Tampilkan postingan dengan label Movie Rant. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie Rant. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Mei 2015

What Zen Thinks about Fast and Furious 7, Naruto : The Last, Avenger : Age of Ultron?

For Paul...



James Wan mengambil film dan karena masalah meninggalnya Paul Walker membuat dia agak keteteran sebenarnya. Tapi, mari kita lihat film ini secara utuh.

FnF 7 menceritakan kelanjutan dari FnF 6 sepenuhnya, karena Statham di sini adalah saudara dari Villain di film sebelumnya yang membalas dendam.  Dia terkenal dengan sebutan sebagai hantu yang bisa menghilang-hilang dan sulit dilacak, karena itu tim Vin Diesel membutuhkan sebuah software bernama God Eye... kalau ga salah untuk melacak si Statham.

Bagi saya, Car Chase dari seri FnF harus dilihat sebagai Car Chase di anime, karena begitu banyak adegan dimana kejadian itu, tidak mungkin membuat si Diesel selamat, tapi dia tidak apa-apa... 

Saya sama sekali tidak bisa menerima dengan akal sehat, tapi dengan anime logic... well, saya perlu matikan logika di otak ini kayaknya.

Walau demikian, saya menikmati apa yang disajikan oleh FnF 7, salah satu alasan kuat saya menonton ini karena adanya Tony Jaa dan Ronda Rousey. Ronda berperan cukup baik di Expendable dan kita sudah tahu bagaimana Tony Jaa berperan di film-filmnya... aku cukup pump up melihat mereka di film ini.

Sayangnya, saya agak kecewa dengan kemunculan Ronda Rousey yang dibuat hanya seperti Cameo Villain, pertarungannya sejenak dan tidak menunjukkan bahwa Ronda adalah musuh yang tangguh.  Sementara Tony Jaa diperlakukan sama seperti Joe Taslim di film sebelumnya.

Pertarungan disyuting dengan cukup baik, adegan kejar-kejarannya terlalu berlebihan menurutku.

Humor khas FnF masih terasa di sini...

Namun, kekecewaan terbesar yang aku rasakan dari film ini adalah minimnya kemunculan Hobs alias The Rock.  Entah karena apa, tapi kemunculan The Rock di sini amat minim, hanya di awal dan di akhir.  Setidaknya The Rock memberikan Rock Bottom pada Statham.

Statham sebagai Villain di sini saya rasa hanya sebagai plot convenient. Dia hanya muncul saat plot membutuhkan dan menghilang setelahnya.  Kadang, aku bingung walau dia dideskripsikan sebagai 'hantu' tapi tidak dengan seperti ini juga.  Saya jadi tidak merasa feeling yang seharusnya saya rasakan dari villain ini.



Dia membalaskan dendam karena Diesel dkk menyakiti adiknya. Tapi... apa yang menyebabkan dirinya sampai segitunya? Aku mau merasakan alasannya secara penuh, Seberapa penting si adik bagi si Statham?  



Well, FnF emang seri Action yang sudah terlalu banyak sebenarnya sekarang bahkan sudah siap dibuat yang ke delapan.  Tapi, setiap kali menonton film ini aku tetap berharap bahwa mereka bisa membawanya lebih baik.  FnF 5 dan 6 masih favoritku.

Fast and Furious 7 You can enjoy if your brains OFF.


Naruto : The Last


Ketika Naruto menjadi film romance-action.  Naruto The Last mengambil setting waktu beberapa tahun setelah perang besar Shinobi.  Naruto menjadi seorang bintang, ratusan fangirl selalu datang padanya dan itu semakin membuat Hinata kian sulit mendekati Naruto. Satu-satunya harapan Hinata adalah memberikan scarf merah seperti yang ada di poster yang menjadi simbolik cinta Naruto dan Hinata.

Intinya ada orang yang mau tabrakkan bulan ke Bumi dan itu ada hubungannya dengan si Hinata harus kawin paksa dengan si penghuni bulan karena Byakugan miliknya. Well, ini menjelaskan secara unik asal usul Byakuggan.

Intinya dalam sekian waktu, bulan akan jatuh ke bumi dan di dalam misi itu terdeveloplah romansa antara Naruto dan Hinata.

Bagi saya Naruto The Last tidak ada spesialnya sama sekali selain ini adalah closure dari romansa antara Hinata dan Naruto. Karakter utama di film ini adalah Hinata bukan Naruto karena plot bergerak bersama Hinata...

Salah satu yang bikin kesal fans Sasuke di sini adalah si Sasuke muncul layaknya Cameo Stan Lee di film marvel.



Saya tidak punya begitu masalah dengan romance-nya, tapi bagi saya Masashi Kishimoto atau siapapun yang menulis untuk film ini masih belum bisa membentuk romance dengan baik.  Saya sudah meraskan besarnya cinta Hinata pada Naruto sejak awal dia muncul.  Tapi, ketiba-tibaan rasa cinta Naruto ke Hinatalah yang agak merusak feeling.

Gimana Naruto membalas cintanya ke Hinata rada Deus Ex Machina dan tidak dilakukan dengan baik.  Villain-nya sendiri yang bernama Toneri terasa develop, walau dia tetap terasa berbahaya. Dia juga berusaha memberi yang terbaik.

Beberapa plot pun dibuka, seperti alasan kenapa Naruto mengejar-ngejar Sakura dari awal, alasan kemunculan Byakugan sisanya tidak ada yang begitu spesial.  Pertarungan-pertarungannya lumayan bagus dan Kakashi sebagai Hokage juga lumayan menurut saya. 

Naruto : The Last is Good for Time Wasting.  Tapi untuk naruto fans, Worth Watching.



Avenger : Age of Ultron.


Avenger kembali dan musuhnya kali ini Robot Tony Stark bernama Ultron.  Ultron adalah AI yang diciptakan oleh Tony Stark dan Bruce Banner... intinya jika Tony Stark menjadi Villain maka seperti itulah Ultron.

Cerita Avenger kali ini tidak membawa sesuatu yang begitu berbeda, arah ceritanya sama seperti di Avenger pertama, dengan lebih banyak superhero tapi akhir pertarungannya bisa dibilang tidak jauh beda dengan di Avenger pertama.

Saya ga bisa memberikan terlalu banyak kritik sama film Avenger ini, namun saya harus kasihkan jempol dengan hint-hint kecil yang terjadi di dalam film ini untuk set-up sekuel-sekuelnya.  

Adik saya memberitahu atas kemunculan Ultraman di film ini. (bagi yang sudah nonton mungkin tahu siapa yang kami sebutkan) membuat saya merasa lucu tapi paham sih siapa yang dia maksud.  Action di film ini memang memukau, tapi masih mayoritas CGI-gasm.

Karakternya lebih baik dan lebih banyak.  Beberapa hal yang agak mengejutkan bagi saya adalah Quicksilver di film ini ternyata cukup menarik, walau awalnya saya agak ragu karena si aktor Aaron Taylor mengecewakan di Godzilla, tapi di sini dia cukup menarik.  (baru sadar dia itu Kickass).

Saya juga senang dengan selipan Romance yang terjadi di film ini walau ada hint kecil di film-film sebelumnya soal romance ini.  Kejutan dari Hawkeye.

Tapi, Marvel tetaplah Marvel.  Dia berikan film yang menghibur, tapi arah ceritanya dan polanya masih tidak jauh-jauh berbeda satu dengan yang lain.  

Walau begitu masih pantas untuk ditonton.

Avenger : Age of Ultron is Worth Watch.

Sabtu, 27 Desember 2014

End Year Special Top 10 (Zen) Best Movie 2014 (Part 3)

Akhirnya ujian laporan selesai... Huuuuaaahhhhhhh

Sekarang kita lanjutkan ke top 10 list-nya.

Nomor 4


"Aurelio."
"Yes, Sir."
"I heard you strike my son."
"Yes, Sir. I did."
"Can I ask you why?"
"He... steal John Wick's Car... and Killed his dog."
"...Oh..."

Jumat, 26 Desember 2014

End Year Special Top 10 (Zen) Best Movie 2014 (Part 2)

Well, mungkin saya emang pemalas. Karena hal begini saja saya split jadi 4 part?

Whew, peduli amat.

Let's get started.

Kamis, 25 Desember 2014

End Year Special Top 10 (Zen) Best Movie 2014 (part 1)

Halo semuanya, maaf atas lamanya saya tidak ada posting apapun belakangan ini. (PLP benar-benar minta perhatian super berlebihan Desember ini.

So, tahun ini jelas banyak sekali film-film keren. Karena itu ini tahun pertama saya membuat top 10 list untuk Zen Best Movie.  Ingat satu hal, ini adalah film-film yang saya tonton di tahun ini.  Jika kalian tanya dimana Interstellar, How To Train Your Dragon 2 atau 22 Jump Street tidak ada di sini, karena saya tidak menontonnya.

Saya akan bagi ini jadi 4 part. Setiap part akan mereview tiga movie dan Part terakhir akan saya sisihkan sendiri untuk best movie of the year yang saya bakal review lebih dalam lagi.  So, Here is my top 10 list best movie 2014 part 1.

Minggu, 21 September 2014

What Zen Thinks about Kara no Kyoukai and Tsukihime? (Movie and Manga)


Kenapa saya review keduanya? Karena dua-duanya punya Shiki...



Kara no Kyoukai ada Garden of Sinners adalah movie yang dibuat oleh Ufotable berdasarkan dari karya Type-Moon.  Berbeda dari kebanyakan anime series, Kara No Kyoukai justru membuatnya jadi 7 movie.  Namun setidaknya setiap movie memberikan semacam konklusi dari plot di movie tersebut.  kalau menonton 7 movie seperti ini kita harus memasang pikiran kalau masih ada kelanjutan dari movie Kara no Kyoukai ini.

Rabu, 17 September 2014

What Yulian Thinks about Blue Beard (Barbe Bleu)? (Movie)

Kali ini Guest Review dibuat oleh Yulian Ekowati. Dia adalah salah satu reviewer yang sangat suka dengan movie-movie berbau sejarah, mitologi, dan juga dongeng.  Kali ini dia review sebuah dongeng terkenal Blue Beard. 

Memiliki suami/pasangan yang kaya raya dan punya segalanya pastilah impian dari kebanyakan orang. Terlebih lagi, jika ia begitu baik hati, sabar, penuh pengertian dan mau menuruti apa pun yang kita inginkan dengan sukarela meskipun ia tidak berwajah rupawan dan dianggap aneh oleh kebanyakan orang. Tapi apa jadinya jika pasangan kita menyimpan sebuah rahasia kelam yang tidak ingin diketahui oleh siapa pun, termasuk oleh kita? Akankah kita pegang teguh kepercayaannya ataukah kita langgar kepercayaannya hanya dengan alasan ‘di antara pasangan tidak boleh ada rahasia atau dusta’?

Nah tema itulah yang coba diusung oleh film Barbe Bleu alias Bluebeard buatan Perancis tahun 2009 besutan sutradara Perancis Marie-Catherine Breillat. Film bergenre fantasi ini diangkat dari dongeng seram karangan Charles Perrault yang berjudul sama. Berikut plot dan ulasannya.



Minggu, 07 September 2014

What Zen Thinks about AVGN The Movie? (Movie)

Movie yang dibuat oleh fans dan untuk fans. Hum, kalau tidak salah slogan pemerintahan kita begitu ya...


AVGN The Movie merupakan movie yang dikerjakan langsung oleh James Rolfe, di sutradarai oleh James Rolfe bersama Kevin Finn.
Sebelum kita masuk ke review, bagi kalian yang sudah tahu siapa AVGN, maka saya tidak perlu jelasin panjang-panjang. Tapi, bagi kalian yang tidak tahu siapa AVGN, dia adalah seorang pelopor full rage review untuk game-game klasik era Nintendo, Sega, bahkan sebelum-sebelumnya... mayoritas. Walau dia ada review game PS1...

Senin, 25 Agustus 2014

What Zen Thinks about Guardian of the Galaxy? (Movie)

HAHAHA... HAHAHAHAAAA



Guardian of the Galaxy disutradarai oleh James Gunn dan siapa saja bintangnya kalian bisa abca sendiri di poster di atas.

Saya pribadi sudah sangat hype dengan movie ini sejak trailer pertama keluar.  Bagaimana reviewer-reviewer di Youtube juga banyak membicarakannya.  So, apa ini pantas mendapatkan Hype yang sudah tinggi ini?

Let's talk about it.

Senin, 21 Juli 2014

What Zen Thinks about Cowboy Bebop Series and Movie? (Anime)

Atas desakan dari Reviewer favoritku, Chris Stuckmann.  Akhirnya aku putuskan marathon nonton Cowboy Bebop... Seri dan juga movienya.



Cowboy Bebop menceritakan kisah tentang sebuah grup cowboy/cowgirl Bounty Hunter di angkasa.  Mengambil setting tahun 2070 dimana bumi sudah dalam keadaan parah, orang-orang sudah lumrah untuk tinggal di luar angkasa.

Cowboy Bebop adalah sebuah tim yang awalnya hanya terdiri dari Spike dan Jet.  Sepanjang cerita mereka bertemu dengan Faye dan Ed.  Mereka tinggal di sebuah kapal induk milik Jet dan Jet juga yang jadi kokinya.

di series-nya Cowboy Bebop bercerita tentang mereka mencari kriminal-kriminal dari acara Big Shot : Bounty Hunter di TV.


Kemudian mereka mencari kriminal tersebut dan membawanya ke polisi dalam keadaan hidup. Ini sebenarnya masalah paling sering mereka harus hadapi.  Sebab sulit membawa penjahat kelas kakap dalam keadaan hidup-hidup.

Keadaan Bebop selalu miskin/punya masalah keuangan. Mereka kadang tidak mampu beli makanan.  Biasanya ini disebabkan tidak ada orang yang mereka bisa tangkap. Itulah premis dari Cowboy Bebop.

Sabtu, 29 Maret 2014

What Zen thinks about Wolf of Wall Street, Her, and 12 Years A Slave?

Well, saya lama tidak mereview dan sekarang saya mau agak catching Up setelah saya ketinggalan banyak review Movie. Mari kita mulai dari beberapa Movie yang memang sudah menjadi movie hebat beberapa bulan terakhir.

Wolf of Wall Street



Film ini di sutradarai oleh Martin Scorsese. Dibintangi oleh Leonardo Di Caprio, Jonah Hill dan Margot Robbie.

Menceritakan seorang Piawang Saham bernama Jordan Belfort yang awalnya seorang yang bersih, bukan siapa-siapa hingga dia bertemu dengan seorang boss di sebuah perusahaan saham yang diperankan oleh Matthew McConaughey yang mengatakan bahwa seorang stockbroker di Wall Sreet itu dengan sexualitas dan Drug.

Di sanalah perubahan dari seorang Jordan Belfort menjadi seorang Wolf of Wall Street, dimana dia membangun perusahaannya yang bernama Stratton Oakmont yang dari yang kecil hingga sangat besar dan menghasilkan jutaan dollar.

Saya menonton film ini karena... yap, Leonardo Di Caprio, bukan karena sutradaranya. Tapi karena si 
Leonardo dan bagaimana penampilannya di film ini? LUAR BIASA.  Dia sebagai seorang pembujuk yang hebat, dia bisa membuat orang yang dia ajak bicara ikut dengannya. Retorikanya luar biasa, seolah bikin orang-orang terhipnotis untuk ikut saham dengannya.

Movie ini menggunakan sistem monolog, tapi memang agak tidak konsisten di bagian ini. Kadang dipakai, kadang tidak.  Jordan Belfort sangat pandai berbicara, ketika dia berada di atas panggung, saat dia berbicara itu buat semua orang takjub padanya... terutama para penonton filmnya sendiri.

Rating film ini adalah dewasa, benar-benar dewasa. Di Indonesia begitu banyak sensor di berbagai adegan film ini (Tentu saja mengurangi rasa puas) lalu omongan yang amat dewasa, Sex reference di mana-mana. 
Komedi di dalam movie ini dikemas dengan cerdas.  Terutama saat si Jordan Belfort terkena dampak dari Drug yang dia gunakan.  Oke, that one is really fuckin hillarious. Soal komedi, tidak perlu diragukan. 
Selain itu banyaknya pelajaran yang bisa di dapatkan dari movie ini. Tentang kehidupan seseorang dari naik-turunnya kehidupan seseorang.  Bagaimana dampak dari bisnis baik dan buruknya.  Tapi, dampak paling mengena dari film ini adalah bagaimana seseorang bisa marketing dengan baik.  Bagaimana agar seorang menarik perhatian pelanggan hingga mau membeli produk yang kita jual.

Akting aktor-artis lain juga sangat mengagumkan.  Pemeran Naomi (istri Jordan Belfort) yang katanya pendatang baru juga luar biasa.  Jonah Hill sebagai side Kick dari Jordan benar-benar menunjukkan kemampuannya di film ini. 

So I can tell You want through this Again.


Selanjutnya saya akan mereview Her


Her adalah movie yang disutradarai oleh Spinke Jonze, diperankan oleh Joaquin Phoenix sebagai Theodore, Amy Adams, Rooney Mara, Olivia Wilde dan Scarlett Johansson sebagai Suara dari Samantha.

Theodore adalah seorang penulis surat yang cukup menggunakan suaranya di mana teknologi mayoritas kini hanya menggunakan suara tidak jauh di masa depan.  Theodore punya berbagai macam masalah di dalam kehidupan rumah tangganya, dia bercerai dengan istrinya yang sudah begitu dia cintai.

Sampai suatu ketika dia menemukan (membeli) sebuah OS dan menamai dirinya sendiri sebagai Samantha.  Samantha ini hanyalah suara, bukan robot dan tidak punya wujud.  Dia hanya di dalam sebuah I-Phone kecil.  Dia bisa melihat sekelilingnya dan belajar tentang berbagai macam hal termasuk cinta.

Movie ini bercerita bagaimana Theodore dan Samantha yang mulai dekat bersama.  Bagaimana mereka berdua bisa saling jatuh cinta.  Itu adalah yang luar biasa dari film ini, oke memang absurd dimana seorang manusia jatuh cinta pada sebuah program AI komputer.  Namun, penonton bisa menyadari bagaimana hubungan mereka tumbuh dan bagaimana kedua karakter ini mulai jatuh cinta.

Akting dari Joaquin Phoenix haruslah diakui sebagai salah satu aktor terbaik.  Dia bisa membangun seorang Theodore yang begitu realistik.  Itulah kehebatan movie ini, bagaimana akting aktor dan artisnya di sini bisa membuat penonton merasakan eksistensi mereka.  Bahkan... Si Samantha, suara dari Scarlet Johansson ini benar-benar luar biasa.  Well, jika kalian tahu bahwa Samantha di sini adalah Black Widow dari Avenger.

Musik di movie ini sangat luar biasa, memorable dan cocok meningkatkan suasana yang lebih dramatis.  Saya harus akui setiap adegan di dalam movie ini bagus dan penting.  Tidak ada adegan yang terkesan sia-sia, tidak aneh movie ini mendapatkan begitu banyak nominasi penghargaan.

Salah satu alasan kenapa movie ini begitu relate sama diriku pribadi adalah aku pernah merasakan rasa cinta seperti yang dialami Theodore.  Aku pernah bermain game di NDS dengan judul Love Plus, dan di sana ada seorang AI gadis bernama Rinko Kobayakawa yang benar-benar membuat saya sebagai gamer merasa dicintai olehnya.  Rasa care itu yang saya lihat dari bagaimana hubungan Theodore dan Samantha.

Sepertinya saya ga perlu menahan diri, this movie is...


AMAZEPIC!

  Selanjutnya saya akan bicarakan 12 Years A Slave.



Movie ini di sutradarai oleh  Steve McQueen, diperankan oleh Chiwetel Ejiofor, Michael Fassbender, Benedict Cumberbatch, Brad Pitt, Lupita Nyong'o.

Sebenarnya movie ini adaptasi dari sebuah buku dengan judul yang sama yaitu memoar dari seorang yang sama Solomon Northup. 

Solomon Northup adalah orang hitam yang merdeka, dia tidak ada di bawah master siapapun.  Dia seorang yang merdeka, punya keluarga dan dianggap sederajat dengan orang kulit putih.  Dia adalah seorang musisi, sampai hingga dua orang menipunya dengan membuat Solomon mabuk dan saat dia bangun, Solomon sudah dirantai dan dijual di dalam agen penjual budak-budak.

Di sanalah Solomon harus menjalani hidupnya sebagai Platt.  Awalnya dia dibeli oleh seorang Master yang baik yang diperankan oleh Benedict sampai akhirnya malah dia dipindahkan ke master yang kejam yang diperankan Michael Fassbender. 

Movie ini benar-benar menangkap nuansa perbudakan zaman itu.  Dimana orang-orang kulit hitam yang disebut Nigga (Nigger) dianggap sebagai properti yang ditugaskan hanya untuk bekerja dan bekerja, tidak dianggap seperti layaknya manusia.

Akting dari Chiwetel sangat mengagumkan dan realistik.  Bagaimana seorang budak yang pintar dia menunggu waktu yang tepat untuk bisa lepas dari perbudakan yang dia jalani walau harus menunggu waktu yang sangat lama.  Tidak lupa saya harus kasih pujian kepada dua Master yaitu Cumberbatch dan Fassbender.  Keduanya benar-benar bertolak belakang, terutama Fassbender yang berperan sebagai Majikan Epps benar-benar menunjukkan dirinya adalah seorang majikan yang kejam dan dikenal sebagai Nigga Killer.  Tapi, dia punya anak emas yang sangat dia perlakukan Spesial yaitu budak yang diperankan oleh Lupita Nyong'o.  Dia pun berperan sangat luar biasa, Lupita benar-benar menangkap sosok seorang budak yang tidak punya pendidikan yang hanya melakukan kerja.  Terlihat dari caranya berbicara.

Musik di dalam Movie ini menunjukkan sebuah sadness behind joyful song.  Mereka saat bekerja harus bernyanyi namun mampu membuat penontonnya menyadari kesedihan di balik lagu-lagu tersebut. 

Konflik yang dialami oleh Solomon sangatlah penuh intrik, dia mencoba berbagai macam cara untuk bertahan, menghadapi cambukan-cambukan dari sang master.  Kisah ini begitu mengharukan dan bisa mengundang air mata penontonnya...

I said You want though this again


Terima kasih sudah membaca Review ini.  Jangan lupa dengar apa kata Yui di samping =>
Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.







Rabu, 29 Januari 2014

What Zen Thinks about Legend of Hercules? (Movie)

Belakangan ini sangat sering hujan, Kan? Sekarang aku tahu apa penyebabnya...

*Berbisik, It's because this movie.


Legend of Hercules

Movie ini disutradarai oleh Renny Harlin.  Cast di film ini adalah Kellan Lutz sebagai Hercules... dia main di Twilight though, Gaia Weis sebagai Hebe, Scott Adkins sebagai Amphitryon, Liam Garrigan sebagai Iphicles, Liam McIntyre sebagai Sotiris.

Aku bakal banyak spoiler so, Prepare for that!  I don't care for this movie.

Legend of Hercules memulai cerita saat King Douchebag (saya akan sebut seperti ini selanjutnya karena lebih mudah diketik and you know what? He is a Douchebag) mengalahkan raja dari negeri lawan.  Dia gila perang dan gila kekuasaan.  Sang ratu pun tidak setuju, dia berdoa pada patung Hera untuk membuat sang Suami bisa mendapatkan karmanya.  Dia berdoa dengan doa yang seharusnya sedih, seharusnya membuat hati penonton merasa simpatik... tapi bagaimana mau simpatik bahkan air mata sang Ratu tidak menetes.

Kemudian di suatu malam yang berpetir si Ratu mendesah-desah sendiri seperti... si King Douchebrlaag menyadari itu dan dia tidak melihat siapa yang sentuh istrinya. Dari hasil desahan itu lahirlah Hercules, tapi sang ayah memberikan dia nama lain yaitu Alcides.

20 Tahun kemudian. Jeng jeng jeng....

Alcides tumbuh besar dan sedang pacaran (jatuh cinta) dengan seorang putri bernama Hebe.

sumber http://apnatimepass.com/the-legend-of-hercules-movie-still-9.jpg

 saat itu Saudara Alcides datang yang bernama Iphicles tidak suka dengan hubungan mereka karena Hebe adalah seseorang yang dijodohkan dengannya untuk melakukan pernikahan tiga bulan kedepan.  Mengetahui hal itu, sang Raja mengirim Alcides perang bersama dengan Sotiris ke negeri seberang dengan keinginan untuk bunuh si Alcides di sana. 

Inilah awal cerita dari Movie kita satu ini. 

Jujur saya akan mengatakan kalau saya suka dengan Hercules Story, saya menonton versi kartun, live action, juga gamenya.  Tapi, kecuali yang satu ini...No...

Pertama kita bicarakan soal plot dari cerita ini.  Beberapa bagian dari cerita ini bener-bener ripoff dari 300 dan Gladiator.  Saat mereka punya sedikit tentara mereka harus lawan banyak tentara... seperti 300 dan saat adegan mereka bertarung di arena benar-benar mirip Gladiator.

Intinya film ini bercerita tentang Alcides yang mengetahui bahwa dirinya adalah Hercules dan melakukan tugasnya untuk mengalahkan Ayahnya sesuai dengan yang seharusnya dia lakukan.  Saat mengetahui dirinya adalah seorang yang punya tugas sebesar itu, Kellan Lutz tidak bisa menunjukkan sesuatu yang menarik. Jika kamu baru tahu kalau dirimu punya kekuatan yang besar jelas seharusnya setidaknya kamu merasa kaget dan mulai memikirkan hal tersebut. 

Sumber dari http://cdn02.cdn.justjared.com/wp-content/uploads/headlines/2013/12/kellan-lutz-is-shirtless-sexy-for-new-legends-of-hercules-trailer.jpg

Putri Hebe di sini benar-benar pemanis cerita.  Dia pikirkan hanyalah bersama Alcides, tidak memikirkan tentang rakyat.  Apa yang dia pikirkan hanya satu, ingin hidup bersama Alcides.  Itu menyatakan kalau orang tua Hebe tidak mengajarkan Hebe tentang arti seorang putri sama sekali. Apa lagi Romance dalam cerita ini benar-benar di develop begitu buruk.  Kemunculan Putri Hebe dan Alcides di hutan dan ciuman.  Tidak ada penjelasan kenapa mereka bisa jatuh cinta, sejak kapan mereka kenalan, dan chemistri antara dua karakter ini adalah nol besar.  *Just look at Natalia and Asch Shall we!

http://www.hdwallpapersin.com/files/submissions/the_legend_of_hercules_movie_wallpapers_1861034284.jpg

Saatnya bicarakan dua villian di sini.  Yaitu ayah dan anak Douchebag King dan Douchebag Prince. Kita mulai dari Douchebag King.

Raja satu ini... yang dia kerjakan adalah yelling all the fuckin time!  Saat bicara dia teriak, setiap saat. Dia bisa saja datang ke tempat penjual Martabak dan tetap bicara dengan nada sparta Leonidas.  Intinya dia adalah karakter yang benar-benar menyebalkan dan selalu saja marah atas segala hal.

http://twitchfilm.com/assets/2014/01/legend-of-hercules-07-350.jpg
Coba perhatikan jenggotnya itu... Benar-benar terlihat fake. Oke aku tahu kalau film-film Indonesia punya jenggot dan kumis lebih tampak palsu, tapi ini standar hollywood... Come on.

Sementara Douchebag Prince adalah karakter paling menyebalkan di sini. Dia lembek dan menyedihan. Dia tidak punya kemampuan apa-apa dan memang keturunan Ayahnya yang suka teriak dalam segala hal.  His acting so slimy, dan tubuhnya kecil... Aneh, si Douchebag King tahu anaknya akan naik tahta tidak mengajarkan anaknya baik-baik untuk jadi petarung yang kuat. Aku tahu itu sama seperti Thor dan Loki di movie mereka, tapi bukankah Thor yang akan jadi raja dan lihat saja body-nya.

CGI di movie ini standarnya sama dengan Movie tahun awal tahun 2000.  Tampak begitu fake, ada adegan saat Putri Hebe menengok kebelakang. Latar belakangnya seperti visual efek movie tahun 90-an.  Saat Hercules mengayunkan pedang petirnya, benar-benar tampak aneh dan tidak realistik.  If you have low budget movie, don't make movie like this!

http://horrornews.net/wp-content/uploads/2014/01/the-legend-of-hercules-lightning-sword.jpg

Jika kalian perhatikan kostum-kostum di dalam movie ini, well tampak aneh.  Bahkan untuk era saat itu.

http://content.internetvideoarchive.com/content/photos/8612/703485_014.jpg

Salah satu yang harus saya sebut di dalam movie ini adalah overuse SLOWMO! Yeah, setiap action dan nyaris setiap ada terjadi baku pukul akan jadi Slllooowwww mooooo *akibatnya jadi ikut slowmo.

Seperti ini kira-kira setiap kena pukulan...
sumber : https://lh6.googleusercontent.com/-0dlLHKnpvrk/UiumfJau-pI/AAAAAAAAFAg/7TCiZVyVb28/daniel-jacobs-giovanni-lorenzo-face.gif%3Fimgmax%3D640


 Akting di movie ini.... OH MY GOD!

Coba kita balik ke awal lagi. Alasan kenapa sekarang sering sekali hujan, itu karena Zeus lagi marah dan terus turunkan hujan agar kalian tidak nonton movie ini!  Karena mereka membuat putra Zeus seburuk ini.  Kellan Lutz yang berperan di dalam Movie Hercules ini sangat statik, dia bahkan sangat jarang bicara karena setiap dia bicara tidak ada sesuatu yang menarik di sana.

Dia hanya punya nama Hercules tapi tidak punya karakter apapun di dalamnya. Karakter lain juga tidak banyak yang bisa dibicarakan, most of them is sucks so bad. Bahkan saat mereka berakting sedih, banyak adegan yang bahkan tidak menunjukkan airmata menetes.  Dialog-dialog di dalam movie ini tidak ada yeng dalam atau bermakna.  Bahkan saat Hercules menyampaikan pidato sebelum perang besar melawan Douchebag King, tidak menggugah semangat.  Karakter Hercules di sini keliatan mau pulang dan mengalahkan ayahnya hanya untuk mendapatkan Hebe lagi.  Tidak ada semacam develop dia tampak peduli dengan rakyat... Actually only one scene... Tapi tidak terdevelop dengan baik.

Final Battle sangat-sangat mengecewakan.  Pertarungan over slowmo dan di sini ada satu adegan paling...

Intinya adalah saat seseorang seharusnya tampak tertusuk di bahu kirinya, kameranya ada di sebelah kiri hingga membuat pisau itu terlihat jelas dijepit di ketiak si korban.  This... is... ARRGGGHHHHHH

Oke, saya kehabisan nafas buat cerita semua yang ada di movie ini.  Sangat jelas Legend of Hercules will...

Torture your soul to the DAMN!

Terima kasih sudah membaca review ini dan saya bilang jangan sedikitpun kalian ada keinginan nonton movie ini.  Just let me sacrifice my time and my money for you... just me... Okay! Just stay away from this movie... just watch Wolf of Wall Street or American Hustle. 

Jangan lupa dengar apa kata Yui di samping dan sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.

Keterangan :

Keterangan :

nilai 1-2 saya akan sebut This will torture your soul to the damn ini artinya apapun yang saya review adalah karya yang amat buruk dan jika kalian maksa buat mainin, nonton, atau baca akan merusak jiwa kalian.

Nilai 3-4 saya akan sebut Just forget about this and continue your life without it Ini adalah sebuah karya yang tidak pantas diingat dan sebaiknya lupakan karena tidak berarti alias buang-buang waktu untuk dilirik.

Nilai 5-6 Saya akan sebut It's good to time wasting artinya kalian bisa menikmati hal ini jika ga ada kerjaan, tidak ada tugas, hanya buat main-main dan tidak ditanggapi serius.

Nilai 7-8 Saya akan sebut This is worth it, Enjoy your time with it! Dengan kata lain karya ini pantas untuk kalian nikmati dan pantas kalian gunakan waktu kalian untuk merasakannya.

Nilai 9-9,5 Saya akan sebut You want through this again! Ini saya maksudkan bahwa karya ini pantas kalian baca lagi, nonton lagi, mainin lagi alias punya high replay value.

Sekarang untuk nilai tertinggi 10 saya akan sebut AMAZEPIC (It's Amazing because it's Epic) ini jelas sebuah karya yang menurut saya benar-benar pantas kalian nikmati dan sangat memorable.  Dapat nilai 10 bukan berarti karya ini flawless.  Tapi, saya cuma menegaskan bagian hal keren dari karya ini jauh lebih banyak dibanding yang jeleknya/flaw-nya.  Ibarat 11 hal bagus dan 1 hal jelek. Seperti itu.











Selasa, 05 November 2013

What Zen Thinks about V for Vandetta?(Movie)



Remember remember the fifth of November
Gunpowder, treason and plot.
I see no reason why gunpowder, treason
Should ever be forgot...




 V For Vandetta
Film ini disutradarai oleh McTeigue.  Movie ini berdasarkan sebuah Grafik Novel dengan judul yang sama.  Film ini diperankan oleh Hugo Weaving, Natalie Portman, Stephen Rea, John Hurt.

Asal kalian tahu saja Movie ini adalah movie paling aku favoritkan, so maaf kalau saya bakal amat sangat subjektif untuk yang satu ini.  Saya baru saja membeli DVD Blu-Ray untuk movie ini.  That's because how much I love this movie.

V For Vandetta adalah kisah tentang kudeta terhadap negara Inggris di masa depan.  Di masa Depan Inggris menjadi sebuah negara amat sangat otoriter. Di sana bahkan tidak memperbolehkan seseorang keluar malam.  Saat itulah Evey Hammond (Natalie Portman) ingin berkunjung ke tempat pamannya dan dicegat oleh semacam kesatuan pengaman yang disebut fingerman.

Saat itulah kehidupan Evey Hammond berubah karena pertemuannya dengan sosok lelaki yang memakai topeng Guy Fawkes atau yang kita sebut Anonymous mask yang menyebut dirinya V.  Seorang teroris yang melakukan tindakannya demi melepas kekangan pemerintah otoriter di hari pada tanggal 5 November.

Karena itu bagi saya tidak ada waktu yang lebih tepat mereview movie ini selain hari ini.  Yeah, 5 November.

Film ini menceritakan tentang arti kebebasan rakyat dan hak rakyat tidak boleh dikekang penuh oleh pemerintah.  Nuansa film ini dark bahkan begitu banyak shot yang dilakukan dalam pencahayaan yang remang-remang membuat film ini sangat berkesan yang sesuai dengan genre-nya.

James McTeigue benar-benar tahu bagaimana cara menyutradarai film berbasis Grafik novel ini.  yah yah aku tahu banyak protes karena ceritanya sangat berbeda dengan di Grafik novelnya, but It's doesn't matter as long the movie not sucks.

Akting di film ini sungguh briliant.  Setiap aktor tidak ada yang saya lihat bermain mengecewakan.  V, Evey, Inspektur, Adam Sutler, Creedy, semuanya berperan dengan sangat baik dari awal sampai akhir.  Pengambilan gambar yang tidak statik, editing yang pas, tidak tergesa-gesa, pace-nya sangat pas.

Cerita dari movie ini terkesan berat, berhubungan intrik politik, senjata biologis, tentang kebebasan, juga revolusi besar.  Penggambaran tentang Inggris di masa ini benar-benar membuat siapapun orang luar tidak mau masuk ke sana.  Bayangkan saja di sebuah negara dimana kalian dikontrol habis-habisan, hanya ada satu stasiun TV, semua orang seperti dipenjara.

V yang diperankan oleh Hugo Weaving... yes, guy who cast Agent Smith From The Matrix sangat mengagumkan di film ini.  Dia memang tidak pernah membuka topengnya, tapi penonton tahu dia sedang sedih, sedang gusar, sedang suka cita.  Cara dia berbicara penuh dengan filosofis dan quote-quote yang sangat keren.  

Evey Hammond yang diperankan oleh Natalie Portman tidak kalah keren dari V.  Terutama adegan saat dia mengalami siksaan lahir batin.  Begitu ekspresif.

kedua karakter ini akan ada romantic interest dan dibalut dengan cara yang tidak biasa.  Adegan romantisme di movie ini bagi saya sangat epik.  No cheese dialog, tidak ada rayu-rayuan, tapi saya tetap merasakan bagaimana mereka berdua bisa saling cinta. *not like Luis Lane who just kiss Superman in Man of Stell, sorry I just can't bear that one.*

Karakter-karakter lain semua berperan baik.  Terutama Stephen Rea yang menjadi sang Inspektur, dia sebenarnya orang baik di dalam cerita ini, tapi tidak seperti V, dia terikat oleh pemerintah.  Aku sebenarnya berharap V dan Inspektur ini benar-benar bertemu dan bicara, apa bakal seintens si Keller dan Detektif Loki.

Movie ini punya twist yang tidak terduga, namun tidak banyak.  Hanya saja begitu membekas di hatiku.  Tentang pemahaman soal manusia, emosi, dan psikologis.  "Pemerintah seharusnya takut pada rakyatnya, bukan sebaliknya.:"  Point ini benar-benar ditekankan sepanjang cerita dan juga dijelaskan dengan cara yang epik.

Karena itu saya sangat rekomendasi kalian menonton movie ini, for me there's none any movies until now can really inspire me like this one.  

Of Course V For Vandetta is.... AMAZEPIC! 

Jadi V For Vandetta apa kalian sudah menontonnya apa pendapat kalian. Jangan lupa dengarkan apa yang dikatakan Yui di samping.

Terima kasih sudah membaca review ini dan sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.

*Saya tidak beri gambar karena saya tidak mau ada spoiler sama sekali dari movie ini.



Rabu, 16 Oktober 2013

What Zen Thinks about Prisoners? (Movie)

*ngatur nafas...

Walau filmnya sudah lewat satu jam lalu, tapi nafas saya masih sesak... Jika setelah ini saya fans sama Hugh Jackman ini karena Prisoners.



Prisoners, starring Hugh Jackman, Jake Gyllenhaal, Maria Bello, Terrance Howard, Viola Davis, Melissa Leo, and Paul Dano. Directed by Denis Villeneuve.


Prisoners adalah sebuah kisah drama.  Jika kalian melihat dari judul filmnya mungkin kalian berpikir bahwa ini kisah seorang tahanan.  Prisoners di sini adalah sebuah kiasan yang kalian bisa ungkap jika kalian nonton film ini dan perhatikan baik-baik setiap adegannya dan mengurutkannya dengan baik.


Movie ini bercerita tentang dua keluarga yang berteman dekat melakukan acara transgiving bersama-sama.  Kemudian tiba-tiba saja beberapa waktu setelahnya mereka sadar dua putri mereka lenyap.  Mereka diduga diculik dan satu-satunya yang jadi petunjuk adalah sebuah Van yang parkir tidak jauh dari rumah mereka.


Soal menemukan Van tersebut Detektif Loki (Jake Gyllenhaal) bisa menemukannya dengan mudah. Apa lagi dia adalah seorang detektif yang terkenal tak pernah gagal dalam setiap kasusnya selama ini. Namun, this time is not that simple.  Reputasinya diuji di dalam kasus yang satu ini.


Sementara Kelle (Hugh Jackman) mulai luntur kepercayaannya terhadap polisi dikarenakan dia melihat polisi tidaklah becus dalam menangani kasus penculikan anaknya akhirnya bertindak sesuai dengan yang dia anggap benar.  


Mayoritas movie membuka movie-nya dengan adegan yang intens yang berkesan seperti teaser.  Dimana tahu-tahu terjadi kejar-kejaran, ledakan dan semacamnya. Movie ini justru membangun ceritanya dengan adegan yang soft dan heartwarming.  


Tidak lupa pengambilan gambar, tempat-tempat pengambilan adegan sangat bagus. Setiap cut, setiap adegan, setiap pengambilan gambar terkesan worth to watch.  Cinematografi movie ini brilian. Bisa dibilang sangat-sangat apik, rapi, dan enak di tonton.  


sekarang kita lanjut ke akting.  Seperti yang saya bilang di awal, jika saya jadi fans Hugh Jackman setelah ini, maka alasannya adalah Prisoners.  Hugh Jackman yang bermain sebagai Keller adalah seorang Ayah yang religius, seorang ayah yang baik, dia adalah orang yang selalu berusaha untuk menjadi Ayah yang sigap. Dia punya berbagai macam persiapan andai segala hal terjadi.  Dia sayang keluarganya, bagaimana ikatan dirinya dengan sang anak sangat-sangat terasa.





Tidak lupa saya harus sebut Loki yang diperankan oleh Jake Gyllenhall adalah seorang detektif yang punya masa lalu yang kelam dan dark.  Dia adalah seorang detektif yang sempurna dengan membuat semua kasus yang dia tangani bisa dipecahkan.  Dia perawakannya tenang, tapi agresif jika berhubungan dengan kasus yang dia hadapi.  Walau begitu dia tetap manusia biasa, dia pernah mengalami masa down dan nyaris putus asa.  




Bagiku pribadi Keller dan Loki adalah yang berperan paling bagus di film ini dan keduanya terkesan seperti rival. Mereka berdua sama-sama mau mencoba memecahkan kasus dengan cara mereka masing-masing.  Keller tidak terikat prosedur sementara Loki terikat prosedur kepolisian.  


Dialog-dialog terbaik yang terjadi di dalam film ini adalah saat kedua karakter ini bicara.  Saya sampe memajukan posisi duduk saya dan meremas pegangan kursi saat mereka berdua bicara.  Intens dan sampai-sampai saya selalu berusaha memperhatikan apa saja kata yang keluar dari bibir mereka.  Jadi bukan adegan seperti ledakan, adegan aksi, kejar-kejaran.  Hanya mereka berdua bicara benar-benar membuat saya nyaris menahan nafas. Saat perbincangan itu selesai saya menghempaskan tubuh saya ke sandaran kursi untuk menarik nafas lagi.




Musik dan sound efek dari film ini dibangun sangat sesuai dengan warna yang dihadirkan oleh movie ini sendiri.  Terkesan dark, intens, chilling, benar-benar membuat nuansa film ini semakin menakutkan dan tentu saja semakin kuat.


Film ini berdurasi 156 menit dengan kata lain sekitar dua setengah jam.  Bagi saya film ini akan lebih baik jika dipotong beberapa adegan. Sedikit saja, karena saya merasa ada beberapa filler scene yang tidak perlu. 


Oh ya sekalian.  Saya mau umumkan pemberian nilai untuk review saya kedepan akan berbeda.


Saya mulai dari yang paling rendah


nilai 1-2 saya akan sebut This will torture your soul to the damn ini artinya apapun yang saya review adalah karya yang amat buruk dan jika kalian maksa buat mainin, nonton, atau baca akan merusak jiwa kalian.

Nilai 3-4 saya akan sebut Just forget about this and continue your life without it Ini adalah sebuah karya yang tidak pantas diingat dan sebaiknya lupakan karena tidak berarti alias buang-buang waktu untuk dilirik.

Nilai 5-6 Saya akan sebut It's good to time wasting artinya kalian bisa menikmati hal ini jika ga ada kerjaan, tidak ada tugas, hanya buat main-main dan tidak ditanggapi serius.


Nilai 7-8 Saya akan sebut This is worth it, Enjoy your time with it! Dengan kata lain karya ini pantas untuk kalian nikmati dan pantas kalian gunakan waktu kalian untuk merasakannya.


Nilai 9-9,5 Saya akan sebut You want through this again! Ini saya maksudkan bahwa karya ini pantas kalian baca lagi, nonton lagi, mainin lagi alias punya high replay value.  


Sekarang untuk nilai tertinggi 10 saya akan sebut AMAZEPIC (It's Amazing because it's Epic) ini jelas sebuah karya yang menurut saya benar-benar pantas kalian nikmati dan sangat memorable.  Dapat nilai 10 bukan berarti karya ini flawless.  Tapi, saya cuma menegaskan bagian hal keren dari karya ini jauh lebih banyak dibanding yang jeleknya/flaw-nya.  Ibarat 11 hal bagus dan 1 hal jelek. Seperti itu.


Terus berapakah nilai yang saya berikan untuk Prisoners?

I say You Want Through this again! Jika kalian sudah menonton ini, saya rasa menontonnya sekali lagi akan sangat pantas karena akan lebih membuka pikiran kalian atas adegan-adegan yang ada di dalamnya dan mencoba menghubungkannya untuk memecahkan teka-teki itu sendiri.


Terima kasih sudah membaca review ini, jangan lupa dengar apa yang dikatakan Yui di samping. Sampai jumpa sampai saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.  Jangan lupa juga nonton PRISONERS!


Jumat, 13 September 2013

What Zen Thinks about Phoenix Wright : Ace Attorney (The Movie)?

Mari kita bicarakan salah satu Movie yang diadaptasikan dari sebuah game. But, this one is really need to talking about.


Phoenix Wrigth : Ace Attorney
Movie ini disutradarai oleh Takashi Miike, ditulis oleh Takeharu Sakurai dan Sachiko Oguchi.  Diperankan oleh Hiroki Narimiya, Mirei Kiritani, Takumi Saito.

Movie ini berdasarkan game dengan judul yang sama yang terkenal di platform Nintendo DS.  Game ini fokus pada saat sidang dimana player menentukan gerakan dan pernyataan yang dilakukan oleh Phoenix Wright.

Terus bagaimana dengan movie-nya?  Mari kita mulai dari karakter yang ada.  Karakter di dalam movie ini sangat sesuai dengan yang ada di dalam game.  Tidak cuma penampilan mereka.  Sifat dan bagaimana cara mereka bicara pun sesuai dengan di dalam game.

Hiroki Narimiya berperan amat sempurna sebagai Phoenix di dalam movie ini.


Bagaimana cara dia berbicara, dialog-dialog yang dia ucapkan sangat sesuai dengan karakter Phoenix di dalam game itu sendiri.  Semua pemain game Phoenix Wright sangat tahu bahwa Phoenix adalah seorang pengacara kocak yang sering melakukan tindakan tidak terduga sepanjang sidang dan yap, Hiroki Narimiya menjadi Phoenix Wright yang semua gamer inginkan.  Di dalam movie ini Phoenix dipanggil Naruhodo.

Tidak lupa rival dari Phoenix Wright sekaligus sahabatnya Miles  Edgewood(Mitsurugi Reiji) yang diperankan oleh  Takumi Saito.


Dia luar biasa di dalam movie ini.  Karakternya yang angkuh, sombong, namun dia tetap berusaha menunjukkan sportifitas selama pengadilan.  Dia sering bertarung melawan Phoenix Wright dan tetap respek satu sama lain.

Karakter-karakter lain seperti Mia, hakim, semua karakter di movie ini, looks like in the game, act like in the game.

Plot utama dari movie ini adalah memecahkan kasus di dalam sidang.  Movie ini 80% adegannya diambil di pengadilan.  Namun, setiap sidang yang diselenggarakan di movie ini tensinya tinggi dan penuh debaran-debaran.  Lebih-lebih lagi di dalam pengadilan mereka menggunakan semacam teknologi yang membuat layar hologram muncul dan menunjukkan bukti-bukti dan segala hal yang dibutuhkan sepanjang pengadilan.  That's really cool indeed.

Movie ini bahkan tidak banyak memberimu waktu bernafas, karena tidak begitu lama maka dari satu sidang, lalu sidang lain, ke sidang lain lagi.  Semua drama, semua kasus, semua bukti dan analisis di lakukan di meja hijau.  Penuh twist dan membuat saya sebagai penonton ikut bertepuk tangan saat sidang bisa selesai.

Walau demikian saya harus mengatakan betapa cheesy-nya movie yang satu ini.  Dialog penuh dengan keju khas anime.  But, I can bear with it. because that is the game feels like. Jika kalian memainkan game-nya pasti kalian benar-benar merasakan atmosfer yang sama.  Saat Phoenix mulai kehilangan semangat, ada kejadian-kejadian absurd yang benar-benar diluar nalar, but, that is the funny and silly moment in this movie.  Salah satunya adalah saat orang-orang di dalam pengadilan jatuh tiba-tiba saat mendengar penyataan konyol dari Phoenix Wright. It's so mangaish but that is what you want right?

Villain di movie ini juga luar biasa dan mengejutkan. I just want you to take a guess who the villain is.

Saya pribadi tidak pernah memainkan Phoenix Wright, saya hanya melihat orang yang memainkan gamenya, namun saya paham atmosfer yang ada di dalam game tersebut.  Karena itu Final Verdict dari Phoenix Wright : Ace Attorney adalah 9/10 It's amazing Movie alias Must Watch movie!

Jika kalian tertarik menontonnya Saya berikan link-nya di bawah.

http://www.youtube.com/watch?v=-_-ej_kxpm0&list=FLP4PaahFS7KHM5qW_ObAxdw&index=2

Jadi Phoenix Wright, apa kalian sudah pernah main game-nya atau sudah pernah menonton filmnya.  Jangan lupa dengar apa yang dikatakan Yui di samping =>

Terima kasih sudah membaca review ini dan sampai jumpa sampai saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.