Minggu, 03 November 2013

What Zen Thinks about SMT : Persona 1? (Games)

PERSONA!!!

*memanggil Ra Horakthi!

Shin Megami Tensei : Persona adalah game yang underated dan tidak terlalu populer.  Mungkin ini disebabkan oleh lokalisasi habis-habisan yang dilakukan di PS1 version.

Game ini dibuat oleh Atlus, disutradarai oleh Koji Okada. Pertama kali muncul di PS 1 pada tahun 1996 dan mengalami remake pada tahun 2009 di PSP.  

Apa saja yang mengalami kemajuan dari versi Remake ini?

Grafik jauh lebih halus dari PS 1 tentunya, bahkan game ini punya FMV yang sangat halus untuk dilihat, sangat berkesan 3D.

Translasi banyak mengalami perubahan. Di Persona 1, begitu banyak perubahan habis-habisan dari game.  Nama-nama spell yang dilokalisasikan, seperti Mediarama menjadi Heal All, lalu Mrs. Sakeo menjadi Mrs. Smith.  Perubahan paling tampak adalah perbedaan antara Mark di Persona Revelation dan SMT Persona 1 adalah penampilan Mark atau Masao.

Kiri Mark di SMT Persona 1, kanan Mark di Persona Revelation
Kisah Persona dimulai saat sekolompok anak-anak Sekolah sedang melakukan permainan.  Di mana permainan tersebut tanpa sengaja mentrigger Hidden Persona pada diri mereka masing-masing.  Hal ini dimulai karena pertemuan dengan Philemon, sosok misterius yang saya duga adalah master dari Persona.


Awalnya tidak terjadi apa-apa, mereka bahkan belum bisa memanggil persona mereka. Sampai saat MC dengan teman-temannya pergi ke rumah sakit untuk menjenguk sahabat mereka Maki.  Suddenly all shit happen.

Tentunya setelah mendengar bahwa semenjak mereka menjenguk Maki, semua hal aneh terjadi tentu kalian tahu bahwa fokus konflik di game ini adalah Maki, bukan sang karakter utama.  Saya bahkan sampai bingung peran sang karakter utama di game ini sebenarnya apa?


Sekarang kita bicarakan tentang gameplay. SMT Persona 1 bagi saya cukup orisinil sebagai game JRPG.  Tidak heran series ini amat terkenal.  Namun, untuk Persona 1 masih sangat terpengaruh oleh serial SMT inti.  Salah satu yang bisa dilihat adalah game ini saat masuk ke dungeon atau masuk ke sebuah kota, maka akan masuk dalam mode POV.


Terdapat Mini map di bagian kiri dan di bagian kanan terdapat status dari HP dan SP karakter juga ada Moon Phase.  Moon Phase adalah sesuatu yang berpengaruh pada musuh-musuh di dungeon, cukup sulit untuk dijelaskan. Tanyakan pada Igor, oke!  Dengan menekan tombol Segi empat akan memunculkan map dari dungeon.



Dungeon di game ini adalah sebuah tantangan yang tidak semua orang bisa tahan karenanya.  Mayoritas dungeon panjang, mazelike, musuh-musuh yang sulit, juga kadang penuh puzzle dan kriptik.  Kalian tahu bahwa di tengah cerita saya putus asa dan akhirnya buka Walktrough karena saya berakhir di tempat yang sama berulang-ulang kali.

Setidaknya game ini masih punya mercy.  Karena penempatan Save poin yang cukup strategis bahkan bisa suspend game kapan saja.


Di dalam dungeon juga kadang kita bertemu dengan Irish yang membantu kalian jika butuh untuk recovery dengan uang yang cukup.



Battle Mode di game ini amat orisinil. Turn based, tapi di game ini formasi sangat menentukan bagaimana battle berlangsung.  Karena range serangan dari karakter berbeda tergantung spell, jenis senjata, gun, jenis magic dan semacamnya.


Karena itu formasi amat sangat berpengaruh di game ini.  Tidak seperti game lain di mana semua tempat karakter di dalam formasi battle terkesan sama dan tidak ada perbedaan, seperti Crimson Gem Saga.  Di sini, kalian harus benar-benar menyesuaikan formasi dengan bagaimana sistem karakter masing-masing.  

Setiap musuh punya karakter masing-masing tentunya.  Hal itu menyebabkan game ini bukanlah tipe game di mana kamu tinggal terus menekan attack button hingga random battle usai.  NO! you can't do that in this game.  Game ini sangat membutuhkan ketelitian dan juga kesabaran saat memainkannya.  Karena musuh-musuh bisa saja membuatmu mati dalam satu turn jika kalian menyerang sembarangan.  Terutama untuk musuh yang bisa repel, kalian serang pake spell terkuat, dia repel, karaktermu mati.  Karena itu sangat dianjurkan lakukan analyze sebelum bertarung.

Masalahnya data musuh tidak bisa muncul jika kalian tidak mengalahkannya satu kali.  saat pertama kali bertemu musuh, kalian harus ekstra hati-hati.  Namun jika kalian sudah tahu data musuh, terus malas mengatur serangan yang sama berulang-ulang.  It's okay, this game give nice feature for you.  Kalian bisa mengulang serangan yang sama, bisa melakukan setting serangan dengan cepat.


Salah satu spell yang paling berguna di awal sampai di pertengahan game adalah Megidorao.  Karena itu kalian butuh persona yang satu ini.



Salah satu yang jadi masalah di game ini adalah setiap karakter berbeda dalam mendapatkan EXP Point.  Ini semua tergantung bagaimana aksi karakter tersebut di dalam battle. Siapa yang paling banyak bertindak maka EXP-nya akan semakin banyak.  Jika itu belum cukup kalian punya dua tipe Level, Character Level dan Persona Level.  Character Level adalah level untuk status karakter kalian, sementara Persona Level adalah kemampuan atau batas level persona yang kalian bisa gunakan.  Jika persona itu levelnya lebih tinggi dari Persona Level kalian, dia tidak akan bisa digunakan. That's why grinding is something worth for this game.



Sekarang kita masuk ke bagian pembuatan Persona.  Persona 1 punya sistem cukup rumit untuk membuat persona.  Kalian butuh dua spell card yang kalian dapatkan dari Demon Contact random minion yang kalian temui sepanjang jalan.  Ini adalah sesuatu yang amat menganggu di dua Persona. Persona 1 dan 2 punya Demon Contact.  Di Persona 1 Demon Contact-nya lebih sederhana.  Namun, yang masalah kadang reaksi berubah, saat dia awalnya eager tahu-tau dia jadi angry.  Itu semua tergantung pilihan kalian karena itu saya sarankan untuk yang satu ini silahkan buka Persona wikia.


Jika kalian sudah mendapatkan spell card dari demon-demon tersebut. Batasnya hanya 12 spell cards btw.  Kalian temu Igor untuk mulai membuat Persona. Persona bisa dibuat dengan cara manual atau dengan guided.  Hal ini sebenarnya yang jadi masalah untuk gamer, karena tidak ada grafik atau table nyata untuk bisa merancang persona-persona ini.  Tidak seperti di Persona 2 dimana kalian bisa buat persona sesuka hati asal kalian punya tarot card yang cukup.


Persona Affinity, lalu persona legendaris, semua yang berhubungan dengan pembuatan persona amat rumit dan penuh dengan variasi.  Bagi saya pribadi ini sangat mengganggu karena saya pun tidak menemukan guide yang jelas untuk pembuatan Persona di Persona 1 ini.  



Sekarang kita bicarakan Story.  Persona 1 punya Story yang luar biasa keren.  Benar-benar menunjukkan tentang Persona dan setiap orang punya persona masing-masing.  Twist-Twist keren sepanjang cerita, persahabatan, ada sedikit romance tapi tidak benar-benar terasa sebenarnya.  

Game ini punya empat karakter utama dan empat karakter tambahan.  Kalian sebenarnya bisa mainkan mereka semua di dalam satu shot playtrough.  di Story utama kalian memainkan MC, Nanjo, Maki, Mark dan satu opsional karakter.  Kalian bisa memilih antara Reiji, Brown, Alice dan Elly dengan persona masing-masing juga dengan senjata masing-masing.  Game ini kalian bisa menempatkan Persona pada siapa saja, karena itu rasanya kadang semua karakter punya potensi yang sama tergantung persona yang kalian pasangkan pada mereka.

Di Side Story, kalian bisa memakai karakter lain, yaitu Yukino, Brown, Alana dan Elly.  Yups karena itu game ini punya empat ending.

Main Villain  di game ini adalah Kindori Shyamalan  (Saya sebut begini karena saya merasa dia mirip sama perusak Franchise Last Air Bender itu.)  Dia sebenarnya punya konspirasi yang menarik, dan tentu saja penuh twist.  Ending ditentukan oleh bagaimana pilihan kita pada pertanyaan-pertanyaan sepanjang game.  Tentu saja, jika pertanyaan salah dijawab, maka game selesai tanpa tahu bagaimana kebenaran dibaliknya.


Karakter favorit saya di game ini adalah Nanjo.  Dia adalah seseorang yang tidak suka menunjukkan perasaan care-nya pada yang lain, padahal dia sebenarnya karakter yang baik.  Juga yang paling pintar dari yang lain.  Dia bisa disebut karakter yang suka menjelaskan.  Karena itu saat seseorang butuh penjelasan dia yang akan angkat bicara.


Lebih lagi dia sebenarnya karakter yang paling merasa kehilangan dari yang lainnya.

Game ini cukup generous dalam memberikan uang. Saya pribadi bisa dapat uang sampai 1 juta dalam waktu yang amat singkat, hanya saja game ini sangat sedikit weapon shop-nya. saya hanya update tiga kali equipment berdasar membeli dari shop, mayoritas senjata di dapat dari enemy drop.  Game ini juga sebenarnya tidak terlalu panjang jika kalian straight ahead alias tidak peduli sama sidequest.  

Karakter yang menarik, story yang keren, gameplay yang unik dan cukup orisinil, gameplay yang amat menantang, ada beberapa fitur yang bagus. Tidak lupa musik yang sangat trademark alias khusus untuk game ini.  Karena biasanya game RPG menggunakan musik dalam battle theme-nya, overworld-nya, town-nya di game ini mereka tidak sekedar menggunakan musik, tapi mereka menggunakan lagu-lagu yang amat enjoyable.  Walau kadang game ini bikin saya frustasi, tapi musik-musik itu cukup membuat saya terhibur.

That's why I said This is Worth it, Enjoy your Time With it!  Setidaknya jika kalian kesal dengan versi original di PS 1, di versi PSP banyak sekali improvement yang setidaknya bisa bikin saya betah mainin sampe ending. Tidak seperti yang pertama, saya bahkan tidak bisa maini di dungeon pertama.

Terima kasih sudah membaca review ini, jangan lupa dengar apa yang dikatakan Yui di samping.  Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.  




Jumat, 01 November 2013

What Zen Think about Kill me Baby! ? (Anime)

Apa kalian pernah menonton anime komedi yang absurd dari segala sisinya?  Yup, Lucky Star termasuk.


Kill me Baby adalah sebuah adaptasi sebuah manga empat kotak karya Kaduho dan diterbitkan oleh Houbunsha.  Anime-nya pun dibuat oleh JC. Staff dan pertama kali ditayangkan tahun 2012.

Kill Me Baby merupakan sebuah kisah dua sahabat yang selalu mencoba hal baru dan melakukan sesuatu yang extraordinary.  Sebenarnya ada tiga karakter utama, tapi setiap episode lebih fokus pada dua karakter ini, yaitu Yasuna dan Sonya.  Sementara karakter lain yaitu Agiri seorang Ninja absurd.

Sonya, Yasuna, Agiri

Setiap episode biasanya terbagi atas tiga cerita yang berbeda dan kadang tidak ada sangkut pautnya. Hal ini biasanya dimulai dari eksperimen Yasuna akan suatu hal yang tentu saja absurd.  Yosuna intinya tidak mau bertingkah gila sendirian, dengan kata lain dia mengajak Sonya untuk gila bersama.  Sonya tentu tidak mau hal tersebut, but in the end, she just give in anyway.  Hal ini mengingatkan aku pada Spongebob dan Squidward.






Humor yang disajikan di dalam anime ini penuh dengan slapstik.  Terutama segala hal yang terjadi pada Yosuna.  Yosuna punya kelebihan yaitu kekebalan terhadap segala tindak kekerasan dari Sonya.  Dua karakter ini benar-benar berbeda tapi sebenarnya sangat cocok bersama. Yasuna yang selalu bertingkah aneh dan juga freak, sementara Sonya yang bersikap cool namun gampang terbawa keadaan.



Karakter lain adalah Agiri.  Dia ini seperti karakter penengah yang kadang suka muncul seenaknya dan mencoba membantu in the funny way.  Suara dari Agiri adalah yang paling-paling annoying dari karakter lain.  Dia benar-benar menanamkan karakter Agiri sebagai karakter yang... uhm... susah dijelaskan.



Artwork dari Kill Me Baby! adalah Chibi Style dimana empat karakter ini dibuat imut dan menggemaskan.  Works for anime like this.  Voice Acting bagi saya sangat bagus dan ekspresif,  terutama untuk Agiri.

Plot dan Story dari anime ini is not make any sense, semua terjadi yah terjadi.  You see it just bear with it and laugh at it.  Seluruh episode difokuskan pada komedi hingga saya ga bisa sama sekali serius pada satupun episode dari anime ini.  Just throw your logic to trash can!



Selain mereka bertiga, sebenarnya ada satu karakter lagi. Gadis berambut merah yang disebut Unused Character.  yah seperti namanya, dia memang tidak pernah masuk dalam plot walau bagaimanapun si karakter ini mencoba dan dia sangat misterius.

Dia bahkan tidak punya nama
Kill Me baby punya trademark soundtrack yang memang dibuat khusus untuk anime ini.  Bahkan opening dan ending theme dari anime ini sudah absurd.  Terutama endingnya dimana si Yasuna dan Sonya berjoget yang amat absurd.



Tidak banyak yang saya bisa komentari dari anime seperti ini.

That's Why I say You want through this again.  Karena anime ini tidak bosan saya nonton walau berkali-kali.  Just for the lulz.

Terima kasih sudah membaca review ini sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu hal yang lain lagi.



Kamis, 24 Oktober 2013

What Zen Thinks about Jeanne D'Arc? (Game)

Menggabungkan Fantasy, Sejarah dan World Saving?

Is this gonna works?


Jeanne D'Arc adalah game dari Level-5.  Diterbitkan oleh Sony Computer Entertainment.  Produser dari game ini adalah Akihiro Hino.  Karena diterbitkan oleh Sony secara langsung, maka hal tersebut menyatakan dengan jelas game ini adalah Ekskusif untuk PSP.

Level 5 sudah terkenal dengan beberapa game seperti Dark Cloud, Dark Chronicle di PS2 maka kalian seharusnya sudah cukup tahu kualitas dari developer ini.

Jeanne D'Arc adalah game yang berdasar sejarah seorang Heroine di zaman perang antara Prancis dan Inggris di sekitar abad 15.  Jika kalian pernah menonton film Jeanne D'Arc yang diperankan oleh Milla Jovovich tentu kalian tahu jalan cerita dari game ini.  But, this game have something special!  This game mix that historical Story with Fantasy!

Kisah dimulai dari saat desa tempat tinggal Jeanne dibakar oleh monster-monster yang dipanggil oleh tentara Inggris.  Di sana Jeanne menemukan seekor katak ungu dan sebuah Armlet.


Armlet itu membuat Jeanne bisa berubah menjadi Mahou Shoujo! No, I mean become Lady Knight!






Setelah itu dimulailah perjalanan Jeanne, Liane, dan Roger.  Mereka meminta untuk bergabung bersama tentara Francis untuk menghancurkan kerajaan Inggris yang jahat.  Di sini kita bisa melihat bahwa game ini fokus pada unsur politik perang antar negara.

Sepanjang perjalanan Jeanne bertemu dengan teman-temannya yang menganggap Jeanne sebagai pemimpin mereka dan setia pada Jeanne.

Grafik dari game ini adalah animeish namun dengan High Quality.



Di beberapa cut scene, game ini menampilkan beberapa Anime Cut Scene dan ini adalah salah satu alasan kenapa game ini begitu keren.  Di dalam Cut scene gamer bisa mendengar karakter ini bicara dengan voice acting yang sangat luar biasa!  sayang tidak ada voice dub saat Cut scene biasa.


THIS IS FURANCE!
 Jeanne dan Liane adalah karakter dengan best voice acting ever. Mereka bicara dengan bahasa Inggris tapi dengan logat francis yang ketal.  Saya jelas tidak akan bisa menjelaskan bagaimana, jika kalian tidak mendengarnya sendiri. Just go to youtube and find some of their video.

Thanks to Karl Wahlgre yang menjadi Voice actress Jeanne.  kalau diperhatikan mereka mirip ya.



Gameplay adalah Turnbased Strategy RPG.  Di game ini ada tiga jenis elemen yang amat sangat berpengaruh pada gameplay.  Ada Sol, Luna, dan Stella.  Jika kalian tidak manage elemen pada karakter dengan sebaik-baik mungkin atau musuh akan benar-benar membantai habis pasukanmu bahkan mereka tidak bisa kena damage sama sekali dari serangan apapun darimu jika elemen-nya salah.

Job di game ini cukup variatif. Penyerang melee ada beberapa jenis, pemakai tombak, dagger, pedang, kapak.  Beberapa job khusus di game ini sangat langka, terutama Thief, di game ini hanya ada 2. begitu pula Magician. Parahnya lagi kamu harus milih salah satunya. Kamu bisa milih punya 2 Thief atau 2 Magician.

Setiap karakter harus disiapkan matang. Magic, support magic, Skills, passive skills, semua kalian atur dengan bebas setiap karakter.  Begitu pula menentukan element pada karakter, jadi tentukanlah sebaik mungkin.

Saat melakukan transformasi, karaktermu punya waktu beberapa turn sampai dia kembali lagi jadi manusia.

Saat bertarung di mulai, game memberi batas member yang bertarung cukup variatif tergantung kebutuhan dalam battle tersebut. Kadang hanya ada dua karakter bahkan ada yang sampai tujuh karakter.

Selain itu jika menyerang musuh, di sisi belakang musuh tersebut akan muncul burning aura. Jika menyerang dan berpijak di sana, maka serangan akan jadi lebih kuat. Sementara saat diserang dan karaktermu agak berdekatan, maka mereka akan mencoba untuk melakukan pertahanan bersama seperti gambar di bawah ini.


Tingkat kesulitan di game juga Boss benar-benar ditentukan bagaimana persiapan sebelum masuk ke dalam battle.  Karena itu gamenya bahkan memberikan saran untuk punya minimal dua save data.  Boss juga ada yang benar-benar sulit, tapi mayoritas sebenarnya punya tingkat kesulitan standar. Final Boss benar-benar menantang untuk ditaklukan.  Terutama musuh-musuh di dalam sidequest.

game tidak benar-benar linear alias hanya fokus pada main story.  Game ini punya beberapa optional dungeon yang bisa kalian jelajahi dan menghadapi musuh-musuh yang variatif.  Walau kadang saya merasa AI musuh juga agak bodoh, sometime. Seperti saat HP mereka sekarat dan tetap saja mencoba untuk menyerangmu walau tahu serangan itu ga efektif dan saat dicounter attack si musuh bakal mampus. 

Story?  This game is really amazing!

Kisah Jeanne D'arc benar-benar mengikuti jalan cerita seperti layaknya yang ada di dalam sejarahnya di bumbui dengan elemen fantasi yang sangat kental.  Di mana ada Elf, Beast man, Mage, demon, dan semacamnya.  Twist-Twist di dalam game ini menarik, karakter-karakter yang relate dan unik.


Karakter favoritku di dalam game ini adalah Rufus.  Dia nyaris ga pernah absen di dalam battle. best Strength and Defense juga sebagai Best Beastmen Fighter. Bahkan lebih kuat dari La Hire.  Bagiku dia sangat dependable.


 Tapi kalau dari segi sifat dan karakter.  Saya sangat menyukai Liane, selain itu dia adalah karakter dengan voice akting terbaik di game.  Dia adalah gadis yang benar-benar terkesan realistik dan mudah untuk terikat dengannya.  Apa lagi dia adalah tipe cewek yang tidak mau cari masalah, dan juga reaksinya pada keadaan sesuai dengan bagaimana orang normal pada umumnya.

Beberapa hal yang menurut saya agak mengganggu dalam game ini adalah Melding Skills dimana kamu menggabungkan dua skills menjadi skill yang baru.  Ini benar-benar gambling, kadang kamu membuat skill yang berguna, tapi kadang malah skill yang jadi adalah skill yang tidak perlu.  karena itu untuk yang satu ini buka guide saja, atau kalian banyak melakukan kombinasi tidak berguna.

game ini juga berubah tone di pertengahan cerita.  Terutama setelah.... jadinya game ini agak terkesan unik jadi agak-agak klise setelahnya. Namun, tidak benar-benar membuat game ini jadi jelek.  It's still great anyway.  Juga melepas potensial game ini untuk punya Dub Cut Scene itu sangat di sayangkan, padahal itu bisa jadi nilai tambah buat game ini.

That Why I gonna say You Want Through This Again!

That's my review. Terima kasih sudah membaca review ini, komen jika kalian pernah memainkannya.  Jangan lupa untuk mendengar apa yang dikatakan Yui di samping. Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.








Rabu, 23 Oktober 2013

What Zen Thinks about Unpredictable Love? (Novel)

Sekarang saya sebenarnya mikir siapa yang lebih menyebalkan Bella Swan atau Viela dari novel ini.  Let's check it out!


Unpredictable Love
Penulis  : Ganda Pekasih

 Ini adalah sebuah novel teenlit tentang seorang cowok bernama Topan yang jatuh cinta pada Viela. Viela awalnya memberikan respons yang bagus pada PDKT Topan, namun semua berubah ketika Andi menyerang!

Andi adalah sosok yang tampan, atletis dan pokoknya jadi idola di sekolah tersebut.  Namun, Andi merasa tertarik pada Viela dan menginginkan Viela menjadi pacarnya.  Karena jika tidak, maka Andi akan memacari sahabat Viela yang bernama Ariefasha yang kebetulan lagi patah hati akibat ditolak oleh gebetannya.  Karena itu Topan patah hati dan justru bertemu dengan cewek lain bernama Sheila.

Oke, itu sebenarnya bukan spoiler karena semua tertulis di belakang buku tersebut.

Unpredictable Love sebenarnya benar-benar konsisten dengan judulnya.  Novel teenlit ini memang tidak tertebak jalan plotnya dari awal sampai akhir. Tidak seperti kisah romansa remaja kebanyakan.

Kita mulai dari gaya bahasanya.  Well, penulisnya adalah seorang penulis yang sudah terkenal, Ganda Pekasih. So, gaya menulisnya tentu sudah sangat bagus dan terlatih.  Novel ini punya tipe Multiple First Person of View. 

Jadi novel ini ada POV Topan, Viela, Arief, juga Shiela.  Hal tersebut membantu kita sebagai pembaca untuk mengetahui setiap perasaan karakter dan juga bagaimana pola pikir mereka dalam menghadapi masalah yang ada.

Plot dalam novel ini memang tidak tertebak. Saya tidak bisa memikirkan bagaimana arah cerita dan juga penuh twist.  Yeah, antara twist tersebut bikin saya kaget atau bikin saya jengkel... well, yang bikin jengkel lebih banyak sebenarnya.

Karakterisasi, saya pribadi sangat menyukai karakter Topan. Dia adalah karakter yang paling bersikap realistis di dalam novel ini.  Dia mencoba mendekati Viela, terus dia mundur saat Viela sudah punya kekasih, tapi tetap berharap. Saat si Viela butuh teman, Topan siap membantunya.  Hum, Bagi saya entah kurang apa lagi yang Topan mesti berikan untuk Viela dan cewek itu tetap saja tidak memberikan kejelasan.

Viela saya berikan predikat sebagai cewek paling nyebelin dari semua cewek yang pernah ada di dalam cerita manapun. Yep, is worse then Bella Swan I think, tapi tidak se-mary sue Bella Swan.  Viela tiba-tiba saja jadi pacar Andi dikarenakan Andi merasa si Viela adalah cewek yang pantas untuk sembuhin dari penyakit Gay-nya. 

Viela sama sekali tidak punya perasaan (pada Topan) Dia pernah minta si Topan buat membuat sebuah cerpen untuk mengolok Doranina. Jika Topan bisa membuatnya, si Viela mau mempertimbangkan Topan jadi kekasihnya.  Namun, seenaknya saja, setelah berkata begitu dia menggandeng tangan Andi dan tanya soal cerpen tersebut.  Viela, where is your heart anyway? Have Mercy.  you know Topan likes you and try to make that Short Story and this what you do to him?

Sepanjang cerita semakin benci saya pada Viela.  Dia benar-benar sukses jadi B*tch di dalam novel ini. Okay Viela you are the B*tch you need to die!

Bagaimana dengan karakter lain? Andi bener-bener Gay.  Ariefasha hanyalah cowok yang patah hati. Sheila?  not much to talk about her anyway.

So, novel ini sebenarnya asik dibaca.  Twist yang menarik, kisah cinta yang tidak biasa, juga karakter-karakter yang... yeah antara suka dan ga suka sebenarnya ini bener-bener subjektif.  Settingnya, gaya bahasa yang amat kental teen-nya.  Mix POV ada POV 1 dan POV 3 dan juga Multiple POV 1, kerennya tidak bikin bingung pembacanya.

Well, I say This is Worth it, Enjoy your time With it.

Terima kasih sudah membaca review ini, jika kalian sudah baca novel ini jangan lupa komen tentang pendapat kalian.  Tidak lupa, dengarkan apa kata Yui di samping. Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi.


Kamis, 17 Oktober 2013

What Ivon Thinks about OFF? (RPG Maker Game)

Kali ini saya mendapat review dari Ivon yang mereview salah satu game yang underrated, OFF.  Karena underated jelas movie ini tidak begitu banyak yang tahu, saya bahkan pribadi mengatakan kalau saya tidak pernah mendengar Game ini sebelumnya.

Karena itu mari kita mulai Review OFF.

OFF adalah game indie freeware bergenre surreal horror/tragedy, yang dikembangkan oleh Mortis Ghost dan timnya, "Unproductive Fun Time", yang berasal dari Prancis, menggunakan engine RPGmaker 2003.


Dan ini adalah salah satu game terbaik yang pernah saya mainkan.


Di game ini kita mengambil peran sebagai pengendali karakter bernama "The Batter", sesosok lelaki misterius yang memakai seragam olahraga kasti dan (coba tebak) bersenjatakan tongkal pemukul kasti. Di awal game kita diberitahu bahwa Batter memiliki sebuah misi penting, dan sebaiknya kita memastikan misi itu terlaksana.

Di dunia pertama (Zone 0-"Zone Zero"), kita akan bertemu sesosok kucing misterius bernama The Judge. Judge akan berperan sebagai mentor kita, dengan mengajarkan tutorial dasar game ini, mulai dari battle sampai puzzle.


Battle:



Sistem pertempuran di game ini persis sama dengan RPG-RPG kebanyakan, namun terutama mengingatkan saya pada Final Fantasy. Anda lihat bar kosong di bawah CP, sebelah kiri kotak komando? Saya akan menamakannya sesuai istilah Final Fantasy, yaitu ATB-- Attack Time Battle. Kotak kosong itu akan terisi perlahan-lahan seiring waktu berlalu, dan ketika penuh, kita akan diperbolehkan memilih salah satu komando dari daftar yang ada:

Attack = regular attack, menyerang musuh secara fisik
Competence = special attack, menyerang musuh menggunakan ilmu spesial
Objects = items, menggunakan barang yang terdapat di inventory
Row = change battle position, bisa berpindah ke depan (serangan lebih kuat, tapi menerima damage lebih besar) atau ke belakang, dengan efek sebaliknya
Flee = run away from battle, hanya dapat dilakukan oleh Batter-- walau dalam sebagian besar pertempuran, opsi ini ditiadakan

Mengenai musuh (enemy), variasi musuh yang tersedia di game ini cukup banyak, dan kita akan menyebut mereka dengan istilah "spectre". Dalam satu dungeon, biasanya ada tiga jenis spectre yang berbeda-beda. Para spectre yang harus Batter hadapi pun berbeda-beda tergantung zona yang ia datangi. Dan desain mereka semua unik-unik-- bisa terkesan asal jadi atau sengaja di-deformed agar membuat pemainnya merasa tidak tenang dan berpikir "Makhluk apa ini sebenarnya?".


Setelah tutorial pertempuran selesai, Judge akan membawa kita ke ruangan selanjutnya. Yakni ruangan puzzle.

Puzzle:

Mengenai puzzle, saya yakin beberapa di antara kalian cukup membenci fitur ini. Sementara beberapa lainnya tidak mempermasalahkannya. Saya sendiri, termasuk yang menyukainya.

Puzzle game ini tidak terlalu sulit. Nyaris semua puzzle "hanya" mewajibkan kita untuk menekan blok-blok yang ada secara berurutan, sesuai dengan petunjuk yang ada. Nah, petunjuk-petunjuk inilah, yang menurut saya, dikemas dengan cara yang lumayan kreatif. Saya akan memberi contoh untuk puzzle berikut ini (silahkan lewati paragraf berikutnya kalau anda ingin memecahkannya sendiri):


Di dinding terdapat enam digit angka. Dan di bawahnya terdapat delapan buah balok. Apa yang direpresentasikan balok-balok itu? Kita coba menekan balok paling kanan atas ... tidak terjadi apa-apa. Lalu kita coba menekan balok kiri atas, dan, voila! Balok itu bereaksi! Mungkin ... coba kali ini kita menekan balok kedua dari kiri atas ... dan ah, bereaksi juga! Di sinilah kita tersadar, bahwa ternyata balok-balok tersebut merepresentasikan urutan nomor dari satu sampai delapan, dari kiri ke kanan.

Dan berbagai variasi puzzle inilah yang akan kita hadapi di sepanjang sisa game ini. Tentunya, dengan berbagai variasi pencarian petunjuknya.



Setelah kita menyelesaikan beberapa puzzle pertama, kita akan menemukan sebuah balok merah di lantai dasar. Judge berkata bahwa balok tersebut adalah alat transportasi praktis untuk masuk ke Ketiadaan, “Nothingness”. Tempat itu berperan sebagai World Map (Peta Dunia) untuk game RPG pada umumnya. Judge tidak akan mengikuti kita sebagai party member (saya yakin tadinya anda ada berpikir begitu), tetapi ia mengucapkan semoga sukses untuk misi kita, dan berkata kita akan bertemu dengannya kembali dalam waktu dekat.

Dan tinggallah kita sendiri bersama Batter, tidak ada tujuan lain selain meneruskan misi suci misterius yang ia emban di tangannya.

Graphic:

Saya sempat melihat-lihat beberapa forum game di luar negeri sebelum menulis review ini. Dan saya sempat membaca beberapa komentar forum yang menarik perhatian saya.



Bisa kita lihat di sana, ada beberapa orang dengan username yang berbeda-beda, memprotes dengan keras (bahkan kasar) tentang penanganan grafik game ini. Dan apabila anda ke sana, anda akan melihat seorang user yang mengajak mereka bicara, menanyakan hal apa yang membuat mereka begitu “ogah” pada game ini. Oknum yang bersangkutan pun menjawabnya dalam bahasa Prancis. Untunglah user tersebut cukup berkepala dingin untuk memberi pencerahan mengenai user-user tersebut:


Saya mendapat kesimpulan bahwa: para troll pun ternyata ada di negara maju seperti Prancis, dan bahwa argumen mereka, yang walau pun beralasan, lebih didasarkan pada keinginan untuk menghina daripada benar-benar mendiskusikan kekurangan game tersebut.

Maka saya berhenti menganggap mereka serius, dan mengambil kesimpulan lain: bahwa bila anda melewatkan game ini hanya karena grafiknya yang tidak secanggih Mass Effect, Fallout, dan Skyrim, maka satu kata yang saya berikan untuk anda adalah: terserah.

Tapi ketahuilah anda melakukan kesalahan besar.

Karena saya setelah mencoba dan mengalaminya sendiri, saya menjadi tahu, bahwa grafik di game ini memiliki kesinambungan kerja yang sangat sempurna dengan musiknya.

Musik (disusun oleh Alias Conrad Coldwood):


Bagi anda yang kadang mengikuti LP saya di facebook, pasti telah beberapa kali melihat saya memuji-muji BGM (Background Music) dan SFX (Sound Effect) game ini. Musik merupakan separuh penopang tiang utama game ini. Anda bisa saja mengetahui seluruh seluk beluk plot cerita game ini, tetapi anda tidak akan benar-benar "mengerti" tentang game ini tanpa memainkannya secara langsung.

Dan saya tidak bercanda.

Semenjak Silent Hill, baru kali ini dampak efek suara dan musik sebuah game dapat membuat nyali saya kiat menciut ketika melewati lingkungan kota maupun dungeon game ini. Padahal ini game RPG, dan hampir semua musuhnya cenderung mudah untuk dikalahkan.

Game ini memberikan BGM yang berbeda-beda untuk semua kota dan dungeon-nya. Begitu pula dalam pertempuran. Battle music dengan boss memiliki kesan "grand", sementara random battle memiliki musik yang catchy. Namun tidak lantas mentang-mentang random battle, kita disuguhi battle music itu dari awal sampai akhir game (saya melihat anda, penyusun battle musik Persona 4). Misalnya, di zona terakhir, musik yang catchy itu meninggalkan kita. Gantinya kita disuguhi musik yang muram dan bernuansa gelap dan sedih. Apabila kita masuk ke zona yang "mati", battle music yang kita dapatkan akan berkesinambungan dengan musik zona tersebut. (Yang, sebenarnya, tidak bisa disebut musik, karena “BGM” di sepanjang zona mati itu adalah suara-suara bisikan dan desisan "sssshhh", yang akan terus berulang-ulang di headphone anda sampai keluar dari zona tersebut).

(Saya lupa bilang kalau kita bisa mengendarai pedalo di game ini. Lebih mengasyikkan daripada yang anda duga)

Dan berbicara soal headphone, saya menyarankan (apabila anda ingin memainkannya, yang, yakinlah, adalah keputusan yang tepat) agar anda memainkan game ini menggunakan alat tersebut. Namun anda khawatir akan kena serangan jantung oleh sebab jump scare atau semacamnya? Jangan khawatir, karena game ini tidak mengandalkan kengeriannya dengan jump scare, melainkan dengan atmosfir, ketidak-pastian, dan kisah yang akan menghantui anda sampai berhari-hari lamanya.

Sebagaimana seharusnya sebuah game surreal horror yang bagus dikemas dengan sempurna.

Analisa pribadi:

Hampir di sepanjang game, saya selalu merasa was-was. Takut. Bagaimana bila saya melakukan kesalahan dan membuat karakter saya mati? Bagaimana bila musuh yang saya kalahkan tadi ternyata tidak perlu dibunuh? Bagaimana bila gara-gara saya melakukan itu saya malah mendapat bad ending? Ada apa di puncak tangga yang saya naiki ini? Kenada ada leleran cerah mirip darah di dinding itu? Makhluk apa yang menunggu saya di sana?

Di sinilah OFF dengan sangat sukses berhasil memberikan seorang penikmat RPG seperti saya kepastian untuk tidak mematikan konsol maupun komputer sebelum mencapai akhir cerita, yaitu dengan cara menahan kepastian jawabannya.

Dan baru memberikan hak untuk menutup layar game ini setelah kita menemani karakter kita mencapai akhir ceritanya.


Karena itu saya sebut game ini AMAZEPIC! Jika kalian pecinta RPG, terutama RPG Horor yang lebih klasik dengan menggunakan sistem battle turnbase just don't miss this one!  You not gonna regret it.

Sekian review dari Ivon. Jangan lupa untuk mendengar apa yang dikatakan Yui di samping => 

Terima kasih sudah mampir dan jika kalian ada review untuk game, novel, manga dan lain-lain yang sejenis bisa dipost di blog saya.  Sampai jumpa di guest review selanjutnya.