Minggu, 21 September 2014

What Zen Thinks about Kara no Kyoukai and Tsukihime? (Movie and Manga)


Kenapa saya review keduanya? Karena dua-duanya punya Shiki...



Kara no Kyoukai ada Garden of Sinners adalah movie yang dibuat oleh Ufotable berdasarkan dari karya Type-Moon.  Berbeda dari kebanyakan anime series, Kara No Kyoukai justru membuatnya jadi 7 movie.  Namun setidaknya setiap movie memberikan semacam konklusi dari plot di movie tersebut.  kalau menonton 7 movie seperti ini kita harus memasang pikiran kalau masih ada kelanjutan dari movie Kara no Kyoukai ini.



Story dari Kara No Kyoukai menceritakan tentang Shiki Ryougi seorang gadis yang berasal dari Klan Ryougi (bisa dibilang adalah semacam Klan Yakuza) yang memiliki kekuatan Eye of Death Perception dimana dirinya bisa membunuh hampir segalanya dengan kekuatan dari matanya tersebut.  "With this eye, I even can kill God!"

Dia bertemu dengan seorang lelaki bernama Kokuto Mikiya yang menjadi satu-satunya temannya di masa sekolah.  Kekuatan Shiki ini membawanya ke dalam kasus-kasus mengerikan terutama pembunuhan berantai.  Sepertinya tiga dari movie ini fokus pada pembunuhan berantai.



Karakter di Movie ini fokus pada tiga karakter utama. Menurut saya paling menarik di dalam cerita ini adalah karakter yang amat menarik. Shiki Ryougi saya sebut sebagai salah satu the best female Main Character ever di ranah anime, selain itu dia juga tidak menjadi bahan untuk fanservice berlebihan.


Karakter Shiki amatlah menarik dimana dia kadang terlihat seperti anti social, kuudere... kadang dia jadi tsundere dan cemburu.  Terutama di Movie 5 dimana Shiki menunjukkan sisi manusianya sangatlah unik.  Shiki merupakan karakter yang amat di polish oleh penulisnya hingga dia menjadi karakter yang kompleks, namun juga tetap menarik.  Salah satu hal yang saya suka paling suka dari Shiki Ryougi adalah dia selalu memakai kimono merupakan trademark si Shiki.

Kemudian Kokuto Mikiya adalah Mr. Nice Guy yang memang tertarik pada Shiki sejak masih SMA. Bahkan begadang menjaga Shiki nyaris... oh sorry.  Kokuto sendiri kadang menjadi seseorang yang cukup membingungkan, dia terlalu baik dan terlalu lembek kadang-kadang... at least dia tidak terlalu annoying seperti... *lirik Shirou dari Fate/Stay Night.



Karakter lain adalah Touko Aozaki di sini berperan sebagai mentor bagi Shiki juga si Kokuto.  Dia karakter yang bisa mengubah karakternya tergantung dari kacamatanya dia pakai atau tidak. Karakter lain tidaklah terlalu penting seperti adik dari Kokuto.

Salah satu yang paling menarik di dalam cerita ini adalah romance antara Kokuto dan Shiki yang menurut saya sangat pure... Lebih pure dibandingkan Syaoran dan Sakura, walau cobaan Syaoran dan Sakura dari TRC lebih kompleks.  Kisah cinta antara dua karakter ini sama sekali tidak ada yang namanya, Ciuman... bahkan di pipi atau di kening. Hanya pelukan saja...


Yeah when that happen actually I just feel like Got Superman Punch...


Musik dibuat oleh Yuki Kajiura sangat bagus di dalam movie ini. Nuansa yang dibangun bersama musik itu sangat pas.  Ditambah dengan lagu Kalafina.

Animasi yang dibuat oleh Ufotable benar-benar luar biasa.  Terutama saat adegan action terjadi benar-benar luar biasa, animasinya halus dan gerakan-gerakannya jelas.

Menurut saya urutan plot di 7 Movie ini kadang-kadang memang agak berat untuk diikuti. Jika kalian mau nonton secara time line. Nonton dari movie 2, 4, 3, 1, 5, 6, 7. Jika tidak, silahkan nonton sesuai urutan movie-nya saja.  Selain itu final battle rasanya kurang seru, tapi tetap bagus.

Movie 5 adalah favoritku karena benar-benar sebuah cerita yang lengkap.

Karena itu Kara no Kyoukai is...


Siapapun yang suka dengan Thriller wajib menontonnya. Fakta menarik dari Kara no Kyoukai adalah voice actor dan actress dari Kokuto Mikiya dan Shiki Ryougi menikah setelah movie ini tamat.

Sekarang kita ke Tsukihime...



Tsukihime sebenarnya karya paling berkesan dari Type Moon bagiku.  Karena rekomendasi dari teman, saya memilih membacanya di versi manga.  But, the best way actually in visual novel.  Tsukihime adalah hasil rombakan Nasu dari Kara no Kyoukai dimana di sini kita bersama Shiki Tohno sebagai karakter utama yang juga memiliki kekuatan Eye of Death Perception.

Sayangnya adaptasi anime dari Tsukihime banyak menganggapnya sebagai kekecewaan melihat betapa bagus source material dari manga dan juga visual novelnya.

Cerita dimulai dari Shiki Tohno yang katanya kecelakaan dan itu mentrigger sebuah kekuatan eye of perception.


Sedikit berbeda dari Shiki Ryougi, mata dari Shiki Tohno lebih kuat dan juga lebih tidak terkontrol. Saat itu dia menyadari bahwa garis-garis yang dia lihat bisa dia sentuh dan menyebabkan apapun itu terpotong olehnya. Lebih mengerikan lagi jika sudah muncul titik-titik di garis-garis tersebut. Jika titik tersebut ditusuk maka sudah pasti benda itu, apapun baik benda mati atau hidup akan mati.

Kekuatan mata ini bisa diredam oleh kacamata yang diberikan oleh Aoko Aozaki, saudara dari Touko di Kara No Kyoukai yang hanya muncul di awal dan akhir cerita saja, sayangnya.

Setelah itu Shiki hidup dalam kenormalan dimana dia sekolah dengan baik, hingga suatu ketika dia tidak sengaja membunuh seseorang bernama Archueid (one the hardest name I ever pronounce) menjadi trigger point untuk plot utama di cerita ini.

Karakter di dalam Tsukihime semuanya sangat menarik.

Shiki Tohno merupakan remake dari Kokuto Mikiya... you can say that. Merupakan karakter yang menarik. Tidak seperti Kokuto Mikiya yang hanya jadi Mr. Nice Guy, Shiki Tohno benar-benar karakter yang asik untuk di eksplor. Bagaimana dirinya dan back story-nya sangatlah unik. Jati diri dari Shiki Tohno adalah salah satu yang menahan saya untuk tetap membaca manga ini.

Archueid Bronestud juga menjadi salah satu best female character yang pernah saya liat.  Karakter dia agak-agak mirip Shiki Ryougi (walau Shiki Ryougi lebih menarik). Archueid adalah karakter yang sangat sweet dan lucu namun mematikan.  Banyak momen-momen dari manga yang sangat asik diikuti dari karakter ini.  Desain dari Archueid amat simpel hanya baju putih dan rok ungu dan tidak ada atribut-atribut khusus.


Karakter lain yang menarik adalah Ciel. Dia adalah seorang yang sebaiknya saya tidak spoiler.  Just read it yourself.  I just have to say I Love all character in this manga.

Sebagai Adaptasi dari Visual Novel, manga ini fokus ada story arc dari Archueid so tidak perlu kesal jika karakter lain terasa overshadow.  Jika kalian tidak puas silahkan ke Visual novelnya.

Menurut saya yang lebih keren di Tsukihime dari Kara no Kyoukai adalah Romantika antara Shiki Tohno dengan Archueid. Cerita cinta dua monster pembunuh vampir yang terbentuk dengan pace yang pas, tidak dipaksakan, juga sangat manis.

Apa saya lupa menyebutnya? Yah ini cerita tentang vampire hunter.  Dan salah satu cerita yang membuat mitologi vampire terkesan believable dan juga unik.  Tentang bagaimana vampir itu ada dan juga sejarah kemunculan vampir itu di cerita ini sangatlah mantap.


Plot yang dibangun dalam manga ini terbentuk dengan baik dengan berbagai macam hint yang dimunculkan sepanjang cerita membuatmu bertanya-tanya.  Tentang siapa Shiki, siapa Archueid, sebenarnya apa yang terjadi dengan sangat apik.

Karena itu tentu saja saya berikan Tsukihime...


So pertanyaannya karena keduanya Amazepic. Yang mana menurut saya lebih baik dari yang lain.  That's really a tough choice. Tapi jika memang harus memilih saya akan pilih Tsukihime.  Alasan utamanya adalah karena romance dari Shiki Tohno dan Archueid lebih menarik diikuti dibanding Shiki dan Kokuto Mikiya.  No offense... untuk para fans Mikiya x Shiki.

Terima kasih sudah membaca review ini sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.


5 komentar:

  1. Setuju sama TS =D

    BalasHapus
  2. oh iya min, kan ada KnK Mirai Fukuin. jadi kalo mo nntn scara time line kbrpa ya o.o

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh ga jadi min xD Mirai Fukuin ternyata abis Movie 1nya

      Hapus
  3. hahahaha... ngarep ketemu action ciuman.

    kara no kyoukai emang ceritanya seru sekali. pengen cari lagi lanjutannya. :v

    BalasHapus