Tampilkan postingan dengan label Manga Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manga Review. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 September 2014

What Zen Thinks about Kara no Kyoukai and Tsukihime? (Movie and Manga)


Kenapa saya review keduanya? Karena dua-duanya punya Shiki...



Kara no Kyoukai ada Garden of Sinners adalah movie yang dibuat oleh Ufotable berdasarkan dari karya Type-Moon.  Berbeda dari kebanyakan anime series, Kara No Kyoukai justru membuatnya jadi 7 movie.  Namun setidaknya setiap movie memberikan semacam konklusi dari plot di movie tersebut.  kalau menonton 7 movie seperti ini kita harus memasang pikiran kalau masih ada kelanjutan dari movie Kara no Kyoukai ini.

Senin, 12 Mei 2014

What Zen Thinks about Yotusei No Asobitaka, Mo Shojo Manga Nante, Najimaki Mano-san?

Rasanya kalau mau cari sebuah komik cuma satu seri selesai selalu saja isinya ada banyak cerita, sementara yang cuma punya satu cerita perlu banyak komik... huft...

Pertama saya akan review Yotusei No Asobitaka (How to play a Honored Student)

   
Manga yang dikarang oleh Meira Hisaka ini seperti layaknya manga shoujo lainnya dimana satu manga dengan banyak cerita dari karakter berbeda.  Namun, justru ada yang menarik dibalik itu.  Apakah itu?  Manga ini mampu menyajikan sebuah cerita dimana setiap tindakan, setiap cerita dan latar belakang karakter berhubungan satu dengan yang lainnya.

Cerita ini memiliki empat karakter utama yaitu Chouka, Haruka, Ran dan Sachi.  Keempat karakter ini awalnya tidak memiliki hubungan yang begitu spesial sampai saat mereka satu per satu menunjukkan latar belakang mereka yang ternyata membuat mereka saling memengaruhi satu sama lain.

Karakterisasi di manga ini terbentuk dengan baik.  Bagaimana penyimpangan-penyimpangan perilaku punya alasan masing-masing.  Ini membuat kita bisa simpatik dengan karakter yang ada.  Terutama Sachi yang menurut saya pribadi punya hidup paling sulit dan tragis.

Artwork manga ini pun sangat bagus, penempatan panel, proporsi, dan ekspresinya sangat memukau.  Terutama saat karakter-karakter mengalami depresi berat dan juga menangis, ekspresinya sangat luar biasa.  Manga ini adalah manga dewasa dan penuh dengan kisah cinta menyimpang.  Milf, incest, lesbian, perselingkuhan, sex bebas, you got that!  Sebagai pembaca dewasa kita lihat itu dari sisi yang lain dan memetik pelajaran.

Namun, itu tidak membuat karakter-karakter lain tidak punya masalah yang membuat pembaca merasa simpatik dan bahkan empatik sama mereka.  Beberapa di antaranya benar-benar relate pada diri saya pribadi.  Selain itu scene favoritku adalah saat Ran yang harus mengorbankan hati dan jiwanya demi orang yang dicintainya.  Karena itu saya tidak perlu menutup diri bahwa saya berikan manga ini...

Amazepic (It's amazing because it's epic)


Manga kedua yang saya mau bicarakan adalah Mo Shojo Manga Nante atau I Don't Want to Make Girl's Manga Comic Again karya Nao Makita.



Manga ini yang menarik adalah judulnya dimana seorang mangaka muda yang kehilangan passion-nya setelah karyanya ga kunjung diterbitkan lagi.  Well, that's really me... saya beberapa bulan terakhir ga ada sama sekali berkarya satu pun, cerpen, novel, bahkan satu paragraf pun saya ga menulis karena suatu hal.  Karena itu saya membeli manga ini.  Well, ternyata seperti manga shoujo lain semuanya ga cuma satu cerita saja.  Tentu saja cerita favorit saya pribadi adalah cerita pertama dimana seorang gadis mangaka bernama Aoi yang akhirnya menemukan kembali alasannya untuk berkarya lagi. 

Sedihnya cerita yang lain tidak ada yang begitu menarik perhatianku.  Mayoritas punya plot sama dan juga punya arah cerita yang sama.  cewek yang socially awkward ketemu sama cowok populer dan akhirnya dia suka sama cowok itu bla bla bla... You got the point.

Artworknya pun simpel khas shoujo manga, dimana mayoritas cowok-cowok punya model rambut sama seperti boyband-boyband.... I start got sick of this... actually :v

Tidak seperti di manga sebelumnya di mana karakter punya variasi model rambut (terutama cowok) di sini bener-bener stereotipe... so don't expect to much...

Mo Shojo Manga Nante is Good for Time Wasting.


Oke, the last one is... Najimaki Mano-san atau My Braided Girl, Mano karya Ken Saito.



My Braided Girl, Mano is not really interest me actually.  Soalnya manga ini tidak membawa sebuah premis yang begitu menarik.  Intinay cerita seorang cewek yang menganggap kepangnya adalah sebuah skrup untuk bisa berjalan menghadapi hidup. Dia tergantung pada skrup itu, seperti layaknya mainan dengan kunci yang harus diputar agar bisa jalan.

Seperti layaknya manga shoujo lain ada banyak cerita dalam satu komik ini... sebenarnya hanya ada lima saja sih.

cerita lain yang menarik perhatianku adalah Rose and Zirconia.  Cerita ini punya twist dan awalnya cukup membingungkan yang in cukup unik dan worth it.  Sementara yang lain kadang penempatan panel dan ceritanya lompat-lompat dan membingungkan.  Artworknya tidak ada yang begitu spesial...

My Braided Girl, Mano is... Good for Time Wasting.

Terima kasih sudah membaca review ini, sorry karena belakangan ini saya sangat jarang posting. Ini karena laptop saya begitu sering crash dan lag.  Selanjutnya diharapkan bisa lebih baik. Jangan lupa dengar apa kata Yui di samping dan sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain.


Kamis, 05 Desember 2013

What Zen Thinks about Futari Ecchi? (Manga) Adult content warning!

Don't Judge me because I love this manga and this is one my most favorite manga ever.


Futari Ecchi (Two Person Ecchi)
Manga ini dibuat oleh Katsu Aki.  Diterbitkan pertama kali oleh Hakusensha dan sudah diadaptasikan ke anime, dan life action. 

Plot dari manga ini adalah Makoto Onoda yang menikah dengan Yura dan yang menarik dari keduanya adalah mereka sama-sama Virgin.  Yes, I said that.  Ini membuat mereka sama-sama sangat inexpirience dalam hal rumah tangga, sexlife, dan segala macam yang berbau ecchi.



Pertama kita bicarakan soal Art dari manga ini.  Gaya gambar manga ini amat klasik dan sederhana.  terlihat sekali manga ini adalah manga lama, hal itu sangat wajar karena manga ini dibuat pada tahun 90-an.

Karakter di manga ini sebenarnya banyak.  Tapi, fokus pada sepasang suami istri ini.

Makoto Onoda


Dia adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan.  Dia sangat tidak berpengalaman soal dunia sexlife dan belajar dari berbagai macam hal untuk membuat rumah tangganya lebih harmonis. Dari sang kakaknya yang pengacara, lalu dari teman-temannya, dari segala macam sumber.  termasuk dengan sepupunya yang seorang sexologi (tapi masih virgin). Salah satu yang menarik dari Makoto adalah dia memang laki-laki pada umumnya, dia masih sering membayangkan dirinya bercinta sama cewek lain, juga kadang tertarik melihat cewek cantik yang lain.  walau demikian, hati dan tubuhnya hanya milik Yura.

Sekarang kita bicarakan Yura.




Yura adalah seorang wanita yang amat sangat polos.  Terutama soal Sexlife, dia pemalu dan juga takut pada hal-hal yang baru dalam dunia sexlife.  Berbeda dengan adiknya yang slut yang bahkan sampai mengencani 5 cowok, Yura sangat setia dan pertama kali pacaran dengan Makoto dan menikah dengannya dan memberi yang pertama bagi Makoto.  Salah satu yang amat menarik dari karakter Yura adalah dia tidak menyadari charm yang dia miliki sebenarnya membuat cowok-cowok lain sangat iri pada Makoto karena memiliki istri sangat cantik.  Salah satu sahabat Makoto bilang saat pertama kali melihat Yura adalah, "She such a babe..."

Bagaimana dengan karakter lain?  yah, there's a lot other character.  kakak dan adik makoto, adik Yura,  sepupu Makoto.  Setiap orang punya cerita masing-masing.  Walau fokus sama Makoto danYura, tapi kadang ada chapter-chapter khusus yang menceritakan yang lainnya untuk membuat kita lebih mengenal mereka.

Plot dari manga ini adalah seperti berbeda setiap chapternya. Biasanya setiap chapter menyajikan masalah yang berbeda dan juga plot yang berbeda walau masih dalam satu timeline.  Misalnya Chapter sekian menceritakan tentang pertama kali Yura belajar untuk oral, lalu di chapter lain menceritakan rasa cemburu, dan semua sangat berhubungan dengan adult life.

Bagian yang menjadi favoritku di sini adalah bisa membuat pembaca memahami tentang perasaan dan apa itu lawan jenis.  Di dalam manga ini bahkan memberikan banyak informasi berdasar survey, misalnya kenapa cewek lama di kamar mandi, kenapa cewek lama bershopping, seperti itu. 

Manga ini terkenal dengan sebutan mangasutra that's not wrong at all. Di manga ini pun banyak menjelaskan sistem sex.  Posisi, ejakulasi, masturbasi, reaksi pada porn movies.  Manga ini menyajikan sex scene secara lumrah, tetap dengan sensor di genitalnya (itu sudah aturan di Jepang). 

Saat pertama kali aku membaca ini, saya berpikir ini serial porno.  Tapi setelah saya ikuti, ternyata tidak demikian, this is Social Adult Life Manga. Semua yang terjadi di manga ini sebenarnya tidak jauh dari yang terjadi di kehidupan nyata... di Jepang sana.

Di dalam kehidupan rumah tangga mereka banyak sekali rintangan.  Karena banyak cewek yang tertarik pada Makoto, begitu juga sebaliknya.  Konflik internal dan eksternal dimana membuat mereka bisa lebih mengerti dan semakin dekat.  Yura yang pemalu harus lebih berani untuk ekplorasi demi membuat sang suami senang, begitu juga Makoto. 




Jika kalian baca manga ini, lihat dari sisi kemanusiaannya, bukan dari sisi untuk porn interest.

So, base on content this manga is... AMAZEPIC. Yeah, not because Porn, karena begitu banyak hal yang saya pelajari dari manga ini.

Terima kasih sudah membaca review ini sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi!

Next is gonna be BULLSHIT TIME!!!

Kamis, 03 Oktober 2013

What Zen Thinks about Terra Formars? (Manga)

Kalian bisa berpikir manga ini adalah Rip-off dari Attack On Titan, tapi Is this worth read or not? Let's talk about it now.

Terra Formars
Ditulis oleh Yu Sasuga
Digambar oleh Keichi Tachibana
Diterbitkan oleh Shueisha

Terra Formars mengambil setting beberapa ratus tahun di masa depan. Dimana sebuah tim ekspedisi melakukan perjalanan ke Mars. Alasannya dua ratus tahun yang lalu, manusia berpikir untuk membuat Mars punya kehidupan dan mereka mengirim beberapa ratus kecoa ke sana. Tim Ekspedisi pun mendarat di sana dan berharap untuk bisa melihat bagaimana Mars di tahun 2577.

Di sana mereka bertemu dengan Kecoa yang tubuhnya besar, berotot, dan begitu kuat.  Bahkan adegan pertama saat bertemu kecoa adalah ini...


Kecoa-kecoa itu sangat suka membunuh manusia, lebih dari itu, mereka sangat suka membuat tubuh manusia hancur, they really love to smash human into pieces.  Seperti layaknya Titan yang hobi makan manusia.  Namun, di dalam Terra Formars alasan kenapa kecoa-kecoa berotot itu suka menghancurkan tubuh manusia sangat jelas dan dapat diterima oleh siapa saja. Semua terjelaskan dengan baik dan dalam tempo yang seharusnya alias tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat.

Kecoa-kecoa ini super kuat. Mereka dengan mudah menghancurkan tubuh manusia.  Terus bagaimana cara manusia menghadapi kecoa-kecoa ini?

Manusia melakukan transformasi.  Manusia yang dikirim ke mars adalah manusia spesial yang membawa kemampuan binatang lain di dalam tubuh mereka, dengan sedikit dari henshin maksudku Injeksi, mereka bisa berubah menjadi manusia hybrid yang punya kekuatan hewan yang ada di dalam tubuh mereka.


Karakter utama dalam cerita ini adalah Komachi Shokichi punya karakter yang unik. Dia orangnya ramah, kadang suka bercanda, namun juga memiliki masa lalu kelam. Setiap karakter di dalam manga ini berperan sangat baik, setiap karakter punya ikatan yang menarik.  Alasan mereka ikut dalam ekspedisi pun macam-macam.  Dari yang terkesan sepele, tentang persahabatan, romantika, bahkan karakter yang terkesan paling misterius justru memendam sesuatu yang sweet sekali di dalam masa lalunya.

Terra Formars punya karakterisasi yang sangat-sangat bagus.  Membuat pembaca bisa dengan mudah relate dengan karakter-karakter tersebut. Setiap karakter diberikan biodata singkat yang menceritakan sedikit masa lalu mereka, lucunya setiap cewek pasti diberi tahu ukuran dada mereka.  Fan service madafaka.

Salah satu fitur yang amat menarik dari manga ini adalah kemampuan khusus setiap karakter berbeda dan semua dijelaskan ibarat kamu diajak nonton Discovery Channel atau animal Planet. Hewan tersebut akan dijelaskan secara rinci dan jelas kekuatannya. 

Action di dalam manga ini juga mengagumkan. Tensinya diatur dengan sangat sesuai, walau nyaris dalam setiap chapter selalu penuh dengan blood boiling action. Tapi, semua dihandle dengan baik. Karakter-karakternya bertindak sesuai dengan watak mereka. Ada yang bertindak sesuai perasaan, ada yang berdasar logika dan penuh dengan momen emosional.


Jika kalian sudah merasakan yang namanya Attack On Titan, maka yang kalian rasakan di dalam manga ini tidak jauh beda. Manusia dibunuh secara masal dengan cara mati yang berbeda-beda. And just make sure you ready to see human tear apart.

Fatality!

Salah satu poin kenapa saya begitu menyukai Terra Formars adalah pace plot-nya sangat bagus dan tidak terkesan terlalu lama misterius.  Ingat AoT? Sampai buku ke sepuluh alasan Titan muncul dan doyan makan manusia tidak jelas? Tapi di sini alasan kenapa Manusia datang Ke Mars untuk melakukan Misi bunuh diri (seperti Hailstorm yang datang ke Reigner) punya alasan kuat, walau setiap karakter punya motif masing-masing. Alasan kecoa-kecoa suka hancurin tubuh manusia juga dijelaskand dan dapat diterima oleh siapapun.

Kecoa-kecoa pun bukan sekedar Mindless human Killer seperti mayoritas Titan yang sekedar memakan manusia.  Kecoa-kecoa ini belajar, setiap ada sesuatu yang manusia tinggalkan, mereka pelajari dan bahkan membaca strategi manusia.  Mereka memodifikasi tubuh mereka seperti layaknya manusia, pelan-pelan kalian akan melihat kecoa-kecoa khusus.  Seperti layaknya di AoT ada Collosal titan, Armored Titan.  Di sini ada juga kecoa-kecoa khusus yang memberi tantangan khusus juga pada manusia.



Karakter yang menarik, plot yang jelas, artwork yang mantap, story sains fiksi yang terkesan realistik, konsep yang menarik. Semua menjadi satu dalam Terra Formars.  Walau Manga ini masih On Going, sekarang baru sampai Volume enam.

Saya sebenarnya belum bisa kasih nilai penuh untuk Terra Formars, tapi untuk sekarang saya tidak ragu memberikan Terra Formars 10/10. This manga is Amazepic (Amazing because it's Epic). saya sangat rekomendasikan sama kalian.  Cuma saya peringkatkan, manga ini rating mature, ada nudity, sex scene, blood dan segala macamnya.

Jika kalian sudah membacanya, berikan komen dengan cara mengikuti apa yang dikatakan Yui di samping =>

Terima kasih sudah membaca review ini dan sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.

Minggu, 04 Agustus 2013

What Zen Thinks about Garasu no Kamen/Topeng Kaca? (Manga)

Kali ini saya mau nostalgia dengan manga shoujo favorit saya sepanjang masa. Topeng Kaca...


Topeng kaca adalah Seri buah tangan dari Suzue Miuchi.  Awalnya diterbitkan oleh majalah Hana no Yume, kemudian menjadi serial tersendiri sejak tahun 1976.

Topeng Kaca atau Garasu no Kamen adalah kisah tentang dunia teater yang menceritakan Maya Katajima. Seorang perempuan muda yang awalnya hanyalah seorang gadis biasa yang tidak ada keistimewaan. Dia tidak pintar, tidak cantik (dimata orang lain), bahkan cenderung ceroboh. Namun, dia punya kemampuan yang khusus dan tidak banyak yang menyadarinya.  Yaitu kemampuan dalam dunia akting dan drama.  Dia mampu menghafal seluruh dialog drama cukup dengan sekali menonton secara detail tanpa kurang sedikitpun.  Saat dia di panggung, dia mengambil alih panggung sepenuhnya hingga seluruh mata terpesona dengan dirinya.



Tsukikage menyadari itu dan ingin mengembangkan potensi Maya Katajima dengan menyekolahkannya di sekolah teaternya secara gratis. Namun, hal tersebut ditentang mati-matian oleh Ibu Maya.  Walau akhirnya Maya tetap memilih ingin menjadi artis.



Di sanalah Maya bertemu dengan Rival Abadinya yaitu Ayumi Himekawa. Ayumi berbeda dengan Maya, dia disebut-sebut terlahir dengan bakat alamiah yang diturunkan dari Ibunya yang merupakan artis terkenal murid langsung dari Tsukikage. Utako Himekawa, namun sebagai Rival Ayumi bukanlah tipe orang yang suka mencemooh rivalnya, dia justru orang yang amat mengenal Maya dan sadar bahwa Maya yang lebih hebat dari dirinya, berlawanan dengan yang orang lain katakan bahwa Ayumi jauh di atas Maya.


Intrik dalam manga ini tidak lepas dari Masumi Hayami, seorang penguasa dalam dunia keartisan Jepang.  Dia selalu membuat Maya marah dan benci dirinya karena berkali-kali merusak pentas dan rencana Maya.  Namun, saya akan sebut bahwa romansa antara Masumi Hayami dan Maya Katajima adalah romansa paling tarik-ulur yang pernah aku baca.  Alasannya amat logis, selain umur yang berbeda jauh, status sosial di era Jepang saat itu masih amat menghadang hubungan mereka berdua.  Walau begitu, di tengah-tengah mereka ada juga saingan, yaitu Sakurakoji dan Shiori.


Dari segi artwork. Topeng Kaca adalah Manga Shoujo Klasik bisa dilihat dari gaya gambarnya. Di mana mata cewek besar dan tubuh yang proporsional.  Dari segi Story, Topeng Kaca benar-benar menunjukkan dunia keartisan yang sebenar-benarnya.  Bagaimana Maya latihan, pentas, konflik semua disajikan apik oleh sang mangaka Suzue Miuchi.  Inti dari story manga ini adalah Maya disebut-sebut sebagai calon penerus Bidadari merah... begitu juga Ayumi.  Jadi bagaimana mereka bisa jadi sang Bidadari Merah yang disebut sebagai sebuah masterpiece di dunia drama.

Tsukikage adalah pemeran dari Bidadari Merah dan juga orang yang punya hak paten soal siapa penerus Bidadari Merah selanjutnya.  Namun, banyak pihak yang mau merebut hal tersebut dari Tsukikage, termasuk Ayah Masumi dan Onodera.

Penggambaran saat pentas atau saat berakting di manga ini sangat briliant.  Pembaca bisa merasakan bagaimana suasana pentas, bahkan tanpa musik.  Namun, dari gambar saja kita sudah tahu bagaimana nuansa yang terjadi dalam pementasan.  Saya berkali-kali dibuat kagum dan jalannya pementasan mengalir begitu saja di kepalaku layaknya sebuah film.

Manga Topeng Kaca, bukanlah manga singkat.  Sampai sekarang lebih dari 50 seri, mungkin orang bakal bosan dengan ceritanya, tapi jujur saya masih menikmati setiap seri yang saya miliki dari manga ini.  Karena setiap serinya punya konflik yang berbeda. Karena itu seri dalam manga ini punya Sub judul yang menyatakan Arc-nya.  Seperti Topeng Kaca : Bidadari Merah, Topeng Kaca : Dua Akoya.

Salah satu yang sempat mengecewakan adalah manga ini sempat berhenti dilanjutkan oleh sang mangaka, bahkan Isu meninggalnya Suzue Miuchi terdengar di mana-mana.  Syukurnya itu tidak terjadi dan 30 tahun kemudian Topeng Kaca kembali dalam versi Deluxe yaitu kompilasi dari manga topeng kaca, sementara versi utamanya mulai terbit kembali.

Manga ini amat terkenal dan booming di masanya.  Diadaptasikan ke anime dan di remake dalam versi lebih baru.  Perbedaan paling mencolok adalah pada gambar Ayumi Himekawa.

Ayumi Himekawa Lama(kiri) dan baru (Kanan)
Tidak cuma Anime, Topeng kaca juga menjadi dorama sekitar 20-an episode.


Walau banyak adegan klise di manga ini. Tapi, kembali ke 30 tahun lalu. Jelas masa itu belum klise.  Manga ini saya amat nikmati dari segi karakterisasi, saya sangat salut, plot dan konflik tertata dengan jelas. Karena perjalanan artis itu memang panjang.  Jika disuruh memberi secara subjektif Final Verdict untuk manga ini saya berikan 10/10 ini adalah manga legendaris.  Namun, di masa-masa sekarang mungkin tidak begitu banyak yang tertarik dengan manga klasik begini, tapi jika kalian masih tertarik kisah-kisah drama klasik Topeng Kaca jelas adalah salah satu pilihan terbaik.

Terima kasih sudah membaca review ini. Jangan lupa dengar apa kata Yui di samping ==>

Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.

Kamis, 13 Juni 2013

What Zen thinks about Jaka Kahuruan (Komik)?

Jaka Kahuruan adalah sebuah komik dari Ngomik.com yang akhirnya naik cetak. Saya pertama kali membacanya saat ada sebuah event di Ngomik.com


Dibuat oleh Fauzy Zulvikar
Diterbitkan oleh Bukune
Editor oleh Syafial Rustama
Desain Sampul Oleh Faza Meonk dan Gita Mariana

Fauzy adalah mongaka (sebutan mangaka di Ngomik.com) sudah terkenal dengan serial Erlin Susanto kini akhirnya bisa mencetak bukunya di penerbit besar seperti Bukune.

Kembalinya si Tinju Api Jaka Kahuruan pasti orang-orang mengira Jaka adalah sang karakter utama.  But no! Jaka Kahuruan adalah sebuah aliran tinju api, nama karakter utamanya adalah Putra dan Putri.  Oke nama yang mainstream, tapi mereka punya nama belakang yang unik.

Cerita berawal dari prolog yang menjelaskan tentang sebuah legenda yang tidak pernah kita lupakan, lautan api dimasukkan dalam manga ini dan membuat kejadian silam itu make sense. Well, kita kini dibawa ke Bandung di masa kini.  Seorang Tukang Batagor bernama Putra yang over promosi sama batagornya bertemu putri yang menolongnya karena di tangkap oleh Tony Stark (Bukan Tony Stark sebenarnya) dan Putri ingin membimbing Putra untuk menggunakan kekuatannya di jalan yang benar.

That's the beginning of the epicness.

Saat diterbitkan di Ngomik.com Gambar Fauzy masih agak terkesan kasar karena dibuat secara manual dengan arsiran pensil.  Sementara di komik ini sudah kualitas yahud dan solid.

Karakter di dalam komik ini berperan dengan semestinya.  Ada yang serius, ada yang kocak tidak tanggung-tanggung, juga membuat lelucon yang unik dan membuat perut terkocok.  Setiap karakter punya gaya bicara dan respon masing-masing, terutama si Putra yang dari awal sampe akhir selalu bikin guyonan yang tidak disangka-sangka dan tetap, terus kebakaran Jenggot, karakter si Putra saya dengar mengambil inspirasi dari Musashi Miyamoto dari Manga Vagabond.  Putri adalah Dewi Kahyangan yang nyentrik dan polos berperan amat penting di sepanjang cerita sebagai mentor Jaka.  Bahkan tentu saja ada Erlin dan Susanto yang berperan sebagai karakter yang menarik di sini.

Saat membaca buku ini, jangan bawa serius karena banyak logika yang dipatahkan sepanjang komik, dari satu adegan komedi ke komedi yang lain, tetap disisipkan adegan sentimentil dan mengharukan di beberapa adegan.

Komik ini punya setting bandung yang absurd, dikarekan di Bandung ada mecha giant, tapi banyak karakter yang masih memakai baju-baju settingan abad persilatan zaman dahulu.  Lebih menarik lagi adalah jurus-jurus yang diberi nama di komik ini kreatif dan tentu saja dengan sentuhan budaya yang menarik.

Parodi-parodi yang dijadikan referensi di komik ini dimunculkan sebagai bagian kreatifitas komedi yang menarik.  Tentu saja, kocak abis.  Twist yang amat mengejutkan dikarenakan saya agak tidak menyangka hal tersebut.

Artwork dari komik ini sudah ciri khas Mong Fauzy yang proporsi tubuhnya bagus dan ditone dengan solid dan jelas, penalisasi yang pas dan mudah dibaca, beberapa plot saya masih kurang paham tapi tidak mengurangi keasikan membaca komik kocak ini.

Jadi saya tidak perlu bicara panjang lebar. Sudah saatnya Final Verdict Kembalinya si Tinju Api Jaka Kahuruan saya berikan 9/10 it's must own! Jika kalian mau cari komik Indonesia yang menarik ini adalah salah satu rekomendasi dariku! Buy and laugh with it!

Terima kasih sudah membaca sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.

Minggu, 02 Juni 2013

What Zen Thinks about I am a Hero (Manga)?

Well, selama ini banyak kisah-kisah tentang Zombie Apocalypse. Tipikalnya adalah seseorang yang selamat berusaha untuk lari dan Blast Zombie Brain!  Namun, untuk manga yang satu ini, saya punya penilaian khusus...


Ditulis oleh Kengohanazawa
Diterbitkan oleh Shogakukan

I am a Hero! Siapa yang menduga judul itu adalah sebuah judul kisah zombie?  Pertama kali saya mendengarnya, saya kira ini manga komedi.  Namun, setelah saya baca... I speechless!

Kisah awalanya cuma menceritakan tentang kehidupan sang karakter utama Hideo, seorang mangaka yang mengalami delusi.  Dia beberapa kali berbicara sendiri lalu bertindak hal yang aneh-aneh.  Dia berhubungan dengan baik bersama pacarnya, mereka mesra dan tampak bahagia.  Kemudian sebuah impact besar terjadi di akhir volume satu.  yaitu ini...


BAM! Setelah kejadian itu.  Aku sama sekali nyaris tidak mau berhenti mengklik Mangascan untuk melihat lembar demi lembar selanjutnya. Apa yang terjadi apa lagi? Apa lagi?  Di adegan itu terjadi sebuah adegan yang paling emosional di mana Hideo harus merelakan kekasihnya.  Namun, yang bikin saya makin sedih adalah walau kekasihnya itu sudah jadi Zombie dia masih berusaha menolong Hideo!

Selanjutnya kalian tentu sudah menduga.  Jepang mulai terinfeksi dan Zombie di mana-mana.  Orang-orang lambat menyadarinya dan tentu saja tidak mengantisipasi sama sekali apa yang terjadi.  Bahkan banyak orang-orang yang tidak sadar telah digigit oleh Zomfagz.  Zombie pun tidak cuma seperti wanita atau pria.  bahkan anak-anak dan bayi pun diperlihatakan secara nyata Zombie di sini.


Kisah tidak cuma fokus pada Hideo,  para survivor lain pun diceritakan terutama saat ada chatting Nameless Hero, bahkan ada perkumpulan lain yang juga berusaha menyelamatkan diri dari kepungan zombie-zombie ini.  Manga ini benar-benar menunjukkan gaya gambar yang detail dan realistis.  Apa lagi gambar-gambar keadaan zombie-nya yang bervariasi bahkan terkesan amat disturbing.  Tapi, walau begitu Zombie-zombie itu masih melakukan kebiasaan mereka sebelum mati.  Seperti seorang atletik lari, dia masih suka berlari walau jadi zombie.


Semua pembaca manga ini, mengakui betapa detail gambar di sini.  So, my advice is don't eat while you read this manga.  You will feel sick... Panelisasi dalam komik ini begitu brilian hingga benar-benar membuat pembaca kagum dengan susunan panelnya.

Karakterisasi? Hideo di sini amat manusiawi.  Dia mengalami mental dilusi, berkali-kali dia mengalami ilusi tentunya, juga emosional, rasa simpatik dan tindakan-tindakan yang dilakukan di dalam manga ini terkesan realistis dan dapat diterima akal sehat.  Apa lagi orang-orang frustasi yang sudah tidak peduli sama harga diri mereka lagi.  Dimana orang-orang bersikap egois, tapi juga berusaha saling peduli.  Namun, karakter yang paling saya sukai di manga ini adalah Hiromi, dia adalah seorang gadis SMA yang bersikap polos namun punya pengetahuan psikologis yang menarik.

Kini beberapa hal yang mengganggu dalam manga ini adalah perpindahan karakter yang tiba-tiba dan membuat pembaca kadang bertanya-tanya, siapa mereka? Mana Hideo? Apa yang terjadi padanya? Cerita stereotipikal zombie surviving.  Jangan lupa siap-siapkan tidak cuma dengan gambar disturbing, dialog-dialog di manga ini bergenre dewasa dan berbicara kotor adalah hal yang sering terjadi.

Walau plot terkesan standar, tapi adegan-adegan yang terjadi di manga ini bertensi tinggi dan menegangkan.  Karena itu, saya rekomendasi bagi siapa saja pecinta manga horor terutama zombie survival untuk membacanya.

Sudah saatnya untuk Final Verdict, I am a Hero saya berikan nilai 9.5/10 there's no doubt this is a masterpiece.  Bahkan memenangkan beberapa award!  Sayangnya, manga ini tidak dirilis di Indonesia dan hanya bisa dibaca oleh kita di mangascan.

Kalian bisa membacanya di sini. Jika saja nanti manga ini muncul di Indonesia, saya ga akan ragu membelinya.  Sayangnya, manga ini mashi ongoing alias belum selesai.  Kita berdoa sang mangaka bisa menyelesaikannya.

Terima kasih sudah membaca review saya, sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.




Selasa, 23 April 2013

What Zen Thinks about Makoto Narita?

Huaaa. Maaf karena lama tidak posting nih... Tapi kali ini aku bawa satu komik bagus untuk direview.

The Fugitive Lawyer Makoto Narita...



Art by Takada Yu
Story by Go Hideki
Publisher by Level Comics
Translator by Cleo

Hell yeah, aku akhirnya bisa menemukan sebuah komik berlatar kental dengan dunia hukum namun luar biasa menarik.  Yaitu Makoto Narita.  Mengisahkan tentang seorang seorang pengacara yang jadi buronan karena dia terkena tuduhan palsu yaitu membunuh seniornya.

Makoto Narita lari dan menjadi buronan karena dirinya ingin mencari kebenaran bahwa dirinya tidaklah bersalah.

Kenapa manga ini begitu menarik buatku? Karena Makoto Narita menceritakan sebuah genre yang aku tidak suka, yaitu Hukum.  Aku tidak suka genre ini karena rumit dan juga terkesan agak fatal untuk dibicarakan sembarangan. Butuh banyak pengetahuan tentang dunia tersebut... Karena segalanya bisa berputar balik jika sudah memainkan hukum negara.

Makoto Narita selalu berpindah-pindah dan selalu bergonta-ganti nama.  Dia selalu berusaha tidak terlalu banyak berinteraksi dengan orang-orang.  Itu wajar bagi buronan.  Namun, yang menarik adalah walau Makoto dikhianati hukum, dia tetap percaya pada Hukum.

Dia menolong orang-orang yang mengalami kesulitan dan menyelesaikannya dengan legal alias sesuai dengan hukum berlaku.  Orang-orang tersebut dibantu Makoto, tidak seperti layaknya seorang detektif, tapi sebagai pengacara. 

Makoto pun membantu mereka lewat pandangan hukum.  Dimana ada seseorang yang terkena fitnah, KDRT, Stalker (Penguntit), masalah keluarga, masalah hutang rentenir, dan banyak lagi.

Makoto berkali-kali nyaris tertangkap, berkali-kali mendapat masalah dan diancam oleh orang-orang yang ingin ditolongnya.  Namun, walau begitu Makoto tidak menyerah dan tetap berusaha menolong orang tersebut. 

Selain itu banyak konflik batin dalam cerita ini.  Emi adalah anak dari Senior Makoto yang terbunuh dan membuat Makoto terfitnah. Emi amat membenci Makoto karena dia sempat tertarik pada Makoto sayangnya, dia tahu bahwa Makoto yang membunuh Ayahnya.

Mafune yang memburu Makoto karena merasa Makoto pengecut, dia merasa jika Makoto tidak bersalah. Dia berani mengambil jalur hukum dan menghadapi pengadilan, namun sayangnya Makoto lari, tidak seperti sosok ayahnya yang berani bertarung di pengadilan. Karena itu dia obsesi menangkap Makoto.

Sepanjang perjalanan dalam masa buron. Makoto mencari seseorang bernama Igarashi karena dia adalah orang yang bisa membuktikan bahwa Makoto tidak bersalah sebagai saksi alibi.  Namun, ternyata di balik itu semua Makoto semakin tahu siapa sebenarnya Igarashi.

Kisah ini penuh intrik.  Dikemas dengan artwork yang menarik dan unik, gaya story tellingnya pun nyaman dibaca.  Walau orang yang tidak punya ketertarikan pada genre hukum pun, aku yakin bisa mengerti jalan cerita dari manga ini.  Karena begitu apik sang mangaka mengemas manga ini, di mana setiap kasus membuka plot dan jalan cerita utama yang mengarah pada tujuan utama Makoto, menemukan Igarashi.

Selain itu, setiap akhir buku selalu ada False Charge File dimana pembaca diberitahu info-info soal dunia hukum.  Itu salah satu fitur menarik.

Walau jalan cerita Makoto seperti layaknya kisah-kisah detektif dimana sang karakter utama memecahkan satu kasus ke kasus lain. Yang menarik adalah, setiap kasus sangat berhubungan dengan plot utama. jadi jalan cerita tidak menyeleweng ke sana ke mari dan membuat kisah ga habis-habis.

Sejauh ini hanya ada 6 komik Makoto Narita.  Dan tentu saja itu belum usai, selanjutnya diisukan akan muncul New Makoto Narita, namun sayang sampai kini belum ada tanda bahwa manga ini akan dirilis.

Sudah waktunya untuk Final Verdict,. The Fugitive Lawyer Makoto Narita saya beri nilai 9/10 Jika kalian bisa menemukan manga ini di manapun! belilah, manga ini tidak mengecewakan...

Terima kasih karena sudah membaca review ini. I hope you enjoy it... Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.

Jumat, 15 Maret 2013

What Zen Thinks About Hentai Kamen?

Saat mendengar kata Kamen? apa yang kamu pikirkan?
Kamen Rider? Yups, sang pahlawan pemberantas kejahatan dengan sebuah kostum unik dengan berbagai warna, corak dan model.  Hentai Kamen juga seorang Pahlawan pembasmi kejahatan, tapi jika kamu membayangkan seperti Kamern Rider, jauhkan itu sejauh-jauhnya!



Kyukyoku!! Hentai Kamen (Ultimate!! Perverted Mask)
Keishu Ando
Diterbitkan oleh Shueisha
Demografik oleh Shonen

Hentai Kamen adalah sosok Super Hero yang unik.  Karena dia memakai topeng dari celana dalam perempuan.  Itulah alat transformasinya, seperti layaknya Ikat Pinggang pada Kamen Rider.  Karakter utama dari Manga ini adalah Kyosuke seorang atlit Kenpo yang sulit mendekati gadis bertemu dengan Aiko yang sedang dalam masalah diganggu oleh cowok-cowok preman sekolah.

Dengan kekuatan Kenpo-nya yang kuat, dia berhasil mengalahkan mereka dan mendapat simpati dari Aiko.  Hanya saja, terjadi suatu hal yang lain, Aiko terjebak dalam perampokan.  Karena rasa sayangnya pada Aiko, Kyosuke memaksakan diri menyelinap dari belakang gedung tersebut dan di sanalah dia mendapatkan sebuah Celana Dalam wanita.  Secara tidak sengaja meningkatkan ekstasi pada dirinya, tubuhnya jadi lebih kekar tiba-tiba, dia pun menjadi Hentai Kamen.  Dia lepas semua bajunya hanya tinggal memakai Celana Dalamnya sendiri dan memakai Stoking.


Kemudian diakhiri dengan menggunakan fataliti versi Hentai Kamen.

Well, seriously?  That is the fatality dan mayoritas akan berakhir seperti ini.






Yeah.  Nobody want that moment happen to them! Yang terutama dari manga ini adalah komedi, perverted comedy. Jika tidak, yang ada kau rasakan adalah jijik.  Jadi, saat membaca manga ini, jangan memikirkan logic yang ada, just enjoy the manga!

Teori yang ada bagaimana bisa Kyosuke punya kemampuan seperti itu.  Pertama adalah Ibunya yang seorang pemimpin dari S&M, cewek yang memakai topeng dan mencambuki cowok-cowok semacam prostitusi dan Bandage.  Itulah yang menyebabkan dia punya semacam sense of pervert membuat tubuhnya merasakan ekstasi yang kuat pada CD wanita.  Dilanjutkan dengan kemampuan mendiang Ayahnya yang seorang detektif atau polisi (tidak terlalu ingat) yang membuat dirinya punya rasa adil tinggi untuk menghukum penjahat.

Setelah itu kisah superhero ini menjadi klasik.  Begini Polanya, Pembuka cerita, Reveal of bad guy, transform to hentai kamen, punish the bad guy! 

Walau polanya mayoritas sama, tapi manga ini punya charm yang membuat kamu akan terus membacanya dari awal sampai akhir cerita.  Tidak pernah ada yang bisa menduga apa saja yang dilakukan si Hentai Kamen terhadap penjahat-penjahat itu.  Beberapa diantaranya berkasus sentimental, ada yang hanya sebuah bully, atau kejahatan lainnya.

Karakter-karakter di dalam manga ini unik-unik.  Kyosuke yang sulit mendekati cewek, Aiko yang pemalu, Kemudian kapten dari klub Kenpou yang Gay, lalu pertengahan cerita ada beberapa karakter tambahan, ada Tengu si Ninja, lalu ada dua orang kakak beradik yang punya bela diri aliran Cina semacam Kung Fu. 

Shunka adalah cewek saingan Aiko yang juga menyukai Kyosuke dan cukup agresif dalam mendekati Kyosuke.  Dia juga seorang cewek yang pervert karena dia menggunakan kemolekan tubuhnya membuat lelaki lemah dan menyerangnya dengan serangan yang bernama Honorable Lust.



Plot dalam cerita di Manga ini tidak begitu jelas.  Intinya seperti yang saya bilang tadi.   Klasik ibarat serial yang bisa jadi sebuah manga yang tidak ada habisnya. Kalian pernah ikuti berbagai macam Super Hero bukan? Pastinya mereka punya rival yang akan jadi the big boss untuk Final Fight!

Sayangnya untuk Hentai Kamen, hal semacam itu tidak ada.  Dari judulnya Ultimate Hentai Kamen, tapi tidak ada Ultimate Hentai Villain.  Nope, Sang Hentai Kamen tidak terkalahkan dari awal sampai akhir.  Ada pula saatnya dimana sang jagoan kalah dan menemukan sesuatu yang baru untuk mengalahkan musuh, itu... adalah konsep utama dari Super Hero.  Namun, karena ini Komedi Super Hero, kadang aku tidak pedulikan sama sekali karena betapa saya terhanyut dalam komedi yang tiada henti dan membuat saya tertawa terus di setiap chapter.

Tapi bicara soal Improvisasi.  Hentai Kamen juga melakukan banyak improvisasi pada jurus-jurusnya.  Dia nanti akan punya tali dan cambuk.

Manga ini cukup pendek, hanya ada 56 Chapter.  Walau jujur saja saya kadang berharap ini jadi sebuah serial yang cukup panjang. 

Ending, that ending.... I HATE IT! Saya ga akan spoiler karena saya mau tahu apa kalian benci endingnya juga atau tidak.  Tapi sungguh, Ending itu merusak nyaris semua kesan yang ada dari Manga ini.  terlalu terburu-buru dan maksa.

Oke, sudah saatnya untuk Final Verdict.  Hentai Kamen saya akan berikan 8/10 karena betapa lucunya komik ini. 

Saya akan rekomendasi kalian baca manga ini, karena saya cukup yakin kalian tidak kecewa.  Ingat, jauhi logikamu dan anggap semua kejadian di sini adalah Joke!

Terima kasih sudah membaca dan sampai saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.


Jumat, 08 Maret 2013

What Zen thinks about Gordian Knot?

Gordian Knot
Naoki Nose and Riku Sakato

Diterbitkan pertama kali tahun 2006

Diterjemahkan Frisian Yuniardi
Penyunting  Ine Martiana
Artistik Kaari
Diterbitkan di Indonesia pada tahun 2009







Oke, apa yang saya pikirkan tentang komik tetralogi Gordian Knot yang berjudul asli Gorudiosu no Musubime.  Yups, komik ini hanya ada empat dan langsung tamat.  Menceritakan tentang Yuki Banjo seorang siswa yang punya nilai mata pelajaran yang di bawah rata-rata ingin direkrut oleh Natsuki Mori ke dalam sebuah Perusahaan Stanley yang bergerak dalam mencari barang-barang yang diminta oleh klien.  Tapi, kadang barang-barang itu terlalu langka dan bahkan tidak dijual di pasaran.  Hingga, kadang pemiliknya melakukan semacam tantangan agar mau menjual barang-barang tersebut.

Yuki Banjo sendiri direkrut karena dia adalah seorang yang ahli teka-teki yang selalu saja memainkan teka-teki Gordian Knot, hanya saja dia selalu berhenti di teka-teki 99.  Karena dia tidak mau menang, jika menang dia tidak boleh ikut lagi.  Sementara yang dia cari bukan uang, tapi sebuah tantangan.

Di situlah Banjo pun mulai ikut dengan Natsuki untuk menemui orang-orang yang memberi tantangan tersebut dan menghadapinya.  Tentu saja beberapa di antaranya melakukan kecurangan.  Tapi, kadang juga sebaliknya.  :D

Seperti layaknya sebuah komik detektif, tapi Banjo lebih fokus pada trik-trik dari sebuah permainan.  Mengalahkan sang lawan dengan melacak kecurangan-kecurangan yang dilakukan lawannya.  Begitu banyak trik, membuat pembaca menduga-duga misteri apa yang dilakukan oleh lawan dalam melakukan trik-trik tersebut.

Di buku pertama, Banjo harus menghadapi seseorang yang memintanya menghafal satu novel penuh.







Di tempat Yakuza yang dipenuhi orang-orang dengan tampak seperti di atas!  Pastinya sulit sekali.  Namun, trik yang digunakan Banjo memang hebat.  mau tahu?  baca aja! ha ha ha,

Selain trik-trik yang keren dari Banjo, karakter Banjo pun juga selalu menghibur.  Dirinya adalah cowok mesum yang selalu ingin gadis dengan dada besar.  Dia tidak suka belajar, karena baginya itu tidak menarik.  Namun, dia suka memecahkan teka-teki.

Sementara itu Natsuki Mori adalah gadis yang bersikap tomboy, tapi mudah khawatir, dia sendiri ahli bela diri, karena beberapa kali Banjo harus dihajar karena sikap mesumnya.  Seperti layaknya Ryosaeba yang selalu kena palu oleh partnernya... (Duh lupa aku) di dalam anime City Hunter.

Sebenarnya Manga Gordian Knot sendiri tidak punya plot yang pasti.  Aku sempat kagum dengan kemunculan Skull.  Dia seperti layaknya Jigsaw yang ingin seseorang menaklukkan permainan yang dia ciptakan dan mengajak Banjo untuk memecahkan teka-tekinya.  Mereka berdua adalah titik pusat dalam cerita ini.  Sayangnya, pertarungan mereka tidak sampai pada konklusi yang memuaskan. 

Aku sangat berharap Skull muncul lagi dan pertarungan dia dan Banjo harus segera diselesaikan.

Karena cerita ini hanya fokus memecahkan teka-teki dari satu teka-teki ke teka-teki lainnya.  Ada pula memecahkan trik Poker, Backgammon, koin, dan lainnya.  Hanya saja, Kemana arah utama dari ceritanya sendiri tidak begitu jelas.  Seperti layaknya Detektif Conan yang sampe sekarang ga habis-habis.

Walau manga ini fokus pada teka-teki permainan, ada pula satu teka-teki kasus pembunuhan.  Di sini Banjo akan memecahkan satu kasus pembunuhan.  Syukurnya, hanya satu tapi berkesan dan keren.

Soal artwork sendiri, tata letak panel, dialog.  Semua diatur dengan rapi dan nyaman dibaca.  Sayangnya, endingnya tidak memuaskan.  Aku berharap ada lagi lanjutan dari komik ini.  Apa mangaka-nya kehabisan ide dan trik?  Munculkan Skull sekali lagi.  Masih banyak permainan yang bisa dibuat penuh trik.

Well, sekarang saatnya masuk ke Final Verdict.  Untuk Manga Gordian Knot ini, saya akan berikan 6/10 disebabkan terlalu singkat dan arah plot yang tidak jelas.  Tapi, tetap enjoyable.  Saya tetap rekomendasi untuk dibaca.

Komen dan follow!

Sampai jumpa di saat saya memikirkan yang lain lagi!