Jumat, 08 Maret 2013

What Zen thinks about Gordian Knot?

Gordian Knot
Naoki Nose and Riku Sakato

Diterbitkan pertama kali tahun 2006

Diterjemahkan Frisian Yuniardi
Penyunting  Ine Martiana
Artistik Kaari
Diterbitkan di Indonesia pada tahun 2009







Oke, apa yang saya pikirkan tentang komik tetralogi Gordian Knot yang berjudul asli Gorudiosu no Musubime.  Yups, komik ini hanya ada empat dan langsung tamat.  Menceritakan tentang Yuki Banjo seorang siswa yang punya nilai mata pelajaran yang di bawah rata-rata ingin direkrut oleh Natsuki Mori ke dalam sebuah Perusahaan Stanley yang bergerak dalam mencari barang-barang yang diminta oleh klien.  Tapi, kadang barang-barang itu terlalu langka dan bahkan tidak dijual di pasaran.  Hingga, kadang pemiliknya melakukan semacam tantangan agar mau menjual barang-barang tersebut.

Yuki Banjo sendiri direkrut karena dia adalah seorang yang ahli teka-teki yang selalu saja memainkan teka-teki Gordian Knot, hanya saja dia selalu berhenti di teka-teki 99.  Karena dia tidak mau menang, jika menang dia tidak boleh ikut lagi.  Sementara yang dia cari bukan uang, tapi sebuah tantangan.

Di situlah Banjo pun mulai ikut dengan Natsuki untuk menemui orang-orang yang memberi tantangan tersebut dan menghadapinya.  Tentu saja beberapa di antaranya melakukan kecurangan.  Tapi, kadang juga sebaliknya.  :D

Seperti layaknya sebuah komik detektif, tapi Banjo lebih fokus pada trik-trik dari sebuah permainan.  Mengalahkan sang lawan dengan melacak kecurangan-kecurangan yang dilakukan lawannya.  Begitu banyak trik, membuat pembaca menduga-duga misteri apa yang dilakukan oleh lawan dalam melakukan trik-trik tersebut.

Di buku pertama, Banjo harus menghadapi seseorang yang memintanya menghafal satu novel penuh.







Di tempat Yakuza yang dipenuhi orang-orang dengan tampak seperti di atas!  Pastinya sulit sekali.  Namun, trik yang digunakan Banjo memang hebat.  mau tahu?  baca aja! ha ha ha,

Selain trik-trik yang keren dari Banjo, karakter Banjo pun juga selalu menghibur.  Dirinya adalah cowok mesum yang selalu ingin gadis dengan dada besar.  Dia tidak suka belajar, karena baginya itu tidak menarik.  Namun, dia suka memecahkan teka-teki.

Sementara itu Natsuki Mori adalah gadis yang bersikap tomboy, tapi mudah khawatir, dia sendiri ahli bela diri, karena beberapa kali Banjo harus dihajar karena sikap mesumnya.  Seperti layaknya Ryosaeba yang selalu kena palu oleh partnernya... (Duh lupa aku) di dalam anime City Hunter.

Sebenarnya Manga Gordian Knot sendiri tidak punya plot yang pasti.  Aku sempat kagum dengan kemunculan Skull.  Dia seperti layaknya Jigsaw yang ingin seseorang menaklukkan permainan yang dia ciptakan dan mengajak Banjo untuk memecahkan teka-tekinya.  Mereka berdua adalah titik pusat dalam cerita ini.  Sayangnya, pertarungan mereka tidak sampai pada konklusi yang memuaskan. 

Aku sangat berharap Skull muncul lagi dan pertarungan dia dan Banjo harus segera diselesaikan.

Karena cerita ini hanya fokus memecahkan teka-teki dari satu teka-teki ke teka-teki lainnya.  Ada pula memecahkan trik Poker, Backgammon, koin, dan lainnya.  Hanya saja, Kemana arah utama dari ceritanya sendiri tidak begitu jelas.  Seperti layaknya Detektif Conan yang sampe sekarang ga habis-habis.

Walau manga ini fokus pada teka-teki permainan, ada pula satu teka-teki kasus pembunuhan.  Di sini Banjo akan memecahkan satu kasus pembunuhan.  Syukurnya, hanya satu tapi berkesan dan keren.

Soal artwork sendiri, tata letak panel, dialog.  Semua diatur dengan rapi dan nyaman dibaca.  Sayangnya, endingnya tidak memuaskan.  Aku berharap ada lagi lanjutan dari komik ini.  Apa mangaka-nya kehabisan ide dan trik?  Munculkan Skull sekali lagi.  Masih banyak permainan yang bisa dibuat penuh trik.

Well, sekarang saatnya masuk ke Final Verdict.  Untuk Manga Gordian Knot ini, saya akan berikan 6/10 disebabkan terlalu singkat dan arah plot yang tidak jelas.  Tapi, tetap enjoyable.  Saya tetap rekomendasi untuk dibaca.

Komen dan follow!

Sampai jumpa di saat saya memikirkan yang lain lagi!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar