Sabtu, 19 Juli 2014

What Zen Thinks about Tales of Eternia? (Games)

Setelah sekian lama saya main game ini, baru sekarang saya ada waktu untuk mereviewnya. So, tidak perlu ditunggu lagi, inilah Tales of Eternia atau disebut juga Tales of Destiny 2 di US.


Tales of Eternia disebut Tales of Destiny 2 karena miskomunikasi antara Namco Jepang dan Namco di US.  Versi yang saya mainkan versi PSP, by the way.

Tales of Eternia bercerita tentang Reid dan Farah yang bertemu dengan seorang Alien mungil bernama Meredy (yang bahkan punya aksara dan bahasa sendiri).  Demi mengetahui siapa Meredy, mereka menemui sahabat lama mereka yaitu Keele.  Perjalanan ini justru membawa mereka makin jauh dan mendapati bahwa tempat asal Meredy punya misteri tersendiri yang mereka harus jelajahi.  Juga banyak rahasia tentang Reid yang diungkap.



Kita mulai dari grafik, game ini punya grafik yang cantik dan colorful.



Animasi Battle pun fluid.  Gerakan-gerakannya terlihat mulus, juga animasi-animasi jurusnya flashy.  Efek-efeknya, gaya menang. Walau suaranya kurang terasa feeling battle-nya.  Sebab terkesan bland, It's okay... sebab battle-nya tetap asik.

Tidak lupa desain monster yang kreatif juga colorful.


Background dan juga digambar dengan baik, terutama saat battle. Desain dungeon terkesan detil dan indah dipandang.


Lanjut ke Gameplay.  Seperti RPG kebanyakan, sistem perjalanan Tales of Eternia masih linear dan tambahan-tambahan sidequest.  Sementara gameplay battle-nya masih menggunakan sistem battle Linear Combat yang sudah menjadi ciri khas Tales Series (sebelum Tales of the Abyss).


Terdapat empat karakter utama dan dua ekstra karakter.  Reid, Farah, Meredy, Keele, Chat dan Max.  Ras juga termasuk karakter, bonus.  Setiap karakter di game ini punya keistimewaan masing-masing, walau Reid dan Ras sebenarnya agak mirip pola serangannya.

Reid bisa mengenakan tiga jenis senjata, pedang, kapak dan tombak.  Setiap jenis senjata ini punya point masing-masing.  Skill di dapatkan berdasarkan dari point untuk dua fighter utama.  Farah dan Reid, sementara magic untuk Keele dan Meredy ditentukan oleh kombinasi spirit yang didapatkan sepanjang perjalanan.


Tidak seperti Tales sekarang, game ini masih pakai sistem khusus untuk mengeluarkan hi-ougi yaitu berupa kombinasi serangan juga timing.  Enaknya, serangan ini tidak perlu state khusus (seperti overdrive, overlimit dan lain-lain) untuk dieksekusi. Jika lakukan prosedurnya dengan benar, maka akan langsung tereksekusi...
Maximum Burst still the best Hi-Ougi ever!

Selain itu banyak jurus-jurus khusus di dalam Tales of Eternia sendiri. Saya masih bingung eksekusi Hi-Ougi gabungan, Hi-Ougi magic.


Bagiku yang paling sulit adalah Hi Ougi Sihir.  Sebab, sampai sekarang saya tidak bisa eksekusi sama sekali.  Padahal sangat luar biasa.



Tingkat kesulitan musuh pun beragam, boss-boss ada yang sangat sulit dikalahkan. Final Boss juga perlu cara khusus mengalahkannya.  Side-boss yang tangguh.  Difficulty sangat memengaruhi juga. Dungeon tidak terlalu kriptik, itu pertanda baik :D

Mari kita lanjut ke Story...

Cerita utama dari game ini adalah perjalanan untuk mencegah kehancuran Dunia.  Terdapat dua dunia yang yaitu Celestia dan Inferia, dua dunia ini sempat berperang dahulu kala.  Namun, sekarang masalah lebih pelik, karena Meredy memberi kabar kalau jarak antara Celestia dan Inferia kian menurun alias mendekat.  Reid dan teman-temannya pun melakukan perjalanan mencari cara untuk mencegah hal tersebut terjadi.



Sepanjang cerita banyak konflik yang terjadi, sebab hal yang dikatakan Meredy tidak sepenuhnya langsung diterima orang banyak.  Banyak pertentangan dari sana-sini, hingga mau tidak mau mereka lakukan perjalanan tanpa support dari pemerintahan setempat.



Awalnya perjalanan mereka hanya fokus mengumpulkan spirit guardian yang tersebar di Inferia dan Celestia, namun selain itu banyak hal lain yang menjadi twist menarik.  Terutama soal siapa Meredy dan hubungan dia dalam sepanjang plot ini.

Karakterisasi dalam game ini bagi saya sangat menarik.  Reid adalah tipe orang yang berusaha menjauhi masalah, sementara Farah orangnya penuh semangat, tapi dia sangat sering ikut campur masalah orang lain. Keele tipe orang yang selalu mengatasnamakan pengetahuan dalam lakukan sesuatu.  Tentu saja Meredy adalah karakter unik, sebab walau terkesan kekanakan dan polos, pola pikir Meredy sebenarnya sangat dewasa.  Ini mengejutkan saya sebagai gamer.


Musik di game ini pun sangat nyaman didengar, walau tidak begitu memorable seperti yang ada di Tales of the Abyss... di game ini juga feature salah satu band Jepang Garnet Crow untuk menyumbang lagu berjudul Flying.

Terdapat banyak sidequest di game ini.  Ada banyak mini game seperti makan sushi, dancing (Bagi saya ini mini game tersulit), juga balapan kapal laut (yang ini salah satu game paling unfair ever!), battle arena (anehnya hanya bisa pake si Reid. Andai bisa pake Farah saya bisa lebih gampang menangnya,


Ada juga sidequest yang berhubungan dengan jurus-jurus karakter ekstra seperti Chat dan Max.  Karena mereka dapatkan jurus-jurus bukan berasal dari level up.


Beberapa hal yang jadi masalah di dalam game ini adalah tidak ada fast travel sampai nyaris di akhir game, lebih parah lagi harus dibeli.  Dunia Tales of Eternia cukup besar lebih lagi ada 2 dunia.  Pesawat pun adalah extra feature, didapatkan benar-benar di dungeon terakhir.

Game ini ada dua hal yang harus dicari karena dua hal ini hidden, yaitu Lens yang memberikan item khusus dan Chef yang memberikan resep.  Dua hal ini begitu tersembunyi, jika tanpa panduan, sudah dipastikan kamu bakal tekan tombol X di segala penjuru area, setidaknya kalau mencari Chef dia lebih keliatan, tapi Lens? benar-benar hidden.

Karena itu saya berikan Tales of Eternia.  You Want Through This Again.


Game ini punya New Game+ ada beberapa tambahan sidequest dan Dungeon. Punya replay value yang cukup tinggi.

Terima kasih sudah membaca review ini, sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar