Sabtu, 02 Maret 2013

What Zen thinks About Ther Melian Anthology

Ther Melian Anthology
Karya Shienny M.S dan kawan-kawan
ISBN 978-602-02-0474-1





Well, sedikit pembuka.  Saya beli langsung buku ini dari sang penulis Shienny M.S saya beli dua, satu untuk saya dan satunya untuk pacar saya sebagai hadiah Valentine. Ini kan memang keluar pas valentine, so this is good choice to valentine gift.

Cover dari buku ini adalah silued yang aku asumsikan adalah Vrey dan Leighton.  Tapi, tunggu! Bukankah Leighton itu rambutnya diikat ya?  Ah, sudahlah.  Di dalam buku ini terdapat 11 Cerpen dan 4 diantaranya adalah karya sang penulis sendiri Shienny M.S.  Well, dia yang punya karya, jadi terserah dia mau berapa banyak. :p


So, sedikit recap tentang Ther Melian.  Saya sudah video Review di sini...



 Ther Melian sendiri adalah salah satu novel fantasi Indonesia favoritku, selain karena memang ceritanya bagus, Tetralogi benar-benar diterbitkan secara menyeluruh dalam waktu yang cukup singkat.  Setidaknya menjadi satu-satunya Tetralogi fantasi yang benar-benar terbit secara Tetralogi.  So give applouse for that!





Oke, sekarang kita bicarakan hal yang berbeda.  Ther Melian Anthology, uhm kenapa ga Ther Melian Love Anthology.  :D

Saat membuka buku yang disuguhi oleh buku ini adalah sedikit penjelasan tentang benua Ther Melian, kota-kotanya, juga ras yang ada di dalamnya.  betapa menyenangkannya melihat Draeg cewek, they look cute.  Hahaha.  Melihat hal semacam itu, adalah sesuatu yang menyenangkan di buku ini.


Sekarang masuk ke bagian cerpen. Cerpen pertama adalah Ribuan Tahun yang menceritakan sebuah kisah cinta antara Ratana dan Odyss.  Oke, bagiku yang ini kurang memuaskan.  Kenapa? Untuk soal gaya bahasa, aku suka, untuk plot? aku merasa ini menarik?  Tapi, entah mengapa Odyss dibuat seperti Bad Luck Brian!





Tapi, aku enjoy saja.  Walau kesel sama bagian tersebut.  Padahal Odyss punya kekuatan, dia punya kemampuan untuk melawan. Tapi, dia mengalah mulu.  Jadi jengah juga, ingat sama Jowy Atreides di Suikoden 2 yang rasanya dibuat sengsara sampai ending.  *kecuali dapat ending reunion*

Tilas Mawar Cadas karya Luz Balthasaar menceritakan tentang masa lalu Karth.  Dengan gaya bahasa yang unik.  Well, untuk yang ini saya tidak banyak komen, sementara saya saja bisa ngerti jalan ceritanya setelah dijelasin sama pacar saya, kok.  Tapi, aku suka ternyata plot-nya bagus.  Great! XD

Penantian karya Shienny M.S dipersembahkan untuk para penggemar Eizen.  Aku adalah salah satunya. hehe, aku suka cerita ini karena seperti pembuka awal kisah kenapa Eizen bisa bertemu Valadin, kemudian asal mula keinginannya untuk mendapatkan kekuatan Aether.  Dia bahkan tampak lebih ekspresif dibanding di dalam Tetralogi.  Jujur saja, aku harap lebih.  Aku ingin tahu lebih dalam tentang Eizen, aku ingin tahu dia punya keluarga atau tidak, apakah dia lone magus?  Well, only god of Ther Melian Knows, sang penulis sendiri.

Liontin Kristal karya Brown... Bukan Chris Brown.  Ini juga cerita yang bagus.  Di sini melihatkan sisi tidak egoisnya Vrey, padahal sebagai pencuri, dia biasanya terlihat liar dan penuh ambisi.  Tapi, dalam cerita ini justru dia menunjukkan sisi kemanusiaannya.  Jalan ceritanya memang agak keluar dari cerita utama, tapi kembali ke cerita utama di ending cerita.  I like it.

Pencuri jurnal juga karya sang penulis TM Shienny MS.  Cerita ini menarik, karena di sini lebih fokus pada kisah Aelwen salah satu karakter semu favoritku.  Jujur saja dia adalah karakter cewek favoritku.  Walau dia hanyalah karakter yang semu, melihat dia berperan banyak di sini, itu menyenangkan.  Secara menyeluruh karakter Aelwen adalah yang paling cewek dari yang lain. Dia feminim, lembut, dan juga manis.  But, You will surprise jika melihat kenyataannya.  Cerpen ini menceritakan tentang Quest yang diterima Aelwen bersama Vrey untuk mencuri jurnal dan dalam cerita ini penuh emosional dari karakter yang ada, terutama sang pemilik jurnal.  Enjoyable.

Festival Pertama adalah menceritakan awal dari romansa antara Desna dan Ascha.  Di sini aku dikejutkan karena ternyata Ascha adalah tujuh bersaudara.  Ratana juga demikian, punya tujuh anak.  Jangan-jangan... secara tidak langsung Ratana itu Ibu Ascha?  Hahahaha... jangan anggap serius.  Di sini lebih fokus pada bagaimana melihat tingkah Ascha dari sudut pandang Desna dan tentu saja si Ascha ini bikin keki bahkan sejak kecil.  Endingnya pun so sweet.
rena
Sekarang kita menuju Midkuel.

Mengecewakan karena kisah Midkuel hanya ada satu ditulis oleh Sang Thabib Febz Anggra berjudul kenangan.  This is my favorite, karakter-karakter di sini benar-benar penuh kehangatan, semua orang Draeg, manusia, Elvar hidup harmonis.  Menceritakan tentang Feyn yang tidak sengaja bertemu dengan anak kecil yang lidahnya putus dan diberi nama Myura.  Nama yang manis, wayang dia hanya dibuat seperti siluet, aku ingin lihat wajahnya secara langsung.  Di sini menceritakan cinta kasih antara Feyn, Myura beserta dua Gardian Hamadryad Reina dan Linus.  Sungguh, kisah ini luar biasa, namun ini membuat saya semakin benci Valadin!  How cruel you are!  Satu-satunya Midkuel, tapi paling bekesan dari semua cerita yang ada.

Lanjut ke Sekuel.

Awal baru karya Elwin menceritakan Ascha yang harus kembali bangkit setelah kehilangan kekasihnya.  Sedih melihat betapa gigihnya Ascha yang berusaha membangkitkan kembali Desna yang sudah mati, sementara itu Rion mencoba menguatkan Ascha dengan berbagai cara.  Jujur saja, saya merasa terikat oleh Ascha, karena aku pernah mengalami hal yang sama.  Love it... sebenarnya saya jadi teringat pada Elric Bersaudara yang ingin hidupkan Ibunya kembali.  Atau Jade Curtis yang mau buat replika dari Nebilim.







Selamanya lagi-lagi karya sang penulis Shienny MS yang menceritakan bagaimana kejadian setelah pelukan terakhir ending dari cerita TM.  Lucu dan unik.  Di mana kedua karakter berinteraksi antara Leighton dan Vrey. Juga adegan minggat yang lucu.  Secara tidak langsung berhubungan dengan kisah fanfic lainnya. Nothing much to say.

Vrey dan Ornata karya R.A Zhang sebenarnya secara inti, cerita ini ga punya hubungan erat sama plot utama.  seperti sisipan saja, tidak terlalu berkesan, karena lebih fokus pada apa itu Ornata.  Namun, konsep Ornata sendiri menarik. saya bahkan ingin minta izin sama pembuatnya untuk menjadikannya referensi pada karyaku nanti, aku harap diizinkan. :D

Sekarang lanjut ke cerita akhir dari Ther Melian Anthology yaitu Malam Terpanjang karya Ghia.  I like this one.  Karena menceritakan tentang Vrey, Leighton, Laruen, Karth, dan si kembar Lyrr dan Reevy di sebuah Papiliun.  Di mana Ratu Vrey hamil dan melahirkan di sana.  Karth di sini sungguh usil karena dia bikin si Leighton keringat dingin sampe nangis, sementara itu Lyrr dan Reevy juga lucu karena mereka nakal tapi tetap dalam sisi anak-anak mereka.  Penuh kehangatan juga penuh rasa kekeluargaan.  Kemudian kelahiran Aelwen sangat mengejutkan. Apa lagi melihat ekspresi Leigthton saat nama Aelwen yang dipilih oleh Vrey untuk putri mereka.

Saatnya Final Verdict Untuk Ther Melian Anthology.  Aku suka sekali jadi aku akan kasih 4/5 GRI Star. Sangat menyenangkan bisa melihat lagi karakter-karakter kesayangan dari Tetralogi TM kembali beraksi.  So, tidak perlu membaca keempat TM tetralogi untuk bisa menikmati TM Anthology, tapi sebaiknya baca TM Tetralogi dulu, karena jika baca TM Anthology duluan bakal dapat banyak spoiler.

I hope you enjoy what I Think About this book...

Saatnya aku memikirkan sesuatu yang lain!










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar