Sabtu, 18 Oktober 2014

Lets Through Legend of Hercules Together! (Full Rant Review)

Sesuai dengan janji saya untuk melakukan Full Rant Review untuk The Legend of Hercules sebelumnya jika kalian belum membaca review pendek saya untuk Legend of Hercules bisa kalian baca di sini.

Lets Through ... Together adalah kategori review yang saya lakukan untuk novel, anime, movie yang menurut saya amat pantas direview penuh dari awal sampai akhir.  Bisa karena itu jelek sekali, bisa karena perlu di analisis bersama.  So, Lets do this :D



Movie dimulai dengan gambar dimana terasa familier. Ada pertarungan besar antar pasukan di kapal. 




Di sini terjadi perseteruan dari dua kerajaan.    Demi menjaga agar pasukannya tidak dibantai oleh Raja Amphitryon, Raja Gelenus dipanggil untuk bertarung satu lawan satu.  Terjadilah pertarungan dan tiba-tiba terjadi hal seperti ini... 



Bagaimana bisa itu. Itu pedang bermata dua dan ditahan dengan tangan? How is that works?

Akhirnya sang Raja Amphitryon melihat kalau pedang itu tidak bisa memotong, so dia bertarung dengan tangan kosong sekarang. “It’s not cut, right?” 



Akhirnya Raja Amphitryon menang dengan menebas leher Raja Gelenus dan tidak keliatan ada cipratan darah sama sekali. 


Lihat lehernya! Tidak ada bekas luka! Tidak ada darah, tidak ada bekas luka... I tell you guys, is not PG 13 Movie. Ini dewasa.



Selanjutnya adalah sang Raja Amphytryon (Seriously guys, I find hard to keep typing this name, next I will just call him Amphy) mengatakan pada istrinya kalau dia melakukan perang ini demi sang istri, tapi Istrinya merasa bahwa perang itu hanya untuk memenuhi hasrat sang Raja Amphy.
Karena tidak tahan dengan sikap suaminya, sang Ratu pun berdoa pada patung Hera dengan begitu memohon agar Dewa-Dewi menolongnya dan menghentikan suaminya... Dengan menangis memohon... tapi tanpa air mata.  Oh ya, namanya ratu itu Alchmene btw...



So Hera mendengar permintaan dari Ratu Alchmene. Dia mengatakan kalau apakah sang Ratu berani untuk mengkhianati rajanya seperti layaknya Raja dari Hera yang mengkhianatinya karena nafsunya pada Ratu Alchmene... wait a minute? I feel this is wrong actually... 



Hera mengatakan kalau Ratu Alchmene akan punya anak dari Zeus yang katanya membawa kedamaian ke kota dan pastikan kalau nama anaknya adalah Hercules.
Saat Raja Amphy berpesta di luar. Tiba-tiba ada angin aneh mendekati istrinya. Terdengar petir dimana-mana. Saat itu tiba-tiba saja Sang Ratu mendesah-desah sendiri (IYKWM) let’s presume that Zeus. 



Jujur saja, saya lebih prefer kalau Zeus mengambil alih tubuh Raja Amphy lalu Get Laid. Daripada cara begini, but by the way.  Raja Amphy sangat marah dan mengamuk di kamar. Dia berpikir istrinya selingkuh dan mengamuk dengan berteriak-teriak.


And it's Rain.  Sungguh hujan ini ajaib di movie ini.

Akhirnya anak lahir dan diberi nama Alcides. At least mereka ga pake Baby CGI... 



20 tahun kemudian, Hercules sudah besar dan dia sedang naik kuda dengan seorang gadis... siapa gadis itu? Owh.. His love interest... okay... 



Dia memanjat tebing di samping air terjun lalu melompat dari sana. Woow look how realistic they are. 



Wait? No splash? Dia terjun dari ketinggian lebih dari sepuluh kaki dan saat dia menyentuh air tidak ada splash... loh bukankah dia tadi terjun di samping air terjun? Just look the spot he climb on! 



Itu Jelas membuat kekasihnya khawatir.  Oke, jika dia memang pacar dari Alcides (Hercules) Bukankah dia seharusnya tahu betapa kuatnya si Alcides, terjun dari ketinggian begitu seharusnya tidak berbahaya baginya... It’s Hercules, Right?



Dilanjutkan dengan adegan flirting dimana Hercules bilang suka dengan kalung kekasihnya and until now we still not know who her name yet.   Sang kekasih pun memberikan kalungnya pada Hercules sebagai tanda agar dia selalu dikenang. (Biar saya tanya sudah berapa kali ini kalian liat di film, it’s cliche... all right) 



Satu hal di sini yang saya benar-benar tidak bisa paham adalah bagaimana mereka berdua mencintai.  Hercules bilang seperti ini, “Where Tour face has been etched since First day I saw you.”  Kita tidak tahu bagaimana mereka pertama kali bertemu, berapa tahun lalu dan apa kesan yang mereka dapat hingga membuat hubungan mereka seperti ini dan itu membuat kita peduli sama hubungan mereka, kan?



This kind romance actually make me thing one thing... Jika kalian pernah nonton porn movie dimana dua karakter cewek dan cowok we know nothing about them and they just make out... Yah seperti itulah tipe romance di sini. Generic Porn Romance, I tell you Edward and Bella Swan have better romance Development than this one.



Tiba-tiba kakak dari Hercules datang mengganggu acara Lovey-dovey mereka dengan mengatakan ayah dari pacar Hercules mengkhawatirkannya. Di sini saya tunjukkan pada kalian how shitty their costume is.. Lihat, hanya seperti kain yang diikat... Yah mungkin kalian berpikir itu sudah jadi pakaian mereka, tapi ini tampak sangat malas. 

Really baju mereka itu seperti hanya disambung peniti

Di sini kakak dari Hercules cemburu tentang apa yang dilakukan Hercules di hutan. Dia memperingatkan Hercules bahwa dia yang akan memiliki si pacar Hercules (Yang sampe sekarang kita tidak tahu namanya.) jujur saja, cara bicara kakak dari Hercules sangat whining, bitching and... bitching... and bitching...



Di perjalanan mereka pulang terdengar suara aneh dan ternyata itu adalah...  Singa Nemean... Yes, for all of you here is the Nemean Lion from The Legend of Hercules. 

Here is our badass Nemean Lion, Guys

Di sini akan ada pertarungan epik antara Hercules dengan Singa Nemean kan? Sebab ini salah satu pertarungan epik...  



It’s done? Tidak sampai satu menit? Hercules bisa kalahkan Singa Nemean, kurang dari satu menit, tanpa strategi di Malam hari... Amazing!



Untuk kalian yang tidak tahu, Singa Nemea adalah salah satu monster tersulit yang harus dikalahkan Hercules, karena singa kulit singa ini sangat kuat... well, Whatever then...

So, Iphicles muncul (ini nama kakak dari Hercules) membawa mayat dari Singa Nemea dan mengatakan itu hasil dari kerjanya dan mulai pamer dimana-mana dan mengatakan kalau Hercules lari ketakutan saat singa itu muncul. Dilanjutkan dengan pengumuman kalau Putri dari Crete alias pacar Hercules untuk menikah dengan Iphicles.



Nice beard, man. Saya tidak masalah dengan jenggot palsu, atau berewok palsu di sinetron, tapi di Hollywood? Kayak Ijuk yang dilem di pipi. Karena berita yang mengejutkan ini, Hebe (Finally we know her name) minggat dari sana naik kuda. 



Sang Raja pun menasihati anaknya dengan suara... bayangkan seperti ini. Jika Singa meraung atau roaring dengan suara berbisik. Seperti itulah Raja kalau bicara, jika tidak dia akan terus teriak. Terdengar amat konyol... really... saya serius.
Hercules mengejar kekasihnya dan meminta agar kekasihnya kuat menghadapi masalah ini. Saya tidak menyangka kalau Hercules bertanya seperti ini pada kekasihnya... 



Jika saya jadi Hercules saya lebih memilih bertanya, “Saya yakin cintamu padaku amat kuat... kau pasti bisa melewati ini.” Jujur saja saya rasa pertanyaan ini tidak relevan. Kellan Lutz benar-benar... akting dia, cara dia bicara... dia tidak ada punya karakter.



Mereka pun memutuskan untuk kabur dan mereka pun dikejar oleh pasukan raja dan di sini sungguh saya tidak percaya... this shoot just... I... I don’t know at this point. 



Saya tidak percaya mereka di tahun 2014 ini, gambarnya seperti film tahun 60-an   Sangat terasa betapa palsunya background itu...
Akhirnya mereka tertangkap dan Hercules ditugaskan untuk pergi ke Mesir.  Iphicles merasa terhina dan mengatakan kalau Hercules kembali di akan membunuhnya... dengan seperti biasa.. whining and bitching faces. 

Saya yakin kau benar-benar mau menghajar wajah orang ini jika kalian menonton film ini...

Sejauh saya menonton ini, saya jujur kawan... betapa awkward-nya dialog-dialog di sini. Kadang saya tidak bisa menyinkronkan bagaimana dialog-dialog ini saling menjawab satu sama lain.  Akhirnya sang Ratu pun mengungkap siapa sebenarnya Alcides bahwa dia adalah Hercules, hadiah dari Hera dan putra dari Zeus.



Akhirnya esok harinya Hercules pun berangkat dan berjanji tiga bulan lagi dia akan kembali dan tentu saja Bitching Prince tidak suka akan hal itu.  Di perjalanan kapten mengatakan kalau pasukan mereka didiskon 50% padahal tidak ada perang apa-apa di sekitar kerajaan.  Itu sudah jelas karena mau Hercules itu Koit...

Jika kalian menonton movie ini sepertiku, kalian pasti melihat setiap karakter bicara dengan gigi menyatu. Seperti ini... 


Kira-kira bayangkan jika kau bicara dan tetap bertahan dengan wajah begini.



Seperti yang kita duga, Hercules dijebak bersama pasukannya. Mereka sudah ditunggu di sana dan terkepung. Dari depan, belakang dan dari atas. Mereka dihujani panah dan berhasil menahannya dengan perisai bahkan menyerang balik dengan panah. 



Kemudian mereka lanjut dengan formasi serang. Jika kalian perhatikan, sekarang mereka tidak melindungi bagian atasnya lagi.  Bukankah ini saat terbaik menembaki mereka dengan panah? Where archer before? Apa mereka sudah lupa di atas masih ada pemanah? Lihat sekarang mereka terbuka, kenapa nembakin panah pas mereka pasang perisai dan saat mereka melepas perisainya kalian tidak tembak! (SS24)



Akhirnya mereka kalah, terutama soal jumlahnya.  Jadi pemimpin pasukan musuh bertanya tentang helm yang dipake pangeran Alcides atau Hercules pada Kapten pasukan Hercules.  Entah bagaimana dia tahu itu helm Alcides... bentuknya sama tidak ada beda dari yang lain.  Kapten bohong mengatakan kalau Alcides sudah mati dan di situlah pertama kali karakter utama kita menyebut dirinya Hercules. 



Mereka dijual untuk jadi budak entah dimana.  Sementara di kerajaan Hebe menangis sedih karena mengetahui kekasihnya Alcides telah tiada... juga Ibunya karena kehilangan satu-satunya yang bisa menghentikan ambisi Raja Amphi.  Once again, guys No Tear. 



Mereka pun ditandai dengan logam panas huruf G dan sedang membicarakan tentang kenapa mereka ingin tetap hidup dan berjuang agar kembali istana. Hercules jelas ingin kembali bersama Hebe sementara sahabatnya yaitu Kapten Sotiris ingin bertemu dengan anak dan istrinya.
Ladies and Gentleman let me present to you Shitty Fight Club! 



Sungguh, menonton film ini seperti jika kalian menyedot Slomo drug dari Dredd 3D. Setiap pukulan yang terjadi di slomo. Yeah, most of it. Dikit-dikit, slomo. Saya tidak masalah dengan slomo, itu sudah Common dalam Hollywood bahkan mayoritas film. Tapi, gunakanlah dengan bijak dan stylish.  Misalnya pukulan itu sangat cepat dan harus di slomo atau pukulan yang sangat menentukan pertarungan.  Jangan slomo every single attack! At least di 300 dibuat dengan style hingga slomo-nya terasa keren, di sini semua slomo tidak berguna hanya melambatkan pace Action.
Sepertinya lebih baik saya tunjukkan saja sama kalian seberapa banyak slomo di film ini. 



Akhirnya Raja Amphi tahu kalau anaknya adalah hasil selingkuhan ratunya dan akhirnya membunuh sang ratu. Kematian Ratunya lagi-lagi hujan turun dan petir menyambar. Zeus tampak marah di sini... seperti di awal cerita.  Demi menjaga nama baiknya, Raja Amphi membuat seolah sang ratu bunuh diri. 


Kita kembali ke Hercules dan Sotiris. Demi untuk bisa kembali ke Yunani mereka harus mengalahkan Humbaba dan Half-face... *Bukan, bukan Two Face dan tentu saja mereka menang... dengan pertarungan yang tidak begitu berbeda seperti tadi dengan slomo dan speedup. 



Kemenangan itu membawa mereka ke Yunani untuk bertarung melawan enam petarung terkuat. Karena Sotiris terluka, Hercules harus hadapi mereka sendiri. Sekarang Hercules pun kembali dengan nama baru.  Sementara Sotiris dengan temannya menonton dari bukit tinggi.  Apa mereka punya teropong atau Eagle eye? Tidak mungkin mereka bisa melihat pertarungan dari jarak sejauh itu! 



Akhirnya pertarungan antara Hercules melawan 6 petarung terbaik Yunani dimulai... dan saya persembahkan pada kalian. GLADIATOR dengan HERCULES! 



Kalian Perhatikan orang ini. dia tertusuk pedang oleh Hercules tepat di dadanya. 




In the next shoot, pedang itu tidak ada... jika pedang itu masih ada pasti tembus ke punggungnya kan? KAN? Saya ga salah liat kan? 




Jujur saja, jika kita mendengar dalam cerita ada sebuah kelompok yang tidak terkalahkan. Mereka pasti punya sesuatu yang membuat mereka sangat kuat, bisa pola serangan khusus, formasi serangan khusus. Tapi di sini, mereka menyerang tanpa strategi. Mereka seperti orang-orang tanpa pola pikiran dalam bertarung... apa benar mereka tidak terkalahkan? Ah iya... mereka main keroyokan.



... Wait sejak kapan mereka di sana? Kalian tentu lihat tadi betapa jauhnya tempat pertempuran, bukan? ... THEY HAVE EVIL SPEED POWEER!... oh mereka bukan orang jahat.



Setelah berhasil menang, Hercules pun bertemu dengan gurunya Chiron yang mengatakan kalau Ibu dari Hercules telah tiada.  Once again, no tears! Your mother is dead, man. Do something like... acting! 




Tiba-tiba Hercules sudah ada di sebuah desa yang dijarah oleh prajurit kerajaan. Di sini saya tidak bisa mengerti... sama sekali. Bagaimana bisa pasukan kerajaan tidak mengenali wajah dari Hercules... yang seharusnya pangeran dari kerajaannya. Hercules bukanlah pangeran yang tertutup, wajahnya tidak berubah... bahkan tidak ada berewok yang tumbuh di wajahnya! 




Di sini adalah saat Iphicles mengintimidasi Hebe untuk jadi istrinya. Kalian jelas kan melihat ada hujan di belakang? 




Tapi, di adegan selanjutnya tidak ada hujan! 




Hujan di sini sangat membingungkan, bukan? Mungkin Zeus lagi main-main dengan hujannya.  Semacam... “Oh, ada pembunuhan, harus hujan dulu, oh ada pertengkaran, dikasih hujan dulu biar gereget!”




What the hell that scene, Let me throw it to the fire...




Jadi Putri Hebe hendak bunuh diri... tapi Chiron menolongnya. Dilanjutkan Putri Hebe kembali ke tempat danau dengan air terjun di awal cerita. Kalian ingat?  Ternyata Hercules ada di sana.  Mereka pun ciuman dan get laid 



Istri dari Sotiris terbunuh dan dia pun tertangkap. Itu pun karena anaknya disandera oleh Iphicles. Sungguh, Sotiris adalah satu-satunya yang berakting baik di movie ini. Dia bahkan menunjukkan adegan emosional and you really see, he really cry here. 




Demi menolong anaknya, akhirnya Sotiris berkhianat dan Hercules tertangkap. Hercules dirantai dan dicambuk. Sementara Chorin dan Sotiris siap dieksekusi oleh Bithcing Prince.  Akhirnya Chorin terbunuh... 




Jika kalian tahu, Chorin sebenarnya adalah Centaur dan... dia guru dari Hercules.  Bahkan dia seharusnya Immortal... di sini dia mati dengan begitu mudahnya.  




Tidak ingin melihat Sotiris ikut mati. Hercules menatap langit dan bilang, “Father... I believe in you... Grant me strength!” tiba-tiba saja dia menjadi kuat dan mampu menarik rantai lepas.  Oke, di sini sebenarnya saya merasa betapa Zeus Ex Machina-nya... di versi The Rock, kejadian ini juga terjadi dimana The Rock berusaha melepas ikatan rantai dengan menerima kekuatan potensi penuhnya sebagai Demi God, tapi di situ dia dipandu oleh seseorang, gurunya hingga dia akhirnya bisa. Di sini cukup dengan mengatakan kalimat itu, Hercules sudah dapat kekuatan...  that escalated quickly. That... just...



Rantai dan batu yang mengikat tangan Hercules dijadikan senjata dengan mengayunkannya seperti... you know, Kratos dari God of War! (SS43) dengan sangat kentara rantainya... 


I... just...  GODDAMNIT!




Okay... I’m back. Setelah itu, tiba-tiba orang ini datang dan bilang... 




Kemana saja kamu? Kenapa ga datang sejak tadi? KENAPA? Jika dia datang sejak tadi Chorin tidak perlu mati kan? Apa yang halangi mereka untuk tidak datang menolong? *garuk kepala... Oh my God... this movie. Let me turn of my Brain complety First...




Akhirnya Hercules punya pasukan pemberontak. Hercules melakukan Suppose to be Epic Speech, but at this point I just dont care... 




Pasukan Hercules pun maju menyerang kerajaan Amphi.  Sebelum itu kita liat one the most cheesy line in this movie.  Dimana Hebe menyatakan bahwa dia akan mencintai Hercules apapun yang terjadi, walau wajahnya dirusak, walau lidahnya dipotong bahkan walau dibunuh pun. Dia tetap mencintai Hercules... tunggu apa ini ripoff dari Angel Beats? 




Hercules berada di depan gerbang dimana dia ditodong oleh puluhan Busur dan dia pun menyampaikan dia siap menghadapi panah itu... dan... Kau bercanda... HUJAN LAGI!? Dan kalau kalian perhatikan baju dari Hercules tidak basah...




Perang pun terjadi dan ternyata pasukan pemanah itu ada di pihak Hercules. How is that work? I don’t fuckin know... Dont care just roll the credit please.




Hercules kini menghadapi raja Amphi dan kalian tahu... dia dijebak lagi! Dengan cara jebakan yang sama. Hercules, kau ini gimana toh? Kau menyerang ke kerajaannya tanpa mikir kalau di kerajaan itu pasti ada pasukan. Tidakkah kau pikirkan strategi, oh ya soal pemanah yang ikut denganmu, mana mereka? Kenapa mereka tidak menembaki panahnya sekarang? HALOO!? 



Hercules tiba-tiba saja pedangnya berpetir dan dengan itu dia menghabisi seluruh pasukan lawan dalam beberapa detik. Another Zeus Ex Machina!  Di sini saya sudah kehabisan komentar sebenarnya... 




Akhirnya pertarungan antara Hercules dan Raja Amphi.  Kalau kalian perhatikan di sini, jubah yang dipakai oleh Hercules adalah dari kulit Singa Nemea di awal cerita. Tahu-tahu saja dia memakainya. Siapa yang memberikannya? Bagaimana dia bisa mendapatkannya? Padahal jubah itu memang trademark bagi Hercules.  Saya cuma tidak mengerti kenapa bisa jubah itu dia pakai di akhir cerita! 




Seperti biasa ketika sang hero mau menang.  Kita mendapat they got the girl... 




Karena tidak mau menjadi tawanan. Hebe pun...
Wat? (Kucek-kucek mata) WHATT?



Oke, saya bisa memaafkan bad CGI, saya bisa juga maafkan ripoff, saya juga bisa maafkan akting yang jelek, tapi ini benar-benar kelewatan.  Let me show you one of the most embarassing scene in Hollywood this year. 




Hebe menusuk dirinya sendiri dan kita lihat dengan jelas... pisau itu berada di bawah ketiaknya. Tapi di scene lain kembali ada di dadanya. (SS53)

Dipenuhi amarah, pertarungan berlanjut... hhuuuufff... Melihat movie ini sudah benar-benar bikin saya mual...




Alcides memilih membunuh raja dengan pisau yang membunuh ibunya.  Akhirnya...

Pleasee help me... Gimme Phoenix Down... please...



So, itulah The Legend of Hercules. Damn, that movie is shit... Movie ini disutradarai oleh Renny Harlin jika kalian mau tahu dia yang membuat Cut Throat Island.  Kesimpulannya Movie ini jelek nyaris di seluruhnya, kostum, akting, CGI, spesial efek, cerita, plot dan lain-lain. Namun, setidaknya tidak ada filler di sini, ada satu aktor yang bisa akting... dan untuk Action Scene jika kalian suka dengan slomo speedup kalian mungkin suka dengan Action scene-nya.  Selain itu tidak ada alasan kalian untuk menonton film ini.  Kecuali jika kalian mau tertawakan.


Let me throw it to fire

Terima kasih sudah membaca Full Rant Review ini. Saya hanya mereview movie yang saya pernah tonton di Bioskop karena at least saya punya hak untuk kesal. 

Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.

*Langsung ambruk di kasur...

1 komentar:

  1. movie ini cuma minjem nama "hercules" doang, selebihnya ini adalah cerita tentang Gladiator versi lain. si sutradara kebingungan bedain yunani dan roma

    BalasHapus