Sabtu, 25 Mei 2013

What Zen Thinks about Beda tapi Cinta (Novel)?

Saya sudah cukup antisipasi buku ini dan akhirnya inilah saatnya untuk mereview Beda Tapi Cinta!


Ditulis oleh Hardy Zhu
Penerbit : Zettu Publisher
 Cover Designer : Lutfi Fuad
Editor : Budy Darmawan
ISBN : 978-602-7735-94-1

Beda Tapi Cinta adalah sebuah romanse remaja dengan bercerita tentang seorang ART (Asisten Rumah Tangga) yang awalnya bekerja di sebuah rumah dan sering dijahili oleh tiga anak sang majikan.  Dia adalah seorang Imigran yang ke Jakarta buat bekerja dan lanjut sekolah.

Latar belakang Fera (karakter utama) cukup unik.  Namun, kesan pertama yang saya rasakan adalah sinetron, namun setelah baca beberapa bab, Tidak sampe level itu juga.  Ada yang bisa dinikmati.  Kemudian, karena dia terlambat sekolah Fera tidak bisa melewati gerbang dan di sana dia bertemu dengan Uno yang bisa lewati pagar tersebut, sementara Fera tidak diizinkan.

Sifat Fera dalam novel ini adalah salah satu yang bisa menghibur pembaca. Karakter dia nyentrik, doyan es krim, dan berani.  Dia tidak suka mengalah dan cukup blak-blakan.  Karena menjalani hidup yang keras, membuat cewek ini jadi nyentrik begini. Saya menikmati buku ini salah satunya adalah menikmati bagaimana dia bereaksi pada kejadian-kejadian yang ada.

Plot utama di sini, adalah  Fera dan Uno adalah sepasang kekasih di sini... nantinya sih.  Spoiler? no! baca saja di sinopsisnya.  Tapi, yang jadi pertanyaan bagaimana mereka bisa jadi sepasang kekasih?  Just read it and finding out!

Selain karakter, plot juga menarik di dalam novel ini.  Dari satu plot ke plot yang lain straight forward dan tidak neko-neko.  Bahkan, tidak ada flashback berarti.  Intinya Fera bertemu Uno, karena suatu kejadian, mereka saling care, lalu jatuh cinta.  Fokus utama di sini adalah karakter utama Fera dan Uno benar-benar berbeda, seperti layaknya judulnya.  Fera karakter yang bersifat enerjik, tomboy, sementara Uno bersikap dingin, berandalan dan seenaknya.

Sebenarnya, jujur seluruh plot, jalan cerita tertebak sejak awal. Semuanya terkesan klise.  Namun, di balik itu, this novel still enjoyable.  Ada beberapa hal yang saya pikirkan.  Bagaimana Fera dan Adel bisa jadi sahabatan.  Kenapa Adel begitu care dengan Fera yang seorang imigran dan seorang ART?  Aku sih merasa penulis bisa kasih alasan ikatan antara mereka lebih dalam.  Rasanya kurang enak aja, rasa care si Adel amat mengagumkan rasanya kalau cuma berdasar sobatan, pasti ada sesuatu yang pernah Fera lakuin dan  bikin Adel merasa itu amat memorable baginya.

Gaya bahasa dari novel ini asik, fresh dan meremaja sekali.   Saya bahkan bisa membacanya dalam waktu amat singkat. Tidak perlu banyak berpikir untuk mengerti ceritanya.  Settingnya jelas, dialog yang terjadi terkesan natural dan tidak janggal.

Saya tidak perlu memberikan review panjang-panjang. Beda Tapi Cinta is good Novel, enjoyable, linear, dan cukup seru.  Tapi, aku butuh epilog. Aku ingin tahu apa yang terjadi setelah ortu Uno tahu hubungan anaknya dengan Fera.

Oke, saatnya untuk Final Verdict, novel ini saya berikan 7/10! Not really memorable. Tapi, bisa dinikmati oleh para pecinta teenlit.  Terima kasih sudah membaca review-ku.  Sampai jumpa hingga saya memikirkan sesuatu yang lain lagi. :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar