Sabtu, 15 Juni 2013

What Zen Thinks about Paris? (Novel)

Satu lagi review untuk novel pemberian kekasihku sebagai hadiah ultah.  PARIS Aline!


PARIS Aline
Diterbitkan oleh GagasMedia
Editor : eNHa
Proofreader : Gita Romadhona dan Ibnu Rizal
Desain sampul : Jeffri Fernando
Ilustrasi isi : Diani Apsari

Melihat Covernya tentu saja tidak ada yang istimewa darinya. Hanya sebuah tuisan judul, nama penulis dengan background berwarna biru pudar.  Apa tidak sebaiknya ada menara eiffel di sana?  Ya, ada di dalamnya.


Cover desain sudah amat menarik.  Di bagian belakang tertulis pesan dari sang editor tentang apa sih yang menarik dari buku ini.  Sedikit darinya, saya akan jabarkan lebih dalam.  Oke, masuk ke review.

Novel Paris Aline bercerita tentang karakter utama yang bernama Aline yang mengalami patah hati disebabkan oleh seseorang yang dia sukai malah pacaran dengan orang lain.  Di masa galaunya dia bertemu dengan cowok bernama Aleous Sena (bukan kobayakawa Sena) yang misterius dan penuh dengan hal yang keanehan.  Sementara Aline secara tidak sengaja malah friendzone dengan Ezra (bukan Erza dari Fairy Tail).

Cerita ini fokus pada bagaimana Aline menghadapi masalah-masalah tentang dirinya dengan Sena dengan setting Paris.  Gaya penceritaan novel ini amat luwes dan mudah dimengerti, hal tersebutlah yang membuat saya betah untuk membacanya dari awal sampai akhir dalam waktu amat singkat.  Banyaknya penggunaan kata-kata bahasa Paris membuat kesan Paris terasa amat kental.

Plot Paris amat sederhana dan bahkan terkesan klise.  Tapi, saya harus bilang Klise tidak berarti jelek, karena masih banyak unsur lain dari novel ini yang bisa dinikmati.  Saya mulai dari Karakterisasi.

Karakterisasi di novel ini sangat bagus.  Setiap karkater berkesan berbeda.  Terutama Sena, dia misterius, bawel dan blak-blakan.  Dia yang membuat saya terus membaca novel ini sampai akhir.  Karena dia terus mengundang tanya.  Ezra adalah seorang karakter yang kalem, baik, namun karena terlalu kalem, dia jadi tidak begitu diperhatikan.  Karakter utama sendiri alias Aline juga digambarkan sebagai cewek yang unik, di mana dirinya adalah orang yang antara selalu mengalah dan suka melawan.

Twist di novel ini amat tidak terduga dan dijabarkan dengan apik.  That's Great.  Novel ini juga menyajikan setting Paris tanpa adegan di menara Eiffel!  Hei, tapi itukan trademark Paris! Yah, tapi itu mainstream! Novel ini justru membawa pembaca ke tempat-tempat lain yang lebih unik, seperti Place de la Bastille.

Keistimewaan dari novel ini juga terdapat pada layout-nya.  Halaman didesain unik dan memorable, dimana gambar ilustrasi juga dibuat dengan ciri khas yang menarik, juga ada bagian diary dan kondisi karakter yang aku harus katakan, itu adalah keren!

Now is time for Final Verdict, PARIS Aline saya berikan 7/10 karena membaca ini bisa membuat saya lebih kenal Paris dan belajar Bahasa Perancis sedikit-sedikit.  Hehe...

Terima kasih sudah membaca dan jangan lupa dengarkan apa kata Yui di samping.

Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.



2 komentar:

  1. Jadi pingin punya. Hohoho... Aulia, saya juga baru ultah. Kirimin yg beginian dong. *eh #diketok bebep nya
    hihi

    BalasHapus
  2. Aku barusan baca nih, covernya simpel dan kurang menarik tapi ternyata isinya lumayan. Kan udah sampai cetakan ketiga nih pas pinjem punya sepupu. So far lumayan jadi tau tentang Paris deh :)

    BalasHapus