Rabu, 13 Maret 2013

What Zen Thinks about Vanguard Bandit?

Ada Robot raksasa di Zaman Medieval?  Whaw...



Vanguard Bandit
Developers : Human Entertainment
Publishers : Human Entertainment and Working Design
Composer : Kouji Niikura
Platform : PS 1
Genre : Tactical RPG
Mode : Single Player

Kalau mengingat tentang RPG dengan robotik.  Pastilah yang saya ingat adalah Front Mission.  Ingat betapa epiknya game tersebut.  Robotnya bisa dimodifikasi dengan mengasah kreatifitas, membuat sebuah robot yang sempurna?  menyatukan senjata demi senjata.  That awesome.  Lalu membuka skill demi skill dari setiap part tubuh robot.

Lupakan semua itu di Vanguard Bandit.  Saat saya pertama kali tahu game ini, saya bingung saja.  Judulnya Vanguard Bandit, apa berkisah tentang bandit?  Nope, karakter utama di dalam game ini adalah seorang pangeran yang diadopsi oleh pengawal sang raja.  Ayahnya meninggal kemudian dia pun harus memilih untuk menjadi pengganti Ayahnya untuk menghentikan perang.

Sebenarnya sistem game ini amat sangat simple.  Turnbased secara bergantian, tapi tidak secara frase.  Setelah semua karakter kita bergerak semua, lalu karakter musuh bergerak semua.  Bergantian, tapi di sini ada sesuatu yang menentukan siapa yang bergerak.  Mungkin semacam Weight yang sistemnya mirip dengan Tactic Ogre.

So, Vanguard Bandit muncul satu tahun sebelum Front Mission 3.

Untuk Grafik terkesan medieval sekali, bahkan sekelas dengan Vandal Heart.  Tapi untuk level desain, Vandal Heart lebih bervariasi dan lebih kompleks.  Sementara untuk Vanguard Bandit saya masih merasa terlalu standar.

Ini adalah vandal Heart 2





Sementara Vanguard Bandit






Wajar sih, mengingat itu adalah robot raksasa, jadi agak sulit memberi detail-detail tertentu.  Well, yang jadi pertanyaanku.  Kenapa harus pake robot gede di zaman Medieval? Asal muasal ATAC (ini sebutan robot di sini, seperti layaknya Wanzer di Front Mission) tidak pernah dijelaskan secara penuh.  Saya penasaran siapa sih inventornya?  Lagian buat apa pake robot super gede kalau mereka bertarung seperti layaknya manusia biasa. Pake pedang biasa, pake serangan yang biasa, bisa magic.  Kenapa tidak manusia aja seperti layaknya vandal heart.

Oke oke, sekarang mari kita lihat game-nya sendiri. Soal gameplay-nya sendiri.  Klasik, Turn Based, dan saat dua ATAC bertarung akan muncul semacam animasi yang memperlihatkan mereka bertarung dengan cheesy dialog.







Aku harap mereka diam aja dalam bertarung ga perlu seperti itu.  Jadi aku matikan saja animasinya.  Biar lebih nyaman.  ATAC pun bisa menggunakan magic, support skill, dan passive skill.  Mereka punya AP (Action Point) ini akan menentukan berapa banyak pergerakan yang bisa digunakan juga ada FP (Fatigue Point) yah robotnya bisa capek, kalau sudah capek, dia akan freeze dan tidak bisa apa-apa beberapa saat dan membiarkan mereka diserang begitu saja.

Tapi, kenapa Robot bisa capek?  Aku ga ngerti.... 

Salah satu yang nyebelin juga adalah... kau tidak bisa Grinding!  yeah, karena semua battle yang ada, harus sesuai dengan storyline.  Kamu tidak bisa kemana-mana, selain ikuti cerita.  Mau kemana gimana? Sedangkan, map... yah Map-nya juelek sekali.  Peta buta yang cuma menuliskan tempat wilayah... WTF!


See? You see it! Yah, itulah peta dari Vanguard Bandit.  Bandingkan dengan Vandal Hearts Original


 Kamu bisa backtracking jadi bisa melatih dirimu lagi di musuh-musuh terdahulu. Tapi, lebih dari itu.  Di game tersebut kita bisa eksplorasi, Bahkan membuka rahasia-rahasia yang ada.  Menyenangkan, bukan?  Sementara Vanguard Bandit Lurus tanpa ada sedikitpun fitur-fitur apapun.  Yang kamu lakuin cuma, Battle, Battle, battle, battle and Battle! Nothing Else.

Tapi, untuk membuat game ini lebih menarik, ada 50 lebih misi, dan ada tiga storyline.  Pilihan akan menentukan kamu ikut jalur Empire, Imperial, atau Ruins.  Jadi mininal menamatkan 3 kali untuk bisa mencoba semuanya.

Beberapa flaw yang saya tidak suka dari game ini adalah.  Karakter utama mendapatkan sebuah ultimate ATAC terlalu mudah.  Ingat betapa sulitnya mendapatkan Vandal Hearts Sword di Vandal heart 2? Ingat betapa sulitnya membuka kode untuk mendapatkan Hoshun di Front Mission III?  You got Legendary ATAC too fucking easy!  OMG!

Oke, sekarang bagian karakterisasi.  Tidak terlalu berkesan, satu-satunya yang saya suka di Game ini adalah Andrew. Si cowok genit yang selalu saja tidak bisa mendapatkan hati wanita ini ternyata adalah seorang karakter yang penuh perhatian, juga kuat.  Dia punya ATAC yang unik dan kuat.  Awalnya saya meremehkan dia, sampai saya melihat kemampuan dia yang sesungguhnya.  Lah, terus karakter utamanya gimana?







 
Gary Stu, yep.  karakter utamanya mendapat ATAC legendaris dengan mudah, semua cewek suka padanya, semua orang respek padanya, Saya tidak suka.  Dia terlalu sempurna...

Oke, sekarang sudah saatnya untuk Final Verdict.  Yeah, Disamping semua yang saya katakan di atas. Game ini sebenarnya oke oke saja.  Biasa saja, sedang-sedang saja.  Hehe, jadi saya kasih 5/10 untuk Vanguard Bandit.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar