Kamis, 13 Juni 2013

What Zen thinks about Jaka Kahuruan (Komik)?

Jaka Kahuruan adalah sebuah komik dari Ngomik.com yang akhirnya naik cetak. Saya pertama kali membacanya saat ada sebuah event di Ngomik.com


Dibuat oleh Fauzy Zulvikar
Diterbitkan oleh Bukune
Editor oleh Syafial Rustama
Desain Sampul Oleh Faza Meonk dan Gita Mariana

Fauzy adalah mongaka (sebutan mangaka di Ngomik.com) sudah terkenal dengan serial Erlin Susanto kini akhirnya bisa mencetak bukunya di penerbit besar seperti Bukune.

Kembalinya si Tinju Api Jaka Kahuruan pasti orang-orang mengira Jaka adalah sang karakter utama.  But no! Jaka Kahuruan adalah sebuah aliran tinju api, nama karakter utamanya adalah Putra dan Putri.  Oke nama yang mainstream, tapi mereka punya nama belakang yang unik.

Cerita berawal dari prolog yang menjelaskan tentang sebuah legenda yang tidak pernah kita lupakan, lautan api dimasukkan dalam manga ini dan membuat kejadian silam itu make sense. Well, kita kini dibawa ke Bandung di masa kini.  Seorang Tukang Batagor bernama Putra yang over promosi sama batagornya bertemu putri yang menolongnya karena di tangkap oleh Tony Stark (Bukan Tony Stark sebenarnya) dan Putri ingin membimbing Putra untuk menggunakan kekuatannya di jalan yang benar.

That's the beginning of the epicness.

Saat diterbitkan di Ngomik.com Gambar Fauzy masih agak terkesan kasar karena dibuat secara manual dengan arsiran pensil.  Sementara di komik ini sudah kualitas yahud dan solid.

Karakter di dalam komik ini berperan dengan semestinya.  Ada yang serius, ada yang kocak tidak tanggung-tanggung, juga membuat lelucon yang unik dan membuat perut terkocok.  Setiap karakter punya gaya bicara dan respon masing-masing, terutama si Putra yang dari awal sampe akhir selalu bikin guyonan yang tidak disangka-sangka dan tetap, terus kebakaran Jenggot, karakter si Putra saya dengar mengambil inspirasi dari Musashi Miyamoto dari Manga Vagabond.  Putri adalah Dewi Kahyangan yang nyentrik dan polos berperan amat penting di sepanjang cerita sebagai mentor Jaka.  Bahkan tentu saja ada Erlin dan Susanto yang berperan sebagai karakter yang menarik di sini.

Saat membaca buku ini, jangan bawa serius karena banyak logika yang dipatahkan sepanjang komik, dari satu adegan komedi ke komedi yang lain, tetap disisipkan adegan sentimentil dan mengharukan di beberapa adegan.

Komik ini punya setting bandung yang absurd, dikarekan di Bandung ada mecha giant, tapi banyak karakter yang masih memakai baju-baju settingan abad persilatan zaman dahulu.  Lebih menarik lagi adalah jurus-jurus yang diberi nama di komik ini kreatif dan tentu saja dengan sentuhan budaya yang menarik.

Parodi-parodi yang dijadikan referensi di komik ini dimunculkan sebagai bagian kreatifitas komedi yang menarik.  Tentu saja, kocak abis.  Twist yang amat mengejutkan dikarenakan saya agak tidak menyangka hal tersebut.

Artwork dari komik ini sudah ciri khas Mong Fauzy yang proporsi tubuhnya bagus dan ditone dengan solid dan jelas, penalisasi yang pas dan mudah dibaca, beberapa plot saya masih kurang paham tapi tidak mengurangi keasikan membaca komik kocak ini.

Jadi saya tidak perlu bicara panjang lebar. Sudah saatnya Final Verdict Kembalinya si Tinju Api Jaka Kahuruan saya berikan 9/10 it's must own! Jika kalian mau cari komik Indonesia yang menarik ini adalah salah satu rekomendasi dariku! Buy and laugh with it!

Terima kasih sudah membaca sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.

6 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Reviewnya udah membuat saya makin klop untuk beli!

    BalasHapus
  3. Ane udah beli nih gan..nggak nyesel ^^

    BalasHapus
  4. apa di Gramedia masih tersedia komiknya?

    BalasHapus