  Demi mengetahui siapa Meredy, mereka menemui sahabat lama mereka yaitu Keele.  Perjalanan ini justru membawa mereka makin jauh dan mendapati bahwa tempat asal Meredy punya misteri tersendiri yang mereka harus jelajahi.  Juga banyak rahasia tentang Reid yang diungkap.

Senin, 23 Juni 2014

Bullshit Episode : Rant about Fanfiction

Sebelum saya masuk ke topik utama kita. Saya mau ada rant sedikit mengenai hal lain.  Saya biasanya respek sekali dengan orang yang menjadi teman saya di FB, namun Pilpres kali ini mengubah mereka menjadi Asshole!

Begitu mengejutkan bahwa dia fokus menunjukkan kebenciannya pada Capres lain sementara tidak menunjukkan kehebatan Capresnya.  Saya walau sudah memilih yang mana jadi pilihan saya nanti, saya ga tutup mata sama kebaikan dan kebolehan Capres lain.  Saya tetap terbuka, saya tetap menunjukkan kalau ada yang salah dari capres pilihan saya dan kritik dengan santun.

Karena menebar kebencian, hanya akan membuat kita jadi orang yang negatif.

Sekarang saya lagi berusaha lakukan gerakan Anti Golput... thanks to Adham.

Oke TIME TO BULLSHIT EPISODE!!!


Kali ini saya mau bicarakan tentang Fanfiction atau Fan Fiksi.  Berdasarkan pengetahuan saya, Fan fiksi adalah sebuah cerita dari sebuah novel, cerpen, game, anime, manga... apa saja yang dibuat oleh fans/penggemar dengan source material yang sudah ada.  Mereka biasanya membuat cerita mengambil setting, karakter, atau plot point dari cerita tersebut dan membuat versinya.

Biasanya berbentuk spin off, prekuel, midkuel, sekuel.  Bisa juga malah melakukan crossover, pokoknya terserah yang fans mau pada karakter tersebut.  Mengingat soal Copyright, maka Fan Fiction tidak seharusnya dibuat berdasar komersil, benar kan?

Namun, lucunya saya menemukan beberapa buku Fanfiksi dijual di toko-toko besar.  Andai Fanfiksi dijual di kayak lapak-lapak di acara Cosplay. Itu ga masalah, tapi ini di toko buku besar.


Saya tidak tahu kalau ini sebenarnya legal, well... Saya tidak tahu.

Fanfiksi biasanya jadi hiburan bagi para fans yang mengharapkan sesuatu yang tidak ada di cerita aslinya. Seperti konten Yaoi, Yuri, pasangan yang mereka anggap cocok, ingin membuat Original karakter mereka bertemu dengan Karakter favorit mereka.

So, seperti saya pernah menulis tentang si Hana bertemu dengan Hinata.  Yah saya harap ini bisa terjadi. Karena ga akan dilakukan secara official, maka saya buat.

Biasanya juga Fanfiksi dibuat atas ketidakpuasan cerita yang official. Contoh, kematian karakter, kisah cinta karakter (pasangan yang mereka ga inginkan) Terus Plot yang tidak memuaskan.  Itu bisa menjadi pendorong orang buat Fanfiction.

Seperti saya yang sekarang lagi mau buat Fanfiksi Godzilla 2014 karena Bryan Cranston mati di awal cerita padahal dia sangat keren andai ga dibunuh dan bakal sangat bagus perannya di dalam plot cerita.



Namun, saya jarang membuat ini.  Karena saya mau novel saya diterbitkan oleh penerbit mayor, itu alasan kenapa saya menahan diri untuk produktif di sini.  Fanfiksi saya fokus jadikan sebuah media latihan untuk meningkatkan ketajaman menulis.

Makanya saya merasa sangat sayang, jika seorang penulis fanfiksi yang punya original material, plot, dan arah story yang tidak ada hubungannya sama fanbase resource-nya.  Sebab itu bisa jadi cerita yang orisinil dan independen.  Bahkan bisa dimuat di sebuah majalah atau diterbitkan lewat buku.

Di Fanfiction.net adalah tempat yang benar-benar jadi penampung para penulis fanfiksi.  Banyak di antara mereka keren-keren dan saya berharap mereka nanti punya cerita independen dan bisa menerbitkan karyanya.



Namun, kadang ada orang justru paling cocok menulis fanfiksi.  Yah, saya berharap mereka bisa menemukan sesuatu yang bisa mereka jadikan karya independen.

Terima kasih sudah membaca rant saya dan tidak lupa komen. Apa kalian penulis fanfiksi, apa kepuasaan yang kalian dapat dari menulis fanfiksi?

Ah, sudah segini saja Rant-nya.  Sampai jumpa di Bullshit Episode selanjutnya.



Rabu, 14 Mei 2014

What Zen Thinks about Dead Smokers Club?

*lagi ngerokok...

What? I'm Dead Smokers Club member...



Novel ini sudah lama saya baca dan jujur saja bukannya saya ga mau segera review.  Jujur malah saya sudah pernah mereview ini, tapi setelah selesai laptop saya crash dan semua tulisan saya hilang... You know that really piss me off...

Dead Smokers Club ditulis oleh Adham T. Fusama, diterbitkan oleh FIM Kreasindo Gemilang.  Novel ini bercerita tentang seorang cowok bernama Adrian yang berusaha membantu panti asuhan yang dia begitu cintai dengan pindah ke sebuah asrama sekolah bernama T&T Boarding High School.

Tentu saja sekolah itu tidak biasa, di sana bisa dibilang seperti sekolah yang dipenuhi oleh begitu banyak orang aneh dan unik... yeap Waria, Milf, Hacker.. ada di sana.  Lalu, tentu saja seperti banyak cerita lain kalau Adrian pasti terlibat di dalamnya.  Di buku pertama dari seri ini entah nanti jadi seri berapa fokus pada perkenalan yang aku rasa cukup cool dan tidak begitu tell.  Mereka dikenalkan secara langsung seberapa nyentriknya mereka and that's cool..



Plot di novel ini sebenarnya mulai menarik saat mulainya muncul rivalry antar sekolah sebab di situlah mulai tampak konflik yang sebenarnya walau ternyata konflik yang sebenarnya tidak demikian.

Karakterisasi di novel ini menarik untuk diikuti walau banyak karakter, mereka tetap menarik dan sepertinya di buku selanjutnya baru bisa jelas alasan karakter-karakter ini ada dan peran mereka yang sesungguhnya dan saya masih dalam masa menunggu kelanjutannya.  Adrian sendiri sebenarnya hanyalah seorang siswa dengan bakat tepat sasaran, sisanya saya belum menemukan yang spesial dari dia dan apa sih gunanya dia dalam sebuah DSC.

Thinking

Saya tidak bisa benar-benar memberikan review sepenuhnya karena novelnya masih segini. tapi untuk impresi saya tertarik lebih dalam soal DSC... mungkin bakal jadi seperti Order of Phoenix tapi, kita tidak tahu apa yang dipikirkan penulis.

Hal yang saya keluhkan dari novel ini sebenarnya adalah tanda-tanda atau hint dari DSC sendiri.  Kemunculan mereka terlalu tiba-tiba tanpa ada build up yang menarik.  Setidaknya mungkin ada tanda-tanda soal si Adrian pernah melihat orang merokok, sebuah puntung rokok secara tidak sengaja.  Sesuatu akan menarik jika di build up hingga kita mendapatkan sesuatu yang besar di akhir cerita walau tetap menjaga entity tersebut.


Saya tidak perlu panjang-panjang mereview sampai the final series terbit.  Selain cover yang menurut saya juga nyentrik dan sangat berbeda itu pasti mengundang kontroversi... tapi saya pribadi menyatakan kalau saya... cukup tertarik dengannya.  You know what? lambang itu bisa jadi build up khusus...bisa saja lambang itu terpasang di salah satu buku member dan si Adrian melihatnya. That's cool, right?

That's why DSC is... Worth it, Enjoy Your Time with It!




Keterangan verdict.

nilai 1-2 saya akan sebut This will torture your soul to the damn ini artinya apapun yang saya review adalah karya yang amat buruk dan jika kalian maksa buat mainin, nonton, ataubaca akan merusak jiwa kalian.

Nilai 3-4 saya akan sebut Just forget about this and continue your life without it Ini adalah sebuah karya yang tidak pantas diingat dan sebaiknya lupakan karena tidak berartialias buang-buang waktu untuk dilirik.

Nilai 5-6 Saya akan sebut It's good for time wasting artinya kalian bisa menikmati hal ini jika ga ada kerjaan, tidak ada tugas, hanya buat main-main dan tidak ditanggapi serius.

Nilai 7-8 Saya akan sebut This is worth it, Enjoy your time with it! Dengan kata lain karya ini pantas untuk kalian nikmati dan pantas kalian gunakan waktu kalian untuk merasakannya.

Nilai 9-9,5 Saya akan sebut You want through this again! Ini saya maksudkan bahwa karya ini pantas kalian baca lagi, nonton lagi, mainin lagi alias punya high replay value.

Sekarang untuk nilai tertinggi 10 saya akan sebut AMAZEPIC (It's Amazing because it's Epic) ini jelas sebuah karya yang menurut saya benar-benar pantas kalian nikmati dan sangat memorable.  Dapat nilai 10 bukan berarti karya ini flawless.  Tapi, saya cuma menegaskan bagian hal keren dari karya ini jauh lebih banyak dibanding yang jeleknya/flaw-nya.  Ibarat 11 hal bagus dan 1 hal jelek. Seperti itu.

Terima kasih sudah membaca dan saya mau minta pendapat kalian soal apa yang saya akan bicarakan dalam Bullshit Episode next post.

Silahkan pilih, topiknya.

1. Fanservice in anime is overuse?
2. Music Score in gaming
3. Rant about Fanfiction

Follow dan komen.  Follow me on twitter @ZenHorakti.

Sampai jumpa sampai saya memikirkan sesuatu yang lain.