Rabu, 29 Januari 2014

What Zen Thinks about Legend of Hercules? (Movie)

Belakangan ini sangat sering hujan, Kan? Sekarang aku tahu apa penyebabnya...

*Berbisik, It's because this movie.


Legend of Hercules

Movie ini disutradarai oleh Renny Harlin.  Cast di film ini adalah Kellan Lutz sebagai Hercules... dia main di Twilight though, Gaia Weis sebagai Hebe, Scott Adkins sebagai Amphitryon, Liam Garrigan sebagai Iphicles, Liam McIntyre sebagai Sotiris.

Aku bakal banyak spoiler so, Prepare for that!  I don't care for this movie.

Legend of Hercules memulai cerita saat King Douchebag (saya akan sebut seperti ini selanjutnya karena lebih mudah diketik and you know what? He is a Douchebag) mengalahkan raja dari negeri lawan.  Dia gila perang dan gila kekuasaan.  Sang ratu pun tidak setuju, dia berdoa pada patung Hera untuk membuat sang Suami bisa mendapatkan karmanya.  Dia berdoa dengan doa yang seharusnya sedih, seharusnya membuat hati penonton merasa simpatik... tapi bagaimana mau simpatik bahkan air mata sang Ratu tidak menetes.

Kemudian di suatu malam yang berpetir si Ratu mendesah-desah sendiri seperti... si King Douchebrlaag menyadari itu dan dia tidak melihat siapa yang sentuh istrinya. Dari hasil desahan itu lahirlah Hercules, tapi sang ayah memberikan dia nama lain yaitu Alcides.

20 Tahun kemudian. Jeng jeng jeng....

Alcides tumbuh besar dan sedang pacaran (jatuh cinta) dengan seorang putri bernama Hebe.

sumber http://apnatimepass.com/the-legend-of-hercules-movie-still-9.jpg

 saat itu Saudara Alcides datang yang bernama Iphicles tidak suka dengan hubungan mereka karena Hebe adalah seseorang yang dijodohkan dengannya untuk melakukan pernikahan tiga bulan kedepan.  Mengetahui hal itu, sang Raja mengirim Alcides perang bersama dengan Sotiris ke negeri seberang dengan keinginan untuk bunuh si Alcides di sana. 

Inilah awal cerita dari Movie kita satu ini. 

Jujur saya akan mengatakan kalau saya suka dengan Hercules Story, saya menonton versi kartun, live action, juga gamenya.  Tapi, kecuali yang satu ini...No...

Pertama kita bicarakan soal plot dari cerita ini.  Beberapa bagian dari cerita ini bener-bener ripoff dari 300 dan Gladiator.  Saat mereka punya sedikit tentara mereka harus lawan banyak tentara... seperti 300 dan saat adegan mereka bertarung di arena benar-benar mirip Gladiator.

Intinya film ini bercerita tentang Alcides yang mengetahui bahwa dirinya adalah Hercules dan melakukan tugasnya untuk mengalahkan Ayahnya sesuai dengan yang seharusnya dia lakukan.  Saat mengetahui dirinya adalah seorang yang punya tugas sebesar itu, Kellan Lutz tidak bisa menunjukkan sesuatu yang menarik. Jika kamu baru tahu kalau dirimu punya kekuatan yang besar jelas seharusnya setidaknya kamu merasa kaget dan mulai memikirkan hal tersebut. 

Sumber dari http://cdn02.cdn.justjared.com/wp-content/uploads/headlines/2013/12/kellan-lutz-is-shirtless-sexy-for-new-legends-of-hercules-trailer.jpg

Putri Hebe di sini benar-benar pemanis cerita.  Dia pikirkan hanyalah bersama Alcides, tidak memikirkan tentang rakyat.  Apa yang dia pikirkan hanya satu, ingin hidup bersama Alcides.  Itu menyatakan kalau orang tua Hebe tidak mengajarkan Hebe tentang arti seorang putri sama sekali. Apa lagi Romance dalam cerita ini benar-benar di develop begitu buruk.  Kemunculan Putri Hebe dan Alcides di hutan dan ciuman.  Tidak ada penjelasan kenapa mereka bisa jatuh cinta, sejak kapan mereka kenalan, dan chemistri antara dua karakter ini adalah nol besar.  *Just look at Natalia and Asch Shall we!

http://www.hdwallpapersin.com/files/submissions/the_legend_of_hercules_movie_wallpapers_1861034284.jpg

Saatnya bicarakan dua villian di sini.  Yaitu ayah dan anak Douchebag King dan Douchebag Prince. Kita mulai dari Douchebag King.

Raja satu ini... yang dia kerjakan adalah yelling all the fuckin time!  Saat bicara dia teriak, setiap saat. Dia bisa saja datang ke tempat penjual Martabak dan tetap bicara dengan nada sparta Leonidas.  Intinya dia adalah karakter yang benar-benar menyebalkan dan selalu saja marah atas segala hal.

http://twitchfilm.com/assets/2014/01/legend-of-hercules-07-350.jpg
Coba perhatikan jenggotnya itu... Benar-benar terlihat fake. Oke aku tahu kalau film-film Indonesia punya jenggot dan kumis lebih tampak palsu, tapi ini standar hollywood... Come on.

Sementara Douchebag Prince adalah karakter paling menyebalkan di sini. Dia lembek dan menyedihan. Dia tidak punya kemampuan apa-apa dan memang keturunan Ayahnya yang suka teriak dalam segala hal.  His acting so slimy, dan tubuhnya kecil... Aneh, si Douchebag King tahu anaknya akan naik tahta tidak mengajarkan anaknya baik-baik untuk jadi petarung yang kuat. Aku tahu itu sama seperti Thor dan Loki di movie mereka, tapi bukankah Thor yang akan jadi raja dan lihat saja body-nya.

CGI di movie ini standarnya sama dengan Movie tahun awal tahun 2000.  Tampak begitu fake, ada adegan saat Putri Hebe menengok kebelakang. Latar belakangnya seperti visual efek movie tahun 90-an.  Saat Hercules mengayunkan pedang petirnya, benar-benar tampak aneh dan tidak realistik.  If you have low budget movie, don't make movie like this!

http://horrornews.net/wp-content/uploads/2014/01/the-legend-of-hercules-lightning-sword.jpg

Jika kalian perhatikan kostum-kostum di dalam movie ini, well tampak aneh.  Bahkan untuk era saat itu.

http://content.internetvideoarchive.com/content/photos/8612/703485_014.jpg

Salah satu yang harus saya sebut di dalam movie ini adalah overuse SLOWMO! Yeah, setiap action dan nyaris setiap ada terjadi baku pukul akan jadi Slllooowwww mooooo *akibatnya jadi ikut slowmo.

Seperti ini kira-kira setiap kena pukulan...
sumber : https://lh6.googleusercontent.com/-0dlLHKnpvrk/UiumfJau-pI/AAAAAAAAFAg/7TCiZVyVb28/daniel-jacobs-giovanni-lorenzo-face.gif%3Fimgmax%3D640


 Akting di movie ini.... OH MY GOD!

Coba kita balik ke awal lagi. Alasan kenapa sekarang sering sekali hujan, itu karena Zeus lagi marah dan terus turunkan hujan agar kalian tidak nonton movie ini!  Karena mereka membuat putra Zeus seburuk ini.  Kellan Lutz yang berperan di dalam Movie Hercules ini sangat statik, dia bahkan sangat jarang bicara karena setiap dia bicara tidak ada sesuatu yang menarik di sana.

Dia hanya punya nama Hercules tapi tidak punya karakter apapun di dalamnya. Karakter lain juga tidak banyak yang bisa dibicarakan, most of them is sucks so bad. Bahkan saat mereka berakting sedih, banyak adegan yang bahkan tidak menunjukkan airmata menetes.  Dialog-dialog di dalam movie ini tidak ada yeng dalam atau bermakna.  Bahkan saat Hercules menyampaikan pidato sebelum perang besar melawan Douchebag King, tidak menggugah semangat.  Karakter Hercules di sini keliatan mau pulang dan mengalahkan ayahnya hanya untuk mendapatkan Hebe lagi.  Tidak ada semacam develop dia tampak peduli dengan rakyat... Actually only one scene... Tapi tidak terdevelop dengan baik.

Final Battle sangat-sangat mengecewakan.  Pertarungan over slowmo dan di sini ada satu adegan paling...

Intinya adalah saat seseorang seharusnya tampak tertusuk di bahu kirinya, kameranya ada di sebelah kiri hingga membuat pisau itu terlihat jelas dijepit di ketiak si korban.  This... is... ARRGGGHHHHHH

Oke, saya kehabisan nafas buat cerita semua yang ada di movie ini.  Sangat jelas Legend of Hercules will...

Torture your soul to the DAMN!

Terima kasih sudah membaca review ini dan saya bilang jangan sedikitpun kalian ada keinginan nonton movie ini.  Just let me sacrifice my time and my money for you... just me... Okay! Just stay away from this movie... just watch Wolf of Wall Street or American Hustle. 

Jangan lupa dengar apa kata Yui di samping dan sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.

Keterangan :

Keterangan :

nilai 1-2 saya akan sebut This will torture your soul to the damn ini artinya apapun yang saya review adalah karya yang amat buruk dan jika kalian maksa buat mainin, nonton, atau baca akan merusak jiwa kalian.

Nilai 3-4 saya akan sebut Just forget about this and continue your life without it Ini adalah sebuah karya yang tidak pantas diingat dan sebaiknya lupakan karena tidak berarti alias buang-buang waktu untuk dilirik.

Nilai 5-6 Saya akan sebut It's good to time wasting artinya kalian bisa menikmati hal ini jika ga ada kerjaan, tidak ada tugas, hanya buat main-main dan tidak ditanggapi serius.

Nilai 7-8 Saya akan sebut This is worth it, Enjoy your time with it! Dengan kata lain karya ini pantas untuk kalian nikmati dan pantas kalian gunakan waktu kalian untuk merasakannya.

Nilai 9-9,5 Saya akan sebut You want through this again! Ini saya maksudkan bahwa karya ini pantas kalian baca lagi, nonton lagi, mainin lagi alias punya high replay value.

Sekarang untuk nilai tertinggi 10 saya akan sebut AMAZEPIC (It's Amazing because it's Epic) ini jelas sebuah karya yang menurut saya benar-benar pantas kalian nikmati dan sangat memorable.  Dapat nilai 10 bukan berarti karya ini flawless.  Tapi, saya cuma menegaskan bagian hal keren dari karya ini jauh lebih banyak dibanding yang jeleknya/flaw-nya.  Ibarat 11 hal bagus dan 1 hal jelek. Seperti itu.











3 komentar:

  1. abuwaswas

    tdinya gue juga mau nonton nih film, tp kok kyknya kurang dibicarkan di penikmat film. oke mksh Zen atas reviewnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alasannya kan sudah jelas dari review itu :v

      Hapus
  2. Masih bagusan Hercules versi Kevin Sorbo :D

    BalasHapus